Review Buku Matilda Karya Roald Dahl
Profil Roald Dahl – Penulis Buku Matilda
Roald Dahl lahir pada tahun 1916 di Villa Marie, Fairwater Road, di Llandaff, Cardiff, Wales, Inggris. Ia adalah anak kedua dari pasangan Harald Dahl, seorang pialang kapal yang kaya, dan Sofie Magdalene Dahl. Ayah Dahl berasal dari Norwegia dan pindah ke Inggris pada tahun 1880-an, sementara ibunya juga berasal dari Norwegia dan pindah ke Inggris setelah menikah dengan Harald Dahl pada tahun 1911.
Roald Dahl bersekolah di The Cathedral School, Llandaff, dan kemudian dipindahkan ke sekolah asrama St Peter di Weston-super-Mare. Roald Dahl merasa kesulitan beradaptasi di sekolah baru ini karena ia sangat rindu akan kampung halamannya. Meskipun begitu, ia tidak pernah menunjukkan bahwa dirinya tidak bahagia kepada orang tuanya dalam surat-surat yang ia tulis setiap minggu.
Pada usia 20 tahun, Roald Dahl bergabung dengan Royal Air Force (RAF) dan bertugas selama Perang Dunia II. Ia awalnya menjadi pilot pesawat tempur dan kemudian menjadi perwira intelijen. Selama bertugas di RAF, ia naik pangkat dan menjabat sebagai komandan sayap. Pada tahun 1940-an, ia mulai menulis dan menerbitkan cerita-cerita pendek dalam majalah-majalah seperti The New Yorker dan Esquire.
Ketika berada di RAF, Roald Dahl mengalami kecelakaan pesawat yang serius di Libya pada tahun 1940. Ia mengalami luka-luka yang parah dan harus pulang ke Inggris untuk menjalani pemulihan yang panjang. Selama waktu pemulihannya, ia mulai menulis kisah-kisah pendek untuk anak-anak.
Kesuksesan sebagai penulis anak-anak datang pada tahun 1961 ketika ia menerbitkan buku pertamanya yang berjudul “James and the Giant Peach”. Buku ini menjadi sukses besar dan memantapkan reputasi Roald Dahl sebagai penulis anak-anak yang kreatif dan imajinatif. Setelah itu, ia terus menulis buku anak-anak lainnya seperti “Charlie and the Chocolate Factory” (1964), “The BFG” (1982), dan tentu saja “Matilda” (1988).
Roald Dahl meninggal dunia pada tahun 1990, meninggalkan warisan karya-karya sastra anak-anak yang timeless dan dipuja oleh banyak pembaca di seluruh dunia. Ia dianggap sebagai salah satu penulis terbaik dalam genre ini.
Kisah Matilda dalam Buku dan Film
Buku Matilda, yang ditulis oleh Roald Dahl dan diilustrasikan oleh Quentin Blake, pertama kali diterbitkan pada tahun 1988. Buku ini menceritakan kisah seorang gadis kecil yang luar biasa bernama Matilda Wormwood. Matilda memiliki kecerdasan yang luar biasa dan daya baca yang cepat, namun ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang tidak menghargai bakatnya.
Orang tua Matilda, Tuan dan Nyonya Wormwood, adalah orang yang buruk. Mereka sering meninggalkan Matilda sendirian di rumah dan tidak pernah menghargai kecerdasannya. Malah, mereka menganggap Matilda sebagai pengganggu dan mengabaikan kemampuannya.
Di sekolah, Matilda bertemu dengan seorang guru muda bernama Miss Honey yang menjadi orang yang sangat terkesan dengan kecerdasannya. Namun, kepala sekolah yang jahat, Miss Trunchbull, menghalangi Matilda untuk pindah ke kelas yang lebih tinggi.
Dalam perjalanan ceritanya, Matilda menggunakan kekuatan telekinesis yang dia temukan untuk melawan kejahatan dan ketidakadilan di sekitarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa bibi yang kejam, Miss Trunchbull, sebenarnya adalah bibi dari Miss Honey dan telah memperlakukan Miss Honey dengan sangat buruk sejak kecil.
Buku Matilda menjadi sangat populer dan mendapatkan banyak penghargaan. Buku ini dianggap sebagai salah satu karya terbaik Roald Dahl dan telah menjadi favorit di kalangan anak-anak dan orang dewasa di seluruh dunia.
Film adaptasi pertama dari buku Matilda dirilis pada tahun 1996. Film ini disutradarai oleh Danny DeVito, yang juga memerankan Mr. Wormwood, ayah Matilda. Mara Wilson berperan sebagai Matilda Wormwood, sementara Pam Ferris memerankan Miss Trunchbull. Film ini mendapatkan pujian kritis dan kesuksesan komersial.
Selain buku dan film, kisah Matilda juga diadaptasi ke dalam bentuk teater musikal. “Matilda the Musical” diproduksi pertama kali pada tahun 2010 di Inggris. Musikal ini mendapatkan banyak pujian dan penghargaan, termasuk penghargaan Olivier dan Tony Awards. Musikal ini telah dipentaskan di berbagai negara di seluruh dunia.
Pada tahun 2018, Netflix mengumumkan bahwa mereka akan mengadaptasi Matilda menjadi serial animasi bersama dengan beberapa buku lain karya Roald Dahl. Serial ini akan dirilis pada tahun 2022 dan akan menjadi bagian dari “serial acara animasi” yang berisi cerita-cerita dari buku-buku Roald Dahl.
Pesan Moral Dalam Buku dan Film Matilda
Salah satu pesan moral yang dapat dipetik dari kisah Matilda adalah pentingnya kejujuran dan keadilan. Dalam ceritanya, Matilda menggunakan kecerdasannya dan kekuatannya untuk melawan ketidakadilan yang ada di sekelilingnya. Ia tidak takut untuk berdiri untuk apa yang benar dan melawan orang-orang jahat yang memperlakukan orang lain dengan buruk.
Selain itu, kisah Matilda juga menyoroti pentingnya pendidikan dan pengetahuan. Matilda adalah contoh anak yang bersemangat belajar dan menjadikan pendidikan sebagai alat untuk mengubah hidupnya. Ia membuktikan bahwa tidak ada batasan bagi seseorang yang memiliki pengetahuan dan kecerdasan.
Buku dan film Matilda juga mengajarkan nilai-nilai baik seperti persahabatan dan kebaikan hati. Matilda memiliki hubungan yang erat dengan guru muda, Miss Honey, yang merupakan sosok yang baik hati dan mendukung Matilda. Mereka saling mendukung dan menginspirasi satu sama lain.
Sebagai penonton atau pembaca, kita juga dapat belajar tentang penerimaan diri dan menghormati perbedaan. Matilda tumbuh dalam keluarga yang tidak menghargai kecerdasannya, namun ia tidak mengubah dirinya hanya untuk mendapatkan perhatian atau penerimaan dari orang lain. Ia tetap menjadi dirinya sendiri dan memperlihatkan bahwa keunikan dan bakatnya layak dihargai.
Pesan moral lain yang muncul dalam kisah Matilda adalah pentingnya keluarga dan kasih sayang. Matilda merasakan kekurangan perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya, namun ia menemukan keluarga baru dalam hubungannya dengan Miss Honey. Hubungan mereka adalah bukti bahwa keluarga tidak selalu terbatas pada ikatan darah, tetapi juga dapat tercipta melalui ikatan emosional dan kebaikan hati.
Kesimpulan
Buku Matilda karya Roald Dahl adalah kisah yang menginspirasi dan menghibur bagi pembaca anak-anak maupun orang dewasa. Kisah Matilda yang cerdas dan kuat mengajarkan kita tentang kejujuran, keadilan, pentingnya pendidikan, persahabatan, penerimaan diri, dan kasih sayang.
Melalui karakter Matilda, Roald Dahl mengajak kita untuk tidak takut untuk berdiri untuk apa yang benar, bahkan dalam menghadapi ketidakadilan. Ia juga mengingatkan kita tentang nilai pendidikan dan memperlihatkan betapa pentingnya memiliki pengetahuan dan kecerdasan.
Buku Matilda juga menyoroti pentingnya kasih sayang dan kebaikan hati, serta menunjukkan bahwa keluarga bukan hanya terbatas pada ikatan darah.
Dalam film adaptasinya, yang disutradarai oleh Danny DeVito, Mara Wilson berhasil membawa sosok Matilda yang luar biasa ke layar lebar dan mendapatkan pujian dari kritikus. Musikal “Matilda the Musical” juga telah mendapatkan banyak penghargaan dan menjadi salah satu pertunjukan panggung yang populer di berbagai negara.
Kisah Matilda juga akan terus dikenang melalui adaptasi serial animasi yang akan dirilis oleh Netflix.
Keseluruhan, buku Matilda adalah karya yang timeless dan berharga yang selalu layak untuk dibaca dan disaksikan oleh siapa pun. Itu adalah kisah yang menghibur, mencerahkan, dan meninggalkan pesan-pesan moral yang berharga. Melalui kisah Matilda, Roald Dahl mewariskan warisan sastra anak-anak yang will always be remembered.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.