On the Job Training: Metode Pelatihan Sambil Bekerja
Pengertian On The Job Training
On the job training merupakan suatu metode pelatihan yang dilakukan di tempat kerja untuk melatih pengetahuan, kompetensi, dan keterampilan karyawan. Tujuan dari pelatihan ini adalah agar karyawan dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dan benar.
Pada dasarnya, on the job training tidak hanya diberlakukan untuk karyawan baru saja, tetapi juga dapat diberlakukan bagi karyawan yang berpindah divisi, akan naik tingkat, atau sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Namun, tidak semua perusahaan menerapkan on the job training, karena ada yang menganggap bahwa pelatihan ini tidak memiliki urgensi atau manfaat yang cukup signifikan.
On the job training dilakukan secara bersamaan dengan waktu kerja karyawan, sehingga karyawan dapat belajar dan berlatih sekaligus. Pelatihan ini dapat mencakup pemahaman tentang pekerjaan, langkah-langkah yang harus dilakukan, serta mempraktikkannya secara langsung. Selama pelatihan berlangsung, karyawan juga akan mendapatkan penilaian mengenai kemampuan dan kinerjanya.
Tujuan On the Job Training
On the job training dilaksanakan dengan tujuan tertentu yang ingin dicapai. Berikut ini beberapa tujuan dari on the job training:
1. Menambah Ilmu Pengetahuan (Knowledge)
Salah satu tujuan utama dari on the job training adalah agar karyawan dapat memperoleh pengetahuan yang cukup terkait pengerjaan tugas atau pekerjaan yang akan diberikan. Dengan pemahaman yang baik, karyawan akan dapat melaksanakan pekerjaannya secara optimal.
2. Meningkatkan Kemampuan (Skill)
On the job training juga dilakukan untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Melalui pelatihan ini, karyawan akan dilatih untuk menguasai keterampilan-keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaannya. Hal ini akan membuat karyawan menjadi lebih kompeten dalam melaksanakan tugasnya.
3. Pembentukan Sikap (Attitude)
Selain pengetahuan dan keterampilan, on the job training juga bertujuan untuk membentuk sikap kerja yang positif pada karyawan. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, karyawan akan memiliki kesadaran dan minat atas pekerjaan yang dilakukannya. Karyawan juga diharapkan memiliki sikap kerja yang penuh motivasi dan inovasi.
Jenis-Jenis On the Job Training
Ada beberapa jenis on the job training yang dapat dilakukan dalam suatu perusahaan. Berikut ini adalah beberapa jenisnya:
1. Pelatihan Instruksional Pekerjaan
Jenis pelatihan ini merupakan pelatihan yang dilakukan secara bertahap. Pelatihan dimulai dengan memberikan pemahaman mengenai tujuan pekerjaan serta langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan. Kemudian, peserta pelatihan akan langsung melakukan praktik sesuai dengan keahlian atau keterampilan yang dimilikinya.
2. Berlatih Bersama Rekan Kerja
Jenis pelatihan ini melibatkan karyawan untuk saling belajar dan mengajar satu sama lain. Para peserta pelatihan akan belajar dari rekan kerja yang memiliki tugas dan tanggung jawab yang serupa. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membangun hubungan moral antar karyawan dan saling mengenal satu sama lain. Namun, jenis pelatihan ini juga memiliki kelemahan yaitu dapat menyebabkan ketergantungan antar karyawan.
3. Job Shadowing
Job shadowing merupakan jenis pelatihan yang umum dilakukan dalam on the job training. Pada pelatihan ini, karyawan yang ahli atau mahir dalam melakukan pekerjaan akan menunjukkan cara melakukannya kepada peserta pelatihan. Peserta pelatihan kemudian akan mencoba mempraktikkannya dengan bimbingan dari karyawan yang lebih mahir. Selama proses pelatihan, karyawan yang lebih mahir tersebut juga akan memberikan umpan balik dan saran kepada peserta pelatihan.
4. Coaching
Coaching dilakukan oleh karyawan berpengalaman atau atasan yang memberikan instruksi kerja kepada peserta pelatihan. Pelatihan ini dilakukan secara one-to-one dengan tujuan agar peserta pelatihan dapat menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang pekerjaannya melalui instruksi dan demonstrasi yang diberikan oleh atasan yang menjadi pelatihnya.
5. Mentoring
Mentoring dilakukan oleh manajer atau senior kepada bawahan yang akan menggantikan posisi manajer tersebut. Pelatihan ini dilakukan secara one-to-one dengan tujuan agar bawahan dapat belajar langsung dari manajer atau senior dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sehari-hari.
6. Rotasi Kerja
Rotasi kerja dilakukan dengan menukar pekerjaan karyawan dalam batasan divisi atau perusahaan yang sama. Hal ini dilakukan untuk memberikan pengalaman dan keterampilan baru kepada karyawan. Dengan rotasi kerja, karyawan dapat melihat dan memahami cara kerja pekerjaan lain serta mengembangkan hubungan dengan karyawan lainnya.
7. Apprenticeship
Apprenticeship dilakukan pada bidang-bidang seperti perdagangan, kerajinan, dan teknis yang membutuhkan keterampilan khusus. Pelatihan ini dilakukan dalam jangka waktu yang cukup panjang sebelum peserta pelatihan dinyatakan mahir dalam bidang yang dipelajari.
8. Understudy
Understudy dilakukan ketika seorang bawahan akan menggantikan posisi atasan yang akan mendapatkan promosi atau pensiun. Pelatihan ini dilakukan dengan tujuan agar bawahan dapat memahami tugas dan tanggung jawab yang nantinya akan diemban.
9. Committee Assignments
Committee assignments dilakukan dengan membentuk komite karyawan unggulan untuk mencari solusi masalah di organisasi. Para anggota komite ini bekerja sama untuk mencari solusi atas suatu masalah dan pada saat yang sama juga mendapatkan pengalaman dan kemampuan baru.
Manfaat On the Job Training
On the job training memiliki sejumlah manfaat, baik bagi karyawan maupun perusahaan. Beberapa manfaatnya adalah:
– Pelatihan ini mudah dilakukan karena dilaksanakan secara bersamaan dengan waktu kerja karyawan.
– On the job training dapat membantu perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan karena fokus pada kebutuhan perusahaan.
– Pelatihan ini efektif karena memberikan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan karyawan.
– On the job training dapat membuat karyawan merasa bahagia karena diberi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan mereka melalui pelatihan ini.
– Pelatihan ini berpengaruh pada pengembangan usaha perusahaan karena menjamin perolehan karyawan yang berkualitas.
– On the job training tidak membutuhkan biaya yang mahal seperti pelatihan off the job karena dilakukan dalam pekerjaan sehari-hari.
– Pelatihan ini memudahkan monitoring dan evaluasi kinerja karyawan selama pelatihan berlangsung.
Langkah Pelaksanaan On the Job Training
Terdapat beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan on the job training. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:
1. Mengidentifikasi Kebutuhan Perusahaan
Sebelum melaksanakan on the job training, perusahaan perlu mengidentifikasi kebutuhan perusahaan secara tepat. Hal ini meliputi kebutuhan sumber daya, tujuan perusahaan, dan prioritas yang ingin dicapai melalui pelatihan ini. Identifikasi yang tepat akan memastikan kesuksesan pelaksanaan program pelatihan.
2. Membentuk Tim On the Job Training
Perusahaan perlu membentuk tim yang akan mengelola dan mengontrol program pelatihan ini. Tim tersebut harus terdiri dari orang-orang yang paham akan tujuan program pelatihan dan memiliki dedikasi tinggi untuk melaksanakan perubahan dan memajukan perusahaan.
3. Memastikan Kompetensi Tim On The Job Training
Setelah membentuk tim, perusahaan perlu memastikan bahwa anggota tim memiliki kompetensi yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya. Terutama mengenai pelatih dan pengawas yang terlibat dalam program pelatihan. Keterlibatan manajer atau atasan dalam pelatihan dapat meningkatkan hasil dan efisiensi.
4. Menetapkan Indikator Keberhasilan dan Tujuan Pelatihan
Perusahaan harus menetapkan indikator keberhasilan dan tujuan pelatihan yang ingin dicapai. Dengan menetapkan tujuan yang jelas, semua pihak yang terlibat dalam pelatihan akan memahami arah dan keberhasilan yang ingin dicapai.
5. Memilih Alat untuk Mendukung Pelatihan
Sebelum melaksanakan on the job training, perusahaan perlu memilih alat pendukung yang sesuai dengan kondisi perusahaan. Misalnya, dalam kondisi pandemi seperti saat ini, perusahaan perlu menggunakan alat pendukung online untuk pelatihan. Pemilihan alat pendukung yang tepat akan memastikan kelancaran pelaksanaan pelatihan.
Dalam kesimpulan, on the job training adalah metode pelatihan yang penting untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan sikap kerja karyawan. Pelatihan ini dilakukan di tempat kerja dan dapat berbagai bentuk, seperti pelatihan instruksional pekerjaan, berlatih bersama rekan kerja, job shadowing, coaching, mentoring, rotasi kerja, apprenticeship, understudy, dan committee assignments. On the job training memiliki manfaat yang signifikan bagi karyawan dan perusahaan, seperti peningkatan pengetahuan dan keterampilan karyawan, peningkatan kinerja perusahaan, dan pengembangan karyawan yang berkualitas. Untuk melaksanakan on the job training, perusahaan perlu mengidentifikasi kebutuhan perusahaan, membentuk tim, memastikan kompetensi tim, menetapkan tujuan pelatihan, dan memilih alat pendukung yang sesuai.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.