Inflasi Inti
Pengertian Inflasi
Sebelum mengetahui apa itu inflasi inti, terlebih dahulu Anda harus memahami pengertian inflasi. Inflasi adalah keadaan di mana harga barang atau jasa di suatu negara terus-menerus mengalami kenaikan. Faktor penyebab terjadinya inflasi adalah ketidakseimbangan antara daya beli masyarakat dengan ketersediaan barang yang ada. Oleh karena itu, inflasi dapat menjadi indikator kenaikan harga.
Pengertian Inflasi Inti
Pada dasarnya, inflasi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu inflasi inti dan inflasi non inti. Inflasi inti adalah inflasi yang komponen di dalamnya cenderung stabil dan dipengaruhi oleh faktor-faktor fundamental. Inflasi inti memiliki pengaruh terhadap semua kenaikan harga barang dan jasa kecuali pada sektor makanan dan energi. Artinya, sektor makanan dan energi tidak dihitung dalam inflasi inti.
Mengapa sektor makanan dan energi tidak termasuk dalam inflasi inti padahal sektor tersebut merupakan kebutuhan pokok manusia? Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga yang sangat fluktuatif pada sektor makanan dan energi. Perubahan harga yang fluktuatif akan membuat perhitungan inflasi menjadi kurang akurat.
Selain itu, sektor makanan dan energi juga memiliki pergerakan sejajar. Ini berarti kenaikan harga di sektor makanan dan energi akan mempengaruhi kenaikan harga barang dan jasa lainnya. Misalnya, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan berdampak pada kenaikan harga berbagai bahan pokok dan barang lainnya. Hal ini disebabkan oleh pengaruh harga BBM terhadap biaya distribusi produk ke berbagai daerah.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Inflasi Inti
Menurut Bank Indonesia, ada tiga faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi inflasi inti. Faktor-faktor tersebut meliputi:
- Interaksi antara permintaan dan penawaran.
- Lingkungan eksternal yang mencakup nilai tukar, harga komoditas internasional, dan inflasi negara mitra dagang.
- Ekspektasi inflasi dari pedagang dan konsumen.
Peran Penting Inflasi Inti
Pengukuran inflasi inti memiliki peran yang sangat penting dalam perhitungan inflasi. Hal ini karena inflasi inti mencerminkan hubungan antara harga barang dan jasa dengan pendapatan konsumen. Jika harga barang dan jasa naik tanpa adanya peningkatan pendapatan konsumen, maka daya beli akan turun. Namun, jika harga barang dan jasa stabil sementara pendapatan konsumen meningkat, maka daya beli juga akan meningkat.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.