Novel Laut Bercerita Hadirkan Edisi Hard Cover di Tahun Kelimanya
Sinopsis Novel Laut Bercerita
Novel Laut Bercerita merupakan karya Leila S. Chudori yang mengangkat isu tentang era reformasi di tahun 1998. Dalam novel ini, penulis memasukkan tema persahabatan, percintaan, dan kekeluargaan. Meskipun bergenre historical fiction, Leila S. Chudori melakukan riset mendalam dengan mewawancarai para korban yang kembali atau kerabat mereka. Melalui novel ini, Leila S. Chudori berhasil menghadirkan fakta dengan balutan fiksi.
Leila S. Chudori memiliki persiapan yang matang dalam menyelesaikan novel ini. Proses penulisan novel ini memakan waktu kurang lebih selama lima tahun. Pada tahun 2017, novel Laut Bercerita pertama kali diterbitkan dan sukses membuat pembaca seolah masuk dan ikut melihat kejadian yang dialami para tokoh.
Novel Laut Bercerita memiliki cerita yang menggugah dan menyentuh hati pembaca. Kisah ini berkisah tentang kekejaman yang diterima oleh para aktivis mahasiswa pada masa Orde Baru di tahun 1998. Mereka mendapatkan ancaman, bahkan banyak yang diculik dan disiksa. Novel ini mengambil dua sudut pandang tokoh, yakni Biru Laut dan adiknya, Asmara Jati.
Biru Laut Wibisono, disebut juga sebagai Laut, merupakan salah satu aktivis mahasiswa yang tertarik pada dunia sastra. Ia gemar membaca buku karya Pramoedya Ananta Toer yang saat itu dilarang beredar di Indonesia. Meskipun demikian, ia nekat memfotokopi buku-buku tersebut di tempat fotokopi. Di tempat tersebut, ia bertemu dengan Kinan yang kemudian memperkenalkan Laut pada organisasi Winatra dan Wirasena.
Di organisasi ini, Laut mulai aktif melakukan diskusi buku-buku kiri bersama teman-temannya seperti Kinan, Sunu, Alex, Daniel, Sang Penyair, Gusti, Ahmad, Coki, dan Naratama. Bersama-sama, mereka melakukan aksi membela rakyat, seperti membantu rakyat menanam jagung di Blangguan. Namun, mereka juga menjadi buron dan akhirnya diculik dan dipenjara.
Penculikan Laut menyisakan luka yang mendalam bagi keluarga dan kekasihnya, Anjani. Keluarga Laut memiliki ritual khusus setiap hari Minggu. Hari itu ditunggu-tunggu keluarga karena mereka akan memasak tengkleng dan menghabiskan waktu bersama. Namun, saat Laut diculik dan tak ada kabar, sang bapak masih menyimpan empat piring di meja makan dan berharap Laut datang untuk makan bersama mereka.
Bagian kedua novel ini mengisahkan dari sudut pandang adik Laut, Asmara Jati. Asmara bersama kerabat korban penculikan lainnya berusaha mencari petunjuk di mana para mahasiswa yang diculik itu berada. Mereka berusaha memperoleh informasi tentang keberadaan para mahasiswa yang hilang tersebut.
Novel Laut Bercerita berhasil menggambarkan suasana masa Orde Baru dan era reformasi yang penuh perjuangan dan kekejaman. Leila S. Chudori mampu menghadirkan drama emosional yang dirasakan oleh para tokoh dan pembaca. Kisah ini mengingatkan kita akan pentingnya kebebasan berpendapat dan perjuangan untuk keadilan.
Novel Laut Bercerita Diangkat Menjadi Film Pendek
Selain menjadi novel yang sukses, Laut Bercerita juga diadaptasi menjadi sebuah film pendek yang disutradarai oleh Pritagita Arianegara. Dalam film ini, Laut Bercerita diperankan oleh Reza Rahadian, Asmara Jati diperankan oleh Ayushita, dan Anjani diperankan oleh Dian Sastrowardoyo. Ada juga tokoh pendukung lainnya seperti Tio Pakusadewo, Lukman Sardi, Tanta Ginting, dan Ade Firman Hakim.
Awalnya, film ini memiliki durasi sekitar 10 menit. Namun, sang sutradara menambahkan beberapa adegan untuk mendukung emosi film tersebut. Setelah melalui proses editing, film ini akhirnya memiliki durasi 30 menit.
Film pendek Laut Bercerita telah diputar di berbagai festival film dan mendapatkan apresiasi yang tinggi. Leila S. Chudori sering mengadakan nonton bersama dengan para penggemar novel Laut Bercerita yang dilanjutkan dengan acara diskusi buku. Acara nonton bersama ini memiliki kuota yang terbatas sehingga tiketnya sering menjadi rebutan.
Karya Leila S. Chudori Lainnya
Selain Laut Bercerita, Leila S. Chudori juga telah menghasilkan karya-karya apik lainnya. Beberapa karyanya antara lain:
1. Kelopak-kelopak yang Berguguran (1984) – sebuah kumpulan cerita pendek yang membahas berbagai isu kehidupan termasuk tentang perempuan, keyakinan, hingga politik.
2. Malam Terakhir: Kumpulan Cerpen (1989) – sebuah kumpulan cerita pendek yang menggambarkan berbagai keadaan dan perasaan pada malam terakhir.
3. 9 Dari Nadira (2009) – sebuah novel yang mengisahkan tentang Nadira, seorang sastrawan perempuan yang mengalami gejolak dalam kehidupannya.
4. Pulang: Sebuah Novel (2012) – sebuah novel fiksi yang berlatar belakang pada masa pemberontakan G30S hingga masa Reformasi 1998. Novel ini mengisahkan tentang seorang wartawan yang harus menjadi buronan dan meninggalkan Indonesia.
5. Menagerie 2 (1993) – sebuah buku yang diedit oleh Leila S. Chudori bersama John McGlynn. Buku ini berisi kumpulan tulisan dan cerita dari berbagai penulis.
6. Bahasa! Kumpulan Tulisan Majalah Tempo (2008) – sebuah buku yang diedit oleh Leila S. Chudori bersama Bambang Bujono. Buku ini berisi kumpulan tulisan dari majalah Tempo.
Leila S. Chudori juga pernah menjadi penulis skenario sebuah drama televisi berjudul Dunia Tanpa Koma (2006) dan sebuah film pendek berjudul Drupadi (2009). Ia berhasil memenangkan penghargaan sebagai Penulis Skenario Drama Televisi Terpuji dengan karya skenarionya yang berjudul Dunia Tanpa Koma pada tahun 2006. Selain itu, ia juga mendapatkan Penghargaan Sastra Badan bahasa Indonesia dengan bukunya yang berjudul 9 Dari Nadira pada tahun 2011.
Karya-karya Leila S. Chudori telah mendapatkan berbagai penghargaan dan apresiasi dari masyarakat. Penulis ini memiliki kepekaan dalam mengangkat isu-isu yang penting dalam masyarakat. Lewat tulisannya, Leila S. Chudori berhasil memberikan suara pada yang tak terdengar dan mengajak pembacanya untuk berpikir lebih dalam.
Pre-Order Laut Bercerita Edisi Hard Cover dengan Bonus Melimpah
Menghadapi ulang tahun kelima, novel Laut Bercerita menghadirkan edisi hard cover dengan sampul terbaru. Para pembaca yang melakukan pre-order juga akan mendapatkan beberapa bonus yang menarik. Bonus tersebut antara lain surat kepada Laut Biru dan 10 ilustrasi postcard para tokoh. Surat dan postcard ini dilukis dengan sangat apik oleh Yuyun Nurrachman. Selain itu, para pembeli juga akan mendapatkan tanda tangan dari penulis Leila S. Chudori dan kesempatan untuk ngobrol secara langsung melalui live Zoom dengan penulis.
Tidak hanya itu, para pembeli yang melakukan pre-order juga akan mendapatkan potongan ongkos kirim sebesar Rp5.000 ke seluruh Indonesia. Potongan ongkos kirim ini sangat menguntungkan bagi pembeli yang berada di daerah terpencil atau jauh dari kota. Kode “LAUTBERCERITAKGX5” harus digunakan saat melakukan checkout untuk mendapatkan potongan tersebut.
Masa pre-order ini berlangsung mulai tanggal 18 hingga 21 Juli 2022. Para pembaca yang tertarik dengan novel Laut Bercerita edisi hard cover dan bonusnya disarankan untuk segera melakukan pre-order agar tidak ketinggalan kesempatan.
Promo menarik tidak hanya berlaku untuk novel Laut Bercerita saja, tetapi juga untuk berbagai produk pilihan lainnya di aikerja.com. Pembaca bisa mendapatkan diskon dan bonus menarik untuk produk-produk pilihan. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk mendapatkan buku-buku favorit dengan harga yang lebih terjangkau.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.