Macam Unsur Ekstrinsik Novel dan Karakteristiknya


Pengertian Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik dalam sebuah novel merujuk pada unsur-unsur yang ada di luar karya sastra itu sendiri. Unsur ini mencakup berbagai faktor yang berperan dalam membentuk dan memengaruhi sebuah novel. Pembaca akan sulit memahami makna cerita dalam novel tanpa memahami unsur ekstrinsiknya, sedangkan pengarang juga harus memahami unsur ekstrinsik agar dapat menciptakan karya sastra yang kuat dan bermakna.

Unsur ekstrinsik dapat meliputi latar belakang pengarang, kondisi sosial dan budaya, serta pengaruh lingkungan tempat karya ditulis. Setiap unsur ini memiliki peran penting dalam membentuk alur cerita, pengembangan karakter, serta pengaruh emosional dan intelektual yang diperoleh pembaca.

Pengertian Unsur Ekstrinsik Menurut Para Ahli

Ada beberapa definisi unsur ekstrinsik menurut para ahli sastra. Berikut ini adalah beberapa definisi yang dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang unsur ekstrinsik:

1. Menurut Winda Dwi Hudhana dan Mulasih

Menurut Winda Dwi Hudhana dan Mulasih, unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun suatu prosa dan terdapat di luar prosa. Unsur ini melatarbelakangi pengarang dalam menciptakan karya sastra.

2. Menurut Tjahjono

Tjahjono menyatakan bahwa unsur ekstrinsik meliputi berbagai hal yang berasal dari luar struktur karya sastra. Meskipun berasal dari luar struktur karya sastra, unsur ekstrinsik tetap memengaruhi karya sastra secara keseluruhan.

3. Menurut Aminuddin

Aminuddin menyatakan bahwa unsur ekstrinsik adalah unsur yang berada di luar karya sastra atau cerita, tetapi unsur tersebut dapat menentukan bentuk dan isi dari suatu karya sastra.

4. Menurut Sumasari

Sumasari mengungkapkan bahwa unsur ekstrinsik adalah unsur yang membentuk karya sastra dan sumbernya berasal dari luar karya sastra. Unsur ini dapat berhubungan dengan berbagai aspek kehidupan, seperti sosiologi, psikologi, ekonomi, dan sebagainya.

5. Menurut Mido

Menurut Mido, unsur ekstrinsik mencakup latar belakang dan sumber informasi yang tidak bisa dianggap remeh. Unsur ini memiliki arti, nilai, dan pengaruh yang signifikan terhadap karya sastra.

6. Menurut Nurgiyantoro

Nurgiyantoro menjelaskan bahwa unsur ekstrinsik adalah unsur yang berasal dari luar karya sastra dan secara tidak langsung mempengaruhi struktur dan bagian terpenting dari karya sastra tersebut.

See also  Resensi Novel Selena karya Tere Liye: Buku Ketujuh dari Serial Bumi

Karakteristik Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik dalam dunia sastra memiliki banyak aspek yang dapat dibagi menjadi beberapa bagian. Berikut ini adalah karakteristik-karakteristik utama dari unsur ekstrinsik dalam sebuah novel:

Rene Wellek dan Austin Warren

Rene Wellek dan Austin Warren membagi unsur ekstrinsik menjadi empat bagian:

1. Hubungan Karya Sastra dengan Biografi

Latar belakang dan pengalaman hidup pengarang memiliki pengaruh besar terhadap karya sastra yang ditulisnya. Setiap pengarang memiliki kisah dan perjalanan hidup yang membentuk gaya penulisan dan cerita dalam novel yang ditulisnya.

Hal ini dapat dilihat dalam novel-novel biografi atau novel yang terinspirasi dari pengalaman pribadi pengarang. Untuk menulis biografi dalam bentuk novel, penulis perlu melakukan riset yang mendalam, seperti mempelajari dokumen, surat-surat, wawancara dengan saksi mata, dan sumber-sumber otobiografi.

2. Hubungan Karya Sastra dengan Psikologi

Psikologi pengarang memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan alur cerita dalam novel. Pengalaman hidup pengarang, pemikiran, dan suasana hati pengarang dapat memengaruhi cerita yang ditulisnya.

Studi psikologi dalam karya sastra dapat melibatkan pengkajian psikologi pengarang sebagai individu, pemahaman tentang proses kreatif pengarang, penerapan hukum-hukum psikologi dalam karya sastra, dan dampak psikologi terhadap pembaca.

3. Hubungan Karya Sastra dengan Masyarakat

Karya sastra selalu berkaitan erat dengan kondisi sosial yang ada di masyarakat. Pengarang yang peka terhadap realitas sosial dapat menciptakan karya sastra yang mencerminkan kehidupan sehari-hari.

Hubungan antara karya sastra dengan masyarakat dapat mencakup berbagai aspek, seperti latar belakang sosial pengarang, penggambaran kehidupan sosial dalam cerita, dan pengaruh karya sastra terhadap pemikiran dan perasaan pembaca.

4. Hubungan Karya Sastra dengan Pemikiran

Pemikiran pengarang memainkan peran penting dalam penciptaan karya sastra. Pemikiran tersebut dapat mencakup ideologi, pengetahuan dan teknologi, dan refleksi manusia tentang kehidupan dan dunia sekitarnya.

Karya sastra dapat menjadi sarana untuk merefleksikan dan menyampaikan pemikiran pengarang kepada pembaca. Melalui cerita yang dikemas secara menarik, pengarang dapat mengungkapkan pemikirannya tentang berbagai isu dan masalah yang ada di masyarakat.

See also  18 Arti Mimpi Berenang Dengan Berbagai Kondisi dan Faktor Berbeda!

Nurgiyantoro

Nurgiyantoro membagi unsur ekstrinsik menjadi empat bagian:

1. Keadaan Subjektivitas Pengarang

Watak dan pandangan hidup pengarang tercermin dalam tokoh-tokoh dalam novel. Subjektivitas pengarang mempengaruhi pilihan watak dan pembangunan karakter dalam cerita. Nilai-nilai dan pemikiran pengarang tercermin dalam cerita yang ditulisnya.

Karakter-karakter dalam novel bisa menjadi cerminan dari sikap dan ideologi pengarang. Dengan memahami subjektivitas pengarang, pembaca dapat lebih memahami maksud dan tujuan cerita yang ingin disampaikan.

2. Biografi Pengarang

Pengalaman pribadi dan perjalanan hidup pengarang dapat menjadi inspirasi dalam menciptakan cerita dalam novel. Melalui pengetahuan tentang biografi pengarang, pembaca dapat lebih memahami latar belakang dan sudut pandang pengarang dalam menciptakan cerita.

Mengetahui biografi pengarang dapat membantu pembaca untuk memahami alasan di balik penulisan novel dan melihat keterkaitan antara kehidupan pengarang dengan cerita dalam novel.

3. Keadaan Psikologi

Keadaan psikologi pengarang dapat mempengaruhi gaya penulisan dan isi cerita dalam novel. Melalui novel, pembaca dapat merasakan dan memahami kondisi psikologi pengarang yang tercermin dalam cerita.

Melalui penggambaran dalam cerita, pembaca dapat merasakan suasana hati dan pemikiran yang mendasari aksi dan penyelesaian cerita dalam novel.

4. Keadaan Sosial dan Lingkungan Pengarang

Karya sastra selalu terkait dengan kondisi sosial dan lingkungan tempat pengarang berada. Pengarang tidak bisa lepas dari kondisi sosial yang mempengaruhi pemikiran dan inspirasi dalam menciptakan karya sastra.

Melalui cerita dalam novel, pembaca dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang kondisi sosial dan lingkungan tempat pengarang berasal. Pembaca juga dapat merasakan dan mengaitkan karya sastra dengan realitas kehidupan yang ada di sekitarnya.

Aminuddin

Aminuddin membagi unsur ekstrinsik menjadi beberapa nilai, yaitu nilai agama, nilai moral, nilai sosial, dan nilai budaya.

1. Nilai Agama

Novel sering kali mengandung nilai-nilai agama. Meskipun tidak semua novel bertemakan agama, novel dapat mengambil inspirasi dari nilai-nilai agama dalam menyajikan ceritanya. Nilai-nilai agama dapat memengaruhi pembaca dalam berpikir dan bertindak.

See also  10 Makanan Khas Kediri yang Enak dan Tidak Boleh Dilewatkan!

Nilai agama dalam novel bisa berupa ajaran atau aturan dari suatu agama. Pembaca dapat memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai agama yang terkandung dalam cerita novel.

2. Nilai Moral

Nilai moral adalah sumber nilai-nlai yang membentuk karakter dan tindakan seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Novel sering kali mengandung nilai-nilai moral yang dapat mempengaruhi pembaca.

Membaca novel yang mengandung nilai-nilai moral dapat memberikan pembaca pemahaman tentang tindakan yang baik dan buruk, serta memotivasi untuk mengembangkan sikap dan perilaku yang baik.

3. Nilai Sosial

Novel sering kali mencerminkan kondisi sosial yang ada dalam masyarakat. Jadi, nilai-nilai sosial dalam novel sangat penting untuk memahami dan menginterpretasi ceritanya.

Melalui novel, pembaca dapat melihat berbagai aspek kehidupan sosial yang dapat mempengaruhi karakter dan cerita dalam novel. Novel juga dapat memberikan wawasan baru tentang kehidupan sosial yang ada di sekitar kita.

4. Nilai Budaya

Nilai-nilai budaya sering kali hadir dalam cerita dan karakter dalam novel. Novel dapat memotret kehidupan budaya masyarakat tertentu dan menggambarkan aspek-aspek kehidupan yang unik dari suatu budaya.

Melalui novel, pembaca dapat memahami dan mengapresiasi nilai-nilai budaya suatu komunitas atau masyarakat. Novel juga dapat membantu mempertahankan dan mempromosikan keberagaman budaya.

Kesimpulan

Unsur ekstrinsik dalam sebuah novel memiliki peran penting dalam membentuk alur cerita, pengembangan karakter, dan pengaruh emosional dan intelektual pada pembaca.

Unsur ekstrinsik dalam novel mencakup latar belakang pengarang, kondisi sosial dan budaya, serta pengaruh lingkungan tempat karya ditulis. Setiap unsur ini memiliki karakteristik dan peran yang berbeda dalam pengembangan karya sastra.

Pemahaman tentang unsur ekstrinsik dalam novel sangat penting baik bagi pembaca maupun pengarang. Pembaca dapat memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang makna dan tujuan cerita, sementara pengarang dapat menggunakan unsur ekstrinsik sebagai sumber inspirasi dan pengaruh dalam menciptakan karya sastra yang bermakna.

Sumber: Dari berbagai macam sumber


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?