Jenis Usaha Peternakan, Ciri & Pengertiannya


Pengertian Usaha Peternakan

Usaha peternakan merupakan salah satu jenis usaha yang banyak dilakukan di Indonesia. Pengertian usaha peternakan adalah segala aktivitas manusia yang berhubungan dengan pemeliharaan hewan ternak untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Hewan ternak yang dipelihara dalam usaha peternakan dapat menghasilkan berbagai produk seperti daging, susu, telur, kulit, dan lain sebagainya.

Undang-undang Pokok Kehewanan mengatur segala hal terkait usaha peternakan di Indonesia. Dalam undang-undang tersebut dijelaskan istilah-istilah yang berkaitan dengan usaha peternakan seperti ternak, peternak, peternakan atau usaha peternakan, peternakan murni, perusahaan peternakan, kelas ternak, dan bangsa ternak atau breed.

Ternak adalah hewan peliharaan yang kehidupannya diatur dan diawasi oleh manusia untuk dipelihara sebagai penghasil bahan dan jasa yang berguna bagi kehidupan manusia. Peternak adalah orang atau badan hukum yang mata pencahariannya didapatkan melalui peternakan. Peternakan atau usaha peternakan adalah kegiatan pembudidayaan dan pemeliharaan ternak dengan menggunakan berbagai fasilitas penunjang. Peternakan murni adalah cara peternakan di mana ternak dibiakkan dengan cara pemacekan antara ternak yang termasuk dalam satu rumpun. Perusahaan peternakan adalah usaha peternakan yang dijalankan oleh tempat tertentu dan diatur serta diawasi oleh para peternak. Kelas ternak adalah sekumpulan ternak yang berasal dari daerah tertentu dan memiliki persamaan dalam bentuk morfologis, sifat fisiologis, dan bentuk anatomis. Bangsa ternak atau breed adalah kelompok ternak yang memiliki persamaan dalam bentuk morfologis, sifat fisiologis, dan bentuk anatomis yang dapat diturunkan pada generasi selanjutnya.

Dengan adanya pengaturan dalam undang-undang tersebut, maka usaha peternakan di Indonesia dapat berjalan dengan teratur dan sesuai dengan prinsip-prinsip yang sudah ditentukan. Usaha peternakan di Indonesia juga memiliki peran penting dalam perekonomian negara serta dapat memberikan manfaat bagi peternak dan masyarakat secara umum.

Ciri-Ciri Usaha Peternakan

Usaha peternakan memiliki ciri-ciri atau karakteristik yang berbeda dari usaha pada sektor ekonomi lainnya. Berikut adalah beberapa ciri-ciri usaha peternakan:

1. Usaha peternakan umumnya memiliki hasil produksi yang sedikit. Hal ini disebabkan oleh faktor biologis dari hewan ternak yang memiliki periode reproduksi dan pertumbuhan yang berbeda-beda.

2. Investasi serta modal yang digunakan untuk usaha peternakan kecil dan tidak terlalu banyak dibandingkan dengan jenis usaha lainnya. Modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha peternakan dapat bervariasi tergantung pada jenis ternak yang akan dipelihara, luas lahan yang digunakan, serta fasilitas penunjang yang diperlukan.

3. Usaha peternakan umumnya memiliki skala ekonomi yang kecil. Hal ini dikarenakan usaha peternakan umumnya dilakukan oleh peternak-peternak kecil yang hanya memiliki jumlah ternak yang terbatas.

4. Usaha peternakan terdiri dari sistem yang intensif. Pemeliharaan hewan ternak dalam usaha peternakan membutuhkan perhatian dan perawatan yang intensif agar hewan tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

5. Usaha peternakan mencakup empat komponen utama, yaitu manusia sebagai subyek yang melakukan aktivitas peternakan, hewan ternak sebagai objek yang dipelihara dan dihasilkan produknya, lahan atau tanah sebagai dasar ekologi yang menjadi tempat pemeliharaan ternak, dan teknologi yang digunakan sebagai alat atau metode untuk mencapai tujuan usaha peternakan.

6. Usaha peternakan memiliki dua sistem, yaitu sistem intensif dan sistem ekstensif. Sistem intensif menggunakan modal dan teknologi tinggi dengan jumlah tenaga kerja yang sedikit. Sedangkan sistem ekstensif menggunakan modal dan teknologi yang rendah dengan jumlah tenaga kerja yang banyak.

See also  Review Buku Nunchi Seni Membaca Pikiran Orang Lain

7. Usaha peternakan menggunakan hewan ternak dengan tipe berdasarkan makanannya, yaitu ternak non-ruminansia dan ternak ruminansia. Ternak non-ruminansia adalah hewan yang makanannya tidak mengalami fermentasi dalam pencernaan. Contohnya adalah ayam, bebek, dan kambing. Sedangkan ternak ruminansia adalah hewan yang makanannya mengalami fermentasi dalam pencernaan. Contohnya adalah sapi dan kerbau.

Selain ciri-ciri tersebut, peternakan di Indonesia juga memiliki ciri-ciri tertentu berdasarkan skala usaha dan metode yang digunakan. Terdapat peternakan tradisional yang memiliki ciri-ciri seperti jumlah ternak yang sedikit, input teknologi rendah, dan profit rendah.
Ada juga peternakan backyard yang memanfaatkan lahan yang terbatas di belakang rumah dengan ciri-ciri jumlah ternak yang sedikit, input teknologi menengah, dan tenaga kerja dari keluarga peternak.
Sedangkan peternakan modern adalah peternakan yang menggunakan teknologi modern dan biasanya berlokasi di peternakan pabrik. Peternakan modern memiliki ciri-ciri seperti jumlah ternak yang banyak, input teknologi tinggi, dan profit tinggi.

Manfaat Hewan Ternak

Hewan ternak yang menjadi objek dari usaha peternakan memiliki beragam manfaat yang dapat diperoleh oleh manusia. Berikut adalah beberapa manfaat hewan ternak:

1. Sebagai sumber gizi. Produk yang dihasilkan oleh hewan ternak seperti daging, susu, dan telur merupakan sumber makanan yang mengandung protein dan vitamin lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

2. Sebagai sumber tenaga. Sebelum adanya teknologi modern, hewan ternak sering dimanfaatkan sebagai sumber tenaga untuk menarik alat-alat berat atau sebagai alat transportasi. Hewan ternak seperti sapi dan kerbau dapat digunakan untuk membajak sawah atau mengangkut beban berat.

3. Sebagai sumber pupuk. Kotoran hewan ternak dapat digunakan sebagai pupuk organik yang dapat menyuburkan tanah dan memperbaiki kesuburan tanaman. Pupuk organik dari kotoran hewan ternak lebih ramah lingkungan dan memiliki kandungan nutrisi yang tinggi.

4. Sebagai sumber penghasilan. Peternak dapat memperoleh penghasilan dari hasil penjualan produk hewan ternak seperti daging, susu, telur, kulit, bulu, dan kotoran. Harga produk hewan ternak yang cukup tinggi dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

5. Sebagai sumber bahan industri. Hasil dari hewan ternak dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri makanan, kulit, bulu, dan kerajinan tangan. Contohnya adalah industri makanan yang menggunakan daging dan telur sebagai bahan utama, serta industri kerajinan yang menggunakan kulit dan bulu hewan ternak.

Dengan manfaat-manfaat tersebut, pengelolaan usaha peternakan yang baik dapat memberikan keuntungan bagi peternak dan juga masyarakat secara keseluruhan.

Jenis Ternak yang Dibudidayakan Manusia

Manusia telah lama membudidayakan hewan ternak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Terdapat berbagai jenis hewan ternak yang dibudidayakan oleh manusia, antara lain:

1. Ternak unggas: Ayam, entok, itik, kalkun, angsa, dan beberapa jenis burung seperti burung puyuh. Ternak unggas umumnya dihasilkan untuk daging dan telurnya yang digunakan sebagai bahan makanan.

2. Ternak potong: Sapi, kerbau, kuda, keledai, unta, babi, domba, dan kambing. Ternak potong dihasilkan untuk dagingnya yang merupakan bahan makanan yang penting bagi manusia.

3. Ternak perah: Sapi perah, kambing perah, kuda perah, dan unta perah. Ternak perah dihasilkan untuk susunya yang digunakan sebagai bahan makanan dan bahan baku industri.

4. Aneka ternak: Kelinci, burung puyuh, lebah, bekicot, cacing, wallet, kodok, dan lain sebagainya. Jenis ternak ini memiliki tujuan usaha yang lebih spesifik seperti untuk daging, telur, madu, dan sebagainya.

See also  Kumpulan Kata-Kata Healing Positif dan Bijak untuk Bangkitkan Semangat

Jenis-jenis ternak tersebut memiliki karakteristiknya masing-masing dan memerlukan perawatan yang berbeda-beda. Peternakan hewan ternak memiliki potensi yang besar dalam memberikan manfaat bagi manusia dalam berbagai bidang.

Jenis Usaha Peternakan

Usaha peternakan dibagi menjadi tiga jenis utama berdasarkan skala usaha dan jenis hewan ternak yang dibudidayakan, yaitu:

1. Jenis Usaha Peternakan Besar

Usaha peternakan besar merupakan usaha peternakan dengan skala yang besar dan berkaitan dengan pemeliharaan hewan dengan ukuran besar. Jenis hewan ternak dalam usaha peternakan besar umumnya termasuk dalam kategori ternak potong atau ternak perah. Contohnya adalah sapi, kerbau, kuda, dan kambing.

Usaha peternakan besar memiliki potensi profit yang tinggi karena jumlah ternak yang banyak, namun juga membutuhkan modal dan teknologi yang lebih tinggi. Usaha peternakan besar umumnya dilakukan secara komersial dan membutuhkan manajemen yang baik untuk mengelola seluruh aspek produksi dan pemasaran.

2. Jenis Usaha Peternakan Kecil

Usaha peternakan kecil adalah usaha peternakan dengan skala yang lebih kecil dibandingkan dengan peternakan besar. Pemeliharaan hewan ternak dalam usaha peternakan kecil umumnya termasuk dalam kategori ternak kecil dan sedang, seperti kelinci, babi, domba, dan sebagainya.

Usaha peternakan kecil biasanya dilakukan oleh peternak-peternak individu atau kelompok kecil. Modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha peternakan kecil relatif lebih rendah, namun juga membutuhkan perawatan dan manajemen yang baik agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi.

3. Jenis Usaha Peternakan Unggas

Usaha peternakan unggas adalah usaha peternakan yang fokus pada pemeliharaan hewan ternak bersayap atau burung. Jenis hewan ternak dalam usaha peternakan unggas umumnya termasuk dalam kategori unggas seperti ayam, itik, entok, angsa, bebek, dan burung puyuh.

Usaha peternakan unggas memiliki berbagai potensi seperti produksi telur, daging, dan bulu. Pemeliharaan hewan ternak dalam usaha peternakan unggas membutuhkan perawatan yang seksama dan manajemen yang baik untuk mencapai hasil yang optimal.

Berdasarkan jenis ternak yang dibudidayakan, usaha peternakan juga dapat dikategorikan menjadi berbagai jenis lainnya seperti beternak ikan, udang, kambing, sapi, dan sebagainya. Setiap jenis usaha peternakan memiliki karakteristik dan prospek yang berbeda-beda tergantung pada faktor-faktor seperti permintaan pasar, perawatan hewan ternak, kebutuhan sumber daya, dan lain sebagainya.

Usaha Peternakan yang Mudah Dikembangkan

Berikut adalah beberapa jenis usaha peternakan di Indonesia yang mudah dikembangkan dan memiliki potensi profit yang tinggi:

1. Beternak Ayam

Beternak ayam merupakan salah satu jenis usaha peternakan yang relatif mudah dikembangkan. Ayam adalah hewan ternak yang populer di Indonesia dan memiliki permintaan yang tinggi. Beternak ayam dapat dilakukan dengan modal yang relatif kecil dan proses perawatannya pun tidak terlalu rumit. Produk hasil ternak ayam seperti daging dan telur memiliki harga jual yang stabil dan menguntungkan.

2. Beternak Ikan Lele

Beternak ikan lele adalah jenis usaha peternakan yang dapat dilakukan di lahan terbatas dan dengan modal yang terjangkau. Ikan lele merupakan jenis ikan air tawar yang memiliki permintaan yang tinggi di pasar. Cara budidaya ikan lele juga relatif mudah dan tidak memerlukan perawatan yang rumit. Keuntungan yang diperoleh dari beternak ikan lele dapat menjadi sumber penghasilan yang stabil.

3. Beternak Kambing

Beternak kambing adalah jenis usaha peternakan yang juga mudah dikembangkan dan memiliki potensi profit yang tinggi. Kambing merupakan hewan ternak yang tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan dan membutuhkan perawatan yang relatif mudah. Produk hasil ternak kambing seperti daging dan kulit memiliki permintaan yang stabil dan dapat dijual dengan harga yang menguntungkan.

See also  2 Cara Membatalkan Pesanan Di Tiktok Shop dan Tips Berbelanja Online

4. Beternak Udang

Beternak udang merupakan jenis usaha peternakan yang memiliki potensi profit yang tinggi. Udang merupakan jenis makanan laut yang populer di Indonesia dan memiliki harga jual yang cukup tinggi. Pengembangan usaha beternak udang membutuhkan perhatian dan pengetahuan yang baik dalam hal pemeliharaan air dan pemberian pakan. Namun, dengan perawatan yang baik, hasil beternak udang dapat mendapatkan keuntungan yang cukup besar.

5. Beternak Belut

Beternak belut adalah jenis usaha peternakan yang cukup mudah dikembangkan. Belut merupakan makanan yang populer di Indonesia dan memiliki harga jual yang cukup tinggi. Beternak belut dapat dilakukan di lahan terbatas dan tidak membutuhkan modal yang besar. Keuntungan yang diperoleh dari beternak belut dapat menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan.

Dengan memilih jenis usaha peternakan yang mudah dikembangkan dan memiliki potensi profit yang tinggi, Anda dapat memulai usaha peternakan dengan modal yang terjangkau dan diharapkan dapat meraih keuntungan yang lebih besar.

Tujuan Usaha Peternakan

Usaha peternakan memiliki tujuan untuk memperoleh keuntungan melalui pengelolaan ternak yang baik dan optimal. Tujuan usaha peternakan meliputi:

1. Mencari keuntungan. Salah satu tujuan utama usaha peternakan adalah untuk memperoleh keuntungan yang dapat meningkatkan perekonomian peternak. Melalui pengelolaan yang baik, usaha peternakan dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan memiliki nilai jual yang tinggi.

2. Membangun perekonomian. Usaha peternakan memiliki peran penting dalam membangun perekonomian di Indonesia. Dengan mengembangkan usaha peternakan, peternak dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar dan meningkatkan pendapatan mereka. Selain itu, usaha peternakan juga dapat menjadi komoditas ekspor yang dapat memperkuat perekonomian negara.

3. Memenuhi kebutuhan masyarakat. Usaha peternakan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk hewan ternak seperti daging, susu, telur, kulit, dan lain sebagainya. Dengan pengelolaan yang baik, usaha peternakan dapat memproduksi produk dengan kualitas yang baik dan dapat dinikmati oleh masyarakat.

4. Meningkatkan kesejahteraan peternak. Melalui usaha peternakan yang berhasil, peternak dapat meningkatkan kesejahteraan mereka dan keluarga. Keuntungan yang didapatkan dari usaha peternakan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta meningkatkan taraf hidup peternak.

Dalam mencapai tujuan usaha peternakan, perlu diterapkan prinsip-prinsip manajemen yang baik dan efisien. Peternak perlu mengelola sumber daya yang dimiliki dengan optimal sesuai dengan prinsip ekonomi perusahaan, ekonomi mikro dan makro, konsep akuntansi, serta manajemen yang baik. Dengan demikian, tujuan usaha peternakan dapat tercapai dengan baik dan memberikan manfaat bagi peternak dan masyarakat secara keseluruhan.

Dengan mengetahui pengertian usaha peternakan, ciri-ciri usaha peternakan, manfaat hewan ternak, jenis ternak yang dibudidayakan manusia, jenis usaha peternakan, jenis usaha peternakan yang mudah dikembangkan, dan tujuan usaha peternakan, Anda diharapkan dapat memahami betapa pentingnya usaha peternakan dalam kesejahteraan masyarakat dan perekonomian negara. Dengan mempelajari dan mengembangkan usaha peternakan dengan baik, diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi peternak dan masyarakat secara keseluruhan.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?

Leave a Reply