Apa Itu Panic Attack dan Cara Mengatasinya
Pengertian Panic Attack
Panic attack atau serangan panik merupakan suatu masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat. Serangan panik muncul secara kebetulan dan tidak diharapkan. Saat serangan panik berlangsung, seseorang akan memiliki perasaan ketakutan dan kecemasan yang berlebihan yang akan tetap ada dalam dirinya. Panic attack atau serangan panik dapat terjadi oleh siapa saja, di mana pun, dan kapan pun. Seseorang yang mengalaminya akan merasakan ketakutan yang luar biasa meskipun sebenarnya mereka tidak sedang dalam bahaya yang nyata. Panic attack atau serangan panik sendiri terjadi sebagai suatu reaksi terhadap situasi yang penuh tekanan yang muncul secara spontan. Serangan panik tidak dapat diprediksi oleh seseorang dengan atau tanpa alasan.
Gejala Panic Attack
Panic attack atau serangan panik memiliki gejala-gejala yang terjadi secara mendadak tanpa diketahui pemicu atau gejala awal yang dimilikinya. Gejala yang terjadi pada serangan panik dapat bervariasi tergantung pada frekuensi serangan yang dialami seseorang. Beberapa gejala panic attack yang sering dialami antara lain:
1. Kehilangan keseimbangan pada tubuh.
2. Jantung berdebar sangat cepat.
3. Merasa nyeri pada dada.
4. Kehilangan kontrol atas tubuh dan pikiran.
5. Mual.
6. Gemetaran hingga menggigil pada tubuh.
7. Pusing hingga pingsan.
8. Merasa tercekik hingga ketakutan akan mati.
9. Kesulitan bernapas.
10. Keringat dingin hingga tubuh memerah.
11. Merasa sesak di sekitar tenggorokan.
12. Sering mengalami kesemutan.
13. Berkeringat secara berlebihan.
14. Kesulitan untuk tidur.
15. Merasa akan datangnya suatu masalah.
16. Bibir atau mulut terasa kering.
17. Tubuh terasa seperti lepas dan tidak nyata.
18. Sakit kepala hingga merasa seperti melayang.
19. Kram pada perut.
20. Berisiko untuk percobaan bunuh diri.
21. Depersonalisasi dan derealisasi.
22. Nyeri pada otot dan ketegangan.
Dampak Panic Attack
Panic attack atau serangan panik akan memiliki dampak yang berbeda-beda bagi kehidupan seseorang. Beberapa dampak panic attack yang mungkin dialami antara lain:
1. Mengganggu aktivitas sehari-hari: Panic attack dapat mengganggu kemampuan seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Kesulitan dalam mengatur jadwal dan kerugian waktu akibat ketidakmampuan untuk mengatasi serangan panik ini adalah salah satu dampak dari panic attack.
2. Munculnya fobia baru: Panic attack dapat menyebabkan seseorang mengembangkan fobia terhadap situasi yang pernah mengakibatkan serangan panik sebelumnya. Hal ini dapat mengganggu kesehatan mental seseorang.
3. Kesulitan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi: Panic attack juga dapat menyebabkan seseorang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang baru. Rasa cemas yang berlebihan dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman dan sulit dalam berinteraksi dengan orang lain.
4. Rentan mengalami depresi: Serangan panik yang sering dan intens dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami depresi. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus dan pengobatan yang tepat.
5. Peningkatan risiko penyakit jantung dan perubahan pola pernapasan: Serangan panik dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan mempengaruhi pola pernapasan seseorang. Gejala panic attack yang intens dapat menyebabkan jantung berdebar cepat dan kesulitan bernapas.
6. Munculnya keinginan yang mengarah kepada hal-hal negatif, seperti bunuh diri: Panic attack sering kali menyebabkan seseorang merasa putus asa dan memiliki pikiran tentang bunuh diri. Hal ini memerlukan perhatian serius dan dukungan psikologis.
Cara Mengatasi Panic Attack
Bagi seseorang yang mengalami panic attack, tidak perlu takut atau khawatir. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi atau mengurangi serangan panik ini. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
1. Terapi perilaku kognitif atau penggunaan obat penenang: Terapi perilaku kognitif dapat membantu seseorang mengatasi rasa takut dan serangan panik dengan mengubah pola pikir dan perilaku. Penggunaan obat penenang juga dapat direkomendasikan oleh dokter sebagai tambahan dalam mengatasi serangan panik.
2. Terapi oleh psikiater atau dokter spesialis kejiwaan: Terapi atau pengobatan yang diresepkan oleh dokter atau psikiater dapat membantu mengatasi serangan panik melalui penggunaan obat-obatan tertentu seperti antidepresan dan serotonin reuptake inhibitors.
3. Melakukan olahraga secara rutin: Olahraga secara rutin dapat membantu mengurangi gejala panic attack. Aktivitas fisik dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental seseorang.
4. Menjaga pola tidur yang teratur: Pola tidur yang baik dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Menjaga pola tidur yang teratur dan cukup dapat membantu mengurangi gejala panic attack.
5. Menerima situasi sesuai porsinya: Mengubah cara pandang terhadap situasi yang menjadi pemicu serangan panik dapat membantu mengurangi gejala yang muncul.
6. Menyeimbangkan aktivitas sehari-hari: Menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi dapat membantu mengurangi tekanan dan stres yang dapat memicu serangan panik.
7. Menghindari minuman yang mengandung kafein secara berlebihan: Minuman yang mengandung kafein berlebihan dapat memicu serangan panik. Mengurangi konsumsi minuman tersebut dapat membantu mengatasi serangan panik.
8. Melakukan relaksasi: Melakukan aktivitas relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pilates dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental seseorang.
9. Mengatur pernapasan: Mengatur pernapasan dengan cara yang benar dapat membantu mengurangi gejala panic attack saat serangan panik terjadi.
10. Mengonsumsi makanan sehat: Makan makanan sehat dan seimbang dapat membantu menjaga kesehatan mental seseorang. Mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi juga dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
11. Mencari dukungan dari orang-orang terdekat: Mendapatkan dukungan dari keluarga, teman, atau komunitas dapat membantu seseorang mengatasi serangan panik dengan memberikan semangat dan dukungan yang dibutuhkan.
12. Mengatasi stres dengan baik: Mengatasi stres dengan cara yang baik seperti dengan melakukan aktivitas yang disukai seperti membaca, mendengarkan musik, atau melakukan olahraga dapat membantu mengurangi serangan panik.
13. Melakukan psikoterapi individu: Psikoterapi individu dapat membantu seseorang memahami dan menghadapi serangan panik dengan membangun keterampilan dan strategi yang tepat.
Kesimpulan
Panic attack atau serangan panik merupakan masalah kesehatan yang terjadi secara spontan dan dapat dialami oleh siapa saja. Gejala panic attack mencakup kehilangan keseimbangan pada tubuh, jantung berdebar cepat, nyeri dada, dan kesulitan bernapas. Serangan panik dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, memicu fobia baru, dan membuat seseorang kesulitan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi. Panic attack juga dapat meningkatkan risiko depresi, penyakit jantung, dan munculnya pikiran negatif seperti bunuh diri. Untuk mengatasi panic attack, dapat dilakukan beberapa cara seperti terapi perilaku kognitif, terapi oleh psikiater, olahraga rutin, menjaga pola tidur yang teratur, dan melakukan relaksasi. Dukungan dari orang-orang terdekat dan mengatasi stres dengan baik juga dapat membantu seseorang mengatasi serangan panic attack.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.