Audit Horizontal


Apa itu Audit Horizontal?

Audit horizontal adalah kegiatan audit, proses, dan evaluasi yang dilakukan dengan cara yang sama untuk memeriksa berbagai fungsi atau departemen yang berbeda.

Tujuannya adalah untuk menguji dan mengamati apakah ada standar kontrol yang sama untuk departemen yang berbeda. Audit horizontal juga sering disebut sebagai “audit peer”.

Bagi seorang auditor, penting untuk memahami audit horizontal agar proses audit dapat menunjukkan aliran informasi, angka, atau dokumen penting yang melintasi dari satu area ke area lain.

Metode-metode Audit

Risk-Based Audit

Metode ini merupakan pengembangan dari metode System-Based Audit, yang berfokus pada identifikasi risiko terbesar dalam perusahaan dengan menganalisis proses pada semua level untuk memperoleh risiko yang paling signifikan pada sistem tersebut. Auditor akan melanjutkan analisis ke level yang lebih tinggi hingga mencapai level tertinggi demi memperoleh risiko terbesar.

Metode ini berfokus pada objektivitas, bukan pada kontrol risiko yang sudah ada. Rekomendasi yang disetujui melibatkan pihak manajemen perusahaan hingga level manajemen tertinggi.

Audit Around the Computer

Metode ini merupakan metode audit dalam bidang IT di mana auditor memperlakukan komputer sebagai “black box”, yang artinya proses aplikasi tidak diuji secara langsung. Metode ini hanya fokus pada input dan output pada sistem aplikasi. Jadi, jika input dan output benar, maka seluruh proses dianggap benar.

Metode Audit Around the Computer cocok digunakan dalam situasi berikut:

  • Dokumen yang tersedia masih dalam bentuk kertas dan dapat dilihat secara visual
  • Dokumen-dokumen disimpan dalam file dan mudah ditemukan
  • Sistem komputer yang digunakan masih sederhana
  • Sistem komputer menggunakan perangkat lunak umum, terkenal, dan banyak digunakan
See also  Pengertian, Jenis, Fungsi, Contoh Dari Manifes

Assurance-Based Audit (ABA)

Metode ini adalah metode audit yang paling umum digunakan. Dalam pelaksanaannya, metode ini menggunakan pendekatan risiko dalam penyelenggaraan jaminan berdasarkan hasil koordinasi dengan fungsi keuangan, HSSE, Inspeksi Peralatan, dan Fungsi Reliabilitas di perusahaan.

Dengan demikian, duplikasi pelaksanaan jaminan dapat diminimalisasi sebanyak mungkin, dan tidak ada kegiatan berisiko yang terlewat tanpa dilakukan penilaian. Laporan hasil audit selanjutnya akan disampaikan kepada Direktur yang sesuai dengan rencana penilaian yang telah disusun.

Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Kamus Istilah

Leave a Reply