Kenali Tips Agar Baterai Laptop Awet, Tahan Lama & Tak Mudah Rusak


Tips Agar Baterai Laptop Awet

1. Mengaktifkan Mode Battery Saver

Baterai laptop merupakan salah satu komponen yang penting dalam sebuah laptop. Namun, baterai laptop memiliki keterbatasan daya tahan yang perlu dijaga agar tidak cepat rusak atau habis. Salah satu cara untuk menjaga daya tahan baterai laptop adalah dengan mengaktifkan mode Battery Saver.

Mode Battery Saver adalah fitur yang ada pada laptop Windows yang secara otomatis mengatur penggunaan daya pada laptop untuk menghemat baterai. Fitur ini akan aktif ketika baterai laptop tersisa 20%, namun Anda dapat menaikkan presentase ini sesuai kebutuhan. Dengan mengaktifkan mode Battery Saver, daya baterai laptop akan menjadi lebih hemat dan awet.

Untuk mengaktifkan mode Battery Saver, Anda dapat membuka menu Settings pada laptop, kemudian pilih System, Battery, dan Battery Saver Settings. Di dalam pengaturan ini, Anda dapat menyesuaikan persentase penggunaan daya baterai sesuai keinginan.

2. Mengubah Power Plan

Selain mengaktifkan mode Battery Saver, Anda juga dapat mengubah Power Plan pada laptop untuk menghemat baterai. Power Plan merupakan pengaturan yang mengatur penggunaan daya pada laptop, dan dapat diubah sesuai kebutuhan.

Salah satu Power Plan yang dapat digunakan adalah Power Saver. Dengan mengubah Power Plan menjadi Power Saver, laptop akan menggunakan daya yang lebih sedikit, sehingga baterai dapat bertahan lebih lama. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan laptop dalam mode Power Saver dapat membuat performa laptop menjadi lebih lambat.

Untuk mengubah Power Plan, Anda dapat mengklik kanan ikon baterai pada system tray, kemudian pilih Power Options. Di dalam pengaturan Power Options, Anda dapat memilih Power Saver sebagai Power Plan yang digunakan.

3. Mengatur Power dan Sleep

Selain mengubah Power Plan, Anda juga perlu mengatur pengaturan Power dan Sleep pada laptop. Pengaturan ini berfungsi untuk mengatur durasi atau berapa lama layar laptop akan mati secara otomatis ketika laptop tidak digunakan.

Pengaturan ini penting untuk menghemat daya baterai laptop dan mencegah pemborosan daya baterai hanya untuk menyalakan layar ketika laptop tidak sedang digunakan. Anda dapat mengatur pengaturan Power dan Sleep pada menu Settings, System, dan Power and Sleep.

Anda dapat mengatur layar agar mati secara otomatis apabila dalam 1 atau 2 menit laptop tidak digunakan. Pengaturan ini dapat membuat baterai laptop lebih awet karena layar tidak akan selalu menyala ketika tidak digunakan.

4. Menurunkan Brightness atau Mengaktifkan Brightness Adaptive

Brightness atau kecerahan layar laptop juga dapat mempengaruhi daya tahan baterai. Semakin tinggi tingkat kecerahan layar, semakin banyak daya baterai yang digunakan. Oleh karena itu, Anda perlu menurunkan tingkat kecerahan layar laptop untuk menghemat baterai.

See also  13 Warna Rambut Pria yang Disukai Wanita, Pilih Mana?

Selain menurunkan brightness secara manual, Anda juga dapat mengaktifkan fitur Brightness Adaptive. Fitur ini akan secara otomatis menyesuaikan tingkat kecerahan layar berdasarkan kondisi cahaya sekitar. Jika pengguna sedang berada dalam kondisi gelap, layar laptop akan menjadi lebih redup sehingga menghemat daya baterai.

Untuk menurunkan brightness atau mengaktifkan fitur Brightness Adaptive, Anda dapat membuka menu Power Options pada laptop. Di dalam menu ini, Anda dapat mencari pengaturan Display dan mengatur tingkat kecerahan layar sesuai keinginan.

5. Menonaktifkan Live Tiles

Fitur Live Tiles pada Windows 10 memungkinkan pengguna untuk mendapatkan informasi terbaru secara real-time tanpa harus membuka aplikasi. Namun, fitur ini juga dapat mengkonsumsi daya baterai dan kuota internet. Oleh karena itu, Anda perlu menonaktifkan fitur Live Tiles untuk menghemat baterai.

Untuk menonaktifkan fitur Live Tiles, Anda dapat membuka menu Start pada laptop dan klik kanan pada salah satu Tiles. Kemudian pilih opsi turn live tile off. Dengan melakukan ini, pengguna tidak lagi akan menerima informasi terbaru secara real-time dari Tiles, namun baterai laptop akan menjadi lebih awet.

6. Uninstall Aplikasi atau Menutup Aplikasi Apabila Tidak Perlu

Penggunaan aplikasi yang tidak perlu atau tidak digunakan secara terus-menerus dapat menguras daya baterai. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan uninstall atau menutup aplikasi yang tidak perlu agar baterai laptop lebih awet.

Pada Windows 10, terkadang terdapat aplikasi bawaan yang tidak digunakan oleh pengguna. Anda perlu memeriksa dan menghapus aplikasi-aplikasi tersebut agar tidak mengkonsumsi daya baterai secara tidak perlu. Selain itu, beberapa aplikasi juga dapat berjalan di background dan mengkonsumsi daya baterai.

Untuk menonaktifkan program startup, Anda dapat membuka Task Manager pada laptop. Di dalam Task Manager, Anda dapat memilih tab Startup dan menonaktifkan program-program yang tidak perlu atau tidak digunakan. Dengan menonaktifkan program startup, laptop akan menggunakan daya yang lebih sedikit dan baterai dapat bertahan lebih lama.

7. Menonaktifkan Aplikasi pada Background Apps

Selain menonaktifkan program startup, Anda juga perlu menonaktifkan beberapa aplikasi pada Background Apps agar baterai laptop lebih awet. Background Apps adalah aplikasi yang berjalan di latar belakang dan dapat mengkonsumsi daya baterai.

Anda dapat mematikan atau menonaktifkan aplikasi-aplikasi pada Background Apps yang tidak pernah digunakan sebelumnya. Beberapa aplikasi seperti Get Office, Weather, Xbox, dan Groove Music dapat dimatikan jika tidak pernah digunakan. Dengan menonaktifkan Background Apps, baterai laptop akan lebih hemat dan awet.

8. Throttle Prosesor

Prosesor adalah salah satu komponen yang mempengaruhi penggunaan daya baterai. Semakin tinggi kinerja prosesor, semakin banyak daya baterai yang digunakan. Untuk menghemat daya baterai, Anda dapat melakukan throttle pada prosesor.

See also  Strategi Cara Pemberantasan Korupsi dan Cara Pencegahannya

Throttle adalah pengaturan yang mengurangi kinerja maksimum prosesor sehingga menghemat daya baterai. Dengan melakukan throttle, Anda dapat mendapatkan tambahan daya tahan baterai yang lebih awet. Namun, perlu diingat bahwa melakukan throttle pada prosesor juga dapat mempengaruhi performa laptop.

Untuk melakukan throttle pada prosesor, Anda dapat membuka menu Power Options pada laptop. Di dalam menu ini, Anda dapat mencari pengaturan Processor Power Management dan mengatur penggunaan maksimum prosesor ketika laptop menggunakan daya baterai.

9. Mengatur Volume Tetap Rendah serta Menonaktifkan Windows Update

Selain pengaturan yang berhubungan langsung dengan baterai, Anda juga perlu mengatur pengaturan lainnya untuk menghemat daya baterai. Salah satunya adalah dengan mengatur volume suara tetap rendah.

Volume suara pada laptop juga dapat mengkonsumsi daya baterai. Dengan mengatur volume suara tetap rendah, daya baterai dapat lebih hemat. Selain itu, Anda juga dapat menonaktifkan Windows Update untuk menghemat daya baterai.

Windows Update adalah proses pembaruan sistem operasi pada laptop yang dapat mengkonsumsi daya baterai. Dengan menonaktifkan Windows Update, baterai laptop akan lebih awet. Namun, perlu diingat bahwa dengan menonaktifkan Windows Update, laptop tidak akan mendapatkan pembaruan keamanan terbaru.

10. Menjaga Laptop Agar Tetap Bersih dan Menggunakan pada Tempat yang Benar

Kebersihan dan penggunaan laptop pada tempat yang benar juga dapat mempengaruhi daya tahan baterai. Debu dan kotoran yang menempel pada laptop dapat menghambat sirkulasi udara di dalam laptop, sehingga suhu laptop menjadi lebih panas dan mempengaruhi daya tahan baterai.

Oleh karena itu, Anda perlu menjaga kebersihan laptop dengan membersihkan debu dan kotoran secara berkala. Selain itu, Anda juga perlu menggunakan laptop pada tempat yang benar agar sirkulasi udara di dalam laptop lancar. Penggunaan laptop pada tempat yang benar juga dapat mencegah laptop dari overheating atau kepanasan.

11. Kalibrasi Baterai Laptop

Untuk memastikan daya tahan baterai laptop tetap baik, Anda perlu melakukan kalibrasi baterai secara berkala. Kalibrasi baterai adalah proses mengosongkan dan mengisi ulang baterai laptop untuk mengatur ulang indikator daya baterai.

Dengan melakukan kalibrasi baterai, Anda dapat memastikan bahwa indikator daya baterai laptop akurat dan baterai laptop masih berfungsi dengan baik. Kalibrasi baterai dapat dilakukan dengan mengosongkan baterai hingga laptop mati total, kemudian mengisi ulang baterai hingga penuh tanpa mengganggu laptop.

12. Menghindari Overheat serta Memperhatikan Suhu Laptop

Overheat atau kepanasan adalah kondisi di mana suhu laptop menjadi terlalu tinggi karena penggunaan yang intensif atau lingkungan yang tidak sesuai. Overheat dapat mempengaruhi daya tahan baterai dan performa laptop.

See also  Urutan Novel Sherlock Holmes

Untuk menghindari overheat, Anda perlu memperhatikan suhu laptop dan menjaga suhu laptop tetap stabil. Jika laptop terlalu panas, penggunaan daya baterai akan meningkat. Oleh karena itu, penggunaan laptop pada suhu yang optimal dapat membuat baterai laptop lebih awet.

Anda juga perlu memperhatikan lingkungan ketika menggunakan laptop. Suhu udara yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat mempengaruhi suhu laptop dan penggunaan daya baterai. Maka dari itu, Anda perlu menggunakan laptop pada suhu udara yang optimal agar baterai laptop lebih awet.

13. Jangan Membiarkan Laptop Mati Total

Menggunakan laptop hingga daya baterai habis dan mati total dapat merusak baterai laptop. Ketika baterai laptop mati total, komponen dalam baterai dapat terganggu dan baterai menjadi lebih rentan rusak atau tidak awet.

Oleh karena itu, Anda perlu mengisi daya baterai sebelum daya baterai mencapai di bawah 20%. Dengan mengisi daya baterai secara teratur dan tidak menunggu baterai mati total, Anda dapat menjaga kualitas baterai laptop dan memperpanjang daya tahannya.

14. Menggunakan Charger Asli

Penggunaan charger asli merupakan hal yang penting dalam menjaga daya tahan baterai laptop. Charger asli memiliki desain dan arus listrik yang sesuai dengan laptop, sehingga penggunaan charger asli dapat mengoptimalkan pengisian daya baterai.

Penggunaan charger yang tidak asli atau KW dapat mengganggu stabilitas arus listrik ke laptop dan membuat baterai laptop menjadi tidak stabil atau mudah rusak. Oleh karena itu, Anda perlu selalu menggunakan charger asli bawaan dari laptop untuk mengisi daya baterai.

15. Meng-update Software Secara Berkala

Pembaruan software secara berkala juga dapat mempengaruhi daya tahan baterai laptop. Pembaruan software akan memperbaiki bugs pada laptop serta mengoptimasi penggunaan resource pada sebuah program. Dengan melakukan pembaruan software secara berkala, Anda dapat memperpanjang daya tahan baterai laptop.

Anda perlu selalu melakukan update software dan aplikasi yang ada pada laptop untuk memaksimalkan penggunaan baterai laptop dan menjaga baterai agar lebih awet. Pembaruan software juga akan memberikan fitur-fitur baru dan meningkatkan keamanan laptop.

Dengan menerapkan tips-tips di atas, Anda dapat menjaga baterai laptop agar lebih awet dan tahan lama. Dengan menjaga dan mengoptimalkan penggunaan baterai laptop, Anda dapat menghindari tambahan biaya untuk mengganti baterai laptop yang rusak. Jadi, pastikan Anda selalu mengikuti tips-tips di atas agar baterai laptop Anda tetap awet dan tahan lama.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?