Wesel Tagih
Apa itu Wesel Tagih?
Secara singkat, wesel tagih bisa diartikan sebagai pernyataan jumlah utang pelanggan atau pembeli dalam bentuk tertulis yang formal. Utang ini diharapkan dapat ditagih dalam kurun waktu yang ditentukan. Dalam pembukuan, wesel tagih dapat digolongkan sebagai aset lancar.
Wesel tagih mempunyai kepentingan bagi perusahaan. Karena dapat digunakan untuk melunasi piutang pembeli. Dengan menandatangani wesel, debitor mengakui utangnya dan harus bersedia untuk membayar atau melunasi sesuai dengan tenggat waktu yang ditentukan, wesel tagih pun menjadi klaim hukum yang kuat, hingga perusahaan dapat menagih piutang tersebut.
Fungsi Wesel Tagih
Wesel tagih memiliki beberapa fungsi penting bagi perusahaan, antara lain:
1. Melunasi Piutang: Wesel tagih dapat digunakan sebagai alat untuk melunasi piutang dari para pembeli. Dengan menandatangani wesel, pembeli atau debitor secara resmi mengakui utangnya dan berkomitmen untuk membayarnya sesuai dengan tenggat waktu yang ditentukan.
2. Klaim Hukum: Wesel tagih memiliki kekuatan hukum yang kuat. Dalam kasus pembayaran yang gagal atau lambat, perusahaan dapat menggunakan wesel tagih sebagai bukti klaim hukum yang sah untuk menagih piutang tersebut.
3. Pengendalian Piutang: Dengan menggunakan wesel tagih, perusahaan dapat lebih mudah mengendalikan dan memantau piutang yang dimiliki. Wesel tagih dapat digunakan sebagai alat untuk mengingatkan para debitor tentang tenggat waktu pembayaran dan memastikan bahwa pembayaran dilakukan tepat waktu.
4. Peningkatan Likuiditas: Wesel tagih juga dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan likuiditas perusahaan. Perusahaan dapat menjual wesel tagih kepada pihak lain yang bersedia memberikan dana tunai dengan diskon. Hal ini dapat membantu perusahaan mendapatkan dana lebih cepat untuk kebutuhan operasionalnya.
Ciri-ciri Wesel Tagih
Meskipun sebetulnya mirip dengan wesel bayar, tapi ada beberapa hal yang bisa dijadikan pembeda misalnya saja:
- Dibuat dari sudut pandang pemberi pinjaman: Wesel tagih dibuat oleh pemberi pinjaman, yaitu perusahaan atau individu yang memberikan kredit kepada pelanggan atau pembeli.
- Bertambah di sisi debit: Wesel tagih dicatat sebagai aset dan terjadi penambahan pada sisi debit dalam laporan keuangan perusahaan.
- Termasuk aktiva: Wesel tagih merupakan bagian dari aktiva lancar perusahaan karena diharapkan dapat ditagih dalam waktu yang ditentukan.
Ciri-ciri tersebut membedakan wesel tagih dengan wesel bayar yang dibuat oleh penerima pinjaman (pihak yang berutang). Wesel bayar sendiri dicatat sebagai liabilitas dan terjadi penambahan pada sisi kredit dalam laporan keuangan.
Dalam prakteknya, wesel tagih sering digunakan sebagai alat pembayaran atau jaminan pembayaran dalam transaksi bisnis. Dengan menggunakan wesel tagih, pihak penerima dapat memiliki kepastian bahwa pembayaran akan dilakukan dalam waktu yang ditentukan dan dapat menggunakan wesel tagih tersebut sebagai instrumen untuk mengeksekusi hak-haknya secara hukum.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.