Daftar Singkatan Istilah Buku: ISBN, DNF, TBR, POV, POD, ARC, YA, SF

Daftar Singkatan Istilah Buku: ISBN, DNF, TBR, POV, POD, ARC, DRC, YA, SF, dan GN

Kalau kamu baru bergabung dengan komunitas pembaca, istilah seperti DNF, TBR, ARC, dan POV mungkin terdengar seperti kode rahasia. Padahal, singkatan-singkatan ini membantu orang membicarakan buku yang belum selesai dibaca, edisi yang diterima untuk ulasan, sampai genre favorit. Beberapa dipakai secara resmi oleh penerbit dan perpustakaan, sementara lainnya tumbuh dari kebiasaan komunitas Bookstagram, BookTok, dan klub baca.

Panduan ini membedakan istilah bibliografi yang memiliki definisi formal dari bahasa percakapan pembaca. Kamu juga akan menemukan contoh pemakaian yang wajar, kekeliruan umum, dan cara memanfaatkan istilah tersebut saat memilih bacaan. Jika sedang mencari buku dengan bahasa yang lebih tertata, lihat juga rekomendasi buku PUEBI dan panduan berbahasa Indonesia.

1. ISBN: Nomor Identitas Edisi Buku

ISBN adalah International Standard Book Number, yaitu nomor pengenal terbitan buku. Sistem ISBN modern menggunakan 13 digit; nomor ini bukan sekadar kode batang. Kode batang pada sampul belakang dapat memuat ISBN, tetapi keduanya tidak sama. Nomor tersebut membantu toko buku, distributor, perpustakaan, dan penerbit mengidentifikasi produk yang tepat.

Menurut Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, ISBN terdiri atas unsur prefiks, kelompok pendaftaran, penerbit, publikasi, dan angka pemeriksa. Sebagai contoh format penulisan, ISBN 978-623-200-381-1 menggunakan tanda hubung untuk memisahkan unsur. Di Indonesia, permohonan ISBN penerbit ditangani melalui layanan resmi Perpusnas.

Apakah satu judul selalu memiliki satu ISBN?

Tidak. Edisi terjemahan, format sampul keras, sampul lunak, atau versi digital yang merupakan produk terpisah dapat memerlukan ISBN berbeda. International ISBN Agency menjelaskan bahwa nomor tersebut mengidentifikasi bentuk produk dan edisi tertentu, bukan melindungi hak cipta. Karena itu, saat membeli buku daring, cocokkan ISBN dengan judul, penulis, bahasa, penerbit, dan format yang kamu cari.

Di mana menemukan ISBN?

Periksa halaman informasi penerbitan atau bagian belakang sampul. Pada katalog perpustakaan dan toko buku, ISBN biasanya tercantum dalam detail bibliografi. Jangan menganggap buku tanpa ISBN otomatis bajakan; penilaian legalitas dan status penerbitan memerlukan konteks lain. Bagi pembaca yang sering berpindah antara buku cetak dan e-book, artikel pilihan aplikasi untuk membaca buku digital bisa membantu memahami pengalaman membaca lintas format.

2. DNF: Did Not Finish

DNF berarti Did Not Finish, yakni buku yang tidak kamu selesaikan. Dalam catatan membaca, DNF tidak selalu berarti buku tersebut buruk. Bisa saja topiknya belum sesuai kebutuhan, gaya penulisan kurang cocok, atau waktumu terbatas. Seorang pembaca boleh berhenti sementara dan mencoba lagi di kesempatan berbeda.

Contoh penggunaan: “Aku DNF novel ini di bab enam karena sedang ingin bacaan yang lebih ringan.” Kamu tidak perlu memaksakan penilaian final terhadap keseluruhan buku yang belum dibaca. Jika sedang mencari alternatif, coba daftar buku bacaan ringan atau pilihan bacaan singkat untuk waktu senggang.

DNF berbeda dengan membaca secara perlahan

Membaca lambat, jeda beberapa minggu, dan DNF adalah tiga hal yang berbeda. Sebagian pembaca menggunakan status paused atau “ditunda” untuk buku yang masih ingin diselesaikan. Memisahkan status ini akan membuat jurnal baca lebih akurat, terutama bila kamu membagikan rekap tahunan kepada komunitas.

3. TBR: To Be Read

TBR adalah singkatan dari To Be Read, yaitu daftar buku yang ingin dibaca. Daftar TBR dapat berupa tumpukan fisik di rumah, daftar digital, atau koleksi judul yang belum dibeli. TBR tidak sama dengan buku yang sedang dibaca; istilah currently reading biasanya digunakan untuk bacaan yang sudah dimulai.

See also  Syarat Wajib Puasa, Rukun, Pelaksanaan, dan Macam Puasa Sunah

Contoh: “TBR bulan ini berisi dua novel dan satu buku tentang menulis.” Agar tidak berubah menjadi daftar yang melelahkan, kelompokkan buku berdasarkan suasana hati, waktu yang tersedia, dan prioritas. Kamu dapat memasukkan buku tentang teknik menulis novel ke kategori nonfiksi kreatif, lalu menyandingkannya dengan novel Raden Mandasia sebagai bacaan fiksi.

Cara membuat TBR yang realistis

Mulai dengan tiga sampai lima judul yang benar-benar menarik perhatianmu, bukan daftar panjang yang sekadar terlihat produktif. Sisakan ruang untuk membaca spontan. Jika suatu judul tidak lagi sesuai minat, pindahkan ke daftar cadangan. TBR adalah alat bantu memilih bacaan, bukan kewajiban yang harus dipenuhi.

4. POV: Point of View

POV berarti Point of View atau sudut pandang. Dalam karya fiksi, istilah ini merujuk pada posisi pencerita dan cara pembaca memperoleh informasi. Sudut pandang orang pertama lazim memakai “aku” atau “saya”, sedangkan orang ketiga memakai “dia” atau nama tokoh. Keduanya dapat memiliki jangkauan pengetahuan yang terbatas atau luas, tergantung teknik narasi.

POV bukan nama genre dan tidak otomatis menentukan kualitas novel. Misalnya, cerita detektif dapat membatasi informasi yang diketahui pembaca untuk menjaga misteri. Saat membaca ulasan A Study in Scarlet, perhatikan siapa yang mengisahkan peristiwa dan informasi apa yang sengaja belum diberikan kepada pembaca.

POV dalam komunitas dan media sosial

Di video pendek, “POV” sering dipakai untuk menggambarkan suatu situasi imajiner: “POV: kamu masuk toko buku hanya untuk melihat-lihat.” Pemakaian populer ini lebih longgar daripada pengertian teknik naratif. Saat membahas resensi, jelaskan apakah kamu sedang berbicara tentang sudut pandang pencerita atau skenario kreatif di media sosial.

5. POD: Print on Demand

POD berarti Print on Demand, model produksi buku yang dicetak ketika ada pesanan. Sistem ini berbeda dari pencetakan stok dalam jumlah besar sejak awal. Penerbit atau penulis independen dapat menggunakannya untuk menjaga judul tertentu tetap tersedia tanpa menyimpan banyak eksemplar fisik.

Menurut penjelasan IngramSpark tentang print on demand, pencetakan berdasarkan pesanan dapat mengurangi kebutuhan inventaris. Namun, ongkos per eksemplar, pilihan bahan, kualitas hasil, dan lama pengiriman tetap perlu diperiksa pada layanan yang digunakan. POD bukan istilah untuk buku digital: hasil akhirnya tetap dapat berupa buku cetak.

Apakah buku POD berbeda dari buku cetak biasa?

Perbedaannya terutama pada proses produksi dan pengelolaan stok, bukan pada status buku sebagai karya tulis. Buku POD tetap dapat memiliki ISBN yang sesuai. Jika membeli edisi tertentu untuk koleksi, pastikan informasi format, ukuran, dan penerbit cocok dengan katalog penjual.

6. ARC: Advance Reading Copy atau Advance Review Copy

ARC merujuk pada salinan pra-terbit yang dibagikan untuk keperluan pembacaan dan ulasan. Penerima bisa berupa pengulas, pustakawan, toko buku, atau pembaca yang tergabung dalam program penerbit. Isi dan desain ARC belum tentu sama persis dengan edisi final; karena itu, pembaca sebaiknya tidak memperlakukan setiap detailnya sebagai teks akhir.

Contoh: “Aku menerima ARC untuk memberi ulasan sebelum tanggal terbit.” Transparansi tentang salinan yang diterima membantu pembaca memahami konteks resensi. ARC bukan jaminan ulasan positif, dan tidak berarti penerima memiliki hak untuk menggandakan atau menyebarkan naskahnya.

See also  Review Buku Verity Karya Colleen Hoover

ARC, galley, dan proof: apakah sama?

Istilah-istilah ini kadang dipakai bergantian dalam percakapan, tetapi fungsi dan tahap produksinya dapat berbeda. Proof sering berkaitan dengan pemeriksaan naskah atau tata letak, sementara ARC disiapkan terutama agar pihak luar dapat membaca dan mengulas sebelum rilis. Jika mengulas karya yang masih dalam proses, hindari mengutip panjang dari naskah yang belum final.

7. DRC dan eARC: Salinan Ulasan Digital

DRC dapat berarti Digital Review Copy, sedangkan eARC lazim berarti electronic Advance Reading Copy. Keduanya berkaitan dengan salinan digital yang dibagikan untuk keperluan membaca atau mengulas, tetapi istilah yang dipakai penerbit atau platform bisa berbeda. Tidak setiap DRC selalu diterbitkan jauh sebelum tanggal rilis.

Jika kamu menerima berkas digital untuk ulasan, periksa ketentuan akses, masa berlaku, dan larangan distribusi. Jangan mengunggah berkas berhak cipta ke penyimpanan publik hanya karena salinan itu diberikan gratis. Untuk pengalaman membaca sehari-hari, panduan aplikasi baca buku digital membahas pilihan platform yang relevan.

8. YA: Young Adult

YA adalah singkatan dari Young Adult, label pasar atau kategori pembaca yang lazim diasosiasikan dengan tokoh remaja dan pengalaman menuju dewasa. YA bukan jaminan bahwa setiap judul aman untuk semua usia; tema, kekerasan, dan tingkat kedewasaan isi tetap harus dilihat satu per satu.

Saat memilih novel, bedakan YA dari genre cerita seperti fantasi, misteri, atau romansa. Sebuah novel YA bisa menggabungkan lebih dari satu genre. Sebagai pembanding, kamu dapat melihat ulasan The Death Cure dan mempertimbangkan tema serta karakteristik ceritanya, bukan hanya label yang tercantum pada katalog.

9. SF: Science Fiction

SF sering digunakan untuk Science Fiction, yakni fiksi ilmiah yang mengeksplorasi kemungkinan teknologi, sains, masyarakat, atau masa depan. Sebagian komunitas juga menggunakan singkatan sci-fi. SF bukan laporan ilmiah; ide ilmiahnya dapat menjadi titik awal spekulasi kreatif yang tidak harus terbukti mungkin diwujudkan.

Ketika menulis ulasan SF, jelaskan apakah daya tarik utamanya ada pada gagasan, dunia cerita, karakter, atau konflik etis. Ini membantu pembaca lain membedakan fiksi ilmiah dari fantasi yang mengandalkan unsur magis. Untuk membandingkan pengalaman membaca lintas genre, kamu dapat melihat ulasan novel The Hobbit yang dikenal sebagai karya fantasi.

10. GN: Graphic Novel

GN adalah singkatan dari Graphic Novel, bentuk cerita panjang yang disampaikan melalui kombinasi ilustrasi dan teks. Istilah ini kerap dipakai untuk membahas karya naratif bergambar, tetapi batasnya dengan komik tidak selalu kaku. Graphic novel bukan otomatis “komik untuk orang dewasa”; konten dan target pembacanya sangat beragam.

Untuk melihat bagaimana narasi visual dibahas dalam resensi, baca ulasan komik Spy x Family atau ulasan Kaiju No. 8. Perhatikan alur panel, ekspresi tokoh, ritme adegan, dan hubungan antara gambar serta dialog. Semua unsur tersebut membantu membangun pengalaman membaca yang berbeda dari novel prosa.

11. Istilah Tambahan: CR, WIP, Spoiler, dan Reading Slump

CR — Currently Reading

CR adalah penanda buku yang sedang kamu baca saat ini. Satu orang bisa mempunyai lebih dari satu CR, misalnya novel untuk malam hari dan nonfiksi untuk perjalanan. Contohnya, kamu bisa membaca novel Entrok sambil menuntaskan buku lain secara bergantian.

See also  Apa itu Kode OTP? Keunggulan, Jenis dan Cara Kerja

WIP — Work in Progress

WIP berarti karya yang masih dikerjakan. Penulis dapat menyebut draf novel sebagai WIP, sedangkan pembaca beta mungkin menerima sebagian naskah untuk memberi masukan. WIP bukan sinonim ARC: yang pertama menekankan status pengerjaan, sementara yang kedua berkaitan dengan salinan untuk pembacaan atau ulasan.

Spoiler dan spoiler-free

Spoiler adalah informasi yang dapat membocorkan perkembangan penting cerita. Ulasan spoiler-free berupaya tidak mengungkap kejutan utama. Sebelum mengulas cerita misteri seperti Dracula karya Bram Stoker, tentukan seberapa jauh detail alur akan dibahas dan beri peringatan yang jelas jika diperlukan.

Reading slump

Reading slump menggambarkan fase ketika seseorang sulit menikmati atau melanjutkan kegiatan membaca. Ini bukan diagnosis kesehatan. Tidak ada kewajiban menyelesaikan sejumlah buku setiap bulan. Mengganti genre, membaca karya pendek, atau beristirahat bisa menjadi pilihan yang masuk akal.

12. Contoh Pemakaian Singkatan dalam Catatan Membaca

Bayangkan kamu membuat jurnal bacaan sederhana: “TBR: tiga judul; CR: satu novel; DNF: satu buku yang kurang cocok; ARC: satu salinan ulasan dari penerbit.” Dengan format ini, status bacaan menjadi lebih jelas daripada sekadar menuliskan jumlah buku yang selesai.

Untuk daftar TBR bertema nonfiksi dan sastra Indonesia, kamu dapat mempertimbangkan ulasan buku Catatan Kronik, ulasan novel Kita dan Kata, serta ulasan buku Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau. Pilihan tersebut hanyalah contoh kategori bacaan, bukan klaim bahwa setiap judul memiliki tingkat kesulitan atau mutu yang sama.

Jika ingin mengembangkan daftar yang lebih luas, lihat juga rekomendasi karya Paulo Coelho atau artikel sejarah dan fakta Majalah Bobo. Sesuaikan dengan tujuan membaca: hiburan, pengetahuan, eksplorasi gaya bahasa, atau nostalgia.

FAQ tentang Singkatan di Dunia Buku

Apakah ISBN sama dengan barcode?

Tidak. ISBN adalah nomor identitas terbitan, sedangkan barcode merupakan representasi grafis yang dapat dipindai. Keduanya sering ditampilkan berdekatan pada buku fisik.

Apakah DNF berarti buku tersebut jelek?

Tidak selalu. DNF hanya menunjukkan bahwa pembaca tidak menyelesaikannya. Alasannya bisa sangat personal, mulai dari waktu, minat, hingga kebutuhan membaca saat itu.

Apakah ARC boleh dijual atau dibagikan?

Ikuti syarat dari penerbit dan ketentuan distribusinya. Penerimaan salinan ulasan tidak otomatis memberikan hak untuk memperbanyak atau menyebarkan berkas digital.

Apakah YA selalu berarti novel romantis?

Tidak. YA adalah kategori sasaran pembaca yang dapat mencakup fantasi, thriller, drama keluarga, fiksi ilmiah, dan banyak genre lainnya.

Bagaimana cara mengecek ISBN buku Indonesia?

Mulai dari informasi ISBN pada buku dan katalog resmi layanan ISBN Perpusnas. Cocokkan detail judul, penerbit, dan format sebelum menyimpulkan kesesuaiannya.

Kesimpulan

ISBN membantu mengenali edisi buku; DNF, TBR, dan CR memudahkan pencatatan bacaan; POV menjelaskan sudut pandang; POD berkaitan dengan produksi; ARC dan DRC menandai salinan ulasan; sementara YA, SF, dan GN membantu mengelompokkan jenis bacaan. Dengan memahami konteksnya, kamu bisa berdiskusi lebih jelas tanpa harus menghafal semua istilah sekaligus.

Referensi


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?