Mengenal Gestun (Gesek Tunai): Pengertian hingga Bahaya Penipuan!


Pengertian Gestun (Gesekan Tunai)

Gestun atau gesek tunai adalah sebuah metode yang digunakan oleh pemilik kartu kredit untuk mendapatkan uang tunai tanpa harus pergi ke ATM. Dengan gestun, nasabah hanya perlu datang ke gerai atau toko yang memiliki mesin gesek kartu kredit. Dalam metode ini, nasabah dapat menarik tunai melalui kartu kreditnya.

Namun, perlu diketahui bahwa setiap uang yang ditarik melalui kartu kredit akan menghasilkan bunga di masa depan. Banyak pemilik kartu kredit yang tidak menyadari hal ini. Gestun dapat diartikan sebagai aktivitas menarik tunai atau tarik tunai menggunakan kartu kredit melalui gerai atau toko tertentu yang menyediakan layanan gesek tunai.

Gesek tunai dilakukan dengan menarik dana melalui kartu kredit di gerai atau toko yang memiliki mesin gesek kartu kredit. Metode ini disukai oleh sebagian pemilik kartu kredit karena beberapa alasan, antara lain:

1. Biaya penarikan lebih murah

Biaya penarikan tunai melalui kartu kredit di gerai atau toko biasanya lebih murah daripada di ATM kartu kredit. Saat menarik tunai di ATM kartu kredit, nasabah akan dikenakan biaya sekitar 4%. Namun, jika menarik tunai di gerai atau toko, biayanya hanya sekitar 2-3%. Hal ini menguntungkan jika jumlah uang yang ditarik cukup besar.

2. Tidak ada limit penarikan

Saat menarik tunai melalui ATM kartu kredit, biasanya terdapat limit penarikan yang membatasi jumlah uang yang dapat ditarik dalam satu hari. Namun, dengan gestun, nasabah tidak perlu khawatir tentang limit penarikan karena tidak ada batasan jumlah penarikan tunai.

3. Tagihan dipotong secara langsung

Salah satu keuntungan gestun adalah tagihan akan dipotong langsung. Misalnya, jika nasabah menarik tunai sebesar dua juta rupiah melalui kartu kredit, ia akan menerima sekitar 1,9 juta rupiah setelah dipotong biaya tarik tunai sebesar 2-3%.

See also  Kumpulan Kata-Kata Gaul dan Artinya: Tren Komunikasi Kekinian

Benarkah Gesek Tunai Berbahaya?

Meskipun gestun memiliki beberapa nilai lebih, Bank Indonesia melarang praktik gesek tunai karena terdapat potensi kerugian bagi nasabah, bank, dan negara. Gestun memungkinkan penarikan uang dengan cepat dan mudah, namun juga dapat membawa risiko dan bahaya tertentu. Berikut adalah beberapa fakta mengapa gesek tunai dianggap berbahaya:

1. Potensi kartu kredit macet

Jika seorang nasabah terus melakukan penarikan tunai hingga mencapai limit kartu kredit, ada potensi kartu kredit macet. Hal ini dikarenakan nasabah mungkin tidak mampu membayar tagihan yang semakin besar. Selain itu, terdapat bunga sebesar dua persen yang akan dikenakan saat tagihan belum dibayarkan.

2. Risiko pencucian uang (Money Laundering)

Larangan gestun dilakukan untuk mencegah risiko pencucian uang oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Gestun dengan penggunaan kartu kredit di merchant tertentu juga berisiko tinggi terhadap penyalahgunaan dan pencurian data. Hal ini mengingat maraknya kasus pembobolan kartu kredit dan rekening nasabah yang sering terjadi pada mereka yang menggunakan gestun.

3. Penyalahgunaan dan pemanfaatan kartu kredit

Kartu kredit seharusnya digunakan sebagai sarana pembayaran yang dapat memudahkan transaksi. Namun, gestun membuat kartu kredit digunakan untuk menambah hutang daripada digunakan dengan benar.

4. Peningkatan jumlah tagihan

Semakin sering menggunakan gestun, semakin tinggi jumlah tagihan yang harus dibayarkan. Hal ini disebabkan oleh bunga yang berbeda dibebankan saat penarikan tunai.

5. Pemicu ketagihan

Kemudahan gestun dibandingkan dengan penarikan tunai melalui ATM dapat memicu ketagihan. Seseorang dapat tergoda untuk terus melakukan penarikan tunai melalui kartu kredit, bahkan jika tidak memerlukannya.

6. Masuk daftar hitam OJK

Melakukan gesek tunai di merchant ilegal dapat membuat seseorang masuk daftar hitam Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini membuat pemilik kartu kredit menghadapi kesulitan dalam penerbitan kartu kredit baru atau mengajukan pinjaman di lembaga keuangan terdaftar dan diawasi langsung oleh OJK.

See also  Buku Manajemen Keuangan Best Seller

Ciri-Ciri Praktik Gesek Tunai/Gestun yang Berbahaya

Banyak modus penipuan yang terjadi melalui gestun, baik dalam bentuk penyalahgunaan kartu kredit maupun dalam bentuk penipuan pay later atau kredit online. Berikut adalah ciri-ciri praktik gestun yang berbahaya:

1. Cashback besar dengan harga murah

Pelaku penipuan gesek tunai menawarkan cashback besar atau harga murah yang menggiurkan. Mereka berpura-pura bekerja sama dengan agen perjalanan seperti Traveloka, namun sebenarnya itu adalah modus penipuan. Mereka akan meminta data kartu kredit dan menyalahgunakannya.

2. Kredit besar secara instan

Oknum-oknum tidak bertanggung jawab menawarkan kredit besar tanpa limit secara instan. Mereka akan memanfaatkan kebutuhan mendesak dan kepepet korban untuk terjebak dalam modus penipuan gestun ini.

3. Pembuatan kartu kredit online

Pelaku penipuan menjalankan modus pembuatan kartu kredit secara online yang mudah dan cepat. Mereka memanfaatkan celah untuk memperoleh data pribadi korban. Perlu diingat bahwa proses pembuatan kartu kredit secara resmi membutuhkan waktu dan proses verifikasi yang lebih rumit.

4. Mengandalkan testimoni palsu

Pelaku penipuan mengandalkan testimoni palsu dari pelanggan sebelumnya agar terlihat terpercaya. Namun, testimoni tersebut sebenarnya palsu dan diberikan oleh mereka yang terlibat dalam penipuan.

5. Meminta data penting yang seharusnya dirahasiakan

Pelaku penipuan meminta data pribadi seperti kata sandi, kode OTP, atau konfirmasi pembelian barang. Data yang diberikan akan disalahgunakan untuk melakukan transaksi tanpa sepengetahuan korban.

Tips Agar Tidak Menjadi Korban Gestun

Untuk menghindari penipuan gestun, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan:

1. Menahan diri agar tidak mudah tergiur

Tahan diri agar tidak tergoda dengan tawaran promo yang menjanjikan harga murah atau cashback besar. Jika tawaran tersebut tidak berasal dari lembaga perbankan resmi, sebaiknya ditolak.

See also  Review Novel Elegi Haekal Karya Dhia’an Farah

2. Pahami syarat dan ketentuan

Selalu membaca dan memahami syarat dan ketentuan promo atau tawaran yang diberikan. Jangan langsung percaya tanpa melakukan pengecekan lebih lanjut.

3. Jangan berikan celah

Tolak tawaran gestun di merchant dan hindari memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak terpercaya. Jika ada telepon yang mencurigakan, sebaiknya haluskan telepon dan blokir nomor tersebut. Jangan juga mengklik link yang tidak diketahui sumbernya.

4. Lakukan cross check berulang

Selalu melakukan cross check terhadap penawaran atau promosi yang diterima. Cek situs resmi agen atau lembaga terkait dan konfirmasikan tawaran kepada pihak yang berwenang. Jika tawaran terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar itu adalah penipuan.

Dengan mengetahui pengertian, risiko, dan ciri-ciri penipuan gestun, diharapkan Anda dapat menghindari praktik gesek tunai yang tidak aman. Perlu diingat bahwa gestun ilegal dan dapat membawa masalah bagi nasabah kartu kredit. Jika Anda membutuhkan uang tunai, lebih baik mencari solusi lain yang aman dan tidak melibatkan kartu kredit.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?