Nilai Aktiva Bersih (NAB) – Net Asset Value (NAV)

Apa itu Nilai Aktiva Bersih (NAB) dalam Investasi Reksa Dana?

Nilai Aktiva Bersih (NAB) atau Net Asset Value (NAV) adalah nilai yang menggambarkan total kekayaan bersih reksa dana setiap harinya. Dalam investasi reksa dana, transaksi penjualan dan pembelian dilakukan dalam satuan unit atau rupiah yang dikonversikan dalam satuan unit. NAB secara lengkap disebut Nilai Aktiva Bersih per unit penyertaan (NAB/UP), namun secara sederhana sering disebut NAB saja. NAB dalam investasi reksa dana selalu berubah setiap harinya dipengaruhi oleh transaksi pembelian dan penjualan reksa dana, harga pasar, dan perubahan dana kelolaan. Harga NAB/UP juga bisa berubah ketika dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) ditingkatkan oleh manajer investasi (MI). Total “Aktiva Bersih” merupakan nilai pasar setiap jenis aset investasi seperti saham, obligasi, surat berharga pasar uang, dan deposito. Nilai ini ditambah dengan dividen saham dan kupon obligasi, kemudian dikurangi dengan biaya operasional reksa dana seperti biaya MI, biaya bank kustodian, dan lainnya. Karena telah dikurangi dengan biaya-biaya tersebut, maka nilai ini disebut “Aktiva Bersih”.

Cara Menghitung Nilai Aktiva Bersih (NAB)

Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/UP) dapat dihitung dengan membagi total aktiva bersih keseluruhan dana dalam reksa dana dengan total jumlah unit yang beredar. Pada hari pertama “Penawaran Umum” sebuah reksa dana, NAB/UP ditetapkan sebesar Rp1.000,- dan akan terus berubah sesuai dengan pergerakan nilainya. Sebagai contoh, jika Anda berinvestasi sebesar Rp1.000.000 di reksa dana saham dengan NAB awal Rp1.000 per Unit Penyertaan, maka jumlah unit yang Anda miliki dapat ditetapkan setelah dana Rp10.000.000,- tersebut dikurangi dengan biaya yang ditetapkan oleh Manajer Investasi (MI) dan dibagi dengan NAB awal. Jika biaya MI sebesar 0,1%, maka nilai investasi bersih Anda adalah Rp9.990.000 (setelah dikurangi biaya MI Rp10.000,-). Dibagi dengan NAB awal senilai Rp1.000 per Unit Penyertaan, maka unit yang Anda miliki adalah sebanyak 9.990 unit. NAB reksa dana Anda akan berubah seiring waktu karena berbagai faktor yang telah dijelaskan sebelumnya. Sebagai contoh, jika NAB/UP menjadi Rp1.100 per Unit Penyertaan, ini berarti dana investasi Anda bertumbuh sebesar 10%. Jika Anda ingin menjual unit pada periode ini, maka dana yang diperoleh adalah jumlah unit yang dimiliki dikalikan dengan NAB/UP saat itu.

See also  Margin

Unit Penyertaan (UP)

Dalam NAB juga terdapat istilah Unit Penyertaan (UP). UP merupakan satuan yang digunakan dalam jual beli reksadana. Misalnya saat membeli emas, satuan yang digunakan adalah gram. Investor yang ingin membeli reksadana dapat membeli dalam jumlah unit atau rupiah yang kemudian dikonversi dalam satuan unit.

Manfaat dari NAB

NAB digunakan untuk menghitung satuan harga unit investasi dalam reksadana atau disebut juga dengan NAB/UP. Nilai NAB/UP ini berubah setiap harinya berdasarkan penghitungan Nilai Pasar Wajar (NPW) yang berlaku. Faktor lain yang mempengaruhi perubahan NAB/UP adalah perubahan dana yang dikelola oleh MI atau Asset Under Management (AUM) yang mengalami peningkatan nilai. Fungsi dari NAB/UP adalah membantu kelancaran proses investasi. Dengan mengetahui NAB/UP, investor dapat menghitung dan memperkirakan jumlah unit yang dapat dibeli.

Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Kamus Istilah

Leave a Reply