15 Macam–macam Zakat dalam Islam dan Ketentuan Perhitungannya
I. Pengertian Zakat
Zakat merupakan bagian yang wajib dikeluarkan dari harta oleh setiap muslim yang telah mencapai syarat-syarat tertentu. Zakat merupakan salah satu dari lima rukun Islam dan merupakan kewajiban bagi umat muslim yang mampu. Kata zakat sendiri berasal dari kata “zaka” yang memiliki arti suci, berkah, baik, tumbuh, dan berkembang. Dalam pelaksanaannya, zakat memiliki tujuan untuk memperoleh berkah, membersihkan jiwa, dan memupuk kebaikan. Dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 103 disebutkan, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.”
Zakat juga memiliki definisi menurut kitab al-Hawi karya al-Mawardi, yaitu sebagai pengambilan tertentu dari harta. Orang yang membayar zakat disebut muzaki, sedangkan orang yang menerima zakat disebut mustahik. Menurut Peraturan Menteri Agama No 52 Tahun 2014, zakat merupakan harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim untuk diberikan kepada yang berhak sesuai dengan syariat Islam.
II. Rukun Zakat
Dalam menjalankan kewajiban zakat, terdapat beberapa rukun yang harus dipenuhi, yaitu:
1. Islam: Zakat merupakan bagian dari kewajiban sebagai seorang muslim.
2. Merdeka: Orang yang membayar zakat harus memiliki kebebasan atau kekuasaan atas harta yang akan dikeluarkan.
3. Harta yang dikenakan zakat: Zakat dikeluarkan dari harta yang telah mencapai nisab (batasan tertentu) dan haul (jangka waktu tertentu).
4. Mengeluarkan zakat: Zakat harus dikeluarkan dengan niat memenuhi kewajiban zakat dan untuk membersihkan harta dan jiwa.
5. Sesuai dengan tata cara yang diatur oleh syara’: Zakat harus dikeluarkan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam, seperti dengan pembayaran tunai, transfer, atau melalui lembaga zakat yang sah.
III. Macam-macam Zakat
Zakat dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Berikut ini adalah penjelasan lebih rinci mengenai kedua jenis zakat tersebut:
A. Zakat Fitrah
Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim pada bulan Ramadhan sebelum hari raya Idul Fitri. Zakat fitrah berfungsi sebagai bentuk penutup bagi kekurangan atau kekhilafan dalam ibadah puasa. Besaran zakat fitrah ditetapkan sebesar 2,5 kilogram atau setara dengan 3,5 liter beras atau makanan pokok lainnya yang berlaku di daerah masing-masing.
Syarat zakat fitrah adalah sebagai berikut:
1. Beragama Islam.
2. Hidup pada saat bulan Ramadhan.
3. Mempunyai kelebihan kebutuhan pokok untuk malam dan hari raya Idul Fitri.
B. Zakat Mal
Zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas harta atau kekayaan yang dimiliki oleh seorang muslim. Zakat mal wajib dikeluarkan apabila harta yang dimiliki telah mencapai nisab (batas tertentu) dan haul (jangka waktu tertentu).
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam zakat mal, yaitu:
1. Harta tersebut merupakan barang halal dan diperoleh dengan cara yang halal.
2. Harta tersebut dimiliki penuh oleh pemiliknya.
3. Harta tersebut merupakan harta yang dapat berkembang.
4. Harta tersebut mencapai nishab sesuai dengan jenis hartanya.
5. Harta tersebut telah melewati haul.
6. Pemilik harta tidak mempunyai hutang jangka pendek yang harus dilunasi.
IV. Golongan Penerima Zakat
Menurut syariat Islam, terdapat delapan golongan penerima zakat yang berhak menerimanya, yaitu:
1. Fakir: Golongan ini merupakan mereka yang hampir tidak memiliki apapun sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.
2. Miskin: Golongan ini memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar kehidupan.
3. Amil: Golongan ini adalah mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.
4. Mualaf: Golongan ini adalah mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan dalam tauhid dan syariah.
5. Riqab: Golongan ini adalah hamba atau budak yang ingin memerdekakan dirinya.
6. Gharimin: Golongan ini adalah mereka yang berhutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya.
7. Fisabilillah: Golongan ini adalah mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah dan jihad.
8. Ibnu Sabil: Golongan ini adalah mereka yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah.
V. Jenis-jenis Zakat
Selain zakat fitrah dan zakat mal, terdapat beberapa jenis zakat lainnya yang terkait dengan sumber penghasilan atau jenis harta yang dimiliki oleh seorang muslim. Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai beberapa jenis zakat tersebut:
1. Zakat Emas, Perak, dan Logam Mulia Lainnya: Zakat ini dikenakan atas emas, perak, dan logam mulia lainnya yang telah mencapai nisab dan haul. Perhitungan zakat ini dilakukan dengan mengalikan 2,5% dari nilai emas atau logam mulia yang dimiliki.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.