Review Novel Home Sweet Loan



Profil Almira Bastari – Penulis Novel Home Sweet Loan

Almira Illini Bastari merupakan seorang penulis muda yang namanya sudah populer di Indonesia. Ia lahir di Illinois, Amerika Serikat pada tahun 1990, dan kini berusia 32 tahun. Almira Bastari memiliki banyak hobi, di antaranya menulis, jalan-jalan ke berbagai daerah dan negara, dan bermain piano. Selain menjadi penulis, Almira Bastari juga bekerja sebagai analis keuangan.

Karir Almira sebagai penulis dimulai dari aplikasi Wattpad, di mana ia seringkali mengunggah cerita-ceritanya di sana. Dengan menggunakan Wattpad sebagai alat tes pasar, Almira dapat menerima feedback langsung dari masyarakat luas. Hal ini membantu Almira dalam memperbaiki tulisannya dan menarik perhatian pihak penerbit aikerja.com Pustaka Utama (GPU).

Buku pertama Almira yang berhasil diterbitkan adalah “Melbourne Wedding Marathon”. Novel ini diterbitkan ketika Almira berusia 26 tahun dan mengusung genre romantis. Melalui novel ini, Almira berhasil membawa pembacanya menaiki roller coaster kehidupan percintaan di usia yang terbilang sudah matang untuk menjalin komitmen dan menjadi seorang yang mapan.

Tidak hanya itu, novel kedua Almira yang berjudul “Resign!” juga sukses besar. Novel ini mengusung genre komedi romantis dan berhasil mencapai jumlah pre-order cetakan pertamanya yang mencapai 800 eksemplar. Dalam waktu singkat, novel ini terjual habis dan dicetak ulang sebanyak empat kali dalam waktu satu bulan.

Novel ketiga Almira, “Ganjil Genap”, juga tidak kalah suksesnya dengan novel sebelumnya. Novel ini juga menjadi salah satu buku best seller dan berhasil menarik hati banyak orang. Karir Almira sebagai penulis semakin melejit dan kini namanya sudah dikenal luas di Indonesia.

Novel terbaru Almira yang baru saja diterbitkan adalah “Home Sweet Loan”. Novel ini mengisahkan tentang perjuangan empat orang sahabat dengan nasib yang berbeda untuk membeli rumah. Cerita ini akan fokus pada kehidupan pribadi tokoh utamanya yang bernama Kaluna, termasuk kisah cintanya dengan kekasihnya yang kaya raya. Novel “Home Sweet Loan” diharapkan dapat memberikan gambaran yang sesungguhnya mengenai kehidupan kaum kelas menengah yang berjuang untuk memiliki tempat pulang.

See also  Resensi Novel My Husband, My CEO karya Frumeyza C

Sinopsis Novel Home Sweet Loan

Novel “Home Sweet Loan” mengisahkan tentang perjuangan empat orang sahabat yang berbeda nasib untuk membeli rumah. Mereka bekerja di perusahaan yang sama dan memiliki tujuan untuk memiliki rumah idaman di usia 31 tahun. Keempat sahabat ini berjuang untuk mendapatkan rumah di daerah Jakarta yang harganya terjangkau oleh kaum menengah.

Tokoh utama dalam novel ini adalah Kaluna, seorang pegawai bagian umum di sebuah bank di Jakarta. Gajinya tidak pernah menyentuh dua digit dan ia memiliki pekerjaan sampingan sebagai model bibir. Kaluna berjuang untuk membeli rumah agar tidak lagi tinggal dengan kakak-kakaknya yang dinilai toxic.

Selain Kaluna, ada tiga sahabatnya yang juga memiliki perjuangan masing-masing. Tanisha, seorang ibu tunggal yang menjalani pernikahan jarak jauh dengan suaminya, mencari rumah murah dekat MRT yang dapat menampung mertuanya. Miya, seorang perempuan yang berambisi menjadi influencer, mencari apartemen yang estetik agar bisa mendapatkan gengsi di media sosial dan menikah dengan pria kaya. Dan terakhir, Danan, seorang anak tunggal dari keluarga kaya yang ingin berhenti menghambur-hamburkan uang dan membeli aset agar bisa pensiun dengan tenang.

Keempat sahabat ini harus mempertimbangkan banyak hal dalam mencari tempat tinggal yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan mereka. Mereka harus mempelajari segala hal tentang lokasi hunian, surat-surat, dan hal administrasi lainnya. Membeli apartemen juga bukan hal yang mudah karena perlu melakukan investigasi tentang pengembang, penyedia layanan jasa, dan hal-hal mistis yang mungkin ada di sana.

Namun, dalam perjuangannya membeli rumah, Kaluna juga menghadapi masalah dengan sang kekasih, Mas Hansa, yang menuntut Kaluna untuk tampil sebagai seseorang dari kelas sosial yang sama dengannya. Selain itu, Kaluna juga harus menghadapi masalah hutang keluarganya yang semakin membingungkan dirinya.

See also  Apa Itu Wasting Time? Kebiasaan Negatif yang Sering Tidak Disadari

Apakah keempat sahabat ini akhirnya berhasil menemukan hunian yang mereka inginkan? Dan apakah Kaluna berhasil mewujudkan impian memiliki rumah dan keluarga yang ia impikan?

Kelebihan Novel Home Sweet Loan

Novel “Home Sweet Loan” memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya menarik bagi pembaca. Pertama, novel ini mengangkat masalah yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, yaitu perjuangan kaum kelas menengah untuk memiliki tempat tinggal sendiri. Banyak pembaca yang merasa terhubung dengan cerita ini karena mereka juga mengalami hal serupa.

Kedua, Almira Bastari mampu membangun karakter-karakter yang realistis dan memiliki kehidupan nyata. Setiap tokoh dalam novel ini memiliki sifat dan masalah yang berbeda-beda, sehingga pembaca dapat merasakan kedekatan dengan mereka. Baik itu karakter Kaluna yang gigih dalam mencari rumah, karakter Tanisha yang harus menghadapi pernikahan jarak jauh, karakter Miya yang ambisius menjadi influencer, maupun karakter Danan yang berusaha berhenti hura-hura.

Ketiga, novel ini mampu menghadirkan komedi di tengah cerita yang serius. Almira Bastari menyelipkan humor dalam narasi dan percakapan antar tokoh, sehingga pembaca dapat tertawa meski ceritanya cukup berat. Hal ini memberikan kelegaan dan keseimbangan dalam alur cerita.

Keempat, Almira Bastari mampu mengemas cerita yang padat dan berat menjadi bacaan yang menarik dan ringan. Gaya penulisannya yang sederhana dan dekat dengan kehidupan nyata membuat cerita dalam novel ini mudah dipahami dan mengalir. Pembaca akan merasa seperti sedang menonton film karena visualisasi cerita yang jelas dan nyata.

Kekurangan Novel Home Sweet Loan

Meskipun memiliki kelebihan, novel “Home Sweet Loan” juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Pertama, beberapa pembaca merasa bahwa tokoh utama, yaitu Kaluna, tidak mengalami perkembangan karakter yang signifikan dalam cerita. Meskipun ada sedikit perkembangan, hal tersebut dianggap normal dan seharusnya dilakukan, sehingga tidak memberikan kesan yang sangat berarti.

See also  Cara Budidaya Kutu Air dan Peluang Usahanya

Kedua, ada beberapa kalimat dalam novel ini yang terasa menggantung dan tidak jelas. Pembaca merasa ada beberapa bagian yang belum selesai dan tidak ada penjelasan lebih lanjut. Selain itu, ada juga kalimat-kalimat yang dirasa rumit dan membingungkan di awal cerita, sehingga pembaca merasa kesulitan dalam memahami alur cerita.

Pesan Moral Novel Home Sweet Loan

Melalui novel “Home Sweet Loan”, Almira Bastari ingin menyampaikan beberapa pesan moral kepada pembaca. Pertama, kita harus hidup sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan kita. Jangan mengutamakan gengsi dan menghabiskan uang lebih dari yang seharusnya. Lebih baik hidup sederhana tapi stabil daripada hidup mewah tapi berisiko finansial.

Kedua, kita harus selalu mempertimbangkan segala hal, terutama finansial, dalam kehidupan kita. Uang memang tidak segalanya, tetapi penting untuk membangun kehidupan yang stabil dan bahagia. Menabung adalah langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan kita di masa depan.

Ketiga, penting bagi kita untuk menyadari bahwa menikah bukanlah hal yang ringan. Sebelum memutuskan untuk menikah, kita harus melakukan persiapan yang matang, termasuk dalam hal finansial. Menikah tanpa perencanaan yang matang bisa menjadi sumber masalah dalam kehidupan kita dan keluarga besar.

Dengan membaca novel “Home Sweet Loan” karya Almira Bastari, kita dapat belajar banyak hal tentang hidup dan bagaimana menghadapinya dengan bijaksana. Novel ini tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan pemahaman tentang perjuangan dan kehidupan nyata. Bagi yang tertarik, novel ini sudah dapat dibeli di aikerja.com.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?