Laba Ditahan (Retained Earnings)

Pengertian Laba Ditahan

Laba ditahan (retained earnings) adalah jenis laba hasil penjualan barang dan jasa yang kemudian dibagikan sehingga juga menjadi tambahan bagi para pemegang saham. Laba ditahan adalah jumlah nominal uang yang dapat digunakan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham perusahaan.

Faktor yang Mempengaruhi Laba Ditahan

Laba ditahan umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

1. Pembagian Dividen: Pembagian dividen kepada pemegang saham akan mengurangi laba ditahan perusahaan.
2. Laba/Rugi Bersih Penjualan: Jumlah laba atau rugi bersih dari penjualan barang atau jasa juga mempengaruhi besarnya laba ditahan.
3. Koreksi Pembukuan dari Laporan Laba/Rugi Periode Sebelumnya: Jika terdapat koreksi pada laporan laba/rugi periode sebelumnya, hal ini juga akan berdampak pada jumlah laba ditahan.

Karakteristik Laba Ditahan

Laba ditahan terdiri dari beberapa unsur yang di-debitkan atau di-kreditkan ke dalam laporan laba ditahan. Beberapa unsur tersebut meliputi:

1. Penutupan Saldo Rekening Ikhtisar Laba/Rugi: Saldo rekening ikhtisar laba/rugi periode sebelumnya akan ditutup dan dimasukkan ke dalam laba ditahan.
2. Distribusi untuk Pemegang Saham: Bagian laba ditahan yang diambil untuk didistribusikan kepada pemegang saham sebagai dividen.
3. Perubahan Prinsip Akuntansi: Jika terjadi perubahan prinsip akuntansi, hal ini akan mempengaruhi jumlah laba ditahan.
4. Koreksi Laporan Periode Sebelumnya: Dampak koreksi yang dilakukan pada laporan laba/rugi periode sebelumnya terhadap jumlah laba ditahan.
5. Penyisihan Laba Ditahan: Faktor penyisihan laba ditahan juga akan mempengaruhi jumlahnya.
6. Transaksi Saham Treasury: Laba ditahan juga dapat dipengaruhi oleh adanya transaksi saham treasury.
7. Quasi Reorganisasi: Proses quasi reorganisasi juga dapat mempengaruhi jumlah laba ditahan.

Hubungan antara Laba Ditahan dan Dividen

Laba ditahan memiliki keterkaitan yang kuat dengan dividen. Dividen adalah hak pemegang saham atas laba yang dihasilkan oleh perusahaan. Laba ditahan sebenarnya merupakan hak milik pemegang saham yang masih dikelola oleh perusahaan untuk pengembangan bisnis. Ketika laba ditahan ini kemudian dibagikan kepada pemegang saham, baru disebut sebagai pembagian dividen. Pembagian dividen dilakukan berdasarkan jumlah lembar saham yang dimiliki oleh masing-masing pemegang saham.

See also  Asuransi

Dividen sendiri dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

1. Dividen Kas: Jenis dividen yang biasanya diberikan dalam bentuk uang tunai kepada pemegang saham.
2. Dividen Aktiva selain Kas: Jenis dividen yang diberikan dalam bentuk surat-surat berharga atau aktiva lainnya. Nilai dividen ini akan disesuaikan dengan nilai pasar aktiva yang diterima.
3. Dividen Utang: Jenis dividen yang diberikan ketika terdapat laba yang belum dibagikan namun saldo kas tidak mencukupi. Perusahaan akan menerbitkan dividen utang ini dan akan dibayarkan saat saldo kas mencukupi.
4. Dividen Saham: Jenis dividen di mana perusahaan membagikan saham tambahan kepada pemegang saham tanpa pembayaran yang dibebankan.
5. Dividen Likuidasi: Jenis dividen di mana sebagian dari total pembagian dividen merupakan pembagian modal. Pemegang saham perlu memahami mana yang merupakan pembagian laba dan mana yang merupakan pembagian modal agar dapat menentukan nilai investasi yang dimiliki.

Dalam pengelolaan laba ditahan, penting bagi perusahaan untuk mengatur dengan baik distribusi dividen kepada pemegang saham untuk memastikan kelangsungan operasional perusahaan dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Kamus Istilah

Leave a Reply