Memahami Beda Simpati dan Empati: Perasaan Serupa tapi Tak Sama



Beda Simpati dan Empati

Pengertian Simpati dan Empati Menurut Para Ahli

1. Eisenberg (2000)
Eisenberg berpendapat bahwa simpati adalah serangkaian proses interaksi sosial yang timbul dari adanya kejadian tertentu sehingga memunculkan respons terhadap perasaan yang dirasakan oleh individu lain yang sedang menderita serta memerlukan bantuan.

2. Valiente (2004)
Valiente berpendapat bahwa simpati adalah tindakan seseorang yang bernilai positif lantaran disertai dengan penalaran moral terhadap perilaku yang ia rasakan untuk ikut merasakan apa yang orang lain rasakan.

3. Batson (2000)
Batson berpendapat bahwa simpati merupakan perasaan yang melibatkan keadaan orang lain yang berawal dari empati sehingga dalam hal ini mengerucut pada pelibatan proses sosial bersifat kognitif.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), simpati adalah rasa kasih, rasa setuju (kepada), rasa suka, keikutsertaan merasakan perasaan (senang, susah, dan sebagainya) orang lain. Jadi, simpati melibatkan pemikiran dan perasaan individu terhadap kondisi yang sedang dialami oleh orang lain.

Pengertian Empati

1. Patton (2002)
Menurut Patton, empati adalah menjalin sebuah relasi yang akrab, hingga bisa memahami perasaan orang lain membutuhkan waktu dan proses. Meskipun tidak mudah, seseorang harus melakukannya demi memiliki rasa kasih dan memperhatikan orang yang dituju, “Memposisikan diri pada posisi orang lain.”

2. Al Barry dan Partanto
Menurut kedua ahli ini, empati adalah sikap keaktifan otot-otot atau perasaan yang dialami manusia ketika menghadapi benda-benda atau manusia, kemudian bersatu dengan mereka pada waktu tertentu dan mengadakan respon saat menyertai mereka.

3. M. Umar dan Ahmadi Ali
Kedua ahli ini mendefinisikan bahwa empati adalah kecenderungan yang dirasakan seseorang untuk merasakan sesuatu yang dilakukan orang lain, andaikan dirinya ada di posisi tersebut.

See also  5 Tips Rahasia Magnet Rezeki untuk Dipraktikkan Sehari-hari

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), empati adalah keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.

Setelah mengetahui pengertian simpati dan empati menurut para ahli, kita ahli membahas lebih rinci mengenai perbedaan antara simpati dan empati.

Ciri Simpati dan Empati

Ciri Simpati

1. Bersifat seperasaan
Simpati adalah suatu sikap peduli dan perasaan iba terhadap orang lain. Sikap ini disebut dengan sikap seperasaan. Simpati hanya sebatas mampu merasakan secara bersama tentang apa yang dirasakan oleh orang lain.

2. Tidak mendalam
Perasaan yang muncul dari simpati biasanya tidak mendalam, karena hanya sebatas bersifat merasa iba. Seseorang mungkin mengetahui kesedihan yang dialami oleh orang lain dan ikut bersedih dengan apa yang sedang dialami oleh orang lain, tapi mereka tidak terlalu terlibat dalam kesedihan itu.

3. Sebuah bentuk respons dukungan
Karena sifatnya yang tidak begitu mendalam, sikap simpati bukan merupakan sesuatu yang salah. Sikap simpati tersebut boleh dikatakan sebagai sebuah bentuk respon dukungan kepada orang lain. Meskipun hanya bersifat dukungan, namun bagi beberapa orang menganggap, bentuk dukungan ini sudah lebih dari cukup.

4. Muncul atas dasar faktor persamaan
Rasa simpati bisa muncul, karena seseorang pernah mengalami peristiwa yang sama, jadi pengalaman itu memunculkan rasa iba atau rasa prihatin terhadap apa yang dialami oleh orang lain.

Ciri Empati

1. Mampu memahami orang lain
Seseorang secara alamiah dapat merasakan hal yang sama, ketika melihat orang lain sedang mengalami perasaan tertentu. Empati dapat melihat serta memahami sesuatu yang sedang dipikirkan dan dirasakan oleh orang lain.

See also  Review Novel Midnight Sun Karya Stephenie Meyer

2. Mampu membaca isyarat tertentu
Empati mampu melihat isyarat atau tanda-tanda yang sedang dialami atau dirasakan oleh seseorang. Kadar emosional seseorang dapat terbaca melalui ekspresi, gelagat, serta bahasa tubuh.

3. Melakukan sebuah tindakan
Empati memberikan aksi dan tindakan nyata terhadap perasaan yang dirasakan. Saat mendengarkan keluh kesah orang lain, seseorang yang memiliki empati akan meminta maaf dan menyampaikan bahwa ia tidak tahan mendengarkan cerita sedih orang lain.

4. Mampu memahami diri sendiri
Empati dapat membantu mengelola emosi yang hadir. Pengelolaan emosi yang baik akan mencegah konflik dengan orang lain.

5. Memiliki batasan tertentu
Empati dapat melihat peristiwa sosial yang terjadi di sekitarnya. Memiliki kepekaan perasaan yang sama dengan yang dirasakan oleh orang lain adalah penting. Namun, batasan-batasan juga harus tetap dijaga agar tidak mencampuri urusan orang lain terlalu dalam.

Setelah mengetahui ciri-ciri simpati dan empati, sekarang kita akan melihat perbedaan antara simpati dan empati.

Perbedaan Simpati dan Empati

1. Simpati tidak mendalam, empati lebih mendalam
Simpati hanya bersifat memberi respons berupa perasaan iba tanpa terlalu mendalam. Sedangkan empati bersifat lebih mendalam, karena mampu merasakan situasi dan kondisi yang sedang dialami oleh orang lain tersebut.

2. Simpati adalah respons dukungan, empati pemahaman terhadap orang lain
Simpati merupakan bentuk respon dukungan yang ditujukan kepada orang lain tanpa mencari penyelesaian masalah. Sedangkan empati merespon dengan sebuah tindakan untuk lebih memahami orang lain.

3. Simpati berdasarkan pada suatu persamaan, empati berdasar suatu perbedaan
Simpati muncul atas dasar suatu persamaan, sedangkan empati bisa muncul tanpa seseorang pernah mengalami peristiwa yang sama seperti yang sedang dialami oleh orang lain.

See also  Mengenal Teori Konflik Realistis, Ini Informasi Lengkapnya

4. Simpati bersifat spontan, empati melibatkan beberapa faktor
Simpati adalah respons yang bersifat spontan tanpa melibatkan faktor-faktor lainnya. Sedangkan empati melibatkan beberapa faktor seperti kognisi dan afeksi, faktor ini akan mempengaruhi seseorang untuk mencari pemecahan atas permasalahan yang sedang dialami oleh orang lain.

Simpati dan empati merupakan sikap yang penting dalam membangun hubungan sosial yang baik dengan orang lain. Simpati bisa memberikan dukungan yang diperlukan oleh orang lain, sedangkan empati bisa memberikan pemahaman yang lebih dalam terhadap perasaan orang lain.

Menumbuhkan sikap simpati dan empati tidaklah mudah. Keduanya membutuhkan waktu dan proses yang panjang hingga menjadi pembiasaan baik. Namun, sikap simpati dan empati akan melatih perilaku tolong-menolong antar sesama manusia dan menjadi bentuk pengungkapan kepedulian serta keprihatinan.

Setelah mengetahui banyak hal mengenai simpati dan empati, kita akan menjadi pribadi yang selalu bersyukur atas kondisi yang kita terima saat ini. Kita juga akan lebih bisa memahami dan memberikan dukungan kepada orang lain yang sedang mengalami kesulitan. Buku-buku yang telah direkomendasikan di atas juga dapat menjadi referensi tambahan dalam mempelajari dan mengembangkan sikap simpati dan empati.

Akhir kata, tetaplah menjadi teman dan lebih. Teruslah membaca untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kita dalam memahami dan merasakan perasaan orang lain.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?

Leave a Reply