Review Novel Supernova 6: Inteligensi Embun Pagi Karya Dee Lestari
Sinopsis Novel Supernova 6: Inteligensi Embun Pagi
Novel Supernova 6: Inteligensi Embun Pagi merupakan seri terakhir dari serial novel Supernova yang ditulis oleh Dee Lestari. Setelah 15 tahun perjalanan Dee Lestari dalam menulis seri Supernova, akhirnya seri terakhir dari Supernova pun selesai. Sebagai seri terakhir, Supernova 6: Inteligensi Embun Pagi menjadi salah satu seri yang paling ditunggu-tunggu oleh pembaca setia Supernova.
Novel ini mengisahkan petualangan tokoh-tokoh utama dari seri-seri sebelumnya, yaitu Bodhi, Elektra, Zarah, Alfa, dan Gio. Mereka melakukan sebuah misi bersama setelah mendapatkan petunjuk dari upacara Ayahuasca di Lembah Suci Urubamba.
Gio, setelah mendapatkan petunjuk tersebut, berangkat ke Indonesia dan bertemu dengan Dimas dan Reuben di Jakarta. Bersama-sama, mereka berusaha menelusuri identitas di balik misteri Supernova. Sementara itu, Bodhi bertemu dengan Elektra di Bandung dan mereka memulai perjalanan untuk mengungkap ingatan mereka tentang tempat bernama Asko.
Di tempat lain, Zarah kembali ke desa Batu Luhur setelah sekian lama pergi. Dia berhadapan dengan misteri hilangnya ayahnya, Firas. Dan dalam perjalanan pesawat dari New York menuju Jakarta, teman-teman seperjalanan Alfa, Kell, mengungkapkan suatu hal yang tidak terduga. Dari berbagai lokasi yang berbeda, keterhubungan antara kelima tokoh tersebut perlahan-lahan mulai terkuak. Mereka akhirnya mengetahui bahwa setelah pertemuan tersebut, hidup mereka tidak akan pernah sama.
Dalam Supernova 6, terungkaplah bahwa para tokoh utama sebenarnya adalah kaum Peretas atau Harbinger yang memiliki tugas untuk menghalangi kaum Sarvara dalam melaksanakan misi mereka. Kaum Peretas tersebar di berbagai tempat dan kemudian dipertemukan dengan bantuan dari para Infiltran serta Umbra yang memiliki tugas untuk mempersiapkan serta menghubungkan setiap Peretas.
Novel ini juga mengisahkan bahwa Simon ingin mengubah Firas yang telah meninggal dunia menjadi salah satu Sarvara. Firas pun menjadi salah satu bekas anggota Peretas. Konversi ini berhasil dilakukan ketika Portal Bukit Jambul terbuka. Misi selanjutnya adalah merubah Alfa menjadi satu di antara Sarvara. Misi ini, secara pribadi, merupakan impian dari Ishtar yang mencintai Alfa, tetapi terhalang oleh kenyataan bahwa keduanya berada di dua pihak yang berbeda dan saling bermusuhan.
Ketika portal Cermin dibuka oleh para Peretas, Alfa akhirnya mengorbankan dirinya dan rasa kehilangan menghancurkan Ishtar. Sebagai salah satu yang paling kuat di antara para Sarvara lainnya, kepergian Ishtar pun menggagalkan rencana Sarvara untuk membuka portal lain demi melawan para Peretas. Peretas Puncak kemudian akan datang pada Hari Terobosan untuk membantu pertarungan dengan para Sarvara.
Dalam Supernova 6 Inteligensi Embun Pagi, juga terungkap bahwa ada hubungan khusus antara Zarah, Gio, Bodhi, atau Elektra yang akan melahirkan peretas puncak. Namun, siapa yang akan menjadi peretas puncak masih menjadi misteri.
Review Novel Supernova 6: Inteligensi Embun Pagi
Novel Supernova 6: Inteligensi Embun Pagi mendapatkan rating cukup tinggi di laman Good Reads yaitu 4.11 dari 5 bintang. Secara keseluruhan, novel ini memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan dan penuh ketegangan.
Salah satu kelebihan dari novel ini adalah kehadiran humor segar yang membuat buku terasa lebih ringan dan seru. Dee Lestari berhasil menyisipkan humor dalam setiap percakapan antar tokoh sehingga membuat pembaca terhibur saat membaca.
Tidak hanya itu, novel Supernova 6 juga tidak seperti novel fiksi ilmiah biasa. Dee Lestari menghadirkan aksi dan plot twist yang sulit ditebak, sehingga pembaca selalu penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Dee Lestari juga melakukan riset mendalam dalam menulis seri ini, sehingga menjadikan ceritanya lebih kaya dan menarik.
Selain itu, novel Supernova 6 juga mengandung banyak quote dan pelajaran yang bisa diambil. Dee Lestari mengajak pembaca untuk berpikir kritis serta membahas berbagai aspek seperti mitos, sains, kepercayaan, dan kebudayaan dalam ceritanya. Dengan membaca novel ini, pembaca tidak hanya sekadar menikmati alur cerita yang seru, tetapi juga dapat belajar banyak hal.
Namun, ada dua kekurangan yang dapat ditemui dalam novel ini. Pertama, terlalu banyaknya pemeran dalam rangkaian cerita seri keenam dapat membuat pembaca kebingungan mengingat dan mengikuti alur cerita. Kedua, kurangnya pengembangan kisah cinta antar tokoh membuat aspek romansa dalam seri ini kurang terasa.
Secara keseluruhan, novel Supernova 6: Inteligensi Embun Pagi adalah novel yang menarik untuk dibaca bagi pecinta fiksi ilmiah, aksi, dan cerita yang sulit ditebak. Dengan kehadiran humor segar, plot twist yang mengejutkan, riset mendalam, serta quote dan pelajaran yang dapat diambil, novel ini mampu memikat pembaca hingga halaman terakhir.
Kelebihan:
1. Humor segar yang membuat buku terasa menyenangkan dan seru
2. Aksi dan plot twist yang sulit ditebak
3. Riset mendalam yang membuat cerita lebih kaya dan menarik
4. Quote dan pelajaran yang bisa diambil
Kekurangan:
1. Terlalu banyak pemeran dalam rangkaian cerita seri keenam
2. Kurangnya pengembangan kisah cinta antar tokoh
Dengan rating yang tinggi dan kelebihan-kelebihan yang dimiliki, novel Supernova 6: Inteligensi Embun Pagi menjadi pilihan yang baik bagi pembaca yang mencari cerita fiksi ilmiah yang menarik dan seru.
Kelebihan dan Kekurangan Novel Supernova 6: Inteligensi Embun Pagi
Novel Supernova 6: Inteligensi Embun Pagi mendapatkan rating cukup tinggi di laman Good Reads yaitu 4.11 dari 5 bintang. Ada banyak review positif serta negatif tentang buku terakhir dari Supernova. Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan dari novel satu ini.
Kelebihan:
1. Humor segar yang membuat buku ini terasa menyenangkan untuk dibaca. Dee Lestari berhasil menyisipkan humor dalam setiap percakapan antar tokoh sehingga membuat pembaca terhibur saat membaca.
2. Tidak fiksi ilmiah biasa, ada plot aksi dengan sedikit plot twist yang sulit untuk ditebak. Dee Lestari menghadirkan aksi dan plot twist yang membuat pembaca selalu penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
3. Menyertakan kedalaman riset. Dee Lestari melakukan riset mendalam dalam menulis seri Supernova ini, sehingga menjadikan ceritanya lebih kaya dan menarik.
4. Banyak quote dan pelajaran yang bisa diambil. Dee Lestari mengajak pembaca untuk berpikir kritis serta membahas berbagai aspek seperti mitos, sains, kepercayaan, dan kebudayaan dalam ceritanya. Dengan membaca novel ini, pembaca tidak hanya sekedar menikmati alur cerita yang seru, tetapi juga dapat belajar banyak hal.
Kekurangan:
1. Terlalu banyak pemeran dalam rangkaian cerita seri keenam. Jumlah pemeran yang banyak dapat membuat pembaca kebingungan mengingat dan mengikuti alur cerita.
2. Kisah cinta yang kurang terasa. Kurangnya pengembangan kisah cinta antar tokoh membuat aspek romansa dalam seri ini kurang terasa.
Secara keseluruhan, novel Supernova 6: Inteligensi Embun Pagi memiliki kelebihan dalam humor segar, aksi dan plot twist yang sulit ditebak, riset mendalam yang membuat cerita lebih kaya, serta quote dan pelajaran yang bisa diambil. Namun, terdapat kekurangan dalam jumlah pemeran yang banyak dan pengembangan kisah cinta yang kurang terasa.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.