Review Novel Penelusuran Benang Merah Sherlock Holmes (A Study in Scarlet)
Deskripsi Buku
“Penelusuran Benang Merah Sherlock Holmes (A Study in Scarlet)”
Buku “Penelusuran Benang Merah” karya Sir Arthur Conan Doyle merupakan buku pertama dalam seri Sherlock Holmes. Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Sendra B. Tanuwidjaja dan diterbitkan oleh aikerja.com Pustaka Utama pada tanggal 29 Juli 2019. Dengan jumlah halaman sebanyak 160 halaman, buku ini memiliki berat sekitar 0.15 Kg dan ukuran lebar 13.5 Cm serta panjang 20.0 Cm. Ditetapkan dengan ISBN 9786020631653, buku ini dapat dibeli dengan harga Rp 70.000.

Sinopsis Buku “Penelusuran Benang Merah Sherlock Holmes (A Study in Scarlet)”
Buku “Penelusuran Benang Merah Sherlock Holmes (A Study in Scarlet)” karya Sir Arthur Conan Doyle menceritakan tentang perkenalan antara dr. Watson dengan Sherlock Holmes, sang tokoh detektif konsultan. Dr. Watson pada awalnya bingung dengan keeksentrikan Holmes dan kemampuan uniknya dalam ilmu deduksi. Di tempat tinggal mereka di Baker Street, London, Holmes dan Watson menerima kunjungan tamu dari berbagai kelas sosial. Holmes, yang juga mahir bermain biola, terkenal karena kemampuannya dalam memecahkan berbagai misteri.
Dr. Watson baru benar-benar memahami karakter dan kemampuan Holmes ketika ia mendapat kesempatan untuk menyaksikan sang detektif bekerja dalam menelusuri rangkaian pembunuhan yang terjadi di jantung kota London. Dalam penyelidikan tersebut, Holmes mampu menebak identitas pelaku pembunuhan hanya dengan melihat keadaan sekitar tempat kejadian. Akhirnya, dengan kecerdasan dan metode analisisnya, Holmes berhasil menangkap pembunuhnya, Mr. Jefferson Hope.

Penulis Buku “Penelusuran Benang Merah Sherlock Holmes (A Study in Scarlet)”
Sir Arthur Conan Doyle adalah seorang penulis novel fiksi ilmiah asal Skotlandia. Ia lahir pada tanggal 22 Mei 1859 di Edinburgh. Conan Doyle adalah anak kedua dari sepuluh bersaudara dalam keluarga Charles Altamont Doyle dan Mary Foley. Setelah menyelesaikan pendidikan di Jesuit di Lancashire, Inggris, dan tahun tambahan di Feldkirch, Austria, Conan Doyle kembali ke Edinburgh dan meraih gelar sarjana kedokteran serta gelar M.D. Ia terkenal dengan karakter detektif Sherlock Holmes yang menjadi salah satu tokoh fiksi paling terkenal dalam sejarah sastra.
Conan Doyle telah menulis sebanyak 60 cerita bertema detektif yang melibatkan tokoh Holmes dan asistennya, Watson. Karya-karyanya yang lain meliputi novel “The Hound of The Baskervilles” dan “The White Company”. Conan Doyle menulis petualangan Holmes hingga tahun 1926 dan berhasil menciptakan karakter yang memiliki daya tarik bagi pembaca dari berbagai kalangan.

Tokoh-tokoh dalam Buku “Penelusuran Benang Merah Sherlock Holmes (A Study in Scarlet)”
– Sherlock Holmes: Detektif konsultan yang memiliki kemampuan deduksi luar biasa. Holmes memiliki tubuh jangkung dan kurus, mata tajam yang menusuk, dan ekspresi wajah yang selalu waspada. Ia juga memiliki keahlian bermain biola.
– Dr. Watson: Sahabat dan penulis petualangan Holmes. Watson adalah seorang dokter yang telah pensiun dari angkatan darat. Ia memiliki karakter yang baik hati dan setia kawan.
– Inspektur Gregson: Detektif polisi di Scotland Yard. Gregson memiliki fisik yang tinggi, rambut merah, dan wajah pucat. Ia cerdas, namun terkadang iri terhadap kesuksesan Holmes.
– Inspektur Lestrade: Detektif polisi di Scotland Yard. Lestrade memiliki tubuh kecil dan wajah runcing. Ia memiliki karakter cerdas, namun sering kali iri terhadap Holmes dan Gregson.
– John Rance: Polisi yang menemukan mayat salah satu korban pembunuhan. Rance memiliki sifat pemberani, namun tamak.
– Madam Charpentier: Pemilik kos di mana Enoch J. Drebber dan Joseph Stangerson tinggal. Madam Charpentier memiliki sifat tamak.
– Alice Charpentier: Anak perempuan Madam Charpentier. Alice adalah gadis yang menawan, jujur, dan baik hati.
– Arthur Charpentier: Anak laki-laki Madam Charpentier. Arthur adalah seorang letnan dua di Angkatan Laut Kerajaan. Ia memiliki sifat pemarah namun sangat menyayangi adiknya, Alice.
– John Ferrier: Petani yang menjadi ayah angkat Lucy Ferrier. John Ferrier memiliki fisik kurus dengan tulang pipi menonjol. Ia memiliki karakter baik hati, pemberani, dan pekerja keras. John Ferrier sangat menyayangi putri angkatnya, Lucy.
– Lucy Ferrier: Putri angkat John Ferrier, Lucy adalah seorang gadis cantik di Utah. Ia jatuh cinta dengan Jefferson Hope namun dipaksa menikah dengan Enoch J. Drebber. Lucy memiliki sifat baik hati dan mandiri.
– Jefferson Hope: Kekasih Lucy Ferrier. Hope memiliki karakter tangguh, berani, religius, namun juga penuh dendam. Ia membunuh Enoch J. Drebber dan Joseph Stangerson karena alasan pribadi.
– Enoch J. Drebber: Suami Lucy Ferrier yang memiliki tujuh istri lainnya. Drebber memiliki fisik yang tembam dan sifat jahat, sombong, dan tamak.
– Joseph Stangerson: Rekan bisnis Drebber yang merupakan seorang notaris. Stangerson memiliki fisik tinggi dengan wajah pucat. Ia memiliki sifat tertutup, sombong, dan kejam.
– Brigham Young: Pemimpin kelompok Mormon yang memiliki karakter kejam dan otoriter.

Review Buku “Penelusuran Benang Merah Sherlock Holmes (A Study in Scarlet)”
Buku “Penelusuran Benang Merah Sherlock Holmes (A Study in Scarlet)” karya Sir Arthur Conan Doyle menawarkan gaya bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami. Dalam buku ini, penulis berhasil menggambarkan karakter dan kemampuan Holmes dengan baik, sehingga pembaca dapat dengan mudah terhubung dengan cerita dan menyelami petualangan detektif konsultan ini.
Buku ini memiliki alur cerita yang menegangkan dan penuh misteri. Setiap detailnya dirancang dengan baik, sehingga pembaca dapat bermain dengan imajinasi mereka untuk memecahkan teka-teki yang ada. Gaya bahasa yang digunakan juga memikat pembaca, dengan penyisipan kata-kata puitis dan kutipan yang membuat buku ini semakin lengkap.
Dalam “Penelusuran Benang Merah Sherlock Holmes (A Study in Scarlet)”, Sir Arthur Conan Doyle juga berhasil menggambarkan latar waktu dan tempat dengan baik. Pembaca dibawa ke berbagai lokasi seperti London, Utah, Afghanistan, dan tempat-tempat lainnya yang menjadi setting cerita. Hal ini menghidupkan suasana cerita dan memberikan sentuhan realisme pada kisah yang dihadirkan.
Kelebihan dari buku ini adalah kemampuan penulis dalam menyajikan alur cerita yang mudah dipahami. Meskipun buku ini termasuk dalam genre misteri, alur ceritanya tidak terlalu rumit sehingga pembaca dapat dengan mudah mengikuti perkembangan cerita. Selain itu, penulis juga berhasil menggambarkan karakter-karakter dengan detail, sehingga pembaca dapat merasakan kepribadian dan emosi setiap tokoh.
Namun, kekurangan buku ini adalah prediktabilitas ceritanya. Alur cerita yang sederhana membuat pembaca dapat dengan mudah menebak siapa pelaku pembunuhan sebelum itu terungkap. Bagi pembaca yang menginginkan cerita misteri yang lebih menantang, buku ini mungkin terasa kurang memuaskan.
Namun demikian, secara keseluruhan buku “Penelusuran Benang Merah Sherlock Holmes (A Study in Scarlet)” adalah karya yang sangat menarik. Dengan gaya bahasa yang mudah dipahami, alur cerita yang menegangkan, dan karakater-karakter yang kuat, buku ini cocok untuk para pecinta misteri dan penggemar kisah detektif. Buku ini juga memberikan gambaran pertama tentang tokoh-tokoh terkenal seperti Sherlock Holmes dan dr. Watson, yang menjadi dua karakter ikonik dalam dunia sastra.
Dalam kesimpulan, buku “Penelusuran Benang Merah Sherlock Holmes (A Study in Scarlet)” merupakan karya yang layak dibaca. Dengan alur cerita yang menarik, gaya bahasa yang mudah dipahami, dan karakter-karakter yang kuat, buku ini akan menghibur dan memikat pembaca dari awal hingga akhir. Bagi pecinta misteri dan penggemar Sherlock Holmes, buku ini menjadi pilihan yang tepat untuk dinikmati.

Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.