Pengertian Bisnis MLM: Ciri-ciri, Tujuan dan Contohnya


Pengertian Bisnis MLM

Bisnis MLM atau Multi Level Marketing adalah strategi pemasaran yang menggunakan sistem berjenjang atau berantai. Dalam bisnis ini, para penjual tidak hanya mendapatkan kompensasi dari penjualan yang mereka lakukan, tetapi juga mendapatkan kompensasi dari hasil penjualan yang dilakukan oleh sales lain yang mereka rekrut. Sistem penjualan dalam MLM ini biasanya berbentuk piramida, dengan istilah anggota “upline” dan “downline” yang digunakan.

Pengertian tersebut dapat dilihat dari beberapa definisi yang diutarakan oleh para ahli. Muslich, Sabiq, Yusuf, dan Clothier adalah beberapa ahli yang mengemukakan definisi MLM. Menurut Muslich, MLM adalah sistem pemasaran modern yang melibatkan jaringan distribusi dan memposisikan pelanggan sebagai tenaga pemasaran. Sabiq berpendapat bahwa MLM adalah metode bisnis alternatif yang berhubungan dengan pemasaran dan distribusi melalui beberapa tingkatan level. Yusuf mengatakan bahwa MLM adalah jaringan kerja pemasaran yang melibatkan beberapa orang dalam proses pemasaran produk atau jasa. Clothier mengemukakan bahwa MLM adalah metode penjualan barang langsung kepada konsumen melalui jaringan distributor yang memperkenalkan distributor lainnya.

Dalam bisnis MLM, semakin banyak anggota atau member yang terlibat, maka jangkauan bisnis tersebut akan semakin luas. Hal ini dapat meningkatkan omset perusahaan dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Oleh karena itu, perusahaan MLM sering memberikan komisi kepada anggota atas rekrutan member baru yang berhasil mereka dapatkan. Ada juga istilah lain yang sering digunakan untuk MLM seperti penjualan piramida, pemasaran jaringan, pemasaran berantai, networking marketing, multi generation marketing, dan uni level marketing.

Ciri-ciri Bisnis MLM yang Baik

Dalam memilih bisnis MLM yang baik, terdapat beberapa ciri-ciri yang perlu diperhatikan. Berikut adalah ciri-ciri bisnis MLM yang baik:

See also  Deretan Desainer Baju Terkenal di Indonesia yang Go Internasional

1. Memiliki Produk atau Jasa yang Dijual

Ciri pertama dari bisnis MLM yang baik adalah adanya produk atau jasa yang dapat dijual. Produk yang ditawarkan harus memiliki kualitas yang baik dan bukan sekadar produk asal-asalan. Bisnis MLM yang hanya mengandalkan uang tanpa produk atau jasa yang berkualitas bisa jadi merupakan tanda bisnis tersebut adalah penipuan.

2. Perusahaan Terdaftar dan Terpercaya

Bisnis MLM yang baik harus dijalankan oleh perusahaan yang terdaftar dan terpercaya. Perusahaan tersebut harus memiliki badan hukum yang jelas seperti Perseroan Terbatas (PT) dan terdaftar dalam asosiasi resmi seperti Asosiasi Penjual Langsung Indonesia (APLI). Alamat dan nomor telepon perusahaan MLM juga harus jelas dan dapat dihubungi.

3. Harga Produk yang Masuk Akal

Harga produk yang ditawarkan oleh perusahaan MLM harus masuk akal dan sebanding dengan kualitas produk tersebut. Jika harga terlalu tinggi, tetapi kualitas produk biasa saja, harus dicurigai bahwa bisnis MLM tersebut hanya mengambil keuntungan dari anggotanya tanpa memberikan nilai yang sepadan.

4. Keuntungan yang Adil

Sistem bisnis MLM tidak ditentukan oleh urutan bergabungnya anggota. Keuntungan yang didapatkan setiap anggota lebih ditentukan oleh usaha mereka dalam memasarkan produk dan merekrut distributor lainnya. Bisnis MLM yang baik akan memberikan keuntungan yang adil bagi semua anggotanya.

5. Dukungan dan Pembimbingan

Salah satu keunggulan bisnis MLM adalah adanya dukungan dan pembimbingan dari anggota upline. Upline adalah anggota yang berhasil merekrut anggota lain sebagai downline. Sebagai upline, mereka harus membimbing anggota baru agar dapat menjalankan bisnis MLM dengan baik. Bisnis MLM yang baik akan memiliki sistem pembimbingan yang kuat dan berkelanjutan.

Tujuan Bisnis MLM

Bisnis MLM memiliki tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan dan anggotanya. Tujuan utama adalah untuk mendapatkan keuntungan dan memperoleh balik modal yang dikeluarkan untuk memulai bisnis MLM. Selain itu, beberapa tujuan lain dari bisnis MLM adalah:

See also  7 Resep Praktis dan Cara Membuat Kue Ulang Tahun di Rumah!

1. Meningkatkan Pemasukan

Salah satu tujuan bisnis MLM adalah meningkatkan pemasukan perusahaan. Hal ini dapat dicapai dengan meningkatkan omset penjualan dan laba perusahaan. Dalam MLM, semakin banyak anggota yang terlibat, semakin besar pula potensi penjualan dan keuntungan perusahaan.

2. Mengurangi Pengeluaran

Perusahaan MLM dapat mengurangi pengeluarannya dengan cara memindahkan produk lebih dekat ke pelanggan. Dengan mempunyai distributor yang tersebar di berbagai wilayah, biaya pengiriman dapat dikurangi. Selain itu, perusahaan MLM juga dapat mengurangi biaya gaji dan tunjangan karyawan dengan merekrut tenaga penjualan berdasarkan komisi.

3. Mencapai Kesuksesan dan Keberhasilan

Bisnis MLM juga menyasar untuk mencapai kesuksesan dan keberhasilan. Kesuksesan tersebut dapat dilihat dari perolehan omset dan keuntungan yang besar, serta reputasi perusahaan yang baik. Para anggota juga akan merasa sukses dan berhasil jika mereka berhasil dalam memasarkan produk dan merekrut distributor lainnya. Kesuksesan dan keberhasilan ini menjadi tujuan yang obyektif bagi perusahaan maupun anggotanya.

Contoh-contoh Bisnis MLM

Terdapat banyak perusahaan yang menerapkan sistem bisnis MLM dalam pemasarannya. Beberapa contoh bisnis MLM yang sukses dan masih bertahan hingga kini adalah:

1. Oriflame

Oriflame adalah perusahaan kosmetik asal Swedia yang telah berdiri sejak tahun 1967. Perusahaan ini menggunakan sistem MLM dalam pemasarannya dan telah memiliki jaringan di lebih dari 60 negara. Oriflame mengklaim bahwa produk-produknya terbuat dari bahan alami dan mencakup produk perawatan kulit dan makeup.

2. Tupperware

Tupperware adalah perusahaan yang terkenal dengan produk kotak penyimpanan makanan. Perusahaan ini telah menerapkan sistem MLM sejak awal berdirinya pada tahun 1948. Tupperware berhasil menjadi perusahaan besar dengan menawarkan potongan harga kepada konsumen yang menjadi member.

See also  Umpan Ikan Mas Yang Jitu dan Umpan yang Dilarang

3. Herbalife Nutrition

Herbalife Nutrition adalah perusahaan yang bergerak di bidang nutrisi dan weight management. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1980 dan telah beroperasi di lebih dari 90 negara. Produk-produk Herbalife Nutrition diklaim dapat membantu diet dan menjaga gaya hidup sehat.

4. Young Living

Young Living adalah perusahaan yang menghasilkan minyak esensial atau aromaterapi. Perusahaan ini menerapkan sistem MLM dalam pemasarannya. Produk Young Living diklaim dapat meningkatkan kesehatan dan psikologi seseorang melalui penggunaan minyak esensial.

Itulah beberapa contoh bisnis MLM yang masih bertahan dan sukses hingga kini. Bisnis MLM dapat menjadi pilihan yang menarik bagi yang ingin mencari kesempatan bisnis dengan modal yang terjangkau dan dukungan dari perusahaan dan anggota lainnya.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?

Leave a Reply