7 Rekomendasi Buku Seru yang Bisa Ajak Kamu Time Travel
1. Funiculi Funicula – Toshikazu Kawaguchi
Kisah penjelajah waktu pertama yang ingin saya bahas adalah dalam buku “Funiculi Funicula” karya Toshikazu Kawaguchi. Buku ini mengisahkan tentang sebuah kafe misterius yang berada di sebuah gang kecil di Tokyo. Kafe ini memiliki kemampuan untuk membawa para pengunjungnya ke masa lalu.
Cerita dimulai ketika seorang wanita, seorang perawat, dan seorang kakak mengunjungi kafe ini. Mereka semua memiliki alasan yang berbeda untuk ingin mengubah masa lalunya dan menyingkirkan rasa penyesalan. Namun, untuk dapat melakukan perjalanan waktu, mereka harus mengikuti sejumlah aturan yang ditentukan oleh kafe tersebut.
Salah satu aturan yang harus mereka ikuti adalah duduk di kursi yang telah ditentukan. Aturan ini memastikan bahwa mereka berada di tempat yang tepat untuk melakukan perjalanan waktu. Selain itu, mereka juga diberikan batasan waktu untuk menghabiskan secangkir kopi yang disajikan sebelum kopi tersebut menjadi dingin. Jika aturan-aturan ini tidak dipatuhi, mereka berisiko tidak dapat kembali ke masa sekarang.
Melalui perjalanan waktu mereka, para penjelajah waktu ini berusaha untuk mengubah kehidupan mereka di masa lalu. Mereka berharap dapat menghapuskan rasa penyesalan dan menemui orang-orang tersayang yang telah mereka tinggalkan. Namun, apakah mereka berhasil mengubah nasib mereka atau malah menemui kesulitan baru? Itulah yang akan kita temukan melalui buku ini.
Buku “Funiculi Funicula” memiliki banyak pesan moral yang dapat diambil. Salah satunya adalah pesan tentang menerima dan menghargai masa lalu. Kita tidak dapat mengubah apa yang telah terjadi, namun kita dapat belajar darinya dan melangkah maju dengan keputusan yang lebih baik di masa depan. Buku ini juga mengajarkan tentang pentingnya mengikuti aturan dan memikirkan konsekuensi dari setiap tindakan yang kita ambil.
2. Ten Years Challenge – Mutiarini
Kisah penjelajah waktu selanjutnya yang ingin saya bahas adalah dalam buku “Ten Years Challenge” karya Mutiarini. Buku ini mengisahkan tentang seorang pria bernama Agastya Renandi yang merasa hidupnya hancur pada usia 27 tahun.
Agastya telah kehilangan pacarnya, Diga, yang memutuskannya secara sepihak. Hal ini membuat Agastya merasa kesepian dan nyaris tidak memiliki uang. Hingga suatu hari, Agastya mendapatkan kesempatan untuk menghadiri acara reuni SMA yang diharapkannya dapat membawa kebahagiaan dan menghibur hari-hari kelamnya.
Namun, hidup memiliki rencana lain untuk Agastya. Acara reuni yang seharusnya menjadi kesempatan bagi Agastya untuk bertemu kembali dengan teman-teman lama malah berakhir buruk. Diga datang dengan pacar barunya dan di hadapan semua orang, mereka bertengkar hebat.
Tertimpa kekecewaan dan merasa bahwa kehidupan tidak adil baginya, Agastya memutuskan untuk mengubah masa lalunya. Namun, saat dalam perjalanan pulang dari acara itu, Agastya mengalami kecelakaan yang mengubah hidupnya secara ajaib.
Ketika Agastya membuka matanya, dia mendapati dirinya kembali ke masa SMA untuk memperbaiki segala kesalahannya. Namun, perjalanan waktu ini tidaklah mudah. Agastya harus berurusan dengan konsekuensi yang tak terduga dan menghadapi tantangan baru yang mungkin lebih sulit dari sebelumnya.
Melalui cerita ini, kita diajak untuk berfikir tentang pentingnya menerima keadaan dan menghadapi konsekuensi dari setiap tindakan yang kita ambil. Buku ini juga mengajarkan bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana, namun kita harus tetap berusaha untuk menjalani kehidupan kita dengan tulus dan berani menghadapi segala tantangan yang datang.
3. Destination: Jakarta 2040 – Mashuri
Buku “Destination: Jakarta 2040” karya Mashuri adalah kisah penjelajah waktu yang terjadi di masa depan. Dalam buku ini, kita akan mengikuti perjalanan seorang pria bernama Ilyas yang sedang mempelajari manipulasi waktu.
Ilyas telah dipilih oleh alam semesta untuk merasakan perjalanan waktu yang luar biasa. Dia diperintahkan untuk merusak kisah asmara antara dirinya dan seorang gadis bernama Alisa di tahun 2015. Namun, takdir membawa mereka bertemu kembali secara tiba-tiba pada tahun 2040.
Pertemuan kembali ini membuat perasaan Ilyas dan Alisa terbangun kembali. Tapi bagi Alisa, bertemu kembali dengan kekasih yang sudah hilang selama 25 tahun adalah seperti mimpi. Dia pun ingin mencari tahu kebenaran di balik distorsi waktu ini dan apakah mereka seharusnya melanjutkan perjalanan mereka bersama atau melepaskannya.
Buku ini mempertanyakan konsep waktu dan bagaimana alam semesta bekerja. Meskipun ilmu fisika telah menjadi landasan utama untuk menjelaskan perjalanan waktu, namun masih banyak yang belum bisa dijelaskan sepenuhnya. Melalui cerita ini, kita diajak untuk berfikir lebih dalam tentang waktu dan bagaimana segalanya terhubung satu sama lain.
4. English Classics: The Time Machine – H.G. Wells
“H.G. Wells” adalah salah satu novel fiksi ilmiah paling terkenal sepanjang sejarah. Novel ini menggambarkan kehidupan manusia di masa depan dan mengisahkan tentang seorang penjelajah waktu yang berhasil menciptakan mesin waktu.
Dalam cerita ini, penjelajah waktu tersebut terdampar di tahun 802.701 setelah berhasil menembus waktu hingga akhir abad ke-19. Di masa depan yang jauh ini, ia menemukan kehidupan yang jauh dari yang ia bayangkan.
Di masa depan ini, ada dua ras bangsa manusia yang hidup berdampingan. Ras pertama adalah Eloi, kelas masyarakat kaya dan tidak berguna yang bergantung pada Morlock untuk pelayanan seperti makanan dan pakaian. Ras kedua adalah Morlock, kelas masyarakat yang miskin dan dipaksa bekerja keras oleh Eloi.
Kehidupan yang terpecah antara Eloi dan Morlock ini menimbulkan ketegangan dan konflik. Namun, penjelajah waktu ini menemukan fakta yang mengejutkan tentang hubungan antara kedua ras ini. Mereka menyadari bahwa kehidupan di masa depan ini tidaklah seindah yang mereka bayangkan dan ada rahasia besar yang tersembunyi.
Melalui cerita ini, kita diajak untuk merenung tentang perbedaan kelas sosial dan bagaimana kehidupan di masa depan bisa berubah. Buku ini juga mengajarkan tentang pentingnya menghargai setiap individu dan tidak memandang seseorang berdasarkan status sosialnya.
5. Miss Peregrine’s Peculiar Children#3: Perpustakaan Jiwa-Jiwa – Ransom Rigss
Buku “Miss Peregrine’s Peculiar Children #3: Perpustakaan Jiwa-Jiwa” karya Ransom Rigss adalah bagian dari seri yang mengisahkan tentang sekelompok anak dengan kemampuan luar biasa. Dalam buku ini, kita akan mengikuti petualangan Jacob Portman, seorang anak laki-laki berusia 16 tahun yang baru menemukan kemampuan dahsyat yang dimilikinya.
Jacob ternyata dapat menjelajahi masa-masa bersejarah untuk menyelamatkan rekan-rekan peculiar-nya. Bersama dengan Emma Bloom, yang dapat mengeluarkan api dari ujung jari-jarinya, dan Addison MacHenry, seekor anjing dengan indra penciuman yang tajam, mereka berkelana dari London modern ke Devil’s Acre, sebuah perkampungan kumuh di Inggris pada zaman Victoria.
Di Devil’s Acre, nasib anak-anak peculiar di seluruh dunia akan ditentukan. Mereka akan bertemu dengan monster dan menghadapi pertarungan epik yang menegangkan. Buku ini juga menyertakan foto-foto masa lalu yang belum pernah diterbitkan sebelumnya, menciptakan pengalaman membaca yang unik dan menarik.
Melalui cerita ini, kita diajak untuk mempertimbangkan kekuatan dan potensi yang dimiliki oleh setiap individu. Buku ini juga mengajarkan pentingnya persahabatan dan kerja sama dalam menghadapi tantangan hidup.
6. The Diary of Time – Stanley Meulen
Novel “The Diary of Time” karya Stanley Meulen mengisahkan seorang pria bernama Danakitri yang mendapatkan sebuah buku harian dari kakaknya, Kayana, sebagai hadiah tahun baru pada tanggal 1 Januari 1965. Melalui buku harian ini, Danakitri mencurahkan berbagai kisah cerita keluarganya dan peristiwa-peristiwa penting yang dialaminya.
Buku harian ini menjadi sangat berarti baginya karena ia berfungsi sebagai pengingat dan penuntun bagi kakaknya, Basupati, yang mengalami koma panjang sejak tahun 1968. Danakitri berharap bahwa melalui buku harian ini, Basupati dapat menyusuri kembali hari-harinya yang hilang.
Dalam buku harian ini, Danakitri mencatat berbagai peristiwa penting yang terjadi dalam hidupnya. Ia menceritakan tentang pesta yang didatangi polisi ketika memutar lagu The Beatles, jalanan Monas yang masih sedang dibangun, dan suara tembakan yang terdengar di sekitar rumahnya pada tanggal 1 Oktober 1965.
Buku ini menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa itu dan berbagai peristiwa penting yang terjadi di Indonesia. Melalui cerita ini, kita dapat melihat dan merasakan bagaimana kehidupan pada masa itu dan bagaimana peristiwa-peristiwa tertentu berdampak pada kehidupan dan emosi karakter utama.
7. Keajaiban Toko Kelontong Namiya – Keigo Higashino
Buku “Keajaiban Toko Kelontong Namiya” karya Keigo Higashino mengisahkan petualangan tak terduga tiga sahabat, Shota, Atsuya, dan Kohei, yang sedang dalam pelarian dari polisi. Ketiganya tiba-tiba mendapati diri mereka berada di depan sebuah toko kelontong yang tampaknya tak berpenghuni.
Awalnya, mereka hanya ingin menggunakan toko tersebut sebagai tempat bersembunyi dan mendapatkan istirahat sejenak. Namun, mereka malah menemukan sesuatu yang luar biasa. Surat-surat misterius mulai datang melalui pintu toko ini, berisi curahan hati dan masalah yang dihadapi oleh pengirimnya.
Melihat surat-surat ini, mereka memutuskan untuk membalas setiap surat yang masuk. Anehnya, pengirim surat-surat tersebut berasal dari masa lalu, yang membuat mereka menyadari bahwa pada malam itu ada aliran waktu yang aneh. Surat-surat ini membawa mereka dalam petualangan melintasi waktu dan mengungkap rahasia-rahasia yang tersembunyi.
Melalui cerita ini, kita dapat melihat bagaimana perspektif masa lalu dapat memberikan wawasan dan pemahaman yang berbeda tentang kehidupan. Buku ini juga mengajarkan pentingnya berempati dan memahami perasaan orang lain, serta bagaimana tindakan kecil dapat memiliki konsekuensi besar dalam hidup seseorang.
Dalam setiap cerita penjelajah waktu ini, ada banyak pesan dan pelajaran yang dapat diambil. Mereka mengajarkan kita tentang pentingnya menerima masa lalu, memikirkan konsekuensi dari tindakan kita, dan menghargai setiap individu. Meskipun penjelajahan waktu masih menjadi misteri yang belum terpecahkan, namun buku-buku ini memberikan kita gambaran yang menarik tentang bagaimana dunia bisa berubah jika kita memiliki kemampuan untuk memengaruhi waktu.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.