Sinopsis & Review Novel The Hating Game



Profil Sally Thorne – Penulis Novel The Hating Game

Novel The Hating Game, atau dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai Musuh Bebuyutan, ditulis oleh Sally Thorne pada tahun 2016. Sally Thorne adalah seorang penulis buku terlaris menurut USA Today. Novel ini menjadi debutan pertama yang ditulis oleh Sally Thorne dan meraih kesuksesan dengan penjualan di lebih dari dua puluh lima negara.

Sally Thorne tinggal di Canberra, Australia, dan meluangkan waktu sehari-harinya untuk menulis, membaca, minum teh, dan mengikuti keinginan anjing peliharaannya yang bernama Delia, sejenis Pug. Selain itu, Sally Thorne juga merupakan penulis buku terlaris menurut USA Today.

Novel The Hating Game telah menjadi pembangkit genre komedi romantis dalam lingkungan perkantoran. Kesuksesan novel ini juga membuatnya diadaptasi menjadi film layar lebar yang disutradarai oleh Peter Hutchings dan dibintangi oleh Lucy Hale dan Austin Stowell. Film ini telah dirilis di bioskop dan dapat ditonton secara streaming sejak tanggal 10 Desember 2021.

Novel The Hating Game berkisah tentang dua karakter utama, Lucy Hutton dan Joshua Templeman, yang dipertemukan secara paksa karena perusahaan tempat mereka bekerja melakukan merger. Lucy tidak memahami cara berpikir Joshua yang kini menjadi saingan terbesarnya di kantor. Joshua selalu mengejek Lucy dan menggunakan warna kemeja yang sama setiap harinya. Mereka saling membenci satu sama lain tanpa alasan yang jelas. Ketegangan di antara mereka semakin meningkat ketika ada lowongan untuk posisi Kepala Operasional yang harus diisi.

Pada suatu hari, hubungan mereka berubah ketika Joshua bertingkah aneh dan mulai menunjukkan sikap perhatian pada Lucy. Mereka yang awalnya adalah musuh perlahan-lahan menjadi semakin dekat. Namun, Lucy meragukan apakah perasaannya terhadap Joshua adalah cinta sejati atau hanya strategi Joshua untuk mengacaukan fokusnya dalam mencari posisi baru.

Profil Sally Thorne – Penulis Novel The Hating Game

Sally Thorne, penulis novel The Hating Game, tinggal di Canberra, Australia. Ia adalah seorang penulis buku terlaris menurut USA Today. Sally Thorne menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menulis, membaca, minum teh, dan sangat menyayangi anjing peliharaannya yang bernama Delia.

See also  Kultur dalam Organisasi: Penentu Identitas Perusahaan

Sally Thorne juga dikenal sebagai penulis buku terkenal lainnya. Novel debutnya yang bergenre komedi romantis, The Hating Game, telah menjadi pembangkit genre komedi romantis dan menjadi salah satu novel best seller yang sangat populer. Bahkan, novel The Hating Game telah diadaptasi menjadi film besar yang dibintangi oleh Lucy Hale dan Austin Stowell.

The Hating Game juga berhasil masuk dalam daftar 20 novel roman teratas tahun 2016 oleh Washington Post dan menjadi salah satu dari sepuluh finalis teratas dalam kategori novel romantis dari Goodreads Choice Awards pada tahun yang sama.

Setelah kesuksesan The Hating Game, Sally Thorne melanjutkan karya-karyanya dengan menerbitkan novel kedua berjudul “99 PERCENT MINI” pada tahun 2019. Novel ini berhasil mendapatkan tempat ke-37 dalam daftar Buku Terlaris USA Today dan disebutkan oleh Goodreads sebagai salah satu dari 28 buku terbaik untuk paruh pertama tahun 2019.

Selain novel kedua tersebut, Sally Thorne juga merilis novel ketiga berjudul “Second First Impressions” pada tahun 2021 di Australia, New Zealand, Amerika Serikat, dan Kanada. Selain itu, ia juga sedang mengerjakan novel bergenre komedi romantis dan sejarah berjudul “ANGELIKA FRANKENSTEIN MAKES HER MATCH”, yang direncanakan akan dirilis oleh Avon di Amerika Serikat dan Kanada pada September 2022.

Sally Thorne adalah seorang penulis yang dapat menciptakan cerita yang menarik dan membuat pembaca terpikat. Karya-karyanya telah memenangkan hati banyak pembaca dan berhasil memperoleh tempat di daftar buku terlaris.

Sinopsis Novel The Hating Game

Novel The Hating Game bercerita tentang dua karakter utama, Lucy Hutton dan Joshua Templeman, yang bekerja di dua perusahaan yang akan digabung. Mereka bertemu secara tidak sengaja di tempat kerja dan tidak menyukai satu sama lain sejak awal.

Lucy dan Joshua adalah asisten eksekutif dua CEO yang memiliki persaingan sengit di kantor. Mereka saling menjatuhkan dengan ejekan, dan keduanya memiliki karakter yang sangat berbeda. Lucy adalah sosok yang ceria dan periang, sedangkan Joshua adalah sosok yang selalu terlihat serius dan dingin.

Kegemaran mereka untuk saling mengganggu dan mengejek satu sama lain membuat atmosfer di kantor menjadi semakin panas. Namun, ketika perusahaan mengumumkan adanya posisi kepala operasional yang kosong, persaingan mereka semakin memanas.

See also  Inspirasi OOTD Sweater Hijab dengan Bawahannya yang Trendy

Hubungan antara Lucy dan Joshua mulai berubah ketika Joshua menunjukkan sikap yang berbeda pada Lucy. Mereka mulai merasakan perasaan yang lebih dari sekadar kebencian. Namun, Lucy tidak yakin apakah perasaan Joshua benar-benar tulus atau hanya strategi untuk menghindarkan Lucy dari mendapatkan posisi kepala operasional yang diinginkannya.

Dalam perjalanan cerita, Lucy dan Joshua mengalami berbagai macam kejadian yang membuat mereka semakin dekat. Mereka menghadapi tantangan dan rintangan bersama, dan akhirnya menyadari bahwa perasaan mereka adalah cinta sejati.

Kelebihan Novel The Hating Game

Novel The Hating Game memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya menjadi salah satu buku yang sangat layak untuk dibaca.

1. Gaya penulisan Sally Thorne yang baik. Gaya penulisannya mampu menggambarkan suasana romantis dengan variasi komedi yang membuat cerita menjadi lebih hidup. Setiap bab cerita memiliki detail adegan yang penting dan membuat pembaca tidak bisa berhenti membacanya.

2. Sudut pandang orang pertama. Penggunaan sudut pandang orang pertama oleh Sally Thorne membuat pembaca dapat merasakan emosi dan perasaan tokoh utama, Lucy. Pembaca dapat ikut merasakan senang, jengkel, marah, dan sedih seperti yang dirasakan oleh Lucy.

3. Dialog yang intens. Dialog antar tokoh dalam novel ini sangat intens dan penuh dengan sindiran dan sarkasme yang cerdas. Ini membuat cerita semakin menarik dan membuat pembaca tertawa.

4. Chemistry antar tokoh. Sally Thorne berhasil membangun chemistry yang kuat antara Lucy dan Joshua. Transformasi dari perasaan benci menjadi cinta terasa alami dan tidak terkesan kampungan.

5. Perkembangan karakter. Setiap tokoh dalam cerita ini mengalami perkembangan karakter yang signifikan. Lucy menjadi lebih berani dan Joshua belajar menghadapi ketakutannya. Perkembangan karakter ini membuat cerita semakin menarik.

Kekurangan Novel The Hating Game

Namun, tidak lupa juga bahwa novel The Hating Game juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan pembaca.

1. Kurangnya latar belakang sebelum cerita dimulai. Beberapa pembaca merasa bahwa novel ini membutuhkan epilog untuk menjelaskan latar belakang kantor Lucy dan Joshua sebelum cerita dimulai.

See also  Kemampuan Luffy One Piece dari Haki hingga Buah Iblisnya

2. Terlalu fokus pada keindahan fisik dan keterampilan sempurna. Beberapa bagian cerita terlalu berfokus pada keindahan fisik dan keterampilan sempurna antara tokoh utama. Hal ini terkesan klise dan tidak orisinal dalam cerita roman.

3. Beberapa bagian yang bertele-tele. Ada beberapa bagian cerita yang dinilai pembaca terlalu panjang dan bertele-tele, membuat pembaca merasa bosan saat membaca.

4. Terjemahan yang kurang tepat. Terjemahan novel ini ke dalam Bahasa Indonesia dinilai kurang tepat dan terkadang membuat pembaca merasa terganggu saat membaca.

5. Adegan dewasa yang intens. Novel ini mengandung adegan dewasa yang intens, sehingga tidak cocok untuk pembaca yang masih di bawah umur.

Pesan Moral Novel The Hating Game

Selain memiliki alur cerita yang menarik dan banyak kejutan, novel The Hating Game juga menyampaikan beberapa pesan moral kepada pembacanya.

1. Jangan menghakimi seseorang hanya berdasarkan karakter buruk yang terlihat. Kita tidak tahu latar belakang yang membentuk karakter seseorang. Latar belakang yang kelam dan sedih juga bisa membuat seseorang memiliki karakter yang buruk.

2. Musuhmu adalah orang yang paling sering memperhatikanmu. Dalam cerita ini, Lucy dan Joshua saling menjatuhkan, namun mereka juga saling memperhatikan dan mengamati satu sama lain. Kadang-kadang, orang yang paling sering memperhatikan kita adalah musuh kita sendiri.

3. Menemukan orang yang tepat dapat mengubah hidup kita. Mencari dan menemukan seseorang yang dapat membantu kita melewati segala rintangan dalam hidup adalah hal yang berharga. Jadi, jaga hubungan baik dengan orang-orang di sekitar kita, karena mereka bisa menjadi seseorang yang berarti dalam hidup kita.

4. Cinta bisa datang tanpa diduga. Cinta bisa datang dari arah yang tidak pernah kita sangka sebelumnya. Saat kita tidak mengharapkan, cinta akan muncul dan mengubah hidup kita.

Jika Anda tertarik untuk membaca lebih lanjut mengenai kelanjutan kisah Lucy dan Joshua dalam novel The Hating Game karya Sally Thorne, Anda bisa mendapatkannya di www.aikerja.com.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?