Apa itu Social Anxiety Disorder / Kecemasan Sosial



Pengertian Social Anxiety Disorder

Kecemasan sosial atau social anxiety disorder adalah pengalaman rasa cemas, tidak nyaman, atau merasa khawatir terhadap situasi-situasi sosial dan takut dievaluasi oleh orang lain. Kecemasan ini dialami saat kita harus berinteraksi dan memulai percakapan dengan orang lain. Ketika menjadi fokus perhatian dari banyak orang, kita menjadi mudah takut dan sulit menyesuaikan diri dengan situasi sosial. Selain itu, pikiran-pikiran negatif juga muncul, seperti merasa akan diabaikan, dihakimi, dinilai bodoh, diremehkan, ditertawakan, disepelekan, atau dipermalukan oleh banyak orang.

Gangguan kecemasan sosial merupakan fenomena yang ditandai dengan stres berlebihan dan rasa takut. Gejala kecemasan sosial antara lain meningkatnya kewaspadaan pada tanda-tanda ancaman sosial, menarik diri di depan publik atau lingkungan sekitar, malu untuk memulai interaksi sosial, menghindari situasi-situasi sosial yang berakibat penolakan sosial, dan kesulitan beradaptasi di lingkungan sekitar.

Fidhzalidar (2015) menyatakan bahwa gangguan kecemasan sosial merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang paling umum terjadi di lingkungan sosial. Biasanya gangguan ini muncul pada awal hingga pertengahan tahun, meskipun terkadang dapat terjadi lebih awal pada masa anak-anak atau dewasa. Dengan demikian, gangguan kecemasan sosial dapat diartikan sebagai rasa kecemasan yang diarahkan pada lingkungan sosial.

Gejala Social Anxiety

Gejala pada gangguan kecemasan sosial dapat teramati dalam situasi-situasi berikut:

1. Takut melakukan aktivitas sehari-hari, seperti memulai percakapan, berbelanja, bekerja, bertemu orang asing, bersekolah, atau berbicara di telepon.
2. Menghindari atau merasa khawatir berlebihan pada kegiatan sosial, seperti pertemuan keluarga, pesta, percakapan kelompok, atau makan bersama orang asing.
3. Takut dievaluasi atau dikritik oleh orang lain.
4. Menghindari situasi yang bisa memalukan, seperti tampil di depan publik secara tidak kompeten, tersipu, atau berkeringat.
5. Menghindari ruangan yang penuh dengan orang banyak.
6. Menghindari kontak mata karena kurangnya rasa percaya diri.
7. Memiliki perilaku yang aneh, seperti mencuci tangan berkali-kali.
8. Memiliki kecenderungan obsesif terhadap sesuatu dan sulit mengontrolnya.
9. Overthinking dan dihantui oleh mimpi buruk.

See also  Artikel Kategori Buku Hewan

Selain itu, terdapat juga gejala fisik yang biasanya terjadi ketika gangguan kecemasan sosial tidak dapat dikontrol lagi, seperti berkeringat berlebihan, wajah memerah, jantung berdebar kencang, sesak nafas, telapak tangan berkeringat, gelisah dan gugup, mual dan pusing, otot tegang dan postur tubuh menjadi kaku, sulit diam, bibir kering, takut akan mati, sensasi geli yang berlebihan, pingsan, kehilangan kontrol, serangan panik, sulit tidur, gemetaran, dada terasa nyeri, sulit berkonsentrasi, dan mudah marah atau tersinggung.

Penyebab Social Anxiety

Gangguan kecemasan sosial dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

1. Struktur Otak: Respons takut yang berlebihan terhadap situasi sosial dapat disebabkan oleh aktivitas yang berlebihan pada bagian otak yang berkaitan dengan proses emosional, seperti amigdala.

2. Keturunan: Gangguan kecemasan sosial dapat cenderung terjadi dalam keluarga, namun belum jelas apakah faktor genetik atau pengaruh objek pembelajaran di lingkungan keluarga menjadi penyebabnya.

3. Lingkungan: Lingkungan juga berperan penting dalam mempengaruhi gangguan kecemasan sosial, misalnya jika seseorang tumbuh di lingkungan yang terlalu mengontrol dan mengekang.

4. Kejadian di Masa Lalu: Pengalaman traumatis atau situasi sosial yang memalukan di masa lalu dapat memicu gangguan kecemasan sosial di kemudian hari.

5. Gaya Pikir Mengarah pada Kecemasan Sosial: Pola pikir yang cenderung negatif dan meragukan diri sendiri saat menghadapi situasi sosial dapat memperkuat kecemasan sosial.

6. Penggunaan Narkoba dan Alkohol: Penggunaan narkoba dan alkohol dapat memperburuk gangguan kecemasan sosial serta menyebabkan efek samping yang berbahaya bagi tubuh dan otak.

7. Penumpukan Stres: Penumpukan stres yang berkelanjutan, seperti stres karena penyakit, pekerjaan, atau kehilangan anggota keluarga juga dapat memicu gangguan kecemasan sosial.

See also  Profil Soodam Secret Number, Visual Multitalenta di Grup!

Dampak Social Anxiety

Gangguan kecemasan sosial yang tidak ditangani dengan baik dapat memiliki dampak buruk bagi kesehatan, antara lain:

1. Melemahkan Sistem Imun Tubuh: Gangguan kecemasan sosial dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat kita rentan terhadap penyakit.

2. Masalah Pencernaan: Kecemasan sosial dapat mengganggu sistem pencernaan dan menyebabkan masalah seperti mual, sakit perut, diare, dan kehilangan nafsu makan.

3. Masalah Pernapasan: Kecemasan sosial dapat membuat pernapasan menjadi terganggu, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit paru obstruktif kronik atau asma.

4. Gangguan pada Saraf Pusat: Gangguan kecemasan sosial yang berkepanjangan dapat menyebabkan masalah pada system saraf pusat, seperti depresi, sakit kepala, dan pusing.

5. Meningkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular: Kecemasan sosial dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

6. Menurunkan Kualitas Tidur: Kecemasan sosial dapat mengganggu kualitas tidur kita, membuat kita merasa letih saat bangun di pagi hari.

7. Mengganggu Saluran Reproduksi: Kecemasan sosial dapat mengganggu kesuburan, siklus menstruasi, dan gejala menopause pada perempuan serta mengurangi libido dan kesuburan pada pria.

Cara Mengatasi Social Anxiety / Kecemasan Sosial

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi social anxiety, di antaranya:

1. Berolahraga Ringan selama 15-20 menit: Berjalan santai atau melakukan olahraga ringan seperti pilates atau yoga dapat membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan fokus pada aktivitas.

2. Mengevaluasi Pola Pikir: Mengendalikan pikiran negatif dan mengarahkan pada pola pikir positif serta menantang ketakutan pada kecemasan yang dihadapi.

3. Menggunakan Aromaterapi: Aromaterapi dengan menggunakan dupa, minyak aromaterapi, atau lilin dapat membantu mengurangi kecemasan dan menciptakan suasana yang santai.

Kesimpulan

Gangguan kecemasan sosial adalah pengalaman rasa cemas, tidak nyaman, atau merasa khawatir terhadap situasi-situasi sosial dan takut dievaluasi oleh orang lain. Gejala kecemasan sosial meliputi takut melakukan aktivitas sehari-hari, menghindari kegiatan sosial, takut dievaluasi orang lain, merasa tidak nyaman ketika melakukan sesuatu yang memalukan, takut masuk ke dalam kerumunan orang, menghindari kontak mata, perilaku yang aneh, dan gejala fisik seperti berkeringat berlebihan dan jantung berdebar.

See also  Dengan 6 Aplikasi Ini Kamu Bisa Menjadi Seorang Penulis!

Gangguan kecemasan sosial dapat disebabkan oleh faktor struktur otak, faktor keturunan, pengaruh lingkungan, pengalaman di masa lalu, gaya pikir yang mengarah pada kecemasan sosial, penggunaan narkoba dan alkohol, serta penumpukan stres. Dampak dari gangguan kecemasan sosial meliputi melemahkan sistem imun tubuh, masalah pencernaan, gangguan pernapasan, gangguan pada saraf pusat, meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, menurunkan kualitas tidur, mengganggu saluran reproduksi.

Untuk mengatasi gangguan kecemasan sosial, dapat dilakukan olahraga ringan selama 15-20 menit, mengendalikan pola pikir negatif, menggunakan aromaterapi, dan melakukan teknik relaksasi. Adanya pemahaman tentang gangguan kecemasan sosial ini diharapkan dapat memberikan informasi dan panduan bagi individu yang mengalaminya untuk mengatasi dan mengatasi dampak yang ditimbulkan.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?