Review Buku Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau Karya M. Aan Mansyur


Profil M. Aan Mansyur – Penulis Buku Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau

Martan Aan Mansyur adalah seorang penulis terkenal asal Indonesia. Ia lahir di Bone, Sulawesi Selatan, pada 14 Januari 1982. Aan Mansyur sudah dikenal sebagai penulis puisi dan cerita pendek sejak lama. Ia terkenal dengan nama pena “Huruf Kecil”. Karirnya sebagai penulis sudah cukup lama, dan ia dikenal sebagai penulis yang sangat produktif dalam menerbitkan karya-karyanya.

Aan Mansyur menerbitkan karya pertamanya pada tahun 2005, yakni buku kumpulan puisi yang berjudul Hujan Rintih-Rintih. Sejak itu, ia terus menulis puisi dan menerbitkan buku-buku kumpulan puisi. Beberapa karyanya yang sudah berhasil diterbitkan antara lain buku kumpulan puisi Aku Hendak Pindah Rumah (2008), buku kumpulan puisi Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita (2012), buku kumpulan cerita pendek “Kukila” (2012), buku kumpulan puisi Melihat Api Bekerja (2015), buku kumpulan puisi Tidak Ada New York Hari Ini (2016), buku kumpulan puisi Cinta yang Marah (2017), buku kumpulan puisi Sebelum Sendiri (2017), buku kumpulan puisi Perjalanan Lain Menuju Bulan (2017), buku kumpulan puisi Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau (2020), dan buku kumpulan puisi Waktu yang Tepat untuk Melupakan Waktu (2021).

Buku Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau adalah salah satu karya terbaru dari M. Aan Mansyur. Buku ini berhasil mendapatkan penghargaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sastra pada Oktober 2021. Buku ini juga berhasil meraih penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2021 dalam kategori puisi. Penghargaan ini merupakan salah satu penghargaan paling bergengsi yang ditunggu-tunggu oleh penulis dan sastrawan di Indonesia.

Sinopsis Buku Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau

Buku Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau adalah sebuah buku kumpulan puisi yang ditulis oleh M. Aan Mansyur. Buku ini diterbitkan oleh aikerja.com Pustaka Utama pada akhir tahun 2020. Buku ini memiliki total 100 halaman dan terdiri dari 41 puisi yang dibagi ke dalam 5 bagian.

See also  Kumpulan Kata-kata Sakit Hati Terdalam

Puisi-puisi dalam buku ini membahas berbagai kegelisahan dan fenomena yang relevan dengan situasi dan kondisi masa kini. Melalui puisi-puisinya, M. Aan Mansyur mengajak pembaca untuk merenung dan memahami makna di balik fenomena-fenomena tersebut.

Ada banyak pertanyaan yang diajukan dalam puisi-puisi ini. Pertanyaan-pertanyaan itu mengundang pembaca untuk berpikir dan merenung. Pertanyaan-pertanyaan seperti “Mengapa luka tidak memaafkan pisau?” atau “Mengapa darah lebih api dibandingkan api?” membuat pembaca memikirkan arti yang lebih dalam di balik kata-kata tersebut.

Selain dari pesan filosofis yang disampaikan, buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi yang indah. Ilustrasi tersebut merupakan karya seorang ilustrator bernama Lala Bohang. Ilustrasi-ilustrasi ini tidak hanya memperindah buku, tetapi juga mendukung cerita yang disampaikan dalam puisi-puisi.

Puisi-puisi yang Menyentuh Hati

Salah satu keunggulan buku ini adalah puisi-puisinya yang mampu menyentuh hati pembaca. Dalam setiap puisi, M. Aan Mansyur berhasil menyampaikan emosi dan perasaan dengan sangat kuat. Pembaca dapat merasakan getaran emosi yang tersampaikan melalui kata-kata yang dipilih.

Sebagai contoh, dalam puisi berjudul “Setiap Pagi”, Aan Mansyur menggambarkan kehidupan sehari-hari yang kadang penuh dengan kecemasan dan kegundahan. Ia menceritakan tentang orang-orang yang memulai hari dengan beban pikiran dan perasaan yang berat. Namun, di balik kehidupan yang serba sulit itu, masih ada harapan dan keindahan yang dapat kita temukan.

Puisi-puisi dalam buku ini juga mampu membuat pembaca tersenyum getir. Meskipun tema puisi bisa sangat serius dan penuh makna, tetapi Aan Mansyur juga menyelipkan humor di dalamnya. Ia menggunakan bahasa yang sederhana dan kalimat-kalimat yang ringkas untuk menyampaikan pesan-pesan filosofisnya. Hal ini membuat pembaca terkesan dan merasa terhubung dengan puisi-puisi tersebut.

Kelebihan Buku Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau

Buku Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya layak untuk dibaca. Berikut adalah beberapa kelebihan yang dapat ditemukan dalam buku ini:

1. Tema yang bervariasi

Puisi-puisi dalam buku ini memiliki tema yang sangat bervariasi. Mulai dari kehidupan sehari-hari, keluarga, romansa, hingga politik. Setiap puisi menyajikan perspektif yang unik tentang fenomena-fenomena tersebut. Hal ini membuat buku ini menarik untuk dibaca karena memberikan sudut pandang yang baru dan segar.

See also  Review Novel Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama

2. Pilihan diksi yang indah

Salah satu keunggulan M. Aan Mansyur sebagai seorang penyair adalah kemampuannya dalam memilih diksi yang indah dan sangat mengena. Kata-kata yang dipilih dalam puisi-puisinya memiliki kekuatan dan makna yang mendalam. Ia berhasil menggambarkan perasaan dan emosi dengan sangat kuat melalui kata-kata tersebut.

3. Pesan yang mendalam

Setiap puisi dalam buku ini memiliki pesan yang mendalam. M. Aan Mansyur menggunakan puisinya untuk mengajak pembaca merenung dan memikirkan makna di balik kata-kata tersebut. Tema-tema yang dibahas dalam puisi-puisinya sangat relevan dengan kehidupan masa kini. Hal ini membuat pembaca dapat terhubung dengan puisi-puisi tersebut.

4. Ilustrasi yang indah

Buku ini dilengkapi dengan ilustrasi yang indah karya Lala Bohang. Ilustrasi ini tidak hanya memperindah buku, tetapi juga mendukung cerita yang disampaikan dalam puisi-puisi. Ilustrasi ini mampu menambah dimensi visual dalam membaca puisi dan membuat pembaca semakin terkesan dengan cerita yang disampaikan.

Kekurangan Buku Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau

Selain memiliki kelebihan, buku Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Berikut adalah beberapa kekurangan yang dapat ditemukan dalam buku ini:

1. Ilustrasi yang mengganggu pembacaan

Beberapa ilustrasi dalam buku ini terkadang menutupi tulisan dan membuatnya sulit terbaca. Hal ini dapat mengganggu pengalaman membaca dan memahami isi puisi-puisi dalam buku. Pembaca harus berusaha untuk melihat dengan seksama agar dapat membaca dengan jelas setiap kata-kata dalam puisi.

2. Ukuran tulisan yang kecil

Ukuran tulisan dalam buku ini dinilai cukup kecil, sehingga membuat beberapa pembaca kesulitan dalam membacanya. Pembaca harus merapatkan buku ke wajah mereka atau menggunakan kaca pembesar untuk dapat membaca dengan jelas. Ukuran tulisan yang kecil ini dapat mengurangi kenyamanan dalam membaca buku ini.

Pesan Moral Buku Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau

Melalui buku Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau, M. Aan Mansyur ingin menyampaikan pesan moral kepada pembaca. Salah satu pesan moral yang dapat ditemukan dalam buku ini adalah pentingnya memahami dan merenungkan kehidupan yang kita jalani.

See also  Review The Book You Wish Your Parents Had Read Karya Philippa Perry

Buku ini mengajak pembaca untuk berpikir tentang pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam puisi-puisinya. Pertanyaan-pertanyaan seperti “Mengapa luka tidak memaafkan pisau?” atau “Mengapa kita harus mempunyai banyak pengetahuan untuk dapat memahami bahwa kita hanya memiliki sedikit pengetahuan?” mengajak kita untuk merenungkan makna di balik fenomena-fenomena tersebut.

Selain itu, buku ini juga mengingatkan kita untuk tetap menjadi diri sendiri. Aan Mansyur menggambarkan betapa pentingnya menjaga jati diri dan tidak kehilangan diri hanya untuk mendapatkan pengakuan. Kita harus tetap setia pada nilai-nilai dan keyakinan kita, dan tidak mencoba menjadi orang lain.

Dalam buku ini juga terdapat pesan tentang pentingnya harapan dalam kehidupan. Meskipun kehidupan seringkali sulit dan penuh dengan penderitaan, masih ada harapan yang dapat kita temukan. Harapan adalah kekuatan yang membuat kita tetap bertahan dan melangkah maju dalam hidup.

Dengan membaca buku Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau, kita dapat belajar untuk memahami makna di balik fenomena-fenomena dalam kehidupan kita. Kita juga diajak untuk merenungkan nilai-nilai dan esensi kehidupan yang sering terlupakan dalam kesibukan sehari-hari. Buku ini mengajak pembaca untuk melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda dan merenungkan makna di balik setiap pengalaman yang kita hadapi.

Dalam kesimpulannya, buku Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau karya M. Aan Mansyur adalah sebuah karya puisi yang sangat indah dan bermakna. Puisi-puisinya mampu menyentuh hati pembaca dan membuat mereka merenung tentang makna kehidupan. Buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi yang indah, sehingga memberikan pengalaman visual yang menarik. Meskipun memiliki beberapa kekurangan, buku ini tetap layak untuk dibaca dan dinikmati.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?