(REVIEW BUKU) Orang-Orang Biasa: Cerita Para Pecundang yang Tak Biasa
Beda Laskar Pelangi dengan Orang-orang Biasa
Buku Orang-orang Biasa yang ditulis oleh Andrea Hirata merupakan karya yang sangat berbeda dengan bukunya yang terkenal sebelumnya, yaitu Laskar Pelangi. Jika Laskar Pelangi mengisahkan tentang bagaimana sekelompok anak miskin dari Belitung yang akhirnya bisa meraih kesuksesan melalui pendidikan, Orang-orang Biasa memiliki cerita yang jauh lebih berbeda.
Laskar Pelangi sendiri telah meraih prestasi yang luar biasa. Buku ini tidak hanya beredar di Indonesia, tetapi juga telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa seperti Inggris, Malaysia, Jerman, China, Arab, Jepang, Italia, Bulgaria, dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, buku ini juga mendapatkan pujian dari media-media besar seperti The Economist, Der Spiegel, Sydney Morning Herald, dan The Guardian. Banyak pembaca dari seluruh dunia yang merasa terinspirasi oleh kisah dalam buku Laskar Pelangi.
Kehadiran Orang-orang Biasa tentu mencuri perhatian banyak pembaca, terutama para penggemar Andrea Hirata. Namun, perlu diingat bahwa Orang-orang Biasa memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan Laskar Pelangi. Jika Laskar Pelangi mengisahkan tentang perjalanan hidup sekelompok anak miskin yang berhasil meraih kesuksesan, Orang-orang Biasa justru mengisahkan tentang kehidupan sekelompok orang miskin yang tak kunjung berubah nasibnya.
Laskar Pelangi bisa dikatakan sebagai sebuah anomali. Meskipun memang ada beberapa orang cerdas yang lahir dari keluarga miskin, namun kenyataannya kebanyakan orang miskin akan terus hidup dalam kesulitan dan kemiskinan. Inilah yang menjadi inti cerita dalam Orang-orang Biasa. Andrea Hirata ingin menggambarkan bahwa kehidupan sekelompok orang miskin kebanyakan memang tidak memiliki jalan keluar yang mudah.
Orang-orang Biasa dalam buku ini merupakan sepuluh sekawan yang memiliki nasib yang sangat sial sejak kecil. Mereka adalah murid-murid yang bodoh di sekolah dan berasal dari keluarga miskin. Mereka sering menjadi sasaran empuk penindasan dari para pembully. Dan tragisnya, nasib sial mereka tidak berubah ketika mereka dewasa. Beberapa dari mereka harus menjadi orangtua tunggal, ada yang menjadi supir atau pegawai rendahan, ada yang membuka kios buku yang sepi pembeli, ada yang menjadi guru honorer dengan gaji kecil namun memiliki banyak anak, ada yang berpindah-pindah pekerjaan karena sering membuat onar, dan ada pula yang mengklaim menjadi motivator padahal tidak pernah diundang untuk menjadi pembicara.
Namun, ada satu alasan mengapa sepuluh sekawan ini memutuskan untuk merampok bank. Dinah, salah satu dari mereka, memiliki anak perempuan yang diterima di fakultas kedokteran termahal di Indonesia. Mereka sadar bahwa mereka tidak memiliki cukup uang untuk membiayai kuliah anak Dinah, dan merampok bank menjadi solusi terakhir yang mereka pikirkan.
Pada intinya, Orang-orang Biasa merupakan cerita yang menunjukkan betapa bodohnya dan sialnya sekelompok orang miskin ini. Andrea Hirata berhasil memainkan kata-kata dengan cerdas sehingga cerita yang sebenarnya sangat tragis ini bisa membuat pembaca tertawa. Walaupun ada bagian-bagian yang terkesan tidak masuk akal dalam cerita ini, bukan berarti Orang-orang Biasa tidak layak dinikmati.
Andrea Hirata adalah seorang pencerita ulung yang mampu mengaduk-aduk emosi pembacanya. Buku ini sangat menghibur, terlepas dari apakah kita adalah penggemar Andrea Hirata atau bukan. Bagi pembaca yang mengharapkan kisah yang ceria dan inspiratif seperti Laskar Pelangi, mungkin Orang-orang Biasa akan sedikit mengecewakan. Namun, jika kita melihatnya sebagai sebuah karya sastra yang menggambarkan realitas kehidupan, Orang-orang Biasa adalah buku yang sangat menarik.
Dalam menjalani kehidupan, tidak semua orang memiliki jalan yang mulus dan sukses. Ada banyak orang biasa, seperti sepuluh sekawan dalam buku ini, yang terjebak dalam lingkaran kemiskinan dan kesialan. Meskipun begitu, mereka tetap bertahan dan mencoba untuk mengubah nasib mereka. Buku ini menghadirkan cerita yang realistis dan mengingatkan kita bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama dalam hidup.
Ketika membaca buku ini, saya merasa terinspirasi dan diingatkan akan pentingnya memberi penghargaan kepada orang-orang biasa dalam kehidupan kita. Mereka mungkin tidak memiliki prestasi yang gemilang atau kehidupan yang mengagumkan, tetapi mereka tetap berjuang dan berkarya dalam kesederhanaan mereka. Buku ini juga mengajarkan kita tentang arti kebersamaan dan persahabatan sejati, di mana orang-orang biasa dapat saling mendukung dan menguatkan satu sama lain.
Secara keseluruhan, Orang-orang Biasa adalah sebuah karya sastra yang menarik dan menghibur. Andrea Hirata berhasil menunjukkan kepiawaiannya dalam bercerita dan menghadirkan tokoh-tokoh yang bisa membuat pembaca terhubung emosional dengan mereka. Meskipun buku ini berbeda dengan Laskar Pelangi, tetapi tetap memiliki pesona dan daya tariknya sendiri. Saya sangat merekomendasikan buku ini kepada siapa saja yang ingin membaca kisah yang menyentuh hati tentang kehidupan sekelompok orang biasa yang berjuang melawan penyakit kemiskinan dan kesialan.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.