Face Value
Nilai nominal merupakan jumlah uang yang tertera pada obligasi dalam Bahasa Indonesia. Nilai ini menunjukkan besarnya nilai yang akan diterima oleh pemegang obligasi pada saat jatuh tempo. Dalam istilah pasar keuangan, nilai nominal sering juga disebut sebagai nilai pari.
Nilai nominal obligasi biasanya dicantumkan dalam mata uang tertentu, seperti rupiah. Besarnya nilai nominal dipengaruhi oleh emisi obligasi itu sendiri, dan dapat beragam sesuai dengan kebijakan dan kebutuhan penerbit obligasi. Nilai nominal ini dapat digunakan sebagai dasar perhitungan bunga dan pembayaran pokok obligasi.
Jatuh tempo merupakan waktu atau tanggal di mana obligasi mencapai akhir periode peminjaman. Pada saat jatuh tempo, penerbit obligasi harus membayar kembali seluruh nilai nominal kepada pemegang obligasi. Jatuh tempo ini juga dapat ditentukan dalam waktu yang bervariasi, misalnya 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun, atau bahkan lebih.
Nilai jatuh tempo dari obligasi juga dapat dipengaruhi oleh suku bunga yang berlaku pada pasar keuangan. Ketika suku bunga naik, nilai jatuh tempo dari obligasi cenderung turun karena pembayaran bunga yang akan diterima oleh pemegang obligasi akan lebih rendah. Sebaliknya, ketika suku bunga turun, nilai jatuh tempo dari obligasi cenderung naik karena pembayaran bunga yang akan diterima oleh pemegang obligasi menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu, perubahan suku bunga sangat mempengaruhi nilai jatuh tempo dari obligasi.
Selain itu, faktor lain yang dapat mempengaruhi nilai jatuh tempo dari obligasi adalah risiko kredit atau risiko penerbit. Jika penerbit obligasi dianggap memiliki risiko kredit yang tinggi, maka nilai jatuh tempo dari obligasi tersebut cenderung lebih rendah. Hal ini dikarenakan investor akan meminta imbalan yang lebih tinggi untuk mengambil risiko tersebut. Sebaliknya, jika penerbit obligasi dianggap memiliki risiko kredit yang rendah, maka nilai jatuh tempo dari obligasi tersebut cenderung lebih tinggi. Hal ini dikarenakan investor merasa lebih aman dalam menginvestasikan uangnya pada penerbit obligasi yang memiliki risiko kredit yang rendah.
Selain nilai nominal dan nilai jatuh tempo, terdapat juga beberapa istilah yang berkaitan dengan obligasi. Salah satunya adalah tingkat kupon atau coupon rate. Tingkat kupon adalah tingkat bunga tetap yang dibayarkan kepada pemegang obligasi setiap periode tertentu. Tingkat kupon ini ditentukan pada saat penerbitan obligasi dan biasanya dihitung sebagai persentase dari nilai nominal obligasi. Misalnya, jika obligasi memiliki nilai nominal Rp1.000.000 dan tingkat kupon 5%, maka pemegang obligasi akan menerima pembayaran bunga sebesar Rp50.000 setiap periode tertentu.
Pada setiap tanggal pembayaran bunga, penerbit obligasi akan mentransfer jumlah yang sesuai ke rekening pemegang obligasi. Pembayaran bunga ini dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya. Selain pembayaran bunga, pada saat jatuh tempo, penerbit obligasi juga harus membayar kembali seluruh nilai nominal kepada pemegang obligasi.
Dalam hal nilai nominal dan nilai jatuh tempo, penting bagi pemegang obligasi untuk memperhatikan kebijakan penerbit obligasi. Beberapa obligasi mungkin memiliki tingkat bunga tetap, sedangkan yang lainnya mungkin memiliki tingkat bunga yang mengambang atau mengikuti perubahan suku bunga pasar. Pemegang obligasi juga perlu memperhatikan risiko kredit penerbit obligasi untuk menghindari kerugian yang mungkin terjadi.
Dalam prakteknya, penerbit obligasi biasanya bekerja sama dengan lembaga keuangan, seperti bank, untuk mengatur emisi dan penjualan obligasi. Lembaga keuangan ini bertindak sebagai penjamin atau underwriter dalam proses emisi obligasi. Mereka akan membantu penerbit obligasi dalam menentukan nilai nominal, tingkat kupon, dan jatuh tempo yang sesuai dengan situasi pasar keuangan saat itu.
Dalam rangka memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya mengenai obligasi, investor dapat mengakses berbagai sumber informasi, seperti situs web perusahaan penerbit obligasi, situs web lembaga keuangan, atau dapat juga berkonsultasi dengan pihak profesional seperti bank atau perusahaan sekuritas.
Secara keseluruhan, nilai nominal dan nilai jatuh tempo dari obligasi merupakan faktor penting yang perlu dipahami oleh investor sebelum mereka memutuskan untuk berinvestasi dalam obligasi. Memahami konsep ini membantu investor dalam mengambil keputusan investasi yang lebih bijak dan mengelola risiko dengan lebih baik. Dengan memahami nilai nominal dan nilai jatuh tempo, investor dapat melihat potensi keuntungan dan risiko yang terkait dengan obligasi yang mereka pilih. Oleh karena itu, pengetahuan tentang nilai nominal dan nilai jatuh tempo sangat penting bagi siapa saja yang tertarik untuk berinvestasi dalam obligasi.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.