Kredit Produktif: Pengertian, Jenis-Jenis, beserta Contohnya
Apa yang dimaksud Kredit Produktif?
Dalam dunia perbankan, kredit merupakan salah satu bentuk layanan yang disediakan oleh bank kepada masyarakat. Kredit dapat diartikan sebagai penyediaan uang atau tagihan yang harus dibayar setelah periode waktu tertentu berdasarkan kesepakatan antara pihak bank dengan pihak peminjam. Dalam hal ini, peminjam berkewajiban untuk melunasi utang tersebut beserta bunga yang telah disepakati sebelumnya.
Kredit sendiri memiliki berbagai jenis, salah satunya adalah kredit produktif. Kredit produktif adalah jenis kredit yang bertujuan untuk meningkatkan penghasilan. Namun, di Indonesia masih banyak masyarakat yang memiliki persepsi negatif terhadap kredit, terutama kredit produktif. Mereka beranggapan bahwa dengan melakukan kredit, seseorang akan menjadi lebih konsumtif dan terbebani dengan hutang.
Namun, sebenarnya kredit produktif memiliki definisi dan konsep yang berbeda. Secara bahasa, kredit produktif terdiri dari dua kata, yaitu “kredit” dan “produktif”. Kata “kredit” merujuk pada transaksi keuangan yang dilakukan secara tidak tunai atau dengan sistem angsuran. Sedangkan kata “produktif” mengacu pada kemampuan untuk menghasilkan sesuatu, biasanya dalam jumlah yang besar.
Dengan menggabungkan kedua kata tersebut, kredit produktif memiliki pengertian sebagai teknik cicilan yang digunakan untuk mendanai bisnis atau membuka usaha. Umumnya, kredit produktif dilakukan oleh individu di luar pekerjaan utama mereka. Dengan kata lain, kredit produktif digunakan sebagai sumber pendapatan tambahan selain gaji pokok dan tunjangan yang diterima dari perusahaan tempat mereka bekerja.
Sebagai contoh, seseorang dapat menggunakan kredit produktif ketika akan membeli sebuah bangunan ruko dan mendirikan usaha kedai kopi di dalamnya. Laba yang didapatkan dari penjualan di kedai kopi tersebut dapat digunakan untuk membayar cicilan kredit yang digunakan untuk membeli bangunan ruko tersebut. Contoh lainnya adalah ketika seseorang akan membeli rumah tambahan dan niatnya adalah menyewakannya kepada orang lain.
Dalam kontras dengan kredit produktif, terdapat juga jenis kredit lain yang disebut kredit konsumtif. Kredit konsumtif merupakan teknik mengangsur yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Kredit konsumtif umumnya digunakan untuk membeli barang atau jasa yang semata-mata didasarkan pada keinginan belaka. Dengan kata lain, tidak ada profit atau penghasilan tambahan yang didapatkan dari penggunaan kredit konsumtif.
Contohnya, menggunakan kartu kredit untuk membeli smartphone atau gadget terbaru. Atau membeli rumah tambahan hanya untuk memenuhi keinginan pribadi dan tidak mengontrakkannya kepada orang lain. Dalam kredit konsumtif, yang penting adalah memenuhi keinginan pribadi tanpa memperoleh keuntungan finansial yang signifikan.
Jenis-Jenis Kredit Produktif
Kredit produktif memiliki beberapa jenis berdasarkan kegunaannya. Berikut adalah jenis-jenis kredit produktif yang perlu diketahui:
1. Kredit Investasi
Kredit investasi adalah jenis kredit yang digunakan untuk membuka usaha, membangun proyek, memperluas bangunan usaha, dan lain sebagainya. Kredit ini dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan investasi jangka panjang. Biasanya, kredit investasi memiliki jangka waktu pengembalian yang cukup lama dan jumlah pinjaman yang besar. Untuk mengajukan kredit investasi, peminjam perlu menyertakan studi kelayakan usaha serta dokumen-dokumen seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).
2. Kredit Modal Kerja
Kredit modal kerja adalah jenis kredit yang diberikan oleh bank kepada peminjam yang ingin meningkatkan kapasitas operasi produksi mereka. Kredit modal kerja dapat digunakan untuk membeli bahan baku, membayar upah karyawan, atau keperluan lain yang terkait dengan operasional perusahaan. Dalam mengajukan kredit modal kerja, peminjam perlu memahami persyaratan yang ditentukan oleh bank.
Selain berdasarkan kegunaan, kredit produktif juga dapat diklasifikasikan berdasarkan jangka waktu pengembaliannya. Berikut adalah jenis kredit produktif berdasarkan jangka waktu:
1. Kredit Jangka Pendek
Kredit jangka pendek adalah jenis kredit yang memiliki jangka waktu pengembalian kurang dari satu tahun. Pinjaman ini cenderung lebih mudah didapatkan dan memiliki risiko yang lebih kecil dibandingkan dengan kredit jangka panjang. Kredit jangka pendek ini dapat digunakan untuk membuka usaha atau memenuhi kebutuhan pribadi.
2. Kredit Jangka Menengah
Kredit jangka menengah adalah jenis kredit yang memiliki jangka waktu pengembalian antara satu hingga tiga tahun. Kredit jangka menengah umumnya digunakan oleh usaha kecil dan menengah (UKM) dengan nilai pinjaman di bawah 100 juta.
3. Kredit Jangka Panjang
Kredit jangka panjang adalah jenis kredit yang memiliki jangka waktu pengembalian paling lama, yaitu hingga lima tahun. Peminjam dapat mengajukan kredit jangka panjang untuk membuka usaha, membeli rumah, atau kendaraan. Karena memiliki jangka waktu yang panjang dan resiko yang cukup besar, pengajuan kredit jangka panjang membutuhkan dokumentasi dan persyaratan khusus.
Selain itu, kredit produktif juga dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuannya. Berikut adalah jenis kredit produktif berdasarkan tujuannya:
1. Kredit Produktif
Kredit produktif adalah jenis pinjaman yang digunakan untuk meningkatkan pendapatan dengan cara membeli aset yang menghasilkan. Contohnya adalah dengan menggunakan kredit untuk membeli properti yang disewakan atau digunakan sebagai modal usaha sehingga menghasilkan pendapatan.
2. Kredit Konsumtif
Kredit konsumtif adalah jenis kredit yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Pinjaman yang diperoleh tidak digunakan untuk membeli aset yang menghasilkan pendapatan. Contohnya adalah membeli barang elektronik atau barang-barang konsumsi lainnya.
Selain itu, kredit produktif juga dapat diklasifikasikan berdasarkan sektor usaha yang dilayani. Berikut adalah jenis kredit produktif berdasarkan sektor usaha:
1. Kredit Pendidikan
Kredit pendidikan dapat digunakan untuk membayar biaya pendidikan, baik untuk siswa sekolah maupun mahasiswa. Selain itu, kredit ini juga dapat digunakan untuk membangun sarana pendidikan.
2. Kredit Profesi
Kredit profesi merupakan jenis kredit yang diberikan secara khusus kepada para profesional yang memiliki jenis pekerjaan tertentu, seperti dosen atau pengacara.
3. Kredit Perumahan
Kredit perumahan dapat digunakan oleh masyarakat untuk membangun atau membeli rumah hunian.
4. Kredit Pertambangan
Kredit pertambangan merupakan jenis kredit jangka panjang yang diberikan kepada usaha pertambangan seperti minyak, emas, dan timah.
5. Kredit Pertanian
Kredit pertanian diberikan kepada pelaku usaha sektor pertanian atau perkebunan, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.
6. Kredit Peternakan
Kredit peternakan diberikan kepada pengusaha sektor peternakan untuk pengembangan usaha dalam jangka pendek hingga panjang.
7. Kredit Industri
Kredit industri diberikan oleh bank untuk mendukung sektor industri, baik skala kecil, menengah, maupun besar.
Jika Anda berminat untuk mengajukan kredit produktif, penting untuk mempertimbangkan jenis kredit yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan usaha Anda.
Contoh Kredit Produktif
Setelah memahami pengertian dan jenis-jenis kredit produktif, sekarang kita akan melihat contoh-contoh kredit produktif yang disalurkan oleh bank berdasarkan klasifikasi jenisnya.
1. Kredit Pemilikan Rumah
Kredit pemilikan rumah atau KPR adalah salah satu contoh kredit produktif yang biasa ditawarkan oleh bank. KPR adalah kebijakan kredit yang memungkinkan masyarakat untuk memiliki rumah impian tanpa harus memiliki modal yang besar. Dalam skema KPR, Anda hanya perlu menyediakan uang muka dan kemudian melunasi sisa pembayaran rumah tersebut dalam jangka waktu tertentu.
Dalam konteks kredit produktif, KPR dapat dimanfaatkan untuk membuka usaha yang berhubungan dengan properti yang Anda beli. Misalnya, Anda dapat menyewakan kembali apartemen yang Anda beli, membuka usaha di rumah Anda, atau menempati ruko sebagai tempat berjualan.
2. Kredit Usaha
Kredit usaha adalah jenis kredit yang digunakan untuk mendapatkan modal usaha dalam kurun waktu tertentu. Kredit usaha dapat menjadi solusi bagi pebisnis baru maupun pebisnis yang sudah berjalan untuk mendapatkan dana tambahan bagi keberlanjutan dan perkembangan usaha mereka. Penting untuk memperhatikan persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan oleh bank terkait jaminan dan penggunaan dana kredit.
3. Kredit Modal Kerja (KMK)
Kredit modal kerja dapat menjadi opsi bagi Anda yang membutuhkan modal bisnis yang tidak mencukupi. Baik sebagai pebisnis baru maupun sebagai pebisnis yang sudah berjalan, kredit modal kerja dapat membantu Anda dalam memenuhi kebutuhan operasional dan pengembangan bisnis. Namun, kredit modal kerja juga memiliki persyaratan jaminan seperti tanah dan bangunan, kendaraan, deposito, mesin, persediaan barang, dan piutang.
Jadi, jika Anda memiliki rencana untuk mengajukan kredit, penting bagi Anda untuk mempertimbangkan jenis kredit yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan usaha Anda.
Unsur-Unsur yang Terdapat dalam Kredit
H
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.