Mengenal Ciri-Ciri Pekerjaan Khusus dan Contohnya
Pengertian Pekerjaan Khusus atau Profesi
Pekerjaan khusus atau profesi adalah istilah yang merujuk pada jenis pekerjaan yang membutuhkan keahlian atau keterampilan khusus. Seorang profesional di bidang ini harus memiliki pengetahuan yang mendalam dan pengalaman yang luas dalam bidangnya. Mereka juga harus mengikuti pelatihan khusus dan memiliki izin atau lisensi untuk menjalankan pekerjaan mereka.
Pengertian profesi sendiri berasal dari bahasa Inggris “profession” yang berasal dari bahasa Latin “professus”. Kata-kata ini memiliki arti yang sama, yaitu memiliki kemampuan atau keahlian di bidang tertentu. Jadi, profesi atau pekerjaan khusus mengacu pada pekerjaan yang memerlukan pengetahuan atau keterampilan khusus yang diperoleh melalui pendidikan atau pelatihan khusus.
Seorang profesional merupakan seseorang yang memiliki keahlian teknis di bidang tertentu. Mereka biasanya memiliki latar belakang pendidikan yang spesifik dan pengalaman praktis yang memungkinkan mereka untuk memberikan layanan yang berkualitas kepada masyarakat. Contohnya adalah arsitek, dokter, pengacara, akuntan, dan sebagainya. Para profesional ini memiliki tanggung jawab yang besar terhadap pekerjaan mereka dan harus menjalankannya dengan integritas dan etika yang tinggi.
Pengertian Pekerjaan Khusus Berdasarkan Para Ahli
1. Menurut Peter Jarvis
Peter Jarvis mendefinisikan profesi atau pekerjaan khusus sebagai pekerjaan yang didasarkan pada pengetahuan atau pelatihan tertentu. Tujuannya adalah untuk menyediakan layanan atau keterampilan khusus kepada orang lain dengan imbalan tertentu.
2. Menurut Hughes
Hughes mendefinisikan profesi atau pekerjaan khusus sebagai pekerjaan di bidang tertentu di mana seorang profesional memiliki pengetahuan yang lebih baik daripada kliennya tentang hal-hal yang terkait dengan klien tersebut.
3. Menurut L. Cogan
L. Cogan mendefinisikan profesi atau pekerjaan khusus sebagai keterampilan yang didasarkan pada struktur teoritis khusus dari beberapa bidang ilmu pengetahuan. Dalam prakteknya, seseorang harus menerapkan keterampilan khusus ini dalam pekerjaannya.
4. Menurut Edgar Henry Schein
Edgar Henry Schein mendefinisikan profesi atau pekerjaan khusus sebagai kumpulan pekerjaan yang didasarkan pada norma-norma yang sangat khusus dan muncul dari peran tertentu di dalam masyarakat.
5. Menurut Dedi Supriyadi
Dedi Supriyadi mendefinisikan profesi atau pekerjaan khusus sebagai pekerjaan atau jabatan yang membutuhkan keahlian, tanggung jawab, dan kesetiaan pada pekerjaan tersebut. Seorang profesional harus mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaannya.
6. Menurut Doni Koesoema
Doni Koesoema mendefinisikan profesi atau pekerjaan khusus sebagai pekerjaan yang memiliki jabatan dalam hierarki birokrasi dan menuntut keahlian dan etika khusus. Profesi ini melibatkan pelayanan baku kepada masyarakat.
Ciri-ciri Pekerjaan Khusus
Ada beberapa ciri-ciri pekerjaan khusus yang membedakannya dengan pekerjaan lainnya. Ciri-ciri ini adalah sebagai berikut:
1. Membutuhkan keahlian atau pengetahuan khusus yang berkaitan dengan bidang pekerjaan tertentu. Seorang profesional harus memiliki pengetahuan yang mendalam dan keterampilan yang memungkinkan mereka untuk melakukan pekerjaan dengan baik.
2. Memiliki kaidah dan standar moral yang tinggi. Para profesional harus mengikuti kode etik profesi mereka dan mengutamakan integritas dan nilai moral dalam pekerjaan mereka.
3. Mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi. Seorang profesional harus berfokus pada memberikan pelayanan yang berkualitas kepada klien atau masyarakat, daripada hanya mencari keuntungan pribadi.
4. Memiliki izin atau lisensi khusus. Untuk menjalankan pekerjaan khusus, seseorang harus memenuhi persyaratan tertentu dan mendapatkan izin atau lisensi dari otoritas yang relevan.
5. Terhubung dengan organisasi profesi. Banyak profesi memiliki asosiasi atau organisasi profesi yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan mengatur praktik di bidang tersebut.
Syarat-Syarat Pekerjaan Khusus
Beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk menjalankan pekerjaan khusus meliputi:
1. Memiliki pengetahuan khusus dalam bidang ilmu tertentu. Seorang profesional harus memiliki pengetahuan yang mendalam dan pemahaman yang baik tentang bidangnya.
2. Melakukan kegiatan intelektual yang berkaitan dengan bidang pekerjaan tersebut. Seorang profesional harus berpikir secara kritis dan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan khusus dalam pekerjaannya.
3. Memerlukan persiapan khusus yang mendalam. Pelatihan dan pendidikan khusus sering kali diperlukan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaan khusus.
4. Membutuhkan latihan berkelanjutan. Profesi biasanya membutuhkan peremajaan pengetahuan dan keterampilan secara teratur melalui pelatihan dan pengembangan profesional.
5. Mengutamakan kepentingan masyarakat. Seorang profesional harus selalu berfokus pada kepentingan masyarakat dan melayani mereka dengan baik.
6. Terhubung dengan organisasi profesi. Bergabung dengan organisasi profesi yang relevan dapat memberikan dukungan dan sumber daya penting untuk mengembangkan karir dan profesionalisme.
7. Mengikuti kode etik atau standar baku. Para profesional harus mengikuti etika kerja dan aturan yang berlaku dalam praktek profesi mereka.
Karakteristik Pekerjaan Khusus
Pekerjaan khusus memiliki karakteristik yang membedakannya dengan pekerjaan pada umumnya. Beberapa karakteristik ini termasuk:
1. Memiliki keahlian atau keterampilan yang didasarkan pada pengetahuan teoritis. Para profesional memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus yang didasarkan pada teori dan prinsip tertentu.
2. Membutuhkan pendidikan yang ekstensif. Keahlian dan pengetahuan dalam pekerjaan khusus sering kali membutuhkan pendidikan tinggi dan pelatihan yang intensif.
3. Melibatkan ujian kompetensi. Profesi sering kali memerlukan ujian untuk memastikan bahwa para profesional memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam bidangnya.
4. Membutuhkan pelatihan praktis. Selain pendidikan formal, para profesional juga sering mengikuti pelatihan praktis dan mendapatkan pengalaman kerja untuk memperkuat keterampilan mereka.
5. Terhubung dengan asosiasi atau organisasi profesi. Bergabung dengan organisasi profesi yang relevan membantu para profesional untuk mengembangkan koneksi, mendapatkan dukungan, dan tetap terkini dengan perkembangan dalam bidangnya.
6. Memiliki lisensi atau sertifikasi. Beberapa profesi memerlukan lisensi atau sertifikasi untuk mengakui keahlian dan keberadaan para profesional.
7. Mengikuti kode etik profesi. Para profesional diharapkan mengikuti kode etik yang ditetapkan dalam bidang mereka untuk menjaga integritas dan kualitas pelayanan.
8. Memiliki otonomi dalam pekerjaan. Para profesional sering memiliki kontrol atas pekerjaan mereka sendiri dan cenderung mandiri dalam pengambilan keputusan dan penerapan pengetahuan mereka.
9. Mementingkan kepentingan masyarakat. Profesi sering kali memiliki tujuan yang berkaitan dengan pelayanan publik dan memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat.
Contoh Pekerjaan Khusus atau Profesi yang Ada Sekarang Ini
Beberapa contoh pekerjaan khusus atau profesi yang ada saat ini termasuk:
1. Akuntan: Seorang akuntan adalah seorang profesional yang memiliki pengetahuan dan keahlian dalam bidang akuntansi. Mereka membantu perusahaan dalam pengelolaan keuangan dan pelaporan keuangan.
2. Aktuaris: Aktuaris adalah seorang profesional yang mengkaji risiko keuangan dan matematika di bidang bisnis dan asuransi. Mereka menggunakan pengetahuan statistik dan analisis untuk memprediksi dan mengelola risiko keuangan.
3. Arsitek: Arsitek adalah seorang profesional yang merancang dan mengawasi konstruksi bangunan. Mereka memiliki pengetahuan yang mendalam tentang desain arsitektur dan keahlian teknis untuk menghasilkan bangunan yang aman dan fungsional.
4. Perawat: Seorang perawat adalah seorang profesional kesehatan yang memberikan perawatan dan bantuan medis kepada pasien. Mereka bekerja di berbagai setting, termasuk rumah sakit, klinik, dan fasilitas perawatan jangka panjang.
5. Guru: Seorang guru adalah seorang profesional pendidikan yang mengajar dan membimbing siswa di berbagai tingkatan pendidikan. Mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus dalam menyampaikan materi pelajaran dan membantu siswa dalam proses belajar-mengajar.
6. Apoteker: Seorang apoteker adalah seorang profesional farmasi yang memberikan obat dan konsultasi tentang penggunaan obat kepada pasien. Mereka juga terlibat dalam pengelolaan dan pemantauan obat di apotek.
7. Dokter: Seorang dokter adalah seorang profesional medis yang memberikan perawatan medis kepada pasien. Mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan medis yang luas untuk mendiagnosis, merawat, dan mencegah penyakit.
8. Ilmuwan: Seorang ilmuwan adalah seorang profesional yang melakukan penelitian ilmiah untuk mengembangkan pengetahuan tentang fenomena alam dan manusia. Mereka menggunakan metode ilmiah dan alat yang sesuai untuk mengumpulkan data dan menguji hipotesis.
Contoh-contoh pekerjaan khusus ini menunjukkan berbagai bidang yang memerlukan pengetahuan dan keahlian khusus untuk menjalankan tugas dengan baik.
Perbedaan Pekerjaan Khusus Dengan Pekerjaan Lainnya
1. Berdasarkan Segi Keahlian
Salah satu perbedaan utama antara pekerjaan khusus dan pekerjaan lainnya adalah tingkat keahlian yang diperlukan. Pekerjaan khusus biasanya membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang mendalam dalam bidang tertentu, sementara pekerjaan biasa mungkin tidak memerlukan keahlian khusus.
2. Berdasarkan Segi Latar Belakang Pendidikan
Pekerjaan khusus sering kali membutuhkan pendidikan tinggi atau pelatihan khusus dalam bidang yang terkait. Sebagai contoh, dokter dan arsitek harus menyelesaikan studi tingkat lanjut dan mendapatkan lisensi untuk menjalankan praktik mereka. Di sisi lain, pekerjaan biasa mungkin tidak memerlukan latar belakang pendidikan yang formal atau spesifik.
3. Berdasarkan Segi Kualifikasi yang Diperlukan
Pekerjaan khusus sering kali memiliki persyaratan kualifikasi yang ketat. Misalnya, untuk menjadi pengacara, seseorang harus lulus ujian pengacara dan memenuhi persyaratan lainnya yang ditetapkan oleh badan pengacara. Di sisi lain, pekerjaan biasa mungkin tidak memiliki persyaratan kualifikasi yang ketat atau diatur dengan ketat.
4. Berdasarkan Segi Besaran Pendapatan
Pekerjaan khusus cenderung memiliki potensi pendapatan yang lebih tinggi daripada pekerjaan biasa. Hal ini karena para profesional sering kali memiliki keahlian yang langka dan mendapatkannya dengan biaya mahal. Sebagai hasilnya, mereka dapat mengharapkan kompensasi finansial yang lebih tinggi. Di sisi lain, pekerjaan biasa mungkin tidak memiliki tingkat pendapatan yang sebesar itu.
5. Berdasarkan Segi Pengaruh Terhadap Status Sosial
Pekerjaan khusus dapat memberikan status sosial yang lebih tinggi daripada pekerjaan biasa. Oleh karena itu, masyarakat sering kali menganggap para profesional dengan penghormatan dan menghargai kontribusi mereka dalam bidang tertentu. Sebaliknya, pekerjaan biasa mungkin tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap status sosial seseorang.
6. Berdasarkan Segi Ketertarikan Kepada Aturan
Pekerjaan khusus sering kali terikat oleh aturan dan peraturan yang ketat. Para profesional harus mengikuti kode etik dan mengikuti prinsip-prinsip dan prosedur tertentu dalam menjalankan tugas mereka. Di sisi lain, pekerjaan biasa sering kali memungkinkan lebih banyak kebebasan dan fleksibilitas dalam hal aturan dan ketentuan.
7. Berdasarkan Segi Organisasi yang Mewadahi
Pekerjaan khusus sering kali didukung oleh asosiasi atau organisasi profesi yang bertujuan untuk melindungi kepentingan para profesional dan mempromosikan standar etika dan praktik dalam bidang tertentu. Di sisi lain, pekerjaan biasa mungkin tidak memiliki organisasi yang serupa untuk mendukung atau melindungi pekerja dalam bidang tersebut.
8. Berdasarkan Segi Tingkat Dependensi
Pekerjaan khusus cenderung memberikan lebih banyak kemandirian dan otonomi kepada para profesional. Mereka memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan dan mengatur waktu dan tugas mereka sendiri. Di sisi lain, pekerjaan biasa sering kali memiliki tingkat dependensi yang lebih tinggi dan memerlukan pengawasan atau arahan dari atasan.
9. Berdasarkan Segi Lingkup Kerja
Pekerjaan khusus sering kali memiliki lingkup kerja yang lebih terbatas dan fokus yang lebih spesifik. Para profesional sering kali memiliki area keahlian tertentu dan melakukan tugas-tugas yang berkaitan dengan bidang tersebut. Pekerjaan biasa, di sisi lain, sering kali memiliki cakupan yang lebih luas dan mungkin melibatkan berbagai tugas dan tanggung jawab yang berbeda.
Dengan perbedaan-perbedaan ini, dapat diketahui bahwa pekerjaan khusus memiliki karakteristik yang membedakannya dengan pekerjaan lainnya. Pekerjaan khusus sering kali memerlukan pengetahuan, keterampilan, dan pelatihan khusus yang tidak dimiliki oleh semua orang.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.