Leverage
Apa Itu Leverage?
Leverage adalah strategi penggunaan hutang pinjaman untuk melakukan investasi atau proyek. Tujuannya adalah untuk meningkatkan potensi pengembalian dari proyek tersebut. Namun, leverage juga dapat meningkatkan risiko penurunan jika investasi tidak berhasil.
Konsep leverage digunakan oleh investor dan perusahaan. Investor menggunakan leverage untuk meningkatkan potensi pengembalian investasi mereka secara signifikan, sedangkan perusahaan menggunakan leverage untuk membiayai aset mereka. Dengan menggunakan hutang, perusahaan dapat menginvestasikan modal mereka dalam operasi bisnis untuk meningkatkan nilai pemegang saham.
Jenis-jenis Leverage
1. Financial leverage
Manajer keuangan menggunakan dana untuk memaksimalkan keuntungan bagi pemegang saham ekuitas, seperti saham biasa, saham preferen, obligasi, simpanan publik, dan sumber dana jangka panjang lainnya. Dalam menggunakan beberapa jenis utang, perusahaan harus menjaga keseimbangan antara hutang dan ekuitas untuk mencapai keuntungan maksimal.
2. Operating leverage
Operating leverage mengandalkan biaya operasional tetap untuk memperbesar pengaruh perubahan penjualan terhadap laba operasional bisnis. Dengan memiliki biaya operasional tetap yang lebih rendah, perusahaan dapat memperoleh laba yang lebih besar ketika penjualan meningkat.
3. Combined leverage
Combined leverage mengacu pada kombinasi dari financial leverage dan operating leverage. Jenis leverage ini melibatkan biaya operasional tetap dan biaya keuangan yang juga tetap. Kombinasi dari kedua jenis leverage ini menunjukkan manfaat dan risiko leverage dalam jumlah yang pasti.
Leverage vs Margin
Margin adalah jenis leverage khusus yang melibatkan penggunaan uang tunai atau posisi sekuritas yang ada sebagai jaminan untuk meningkatkan daya beli di pasar keuangan. Dengan menggunakan margin, perusahaan dapat meminjam uang dari broker dengan tingkat bunga tetap untuk membeli sekuritas atau kontrak berjangka dengan harapan mendapatkan pengembalian yang tinggi.
Perusahaan dapat menggunakan margin untuk menciptakan leverage, yaitu memperbesar daya beli dengan jumlah yang dapat dimarginalkan. Sebagai contoh, jika nilai agunan yang diperlukan untuk membeli sekuritas senilai $10.000 adalah $1.000, maka margin yang dimiliki adalah 1:10 (dan leverage sebesar 10x). Dengan demikian, perusahaan dapat menginvestasikan jumlah yang lebih besar daripada modal yang mereka miliki.
Dalam penggunaan leverage dan margin, perusahaan perlu sangat berhati-hati karena mereka juga meningkatkan potensi risiko. Mereka harus mempertimbangkan dengan cermat apakah potensi pengembalian yang diharapkan dapat sebanding dengan risiko yang ditanggung.
Dalam kesimpulan, leverage adalah strategi penggunaan hutang untuk meningkatkan potensi pengembalian di pasar keuangan. Ada beberapa jenis leverage seperti financial leverage, operating leverage, dan combined leverage. Margin adalah jenis leverage khusus yang menggunakan jaminan untuk memperbesar daya beli. Perusahaan harus bijak dalam menggunakan leverage dan margin karena risikonya yang meningkat.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.