9 Fakta Menarik Kucing Calico yang Menggemaskan dan Jenis-Nya!
Kucing Calico – Mengenal Lebih Dekat dengan Kucing Eksentrik yang Penuh Warna
Sebagian besar dari kita pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah “calico” ketika mendengar atau membicarakan tentang kucing. Calico sudah menjadi julukan yang mengacu pada pola warna bulu kucing, bukan jenis kucing tertentu. Tetapi tahukah Anda bahwa kucing calico umumnya adalah betina dan jantan calico sangat jarang ditemui? Mengapa kucing calico begitu istimewa? Apa yang membuat mereka begitu menarik dan unik? Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai penampilan, sejarah, jenis-jenis, dan fakta menarik tentang kucing calico.
Penampilan dan Sejarah Kucing Calico
Bagi para pecinta kucing, kucing calico tentunya menjadi pilihan yang populer karena corak indah pada bulunya. Namun, perlu diketahui bahwa calico bukanlah jenis kucing tertentu, melainkan julukan untuk kucing dengan paduan tiga warna pada bulunya. Kucing calico dapat ditemui pada berbagai jenis kucing, seperti Persia, Maine coon, Manx, dan masih banyak lagi. Bahkan, kucing calico juga bisa merupakan kucing lokal biasa di Indonesia.
Pola calico pada kucing dapat menampilkan tiga warna berbeda, yang paling umum adalah hitam, putih, dan oranye. Tiga warna ini membentuk pola tertentu pada tubuh kucing, bukan hanya garis-garis tipis. Biasanya, kucing calico memiliki lebih banyak bulu putih yang dominan, sedangkan warna oranye dan hitam hanya muncul pada beberapa bagian tubuh.
Kucing dengan corak bulu calico mendapatkan julukannya karena warnanya yang menyerupai warna pada kain blacu atau calico yang berasal dari India. Miks berbagai ras kucing dengan pola calico menghasilkan karakter bulu yang sangat indah, hampir seperti kain perca.
Kombinasi warna pada kucing calico bisa bervariasi, mulai dari warna yang mencolok seperti merah dan hitam, hingga warna yang lebih lembut seperti krem. Setiap individu kucing calico hampir tidak pernah memiliki pola bulu yang persis sama, membuat mereka sangat unik.
Tidak hanya pola dan warna bulu yang menarik, sifat kucing calico juga cukup menarik perhatian. Umumnya, kucing calico dikenal sebagai kucing yang lancang dan berani. Meskipun begitu, mereka juga bisa menjadi sahabat dan hewan peliharaan yang setia bagi pemiliknya.
Kucing calico standar untuk ras Persia memiliki tiga warna, yaitu hitam, merah ke oranye, dan putih pada area kaki, perut, dada, dan moncong. Warna mata pada kucing calico umumnya bervariasi antara biru, tembaga, atau hijau. Beberapa kucing calico bahkan memiliki dua warna berbeda pada setiap matanya, seperti satu mata biru dan satu mata tembaga. Istilah ini dikenal dengan sebutan “heterochromia”.
Sejarah kucing calico pada awalnya tidak begitu jelas. Namun, banyak yang berspekulasi bahwa kucing calico berasal dari Mesir dan kemudian dijual dan diperdagangkan di daerah sekitar Mediterania. Pada tahun 1940-an, penelitian serius tentang kucing calico dimulai oleh para ahli. Peneliti seperti Murray Barr dan EG Bertram melihat massa gelap yang menyerupai stik drum pada inti sel saraf kucing calico betina, tetapi tidak terlihat pada kucing calico jantan. Massa gelap ini kemudian dinamakan “barr body” atau “badan barr”. Pada tahun 1959, seorang ahli biologi sel asal Jepang bernama Susumu Ohno menemukan bahwa barr body ini merupakan kromosom X pada kucing calico. Pada tahun 1961, Mary Lyon mengusulkan konsep inaktivasi X atau male inactivation, yaitu salah satu dari dua kromosom X pada tubuh mamalia betina yang mati. Dia menemukan kemiripan pola pada bulu tikus dengan pola pada kucing calico.
Selain sebagai keindahan bagi mata, kucing calico juga memiliki peran dalam cerita rakyat dan budaya. Misalnya, kucing calico sering digambarkan sebagai pembawa keberuntungan dalam cerita rakyat di berbagai budaya. Di Amerika Serikat, mereka juga sering disebut sebagai “money cat”. Sedangkan di Jepang, kucing calico digambarkan sebagai sosok keberuntungan yang dikenal dengan sebutan “Maneki-Neko”.
Jenis-jenis Kucing Calico
Sebenarnya, lebih mudah untuk menyebutkan jenis-jenis kucing yang bukan calico daripada harus menyebutkan daftar ras kucing yang sering menghasilkan kucing calico. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa pola calico umumnya tidak muncul pada ras kucing yang hanya menghasilkan keturunan dengan warna solid, seperti Russian blue, British shorthair, atau kucing bombay.
Namun, ada beberapa ras kucing yang memiliki kemungkinan besar untuk menghasilkan calico. Beberapa di antaranya adalah:
1. Kucing Calico Asli
Kucing calico asli adalah julukan untuk kucing-kucing “kampung”. Jika menemukan kucing dengan paduan tiga warna pada bulunya, kucing tersebut dapat disebut sebagai kucing calico.
2. Calico Persia
Kucing persia, yang dikenal dengan bulu tebal dan wajah yang khas, juga dapat menghasilkan calico persia. Calico persia memiliki bulu panjang dan wajah yang mirip dengan kucing persia biasa, tetapi dengan warna bulu yang terbagi menjadi tiga warna.
3. Calico Peaknose
Jenis kucing peaknose juga sering ditemui dengan pola calico. Kucing peaknose memiliki hidung yang pesek dan juga memiliki paduan tiga warna pada bulunya.
4. Calico Longhair
Kucing dengan bulu panjang juga sering menghasilkan calico. Calico longhair memiliki bulu yang sangat panjang dan warna bulu yang terbagi menjadi tiga.
5. Calico Tabby
Kucing tabby adalah jenis kucing yang memiliki pola khusus, seperti garis atau titik-titik pada bulunya. Jika kucing tabby memiliki paduan tiga warna yang berbeda, maka kucing tersebut dapat disebut sebagai calico tabby.
6. Dilute Calico
Dilute calico adalah jenis kucing calico yang memiliki warna yang lebih pucat. Warna bulu pada dilute calico cenderung tidak terlalu tegas dan mencolok. Kucing dilute calico termasuk langka karena keunikannya.
Fakta Menarik tentang Kucing Calico
Selain penampilannya yang mencolok, terdapat beberapa fakta menarik tentang kucing calico yang mungkin belum Anda ketahui. Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang kucing calico:
1. Calico bukan nama ras
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, calico bukanlah nama ras kucing tertentu. Calico hanyalah julukan untuk kucing dengan paduan tiga warna pada bulunya, yang umumnya hitam, putih, dan oranye.
2. Pola bulu yang khas
Kucing calico menampilkan paduan tiga warna berbeda pada bulunya, yang umumnya terdiri dari hitam, putih, dan oranye. Warna putih pada kucing calico dapat mencapai 25-75% dari seluruh bulunya. Beberapa variasi warna calico yang ditemukan juga mencakup krem, biru-hitam, coklat, dan oranye kemerahan.
3. Genetik yang misterius
Kucing calico memiliki genetik yang sangat unik dan menarik bagi para ilmuwan. Hal ini terkait dengan kelainan pada kromosom X dan Y pada kucing. Kucing betina memiliki dua kromosom X (XX), sementara kucing jantan memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y (XY). Warna oranye dan hitam pada kucing calico dikodekan oleh kromosom X, sedangkan warna putih dikodekan oleh gen lain.
4. Kemungkinan berasal dari Mesir
Meskipun belum dapat dipastikan dengan pasti, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kucing calico mungkin berasal dari Mesir. Dalam penelitian tersebut, gen mutan oranye pada kucing calico dapat dilacak ke Mesir dan daerah sekitar Laut Mediterania, seperti Perancis, Yunani, Italia, dan Spanyol.
5. Kucing calico kebanyakan betina
Kebanyakan kucing calico yang ditemui adalah betina. Hal ini berkaitan dengan genetika kromosom pada kucing. Kucing betina memiliki dua kromosom X, sehingga dapat memiliki dua warna pada bulunya. Kucing jantan biasanya hanya memiliki satu kromosom X, sehingga cenderung memiliki warna hitam atau oranye, tetapi tidak keduanya. Kucing calico jantan sangat langka karena hanya muncul akibat kelainan genetik dengan kromosom XXY.
6. Kucing calico di Maryland
Kucing calico dijadikan sebagai kucing resmi negara bagian Maryland, Amerika Serikat pada tahun 2001. Alasannya adalah warna bulu calico (oranye, hitam, dan putih) yang dimiliki oleh kucing calico melambangkan burung negara bagian Maryland, oriole Baltimore, dan serangga negara bagian Maryland, kupu-kupu Baltimore Checkerspot. Maryland juga merupakan salah satu dari tiga negara bagian di AS yang memiliki kucing resmi negara bagian, bersama dengan Maine dan Massachusetts.
7. Kucing calico rentan terhadap kelainan genetik
Meskipun tidak selalu terjadi, kucing calico jantan rentan terhadap kelainan genetik yang dapat mempengaruhi kesehatan dan harapan hidupnya. Kucing jantan calico sering kali lahir dengan kelainan kromosom XXY, yang dapat menyebabkan pertumbuhan terganggu, kemungkinan kemandulan, masalah kognitif dan perkembangan, berkurangnya kandungan mineral tulang, dan kecenderungan terhadap obesitas. Sementara itu, kucing betina calico tidak memiliki masalah kesehatan yang secara langsung terkait dengan pola warna bulunya.
8. Tidak bisa dikawinkan silang dengan sengaja
Mencoba untuk menghasilkan kucing calico dengan mengawinkan silang dengan sengaja biasanya tidak akan berhasil. Warna calico pada kucing hanya muncul berdasarkan genetika kromosomnya saja. Mengawinkan silang dua kucing calico juga tidak akan menghasilkan kucing calico secara konstan.
9. Stationmaster Tama di Stasiun Kishi
Pada tahun 2007, seekor kucing calico bernama Tama dijadikan sebagai kepala stasiun di Stasiun Kishi di prefektur Wakayama, Jepang. Tama adalah kepala stasiun kucing pertama di Jepang dan berhasil meningkatkan penjualan tiket sebesar 10% pada tahun pertamanya. Tama diberi topi kepala stasiun dan gajinya dibayar dengan makanan kucing. Pada tahun 2015, Tama meninggal pada usia 16 tahun dan menjadi legenda di Stasiun Kishi. Saat ini, Nitama, salah satu murid Tama, meneruskan warisan Tama sebagai kepala stasiun.
Rekomendasi Buku Tentang Kucing
Bagi Anda yang tertarik dengan kucing dan ingin menambah pengetahuan tentang hewan lucu ini, kami memberikan beberapa rekomendasi buku tentang kucing yang dapat Anda baca:
1. “Kucing Keren Zaman Now”
Buku ini akan membahas tentang kisah-kisah seru dan menarik tentang berbagai macam kucing yang ada di dunia. Anda akan menemukan kisah-kisah unik serta fakta menarik seputar dunia kucing.
2. “Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam?”
Buku ini mengupas tentang mitos dan fakta tentang kucing hitam. Anda akan menemukan penjelasan ilmiah mengapa kucing hitam mendapat julukan buruk dalam beberapa kebudayaan dan mitos yang mengelilingi mereka.
3. “Kucingku Sayang”
Buku ini mengisahkan pengalaman seorang penulis dalam merawat dan menjalin hubungan dengan kucing peliharaannya. Anda akan menemukan cerita-cerita yang mengharukan dan lucu tentang kehidupan sehari-hari dengan kucing.
Itulah beberapa fakta menarik tentang kucing calico beserta rekomendasi buku yang dapat Anda baca untuk menambah pengetahuan tentang hewan yang menggemaskan ini. Setiap kucing calico memiliki keunikan dan pesona tersendiri, jadi jangan ragu untuk menyayangi dan merawat kucing peliharaan Anda dengan penuh kasih sayang.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.