Review Novel Tentang Kamu Karya Tere Liye
**Review Novel Tentang Kamu** – Perjalanan hidup manusia memiliki rintangan dan titik terendah sendiri-sendiri. Titik terendah seseorang belum tentu menjadi kemalangan bagi orang lain. Kebahagiaan yang dirasakan oleh seseorang belum tentu menjadi kebahagiaan bagi orang lain.
Namun, dalam hidup, kunci utama dari bertahan hidup sampai ajal menjemput adalah bersabar dan tidak menyerah. Kedua hal tersebut dilakukan oleh Sri Ningsih, tokoh dalam novel Tentang Kamu, untuk bertahan hidup dari berbagai cobaan yang hadir dalam hidupnya sejak masa kanak-kanak.
Novel Tentang Kamu, karya Tere Liye, adalah kisah hidup Sri Ningsih yang penuh dengan liku-liku dan kesulitan. Sri Ningsih harus menghadapi berbagai rintangan dan kemalangan tanpa pernah menyerah. Dia menjadi contoh nyata bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin jika kita memiliki tekad dan semangat yang kuat.
Novel ini memiliki deskripsi yang menggambarkan pesan-pesan dalam cerita. Di belakang buku, terdapat deskripsi novel Tentang Kamu yang berbunyi, “Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku. Cinta memang tidak perlu ditemukan, cintalah yang akan menemukan kita. Terima kasih. Nasihat lama itu benar sekali, aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi. Masa lalu. Rasa sakit. Masa depan. Mimpi-mimpi. Semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir. Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan.”
Dari deskripsi ini, kita dapat mengetahui bahwa novel ini akan membawa kita dalam perjalanan hidup Sri Ningsih yang penuh dengan perjuangan dan kesulitan. Namun, di balik itu semua, ada kekuatan yang membuatnya tetap tegar dan tidak menyerah.
Novel ini terbit pada tanggal 4 Februari 2021 dengan jumlah halaman sebanyak 503 halaman. Novel ini dicetak ulang dengan tampilan desain sampul baru pada tahun 2021. Dalam halaman tersebut juga terdapat informasi tentang ISBN, bahasa, penerbit, berat, lebar, dan panjang buku tersebut.
**Sinopsis Novel Tentang Kamu**
Zaman Zulkarnain, seorang pemuda yang bekerja di firma hukum London Thompson & Co., mendapatkan tugas pertamanya sebagai pengacara junior. Tugasnya adalah menyelidiki harta warisan Sri Ningsih, seorang perempuan asal Indonesia yang meninggal di panti jompo Paris.
Sri Ningsih meninggalkan saham sebesar 1% dari perusahaan multinasional yang setara dengan 19 triliun rupiah. Masalahnya, tidak ada jejak siapa keturunan atau siapa yang berhak mendapatkan uang tersebut.
Untuk menelusuri siapa pemilik warisan Sri Ningsih, Zaman mengunjungi kota kelahiran Sri, yakni di Pulau Bungin Sumbawa Indonesia. Di pulau tersebut, Zaman bertemu dengan Ode, teman masa kecil Sri Ningsih. Ode menceritakan bahwa Sri telah ditinggalkan oleh ibunya sejak lahir dan ibunya meninggal setelah melahirkan Sri.
Kemudian, ayah Sri Ningsih, Nugroho, menikah lagi dengan perempuan bernama Nusi Maratta. Mereka hidup harmonis sampai ayah Sri Ningsih meninggal dunia akibat tenggelam saat hendak mengantarkan barang dengan kapal.
Setelah kehilangan kedua orang tuanya, hidup Sri Ningsih menjadi berat. Ia dipukuli setiap hari oleh ibu tirinya, Nusi Maratta, yang juga menjadi pemarah. Nasib buruk hampir selalu mendatangi Sri Ningsih, bahkan ibu tirinya meninggal ketika rumah mereka terbakar.
Setelah kejadian tersebut, Sri Ningsih dan adiknya (buah hati Nusi Maratta dan Nugroho) tinggal di pondok pesantren. Di pondok pesantren inilah, Zaman bertemu dengan Ibu Nur’ani yang menceritakan masa remaja Sri Ningsih. Persahabatan yang dibangun Sri Ningsih hancur karena perbedaan paham politik yang sedang memanas pada saat itu.
Sri Ningsih kehilangan adiknya, Tilamuta, akibat isu politik yang memanas. Kematian adiknya sangat memukul Sri, tetapi tidak mematahkan semangatnya. Ia terus belajar dan berusaha meraih impian-impian di dalam hidupnya.
Sri Ningsih melakukan banyak hal, seperti menjadi guru, pedagang, membuka usaha rental mobil, dan bahkan membuka pabrik sabun. Ia sukses dengan pabrik sabun yang didirikannya. Namun, karena suatu hal, Sri Ningsih harus menjual pabrik tersebut.
Pabrik sabun tersebut ditukar oleh Sri Ningsih dengan saham perusahaan multinasional sebanyak 1%. Ia hijrah ke London dan memulai kehidupan baru di sana. Di London, Sri Ningsih menemukan pasangan hidupnya, seorang laki-laki asal Turki yang bermukim di sana. Mereka menikah dan hidup bahagia meskipun tanpa anak.
Sri Ningsih dan suaminya berusaha memiliki anak, tetapi ada masalah kesehatan yang membuat mereka tidak bisa memiliki anak. Namun, Sri Ningsih pernah hamil dan melahirkan seorang anak, tetapi sayangnya anak tersebut tidak dapat tertolong dan wafat.
Mereka menjalin kasih sampai suami Sri Ningsih meninggal dunia. Sri Ningsih pun memutuskan untuk tinggal di panti jompo di Paris sampai ajal menjemputnya. Sebelum meninggal, Sri Ningsih menuliskan sebuah surat wasiat yang penuh teka-teki. Surat tersebut harus diselesaikan oleh siapapun yang menjadi penerimanya. Zaman pun memutuskan untuk menelusuri perjalanan hidup Sri Ningsih.
**Kemalangan Manusia Hadir Setiap Waktu**
Manusia dan kemalangan begitu dekat. Begitu pula dengan kebahagiaan yang datang hanya sekejab. Sebagai manusia, kita perlu bertahan melewati cobaan-cobaan yang diberikan Tuhan. Hal tersebutlah yang dilakukan oleh Sri Ningsih dalam hidupnya.
Hidup Sri Ningsih telah diterpa cobaan sejak kanak-kanak. Mulai dari kematian kedua orang tuanya, penyiksaan oleh ibu tirinya, konflik politik, kehilangan rumah, putusnya persahabatan, hingga kesulitan memiliki keturunan. Namun, Sri Ningsih melewati semua itu dengan hati yang lapang dan kuat sampai akhir hidupnya.
Kegigihan Sri Ningsih dalam menjalani hidup memberikan energi positif bagi pembacanya. Sri Ningsih mengajarkan bahwa dalam menjalani hidup, yang diperlukan hanyalah kesabaran dan ketekunan dalam menghadapi segala kesulitan. Termasuk ketika harus menghadapi kehilangan dan perpisahan dengan orang-orang yang dicintainya.
Selama membaca novel Tentang Kamu, pembaca akan dibawa seolah-olah turut serta dalam perjuangan hidup Sri Ningsih. Mereka akan melihat betapa perempuan tersebut hidup dengan dirinya sendiri, tanpa adanya dukungan dari orang lain, dan berhasil melewati semua hambatan yang ada.
Novel Tentang Kamu juga mengajarkan bahwa menjadi perempuan yang mandiri tidaklah salah. Sri Ningsih berhasil menjadi contoh, meskipun dalam fiksi, bahwa perempuan dapat melakukan apapun yang mereka inginkan, termasuk mendirikan perusahaan sendiri.
**Sri Ningsih Menggambarkan Perempuan Merdeka**
Menjadi perempuan juga berarti memiliki kebebasan untuk memilih jalan hidupnya sendiri. Tidak dikotak-kotakkan oleh norma sosial yang seringkali mendiskriminasi perempuan. Sayangnya, sampai saat ini, perempuan masih sering dihadapkan pada berbagai stereotipe dan diskriminasi.
Perempuan “baik” seringkali terikat dengan aturan-aturan yang tidak memberikan mereka ruang untuk bernapas dan berbuat sesuai dengan keinginan mereka. Seperti diharapkan untuk berada di rumah pada malam hari, selalu menuruti kehendak suami, atau dianggap gagal jika tidak menikah atau memiliki anak pada usia tertentu.
Sri Ningsih membuktikan bahwa perempuan dapat menentukan pilihan hidupnya sendiri. Perempuan memiliki kebebasan untuk memilih bagaimana cara mereka menjalani kehidupan mereka ke depan. Mereka juga bebas untuk menjajal berbagai hal yang mereka sukai.
Sampai pada saat ini, saat terjadi perselingkuhan atau kehamilan di luar nikah, perempuan masih sering menjadi sasaran utama yang akan dicap buruk. Penampilan mereka dihakimi, gerakan tubuh mereka dianggap sebagai ajakan untuk dilecehkan bahkan diperkosa, jam pulang mereka menjadi perhatian, dan berbagai hal lainnya.
Meskipun Sri Ningsih tidak mengalami kekerasan seksual dalam hidupnya, dia merupakan sosok perempuan yang merdeka dalam memilih dan mengejar impian-impian yang dia miliki. Hal ini merupakan bentuk perlawanan terhadap aturan-aturan patriarki yang selalu menghadang perempuan dalam menjalani kehidupan mereka.
Perempuan diharapkan jago dalam pekerjaan domestik. Meskipun bekerja, mereka diharapkan dapat menjalankan tugas di rumah dengan baik. Perempuan juga diharapkan menikah sebelum usia tertentu agar dianggap “layak” dan “berhasil”.
Namun, Sri Ningsih berhasil melampaui segala aturan tersebut. Dia menikah pada usia hampir 40 tahun dan melakukan pernikahan di London, di mana dia tidak ditanya-tanya atau digosipkan tentang ketidakmampuannya untuk memiliki anak.
Kebebasan menjadi perempuan yang merdeka adalah dengan berani mengambil risiko, seperti yang dilakukan oleh Sri Ningsih dan perempuan-perempuan lainnya dalam novel ini. Mereka juga harus bisa menutup telinga terhadap perkataan-perkataan buruk dan ejekan yang menghina pilihan hidup mereka.
**Alur Novel Tentang Kamu**
Novel Tentang Kamu memiliki alur yang campuran. Hal ini dapat dilihat dari perjalanan Zaman Zulkarnain yang menelusuri tempat-tempat yang pernah ditinggali oleh Sri Ningsih. Ketika Zaman bertemu dengan orang-orang dari masa lalu Sri Ningsih, alur cerita akan berubah mundur. Alur cerita akan membawa pembaca menuju kehidupan masa lalu Sri Ningsih.
Penggunaan alur campuran ini dilakukan dengan tepat oleh Tere Liye untuk menggambarkan cerita detektif mengenai kehidupan Sri Ningsih. Namun, ada kekurangan dalam penggambaran masa PKI di dalam novel ini. Tere Liye tidak memberikan fakta yang jelas mengenai kebenaran kejadian tersebut. Selain itu, tidak ada tambahan detail-detail fakta yang mungkin bisa menjadi bahan diskusi mengenai PKI.
Namun demikian, alur cerita yang ditulis oleh Tere Liye tetap tepat dan menyajikan cerita dengan baik tanpa membuat pembaca kebingungan. Pembaca dapat mengikuti cerita dengan jelas dan mengerti bagian mana yang sedang dibaca.
Novel ini juga menghadirkan berbagai kemalangan yang bertubi-tubi dalam kehidupan Sri Ningsih. Ia digambarkan sebagai perempuan yang terus menerus menghadapi kemalangan dalam hidupnya mulai dari lahir hingga mati. Namun, di tengah semua itu, ada juga kebahagiaan yang datang dalam hidupnya untuk sesaat. Seperti pelangi yang muncul di tengah hujan dan air mata.
Melalui kisah hidup Sri Ningsih, Tere Liye ingin menyampaikan pesan bahwa Tuhan akan memberikan kebahagiaan dan senyuman kepada manusia di tengah kesulitan dan kesedihan. Perjalanan hidup Sri Ningsih yang penuh dengan rintangan dan kemalangan menunjukkan bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan kita jika kita tetap bertahan dan memiliki semangat yang kuat.
**Profil Tere Liye**
Tere Liye, yang merupakan nama pena dari Darwis, adalah seorang penulis novel terkemuka di Indonesia. Pria kelahiran 21 Mei 1979 ini telah melahirkan puluhan novel dari berbagai genre. Serial novel Bumi menjadi salah satu seri yang paling ditunggu-tunggu kelanjutannya oleh para pembaca.
Tere Liye dilahirkan dan menjalani kehidupan di pedalaman Sumatra sebagai seorang anak petani. Ia bersekolah di SDN 3 Kikim Timur dan SMP Negeri 2 Kikim di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatra Selatan. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 9 Bandar Lampung di Lampung.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya, Tere Liye melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Selama di perguruan tinggi, Tere Liye lebih banyak menghabiskan waktu dengan membaca buku dan menjalani rutinitas kuliahnya.
Karya-karya Tere Liye telah banyak dikenal oleh masyarakat luas. Beberapa bukunya yang terkenal antara lain Hafalan Shalat Delisa, Moga Bunda Disayang Allah, Kisah Sang Penandai (kini menjadi Harga Sebuah Kepercayaan), Sunset Bersama Rosie, serial Bumi, Rembulan Tenggelam di Wajahmu, dan masih banyak karya-karya lainnya.
Beberapa novel karya Tere Liye telah diangkat menjadi film layar lebar, seperti Hafalan Shalat Delisa, Bidadari-Bidadari Surga, dan Rembulan Tenggelam di Wajahmu.
**Kesimpulan**
Novel Tentang Kamu, karya Tere Liye, adalah kisah hidup Sri Ningsih yang penuh dengan liku-liku dan kesulitan. Melalui novel ini, pembaca dapat belajar mengenai kekuatan tekad dan semangat yang kuat dalam menjalani hidup, serta pentingnya tidak menyerah dalam menghadapi rintangan.
Kisah hidup Sri Ningsih juga mengajarkan pentingnya kebebasan bagi perempuan dalam menentukan pilihan hidupnya. Sri Ningsih menjadi teladan perempuan yang mandiri dan tidak takut untuk meraih impian-impian dalam hidupnya.
Alur cerita dalam novel ini disajikan dengan baik oleh Tere Liye. Meskipun terdapat alur campuran, pembaca dapat mengikuti cerita dengan jelas dan mengerti bagian mana yang sedang dibaca.
Kehadiran berbagai kemalangan dalam kehidupan Sri Ningsih menggambarkan bahwa kehidupan manusia tidak selalu mudah. Namun, di tengah kesulitan, masih ada kebahagiaan yang datang untuk sesaat.
Profil Tere Liye sebagai penulis terkemuka di Indonesia juga membuat novel ini semakin menarik. Karya-karyanya yang telah dikenal oleh banyak orang, serta keberaniannya mengangkat isu-isu penting dalam masyarakat, membuat novel ini patut untuk dibaca.
Dalam kesimpulan ini, kita dapat menyimpulkan bahwa novel Tentang Kamu karya Tere Liye adalah kisah inspiratif tentang kehidupan Sri Ningsih yang penuh dengan perjuangan dan keberanian. Melalui novel ini, pembaca dapat belajar mengenai kekuatan tekad dan semangat yang kuat dalam menjalani hidup, serta pentingnya tidak menyerah dalam menghadapi rintangan. Novel ini juga mengajarkan pentingnya kebebasan dan pilihan hidup bagi perempuan. Alur cerita yang disajikan dengan baik membuat pembaca merasa terlibat dalam perjalanan hidup Sri Ningsih. Profil Tere Liye sebagai penulis terkenal di Indonesia juga menambah nilai plus bagi novel ini.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.