Trailing PER / Price Earning Ratio (PE ratio)
Berdasarkan definisi, trailing price earning ratio (PE ratio) adalah rasio yang dihitung dengan membandingkan harga saham dengan laba bersih per saham dalam periode keempat kuartal terakhir atau 12 bulan terakhir. Dalam bahasa Indonesia, trailing price earning ratio dapat diartikan sebagai rasio harga perolehan terkini yang mencerminkan laba bersih per saham yang dihasilkan dalam 4 kuartal terakhir atau dalam periode 12 bulan terakhir.
PE ratio adalah salah satu indikator yang banyak digunakan oleh investor maupun pelaku pasar saham dalam melakukan analisis fundamental terhadap suatu saham. Rasio ini menjadi acuan penting untuk mengevaluasi sejauh mana harga saham dapat dijustifikasi secara fundamental berdasarkan laba per saham yang dihasilkan oleh perusahaan.
Dalam menghitung trailing PE ratio, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan data laba bersih per saham dalam 4 kuartal terakhir atau 12 bulan terakhir. Laba bersih per saham merupakan angka yang diperoleh dengan membagi laba bersih perusahaan dalam periode tersebut dengan jumlah saham yang beredar.
Setelah data laba bersih per saham diperoleh, langkah selanjutnya adalah membandingkannya dengan harga saham saat ini. Harga saham yang digunakan adalah harga terkini atau harga saat analisis dilakukan. Harga ini dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dari tingkat permintaan dan penawaran pasar.
Perhitungan trailing PE ratio dilakukan dengan membagi harga saham dengan laba bersih per saham. Contohnya, jika harga saham sebuah perusahaan adalah Rp1000 dan laba bersih per sahamnya adalah Rp50, maka trailing PE ratio yang dihasilkan adalah 20 (1000/50).
Setelah perhitungan trailing PE ratio dilakukan, hasilnya dapat menjadi pendekatan awal dalam mengevaluasi apakah harga saham terlihat mahal atau murah. Namun, perlu diingat bahwa trailing PE ratio saja belum cukup untuk membuat keputusan investasi yang tepat. Analisis fundamental yang lebih mendalam perlu dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti pertumbuhan laba, posisi keuangan perusahaan, industri tempat perusahaan bergerak, dan faktor ekonomi secara keseluruhan.
Sebagai contoh, jika trailing PE ratio suatu perusahaan terlihat rendah dibandingkan dengan perusahaan sejenis di industri yang sama, hal ini dapat mengindikasikan bahwa saham tersebut sedang diperdagangkan dengan harga yang relatif murah. Namun, tanpa meninjau faktor-faktor lain seperti pertumbuhan laba perusahaan atau prospek bisnisnya, tidak dapat dipastikan apakah saham tersebut merupakan investasi yang menguntungkan atau tidak.
Selain itu, perlu diingat bahwa trailing PE ratio juga dapat dipengaruhi oleh adanya peristiwa atau kondisi khusus yang menyebabkan laba perusahaan dalam periode yang diteliti terdistorsi. Misalnya, jika suatu perusahaan mengalami kerugian besar dalam satu kuartal atau melakukan penjualan aset yang signifikan, maka laba per sahamnya akan terpengaruh secara signifikan dan trailing PE ratio akan memberikan gambaran yang tidak menyeluruh.
Oleh karena itu, dalam menggunakan trailing PE ratio sebagai alat analisis, penting untuk melihatnya sebagai salah satu indikator yang harus dikombinasikan dengan analisis fundamental yang lebih komprehensif. Investor dan pelaku pasar saham harus mempertimbangkan berbagai faktor lain seperti pertumbuhan laba perusahaan, kinerja sektor industri, dan kondisi ekonomi secara keseluruhan untuk membuat keputusan investasi yang cerdas.
Dalam kesimpulannya, trailing PE ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengevaluasi harga saham berdasarkan laba bersih per saham yang dihasilkan dalam periode 4 kuartal terakhir atau 12 bulan terakhir. Rasio ini merupakan salah satu indikator yang banyak digunakan oleh investor dalam melakukan analisis fundamental terhadap suatu saham. Namun, penting untuk diingat bahwa trailing PE ratio saja tidak cukup untuk membuat keputusan investasi yang tepat. Analisis fundamental yang lebih komprehensif perlu dilakukan untuk mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan dan harga saham secara keseluruhan.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.