Pengertian Sistem Operasi Perangkat Lunak serta Jenisnya!
Pada bagian sebelumnya, telah dijelaskan mengenai pengertian sistem operasi dan tujuan serta fungsi dari sistem operasi. Namun, dalam tulisan ini akan lebih dijelaskan dengan lebih detail mengenai masing-masing sub heading tersebut.
Pengertian Sistem Operasi
Sistem operasi pada komputer memiliki pengertian yang berbeda-beda menurut beberapa ahli. Salah satu pengertian yang dapat diambil adalah dari Iim Rusyamsi, yang menyebutkan bahwa sistem operasi adalah perangkat lunak yang dapat melakukan tugas mengontrol dan mengatur perangkat keras sekaligus operasi dasar sistem lainnya dan juga bisa untuk menjalankan program aplikasi. Selain itu, Mcleod (Pearson) menyebutkan bahwa sistem operasi adalah program-program komputer yang mengatur sumber daya perangkat keras dan perangkat lunak komputer kita.
Menurut Fery Indayudha, sistem operasi adalah sebuah sistem yang dibutuhkan agar dapat menjalankan semua aplikasi program/software yang ada di komputer. M. Suyanto juga memberikan pengertian bahwa sistem operasi adalah suatu sistem yang terdiri atas beberapa komponen perangkat lunak atau software yang memiliki fungsi untuk mengontrol seluruh aktivitas yang sudah dilakukan komputer. Sementara Wahana Komputer menyebutkan bahwa sistem operasi adalah perangkat lunak pada tahap pertama yang dimasukkan pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan.
Dari beberapa ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem operasi adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk mengontrol dan mengatur perangkat keras serta operasi dasar sistem dan menjalankan program aplikasi pada komputer. Sistem operasi ini sangatlah penting karena tanpa sistem operasi, komputer hanya akan menerapkan sistem sinyal analog dan sinyal digital.
Tujuan Sistem Operasi
Tujuan utama dari sistem operasi adalah sebagai pengontrol dalam melakukan program-program pada aplikasi. Terdapat beberapa tujuan dari sistem operasi yang dapat dijabarkan dengan lebih detail.
Pertama, tujuan sistem operasi adalah melakukan efisiensi. Sistem operasi bertujuan agar memungkinkan sumber daya yang ada di komputer dapat digunakan secara efisien. Dalam hal ini, sistem operasi akan mengatur penggunaan memori, penyimpanan data, pemrosesan data, dan sumber daya lainnya dengan sistematik.
Kedua, tujuan sistem operasi adalah memberi kemudahan. Adanya sistem operasi memberikan kemudahan pada komputer untuk digunakan oleh para penggunanya. Dalam hal ini, sistem operasi akan menyediakan antarmuka yang mudah dipahami dan digunakan oleh para pengguna agar dapat mengakses program-program aplikasi dengan mudah.
Ketiga, tujuan sistem operasi adalah kemampuan untuk berevolusi. Sistem operasi harus mampu mengikuti perkembangan teknologi yang terus berubah dan menerapkan fungsi-fungsi baru yang dibutuhkan oleh sistem komputer. Dalam hal ini, sistem operasi bisa direncanakan untuk pengembangan atau pengujian yang efektif.
Dari beberapa tujuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa tujuan utama dari sistem operasi adalah sebagai pengontrol dalam melakukan program-program pada aplikasi, melakukan efisiensi penggunaan sumber daya komputer, memberikan kemudahan dalam penggunaan komputer, dan memiliki kemampuan untuk berevolusi mengikuti perkembangan teknologi.
Fungsi Sistem Operasi
Fungsi utama dari sistem operasi adalah untuk mengelola seluruh program dan aplikasi yang dapat dijalankan oleh komputer. Terdapat beberapa fungsi dari sistem operasi yang dapat dijelaskan dengan lebih detail.
Pertama, fungsi sistem operasi adalah booting. Booting merupakan proses awal dalam menyalakan sistem pada komputer. Proses ini biasanya terjadi ketika proses awal menyalakan komputer. Sistem operasi akan mengatur agar komputer dapat melakukan booting dengan baik dan menjalankan sistem komputer.
Kedua, fungsi sistem operasi adalah manajemen memori. Manajemen memori berfungsi untuk mengontrol dan mengoordinasikan aplikasi komputer serta mengalokasikan ruang penyimpanan program. Dengan fungsi ini, sistem operasi akan mengatur penggunaan memori secara efisien agar program dapat berjalan dengan baik.
Ketiga, fungsi sistem operasi adalah loading dan execution. Sistem operasi akan memuat dan memulai program yang kemudian menjalankan program tersebut sampai terbuka dan berjalan dengan normal. Fungsi ini penting agar program dapat dijalankan dengan baik dan dapat digunakan oleh pengguna.
Keempat, fungsi sistem operasi adalah keamanan data. Sistem operasi juga memiliki fitur-fitur untuk menjaga keamanan data dan program komputer pengguna. Dalam hal ini, sistem operasi akan mengatur hak akses dan perlindungan terhadap data serta program yang ada di komputer.
Kelima, fungsi sistem operasi adalah manajemen disk. Sistem operasi akan mengelola semua drive yang terpasang di komputer, termasuk pada hard driver, driver disk optic, dan lainnya. Fungsi ini penting agar pengguna dapat dengan mudah mengakses dan mengatur drive yang ada di komputer.
keenam, fungsi sistem operasi adalah manajemen proses. Sistem operasi dirancang untuk mengalokasikan sumber daya komputer ke berbagai proses yang berjalan. Fungsi ini penting agar sistem komputer dapat berbagi informasi, menyinkronkan proses, dan melindungi perangkat.
Ketujuh, fungsi sistem operasi adalah mengontrol perangkat. Sistem operasi memungkinkan pengguna untuk membuka atau memblokir akses perangkat yang terhubung ke komputer. Contohnya adalah melepas CD/DVD atau USB serta perangkat transfer data lainnya.
Kedelapan, fungsi sistem operasi adalah mengontrol pencetakan dokumen. Sistem operasi juga berfungsi untuk mengontrol printer yang terhubung ke komputer. Fungsi ini penting agar pengguna dapat mencetak dokumen dengan mudah.
Kesembilan, fungsi sistem operasi adalah menampilkan user interface (UI) atau antarmuka pengguna. Fungsi ini memungkinkan pengguna untuk memasukkan dan menerima informasi pada komputer, seperti perintah diketik, kode, atau format lainnya. Dengan adanya antarmuka pengguna, pengguna dapat berkomunikasi dengan komputer dengan mudah.
Dari beberapa fungsi tersebut, dapat disimpulkan bahwa fungsi utama dari sistem operasi adalah untuk mengelola seluruh program dan aplikasi yang dapat dijalankan oleh komputer. Sistem operasi juga memiliki fungsi-fungsi lainnya seperti mengatur booting, manajemen memori, loading dan execution program, keamanan data, manajemen disk, manajemen proses, mengontrol perangkat, mengontrol pencetakan dokumen, dan menampilkan antarmuka pengguna.
Jenis Sistem Operasi Komputer
Sistem operasi komputer memiliki beberapa jenis yang dijalankan di komputer. Terdapat empat jenis utama sistem operasi komputer yang dapat dijelaskan dengan lebih detail.
Pertama, jenis sistem operasi stand alone. Pada jenis sistem ini, sistem operasi dapat digunakan oleh single user ataupun multi user. Sistem operasi stand alone memiliki fitur-fitur yang cukup lengkap dan mampu berdiri sendiri. Contohnya adalah Microsoft Windows, Linux, dan Mac OS. Sistem operasi stand alone ini merupakan jenis yang paling umum digunakan oleh pengguna komputer.
Kedua, jenis sistem operasi live CD. Pada jenis sistem operasi ini, pengguna hanya perlu menggunakan perangkat CD/DVD room tanpa perlu menginstal sistem operasi secara permanen di komputer. Sistem operasi live CD tentu saja sangat ringan karena ukurannya yang kecil. Namun, sistem operasi ini tidak memiliki banyak fitur dibandingkan dengan sistem operasi stand alone. Contohnya adalah Knoppix, Centos, Linux Mint, dan Win XP live CD.
Ketiga, jenis sistem operasi embedded. Pada jenis sistem operasi ini, sistem operasi langsung di tanam di komputer dan tidak dapat berdiri sendiri. Sistem operasi embedded memiliki fungsi dan spesifikasi khusus. Contohnya adalah eCOS, LynxOS, JavaOS, dan Embedded Linux. Jenis sistem operasi ini umumnya digunakan pada perangkat-perangkat tertentu seperti konsol game atau mesin ATM.
Keempat, jenis sistem operasi jaringan. Pada jenis sistem operasi ini, sistem operasi dirancang untuk menangani keperluan jaringan komputer. Beberapa layanan yang dijalankan oleh sistem operasi ini adalah TTP Service, DNS Service, Sharing Printer, dan Proxy Server. Contohnya adalah Red Hat, Centos Server, Cloud Linux, dan lain sebagainya. Sistem operasi jaringan umumnya digunakan pada server-server yang mengelola jaringan komputer.
Selain jenis-jenis tersebut, terdapat juga lima jenis utama sistem operasi yang populer dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kelima jenis sistem operasi tersebut adalah Windows, Apple MacOS, Linux, Apple iOS, dan Google Android. Sistem operasi ini digunakan pada berbagai perangkat seperti komputer, laptop, smartphone, dan tablet.
Penggunaan sistem operasi pada komputer sangatlah penting karena sistem operasi memungkinkan hardware dan software yang ada pada komputer dapat berjalan dengan baik. Dalam pemilihan sistem operasi, pengguna perlu mempertimbangkan kebutuhan dan kecocokan dengan perangkat yang digunakan.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa sistem operasi komputer memiliki berbagai jenis yang dijalankan di komputer. Jenis-jenis sistem operasi tersebut adalah sistem operasi stand alone, sistem operasi live CD, sistem operasi embedded, dan sistem operasi jaringan. Selain itu, terdapat juga jenis-jenis sistem operasi yang populer dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti Windows, Apple MacOS, Linux, Apple iOS, dan Google Android.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.