Cadangan Wajib Minimum


Apa Itu Cadangan Wajib Minimum?

Cadangan wajib minimum adalah aturan yang digunakan oleh kebanyakan bank sentral di seluruh dunia, di mana bank sentral menentukan jumlah minimal cadangan wajib yang harus dipatuhi oleh bank umum. Cadangan wajib minimum umumnya ditetapkan oleh bank sentral untuk memastikan bahwa jumlah cadangan tidak jatuh di bawah persentase tertentu dari total simpanan yang diwajibkan oleh bank komersial kepada nasabahnya. Cadangan bank umum biasanya terdiri dari uang tunai yang dimiliki oleh bank dan disimpan secara fisik di brankas bank, serta jumlah saldo bank komersial di rekening bank sentral.

Rasio cadangan wajib minimum yang diperlukan kadang-kadang digunakan sebagai instrumen kebijakan moneter yang dapat mempengaruhi tingkat pinjaman dan suku bunga negara dengan mengubah jumlah dana yang tersedia bagi bank untuk memberikan pinjaman. Bank-bank yang memiliki cadangan melebihi jumlah yang ditentukan disebut memiliki cadangan lebih.

Contoh Cadangan Wajib Minimum

Sebagai contoh, Bank XYZ memiliki deposito sebesar Rp1 Triliun dan harus mematuhi cadangan wajib minimum sebesar 10%. Dengan demikian, bank tersebut diizinkan untuk memberikan pinjaman sebesar Rp800 Miliar, yang signifikan meningkatkan kredit bank. Selain berfungsi sebagai penyangga bagi bank yang menghadapi penarikan secara besar-besaran dari nasabah yang menganggapnya hampir bangkrut, cadangan wajib minimum juga berperan sebagai alat kebijakan moneter oleh bank sentral. Dengan meningkatkan cadangan wajib minimum, bank sentral secara efektif mengurangi jumlah uang yang beredar dan meningkatkan biaya pinjaman. Sedangkan menurunkan cadangan wajib minimum akan memompa uang ke dalam perekonomian dengan memberikan lebih banyak cadangan kepada bank, yang mendorong ekspansi kredit bank dan menurunkan suku bunga.

Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

See also  Hak Gadai

Kamus Istilah

Leave a Reply