10 Rekomendasi Buku Bacaan Ringan, Bisa Habis Sekali Baca!



Rekomendasi Buku Bacaan Ringan – Kesibukan kita sehari-hari kadang kala membuat kita kesulitan untuk menyalurkan hobi dan kegemaran kita, termasuk membaca buku. Padahal, membaca buku adalah kegiatan yang menyenangkan dan mengasyikkan.

Membaca buku dapat menjadi pelarian dari kehidupan sehari-hari yang penuh dengan rutinitas dan tekanan. Dengan membaca, kita dapat terlepas sejenak dari realitas dan memasuki dunia fantasi yang indah. Namun, ada kalanya kita tidak punya banyak waktu untuk membaca buku yang tebal dan memakan waktu lama. Oleh karena itu, rekomendasi buku bacaan ringan dapat menjadi solusi bagi kita yang ingin menikmati cerita menarik dalam waktu singkat.

Rekomendasi Buku Bacaan Ringan

Hingga saat ini, ada banyak buku bacaan ringan yang telah dipublikasikan. Buku-buku tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan selera pembaca dengan beragam tema dan genre. Berikut ini beberapa rekomendasi buku bacaan ringan yang disiapkan khusus untuk aikerja.com baca di tengah kesibukan sehari-hari:

1. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini – Marchella FP

Buku pertama yang direkomendasikan adalah “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” karya Marchella FP. Buku ini merupakan novel ilustrasi yang dikenal dengan sebutan NKTCHI di media sosial.

Buku ini awalnya berawal dari sebuah komunitas di platform Instagram dan akhirnya dirilis pada tahun 2018 oleh POP Publishers. “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” berisi kumpulan tulisan berbentuk flash fiction atau fiksi singkat. Buku ini mengambil tema tentang pesan seorang ibu kepada anaknya di masa depan.

Ibu yang dimaksud dalam buku ini adalah seorang wanita bernama Awan. Ia menulis sebuah pesan di usia 27 tahun untuk anaknya kelak menjalani hidup. Tulisannya mencakup berbagai hal, mulai dari kegagalan, kehilangan, tumbuh, patah, dan segala hal yang ditakuti manusia.

Melalui tulisannya, Awan memberikan nasihat motivasi dan pengingat untuk masa depan anaknya. Marchella FP, penulis buku ini, berhasil mengeksplorasi perasaannya dan menggambarkannya dengan sangat baik. Dalam kesederhanaan tulisannya, Marchella memberikan pelajaran bahwa masa kini adalah bekal dan masa depan adalah perjuangan.

2. Masuk Toko Keluar di Tokyo – Farhanah

Buku kedua yang direkomendasikan adalah “Masuk Toko Keluar di Tokyo” karya Farhanah. Buku ini berisi kumpulan puisi-puisi lucu dengan topik yang tidak biasa. Farhanah menghadirkan gaya penulisan yang unik, santai, dan lebih jenaka.

“Masuk Toko Keluar di Tokyo” juga membagikan kisah hidup seorang manusia kelas pekerja. Buku ini menggambarkan keseharian dengan perjalanan menggunakan kereta dan ojek online yang seringkali terkena polusi udara. Kisah juga tentang bekerja lembur hingga tengah malam.

Selain kisah-kisah tersebut, Farhanah juga menuliskan referensi budaya yang terkenal untuk membuat bukunya lebih kaya dan mudah dipahami oleh banyak orang.

3. Silly Gilly Daily – Naela Ali

Buku ketiga yang direkomendasikan adalah “Silly Gilly Daily” karya Naela Ali. Buku ini mengisahkan tentang seorang introvert bernama Gilly yang bekerja sebagai pekerja lepas di bidang desain grafis.

Dalam buku ini, Gilly digambarkan sebagai seorang wanita dengan penampilan yang pendiam namun lucu dan pintar. Ia sering kali merasa canggung ketika berhadapan dengan orang-orang baru. Hal ini juga merupakan cerminan dari penulis sekaligus ilustratornya, Naela Ali.

Naela Ali adalah seorang desainer grafis dan ilustrator muda yang pernah bekerjasama dengan banyak brand ternama. Buku “Silly Gilly Daily” ini diluncurkan dengan konsep buku seni atau art book dengan ilustrasi yang dibuat menggunakan cat air.

See also  15 Tips Menulis Kreatif Buat Karya Yang Fenomenal

Dalam bukunya, Naela juga memberikan beberapa tips dan cara untuk menghadapi situasi sebagai seorang introvert. Sebelumnya, Naela Ali telah sukses dengan bukunya yang berjudul “Stories for Rainy Days” yang menceritakan kesehariannya dalam 40 cerpen.

4. Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang – Sapardi Djoko Damono dan Rintik Sedu

Buku keempat yang direkomendasikan adalah “Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang” karya Sapardi Djoko Damono dan Rintik Sedu. Buku ini merupakan hasil kolaborasi antara dua penulis yang terpaut usia hampir 60 tahun.

Buku ini berisikan kumpulan puisi saling balas antara Sapardi Djoko Damono dan Rintik Sedu. Pertama kali diterbitkan pada pertengahan Februari tahun 2020 oleh aikerja.com, buku ini sangat kaya akan kata-kata indah dan sarat makna.

Kejernihan kata dan keaslian gagasan membuat kita sebagai pembaca dapat melihat ciri dan karakter kedua penulisnya. Sapardi Djoko Damono adalah seorang penyair ternama dan sastrawan terbaik Indonesia yang lahir pada tahun 1940.

Sedangkan Rintik Sedu atau Nadhifa Allya Tsana adalah seorang penulis kelahiran tahun 1998 yang dikenal melalui novelnya yang berjudul “Kata” dan “Geez & Ann”. Wanita yang akrab disapa Tsana ini juga merupakan seorang podcaster yang memiliki jutaan pendengar setia di salah satu platform terkemuka.

Ide kolaborasi buku ini muncul saat kedua penulis diundang sebagai bintang tamu dalam sebuah acara pada Agustus 2019. Dua penulis dari dua generasi yang berbeda ini terlibat dalam proses kreatif kepenulisan. Ide-ide tulisan itu muncul dari berbagai inspirasi yang mereka temui.

Buku “Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang” menjadi buku yang spesial karena menyatukan dua penulis hebat dari generasi berbeda dalam kumpulan puisi saling balas yang indah.

5. Gadis Mini Market (Convenience Store Woman) – Murata Sayaka

Buku kelima yang direkomendasikan adalah “Gadis Mini Market” karya Murata Sayaka. Buku yang terbit pada Agustus 2020 ini mengisahkan tentang seorang wanita berusia 36 tahun bernama Keiko Furukura.

Keiko telah bekerja selama 18 tahun di sebuah mini market sebagai pekerja paruh waktu. Baginya, mini market tersebut telah menjadi bagian dari hidupnya. Namun, lingkungan sekitarnya kurang mendukung dan cenderung menilai aneh.

Kehadiran seorang kekasih putrinya di mini market itu mengundang kecurigaan dalam diri Keiko. Ia mencurigai pria tersebut sebagai seorang pembunuh bayaran yang sedang mencari mangsa di mini market.

Keiko tidak ingin putrinya menjadi korban, sehingga ia memutuskan untuk menghadapi pria itu sebelum ingatannya benar-benar hilang akibat penyakit demensia yang dideritanya.

Melalui ceritanya, Murata Sayaka mengajak pembaca untuk merasakan pikiran dan ingatan seorang pasien demensia. Dalam buku ini, Murata Sayaka menggambarkan dengan baik kompleksitas penyakit tersebut dan memberikan kita pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi tersebut.

6. Master Your Pain – Maulida Ayu

Buku keenam yang direkomendasikan adalah “Master Your Pain” karya Maulida Ayu. Buku ini masuk ke kategori self-improvement dan diterbitkan pada Agustus 2020 dalam bentuk E-book oleh aikerja.com Pustaka Utama.

Buku ini berisi tentang cara mengolah dan menikmati rasa sakit dan kesakitan yang kita miliki. Pada pembuka buku, kita akan disuguhi pernyataan bahwa buku ini bukan untuk mereka yang mencari penyemangat hidup atau pijakan hidup. Buku ini hadir untuk mereka yang mau memahami bahwa hidup bukan hanya tentang kebahagiaan, tetapi juga penderitaan.

See also  Rekomendasi 10 Novel Terbaru di Bulan Desember

Buku ini mengajak kita untuk memikirkan kembali rasa sakit, kesedihan, dan kekecewaan yang pernah kita alami. Dalam buku ini, kita diajak untuk menganalisis dan membedah perasaan kita dengan sudut pandang yang berbeda. “Master Your Pain” mengajarkan kita untuk berteman dengan rasa sakit dan menjadikannya sebagai “senjata” untuk menjalani hidup dengan lebih baik.

Buku ini mengutip pandangan para tokoh dan juga menyampaikan ayat-ayat kitab suci beserta hadisnya. Sehingga kita tetap dapat mengetahui bagaimana pandangan agama dalam topik yang sedang dibahas. Buku ini menjadi analogi terbaik untuk mengolah rasa sakit dan mengajarkan kita bahwa kita tidak selalu harus didorong dan disemangati untuk menolak rasa sakit.

7. Generation Gap(less) – Erwin Parengkuan dan Becky Tumewu

Buku ketujuh yang direkomendasikan adalah “Generation Gap(less)” karya Erwin Parengkuan dan Becky Tumewu. Buku ini membahas tentang kesenjangan generasi atau generation gap di dunia kerja.

Kesenjangan generasi ini harus diatasi agar tidak menimbulkan masalah yang mempengaruhi performa perusahaan. Hal ini karena dalam sebuah perusahaan, terdapat banyak generasi yang berbeda.

Buku ini menjelaskan secara sistematis bagaimana cara menjalin hubungan yang baik antar generasi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh semua pihak. Buku ini juga membahas tentang generasi Z yang sering disebut sebagai generasi “phygital” atau generasi yang tidak memiliki jarak antara dunia fisik dan digital.

Dalam buku ini, terdapat lima bab yang menjelaskan dengan rinci bagaimana strategi komunikasi antar generasi dapat diatur. Mulai dari latar belakang masing-masing generasi, peran generasi milenial dalam dunia kerja, strategi komunikasi yang efektif antar generasi, menyusun gaya komunikasi yang tepat, hingga mempersiapkan langkah berikutnya untuk generasi Z.

Buku ini juga mencakup cerita pengalaman penulis serta tips sukses dari para tokoh dalam membangun komunikasi di dalam perusahaan.

8. Catatan Harian Sang Pembunuh – Kim Young-Ha

Buku kedelapan yang direkomendasikan adalah “Catatan Harian Sang Pembunuh” karya Kim Young-Ha. Buku ini merupakan terjemahan dari buku berbahasa Korea yang berjudul “Diary of a Murderer”.

Buku ini menceritakan kisah seorang pembunuh berantai bernama Kim Byeong-su yang telah berhenti melakukan aksinya selama 25-26 tahun. Namun, karena penyakit demensia yang dideritanya, ia mulai kehilangan ingatan dan memutuskan untuk menulis catatan tentang aksi-aksinya.

Dalam buku ini, Kim Byeong-su mempertahankan ingatannya yang mulai memudar dengan menuliskan semua yang dialaminya. Ia merasa terjebak di masa lalu dan masa sekarang, karena ia tidak dapat melihat masa depannya sendiri.

Namun, kehidupan Kim Byeong-su menjadi rumit ketika kekasih putrinya datang dan membuatnya curiga. Ia mencurigai pria tersebut sebagai seorang pembunuh bayaran yang sedang mencari mangsa di mini market tempatnya bekerja.

Kim Byeong-su tidak ingin putrinya menjadi korban, sehingga ia memutuskan untuk membunuh pria tersebut sebelum ingatannya benar-benar hilang. Melalui cerita ini, kita diajak untuk merasakan pikiran dan ingatan seorang pasien demensia.

Dalam buku ini, Kim Young-Ha menggambarkan dengan baik kompleksitas penyakit demensia dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi tersebut.

See also  Inspirasi OOTD Sweater Hijab dengan Bawahannya yang Trendy

9. I Am My Own Home – Isyana Artharini

Buku kesembilan yang direkomendasikan adalah “I Am My Own Home” karya Isyana Artharini. Buku ini diterbitkan oleh Kepustakaan Populer aikerja.com pada tahun 2018.

Buku ini mengisahkan tentang seorang wanita berusia 30-an yang hidup di tengah kehidupan perkotaan yang sibuk dan penuh tekanan. Isyana merupakan representasi dari wanita masa kini yang sukses dan cerdas.

Namun, Isyana juga harus menghadapi cemoohan dan pertanyaan mengenai kapan ia akan menikah. Hal ini membuatnya merasa lelah dan ingin melihat peramal untuk mencari tahu siapa jodohnya kelak.

Peramal memberitahu Isyana bahwa jodohnya adalah seseorang yang berhubungan dengan kupu-kupu. Padahal, Isyana memiliki fobia terhadap kupu-kupu. Namun, saat ia bertemu dengan Arka, seorang vokalis band bernama Catepillar, ia mulai yakin bahwa inilah jodohnya.

Namun, ketika ia bertemu dengan sahabat Arka yang tengah patah hati, Gusti, Isyana merasakan perasaan yang tak biasa. Ia pun menjadi dilema antara memilih Arka atau Gusti.

Buku ini juga mengangkat isu mengenai profesi seni, seperti musik, sastra, dan animasi yang sering dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Melalui konflik yang ringan, buku “I Am My Own Home” juga dilengkapi dengan syair-syair indah yang tertuang dalam lagu Arka dan puisi-puisi Gusti.

Melalui buku ini, Isyana ingin mendobrak stigma masyarakat tentang kesendirian yang melekat pada perempuan. Buku ini menggambarkan perjuangan dan kesendirian perempuan yang berada dalam quarter life crisis dengan apik.

10. A Metropop: Blue Morpho – Sekar Ayu Asmara

Buku kesepuluh yang direkomendasikan adalah “A Metropop: Blue Morpho” karya Sekar Ayu Asmara. Buku ini merupakan novel bergenre metropop romance yang mengisahkan tentang sosok Drupadi yang sedang mencari jodohnya.

Drupadi adalah sosok wanita masa kini yang sukses dan cerdas. Namun, ia tinggal di lingkungan yang kurang suportif dan cenderung kolot. Ia sering kali mendapatkan cemoohan dan pertanyaan mengenai kapan ia akan menikah.

Terlelah dengan pertanyaan tersebut, Drupadi pergi menemui seorang peramal untuk mengetahui siapa jodohnya kelak. Peramal tersebut mengatakan bahwa jodohnya adalah seorang pria yang berhubungan dengan kupu-kupu.

Meskipun Drupadi memiliki fobia terhadap kupu-kupu, ia bertemu dengan Arka, seorang vokalis band bernama Catepillar yang arti nama bandnya mengingatkan Drupadi pada perkataan sang peramal. Drupadi menjadi yakin bahwa Arka adalah jodohnya karena ia memenuhi kriteria laki-laki yang diinginkannya.

Namun, saat Drupadi bertemu dengan Gusti, sahabat Arka yang sedang patah hati, ia merasakan perasaan yang tak biasa pada Gusti. Ia pun bingung harus memilih Arka atau Gusti.

Buku ini juga mengangkat isu mengenai profesi seni, seperti musik, sastra, dan animasi yang sering dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Melalui konflik yang ringan, buku “A Metropop: Blue Morpho” juga dilengkapi dengan syair-syair indah yang tertuang dalam lagu Arka dan puisi-puisi Gusti.

Demikianlah sepuluh rekomendasi buku bacaan ringan yang dapat kamu baca dalam waktu singkat. Semoga rekomendasi ini dapat memberikanmu hiburan dan inspirasi dalam menjalani rutinitas sehari-hari. Selamat membaca!


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?