Resensi Buku “Technical Analysis for Mega Profit”


Analisa Teknikal dalam Investasi

Investasi merupakan kegiatan yang saat ini banyak dibicarakan oleh berbagai orang. Ada banyak cara untuk melakukan investasi, salah satunya adalah melalui pasar modal. Pasar modal merupakan pasar yang beroperasi secara terorganisir dan melibatkan banyak aktivitas perdagangan surat berharga seperti saham, obligasi, dan surat-surat lainnya yang diterbitkan oleh perusahaan swasta atau pemerintah. Pelaku pasar modal terdiri dari emiten, agen penjualan, investor, penjamin emisi, dan pialang.

Di Indonesia, terdapat beberapa lembaga dan struktur pasar modal, seperti Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian yang dijalankan oleh PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Bursa Efek Indonesia yang merupakan hasil penggabungan Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya, perusahaan efek, dan Lembaga Kliring dan Penjaminan yang dijalankan oleh PT. Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

Buku “Technical Analysis for Mega Profit”

Bagi Anda yang tertarik dengan pasar saham dan ingin mendapatkan keuntungan besar, buku “Technical Analysis for Mega Profit” sangat direkomendasikan. Buku ini membahas tentang teknik-teknik analisis teknikal yang dapat Anda gunakan dalam berinvestasi. Buku ini diterbitkan oleh aikerja.com Pustaka Utama pada tanggal 20 Juni 2016 dan memiliki jumlah halaman sebanyak 390 halaman.

Judul: Technical Analysis for Mega Profit

Genre: Investment

Penerbit: aikerja.com Pustaka Utama

Tanggal dan tahun Terbit: 20 Juni 2016

Jumlah Halaman: 390 halaman

ISBN: 9786020324418

buku technical analysis for mega profit

Analisa Teknikal dalam Investasi

Analisa teknikal merupakan salah satu metode dalam mengevaluasi saham, etf, forex, dan komoditas. Metode ini menggunakan data statistik masa lalu untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan. Berbeda dengan analisis fundamental yang menggunakan data ekonomi untuk mengevaluasi nilai intrinsik saham, analisis teknikal hanya memperhatikan pola pergerakan harga di dalam pasar.

Dalam analisis teknikal, terdapat tiga konsep dasar yang menjadi landasan. Pertama, “Market Action Discount Everything” yang berarti pergerakan harga mencerminkan semua informasi yang ada di pasar. Hal ini karena penawaran dan permintaan yang berlaku di pasar tercermin dalam pergerakan harga. Kedua, “Prices Move in Trends” yang berarti harga bergerak dalam pola kecenderungan tertentu. Identifikasi tren merupakan kunci dalam analisis teknikal. Ketiga, “History Repeats Itself” yang menggambarkan bahwa pola pergerakan harga akan berulang dari masa ke masa.

See also  Mengenal Usaha Ritel, Peluang Bisnis yang Menguntungkan

technical analysis

1. “Market Action Discount Everything”

“Market Action Discount Everything” merupakan konsep terpenting dalam analisis teknikal. Konsep ini menyatakan bahwa segala hal yang mempengaruhi harga saham, baik itu faktor fundamental, politik, atau psikologi pasar, tercermin dalam pergerakan harga di pasar. Dalam analisis teknikal, grafik atau chart digunakan untuk memvisualisasikan pergerakan harga dan pola-pola yang terjadi di masa lalu. Melalui analisis grafik, investor dapat memperoleh informasi penting mengenai psikologi pasar dan membuat keputusan investasi yang lebih akurat.

Dalam analisis teknikal, terdapat dua kondisi pergerakan harga yang sering digunakan, yaitu “bullish” dan “bearish”. “Bullish” menggambarkan pergerakan harga yang cenderung naik dan dianggap sebagai tanda optimisme pasar. Sedangkan “bearish” menggambarkan pergerakan harga yang cenderung turun dan dianggap sebagai tanda pesimisme pasar.

2. “Prices Move in Trends”

Konsep kedua dalam analisis teknikal adalah “Prices Move in Trends”. Hal ini mengacu pada pola pergerakan harga yang cenderung berlanjut dalam jangka waktu tertentu. Dalam analisis teknikal, investor mencoba mengidentifikasi tren harga yang sedang terjadi untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan. Identifikasi tren harga dapat dilakukan melalui analisis grafik dan pola-pola pergerakan harga yang terbentuk dari waktu ke waktu.

Tren harga dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu uptrend, downtrend, dan sideways. Uptrend terjadi ketika harga saham secara konsisten mengalami kenaikan. Downtrend terjadi ketika harga saham secara konsisten mengalami penurunan. Sideways terjadi ketika harga saham bergerak dalam kisaran tertentu tanpa tren yang jelas. Identifikasi tren harga merupakan kunci dalam analisis teknikal karena investor dapat mengambil keputusan investasi berdasarkan arah tren yang sedang terjadi.

3. “History Repeats Itself”

Konsep terakhir dalam analisis teknikal adalah “History Repeats Itself”. Konsep ini menyatakan bahwa pola pergerakan harga yang terjadi di masa lalu cenderung akan terulang di masa yang akan datang. Hal ini disebabkan oleh adanya pola psikologi dan sifat manusia yang tetap sama sejak dulu. Dalam analisis teknikal, investor menggunakan pola pergerakan harga yang sudah terjadi di masa lalu untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan.

See also  Macam Alat Tulis Kantor: Sejarah, Gambar dan Pendukungnya

Pola pergerakan harga yang sering terjadi di masa lalu akan tercermin dalam analisis grafik. Dengan mempelajari pola-pola pergerakan harga yang sudah terjadi, investor dapat mengidentifikasi peluang investasi yang muncul di masa depan. Dengan kata lain, penggunaan analisis teknikal dapat membantu investor untuk mengambil keputusan investasi yang lebih baik.

Sumber: https://www.example.com

Riwayat Pengembangan Analisis Teknikal

Pengembangan analisis teknikal dimulai pada abad ke-16, saat perdagangan produk pertanian di Eropa. Pada abad ke-17, Jepang mulai menggunakan teknik analisis teknikal untuk menganalisis perdagangan beras. Mereka mengembangkan teknik “candlestick charts” yang memvisualisasikan pergerakan harga dalam bentuk candlestick.

Teknik “candlestick charts” dari Jepang kemudian diperkenalkan kembali di Amerika Serikat pada tahun 1882 oleh Charles Dow dan Edward Jones. Mereka menggunakan teknik ini untuk menganalisis perdagangan saham di pasar Amerika dan menerbitkan hasil analisis mereka dalam surat kabar “The Wall Street Journal” yang merupakan anak perusahaan dari Dow Jones & Co.

Analisis yang dilakukan oleh Dow dan Jones di “The Wall Street Journal” diakui sebagai analisis yang baik dan menjadi dasar dari “Dow Theory”. “Dow Theory” merupakan teori tentang pergerakan saham yang menjadi dasar dari analisis teknikal modern.

Pada tahun 1884, Dow mempublikasikan “Stock Market Average” yang merupakan indeks pertama di dunia yang terdiri dari harga penutupan sebelas saham dari sektor kereta api dan manufaktur. Indeks ini digunakan sebagai barometer untuk mengukur performa pasar saham Amerika.

Di Indonesia, indeks pasar saham yang ada saat ini adalah IHSG atau “Indeks Harga Saham Gabungan”. Indeks ini mulai diperkenalkan pada tahun 1983 dan digunakan sebagai barometer untuk mengukur performa pasar saham Indonesia.

See also  Ragam Jenis-jenis Durian Unggul yang digemari Masyarakat Indonesia

Kelebihan dan Kekurangan Buku “Technical Analysis for Mega Profit”

Kelebihan

Buku “Technical Analysis for Mega Profit” memiliki beberapa kelebihan. Pertama, buku ini lengkap dalam membahas teknik-teknik analisis teknikal. Seluruh aspek analisis teknikal dijelaskan secara detail dan lengkap, sehingga pembaca dapat memahami dengan baik cara-cara penggunaannya. Kedua, bahasa yang digunakan dalam buku ini mudah dipahami. Penulis menggunakan bahasa yang sederhana, sehingga pembaca tidak mengalami kesulitan dalam memahami isi buku. Ketiga, buku ini dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi yang memperjelas penjelasan-penjelasan yang ada dalam buku. Gambar-gambar ini sangat membantu pembaca untuk memahami dengan lebih baik.

Kekurangan

Meskipun memiliki banyak kelebihan, buku ini juga memiliki beberapa kekurangan. Pertama, buku ini memiliki berat yang cukup berat. Dengan berat hampir mencapai 1 kilogram, buku ini sulit untuk dibawa-bawa kemana-mana. Bagi pembaca yang sering membaca di tempat umum atau saat bepergian, buku ini mungkin terlalu besar dan sulit untuk dipindahkan. Kedua, buku ini memiliki isi dan halaman yang cukup banyak. Pembaca yang memiliki waktu terbatas atau memiliki banyak kegiatan mungkin akan kesulitan untuk menyelesaikan membaca buku ini.

Meskipun memiliki kekurangan-kekurangan tersebut, buku “Technical Analysis for Mega Profit” tetap sangat direkomendasikan bagi para investor dan trader. Dengan memahami teknik-teknik analisis teknikal yang diajarkan dalam buku ini, pembaca dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik dan meningkatkan potensi keuntungan mereka.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?