Amortisasi
Perbedaan Amortisasi dengan Depresi dan Deplesi
Meskipun memiliki arti yang sama dalam hal penyusutan aset, amortisasi memiliki perbedaan dengan depresi dan deplesi. Depresi adalah biaya penyusutan aset tetap terhadap manfaatnya, seperti kendaraan, sedangkan deplesi terjadi pada bidang pertambangan. Amortisasi adalah prosedur di mana terjadi penyusutan nilai aset tak berwujud setiap periode akuntansi. Perusahaan melakukan penghapusan aset tak berwujud melalui amortisasi, contohnya Goodwill. Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan memiliki pinjaman sebesar Rp10.000.000 dan membayar angsuran Rp500.000 setiap tahun selama 20 tahun, maka perusahaan tersebut sedang melakukan amortisasi hingga pinjaman tersebut terlunasi.
Kapan Dimulainya Amortisasi
Amortisasi atas harta tak berwujud dimulai pada bulan pengeluaran, kecuali untuk bidang usaha tertentu yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK 249/PMK.03/2019. Bidang usaha yang termasuk dalam pengecualian tersebut adalah:
1. Bidang usaha kehutanan, seperti bidang usaha hutan, kawasan hutan, dan hasil hutan yang tanamannya dapat berproduksi berkali-kali dan baru menghasilkan setelah ditanam lebih dari 1 tahun.
2. Bidang usaha perkebunan tanaman keras, yaitu bidang usaha perkebunan yang tanamannya dapat berproduksi berkali-kali dan baru menghasilkan setelah ditanam lebih dari 1 tahun.
3. Bidang usaha peternakan, yaitu bidang usaha peternakan di mana ternak dapat berproduksi berkali-kali dan baru dapat dijual setelah dipelihara sekurang-kurangnya 1 tahun.
Amortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh harta tak berwujud dan pengeluaran lainnya untuk bidang usaha tertentu dimulai pada bulan produksi komersial (bulan di mana penjualan mulai dilakukan).
Metode Amortisasi Secara Fiskal
Penghitungan amortisasi secara fiskal diatur dalam Pasal 11A ayat 4 UU Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan. Metode amortisasi yang diperbolehkan secara fiskal adalah:
1. Metode garis lurus (straight-line method), di mana tarif amortisasi yang diterapkan sama untuk setiap periode berdasarkan masa manfaat yang telah ditetapkan.
2. Metode saldo menurun (declining-balance method), di mana tarif amortisasi yang diterapkan semakin berkurang seiring dengan berkurangnya nilai sisa buku.
Penggunaan metode amortisasi harus dilakukan secara konsisten dan taat azas. Pengeluaran yang dilakukan sebelum perusahaan beroperasi komersial dan memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun dapat dikapitalisasi dan diamortisasi sesuai metode yang telah ditetapkan.
Fungsi dan Manfaat Amortisasi
Amortisasi memiliki fungsi sebagai acuan atau cerminan dari nilai kembali yang dihasilkan oleh aset tak berwujud. Misalnya, saat melakukan pinjaman dengan cicilan tertentu, nilai amortisasi dapat mengindikasikan jumlah cicilan yang harus dibayarkan. Perhitungan nilai amortisasi juga bermanfaat dalam menyusun laporan keuangan perusahaan yang mencerminkan kondisi sebenarnya. Selain itu, amortisasi juga memiliki manfaat dalam bidang pinjaman. Dengan memahami tabel amortisasi, seseorang dapat lebih mudah mengevaluasi opsi pinjaman dan mengukur biaya sebenarnya dari apa yang dibeli atau dipinjam.
Contoh Amortisasi
Berikut beberapa contoh pembayaran amortisasi:
– Tagihan bulanan pembayaran kredit kendaraan
– Pinjaman KPR
– Pinjaman KPA
– Pinjaman Kartu Kredit
– dll
Cara Menghitung Amortisasi
Amortisasi mengharuskan perusahaan melakukan pembayaran utang yang mencakup pembayaran pokok pinjaman dan bunganya. Pembayaran pokok merupakan saldo utang yang harus dilunasi oleh perusahaan. Semakin besar jumlah pokok yang dibayar, semakin berkurang pula pembayaran bunga. Seiring waktu, porsi bunga yang harus dibayarkan akan semakin berkurang, sementara pembayaran pokoknya akan meningkat. Berikut adalah cara menghitung amortisasi:
Cara Hitung Amortisasi Pinjaman Bulan Pertama:
Untuk menghitung amortisasi pada bulan pertama, ada 6 tahapan yang harus dilakukan secara berurutan agar tidak terjadi kesalahan perhitungan.
Cara Hitung Amortisasi Pinjaman Secara Keseluruhan:
Amortisasi pada bulan kedua dan seterusnya dapat dihitung menggunakan lembar kerja spreadsheet atau tabel amortisasi yang telah dibuat sebelumnya. Lembar kerja tersebut memperlihatkan peningkatan nilai angsuran pokok setiap bulan, sedangkan nilai angsuran bunga semakin berkurang. Lembar kerja juga menyajikan saldo pinjaman yang terus berkurang setiap pembayaran angsuran.
Dengan memahami dan menerapkan metode amortisasi dengan benar, perusahaan dapat mengelola aset tak berwujud dengan lebih efektif dan akurat. Amortisasi juga memberikan gambaran yang jelas tentang pembayaran utang dan membantu dalam pengambilan keputusan finansial.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.