Karikatur: Pengertian , Sejarah, Fungsi, Ciri-Ciri, dan Cara Membuatnya


Pengertian Karikatur

Pengertian Karikatur sudah sering kita dengar dan lihat di berbagai media, seperti koran, majalah, hingga media sosial. Namun, apakah kita benar-benar memahami pengertian dari karikatur itu sendiri? Karikatur berasal dari kata caricare yang berarti memberi muatan atau melebih-lebihkan. Secara sederhana, karikatur adalah gambar atau penggambaran suatu objek konkret dengan cara melebih-lebihkan ciri khas dari objek tersebut. Karikatur seringkali digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan atau kritikan secara sederhana.

Dalam dunia seni, karikatur juga dikenal sebagai salah satu seni lukis yang unik dan menarik. Biasanya, karikatur dapat ditemukan di halaman pertama koran atau majalah. Ciri khas dari gambar karikatur umumnya adalah penggambaran karakter orang yang mempunyai ukuran yang tidak normal dalam penentuan badan serta kepalanya. Selain itu, karikatur juga sering mengandung unsur sindiran yang disajikan oleh pembuatnya mengenai isu atau permasalahan sosial yang tidak kunjung mendapatkan solusi.

Sejarah Karikatur

Karikatur telah ada sejak abad ke-16. Namun, sebelumnya pada zaman Mesir Kuno, banyak ditemukan gambar-gambar hewan yang mempunyai tingkat laku seperti manusia. Popularitas seni karikatur mulai populer di Italia pada saat abad Renaisans. Pada saat itu, karikatur hanya dibuat untuk lucu-lucuan saja oleh beberapa seniman seperti Carracci, Leonardo da Vinci, dan seniman lainnya.

Perkembangan karikatur kemudian meluas ke Eropa pada abad ke-18. Di Inggris, karikatur mulai berkembang setelah beberapa karya seniman Italia dipublikasikan pada tahun 1744. Beberapa kartunis terkenal seperti James Gillray, Thomas Rowlandson, dan George Cruikshank merupakan tokoh yang berhasil menghasilkan kartun satire. Di Perancis, karikatur juga mulai berkembang melalui mingguan La Caricature dan harian Le Charivari.

Pada akhir abad ke-19, seniman Jean-Pierre Dantan mulai membuat patung karikatur. Hal ini memberikan pengaruh besar pada seniman lainnya dan membuat karikatur merambah ke media lain. Pada tahun 1868, majalah Vanity Fair yang berisi karikatur mulai diterbitkan di London. Majalah tersebut dikenal karena memuat karikatur dengan berbagai macam corak warna yang menggambarkan tokoh sastra, raja, dan politisi. Vanity Fair dipelopori oleh kartunis asal Italia, Carlo Pellegrini.

See also  Cara Mengganti Password Wifi IndiHome dengan Cepat dan Mudah

Di awal abad ke-20, karikatur mengalami perkembangan dramatis setelah akhir Perang Dunia 1. Bersamaan dengan perkembangan film, fotografi, dan majalah, karikatur teatris juga mulai muncul. Al Frueh merupakan salah satu seniman pertama yang mengenalkan genre ini dengan menerbitkan Stage Folk yang memadukan karikatur dengan gaya Art Deco.

Pada akhir abad ke-20, karikatur politik mulai populer lagi. Beberapa seniman seperti David Levine, Robert Grossman, dan Edward Sorel menerbitkan karya-karya karikatur politik mereka di berbagai media internasional.

Fungsi Karikatur

Karikatur memiliki beberapa fungsi dalam masyarakat. Pertama, karikatur berfungsi untuk menciptakan opini baru. Melalui gambar yang melebih-lebihkan ciri khas suatu objek, karikatur dapat menciptakan opini baru di masyarakat. Misalnya, dengan menggambarkan seseorang dengan perut yang membesar, karikatur dapat menyampaikan pesan bahwa orang tersebut memakan uang rakyat.

Selain itu, karikatur juga berfungsi sebagai media hiburan. Gambar-gambar karikatur yang dilebih-lebihkan dapat membuat orang lain menjadi terhibur. Humor yang terkandung dalam karikatur seringkali muncul dalam bentuk satire atau sindiran.

Fungsi lain dari karikatur adalah sebagai media pencitraan. Karikatur dapat digunakan sebagai representasi karakter seseorang. Dalam karikatur, seniman harus menciptakan kemiripan objek dengan aslinya, sehingga penikmat karikatur dapat mengenal siapa yang digambarkan dalam karikatur tersebut.

Selain itu, karikatur juga dapat digunakan sebagai hadiah atau kenang-kenangan dalam berbagai acara seperti pernikahan, wisuda, atau ulang tahun.

Ciri-ciri Karikatur

Karikatur memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dengan jenis gambar lainnya. Pertama, karikatur menampilkan bentuk kepala manusia dalam ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan ukuran yang sebenarnya. Ciri ini membuat karikatur terlihat unik dan menarik.

Selain itu, karikatur seringkali menggunakan perubahan anatomi tubuh. Dalam karikatur, tubuh dan wajah objek yang digambarkan dapat terlihat seperti gambar kartun. Meskipun demikian, karikatur lebih mirip dengan bentuk aslinya.

See also  Mengenal Ayam Pejantan dan Tips Mudah Ternak Ayam Pejantan

Ciri lain dari karikatur adalah sering ditemukan di media cetak seperti koran, majalah, atau poster. Karikatur umumnya menyinggung sebuah peristiwa atau isu tertentu. Selain itu, karikatur juga memiliki unsur humor atau hiburan yang kental.

Jenis Karikatur

Terdapat beberapa jenis karikatur yang dapat ditemui, sesuai dengan selera dan kebutuhan konsumen. Pertama, terdapat karikatur jurnalistik yang digunakan untuk menafsirkan berita dalam bentuk grafis dengan sudut pandang yang kritis. Karikatur jurnalistik dapat memberikan pandangan berbeda terhadap sebuah berita.

Selanjutnya, terdapat karikatur realitas yang membahas masalah-masalah yang ada hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. Karikatur ini seringkali menggambarkan situasi atau peristiwa yang terjadi dalam kehidupan nyata.

Terakhir, terdapat karikatur politik yang berhubungan dengan masalah politik atau fakta-fakta dalam kehidupan sehari-hari. Karikatur politik biasanya melebih-lebihkan beberapa fitur atau situasi tertentu untuk mengkomunikasikan kritik tertentu. Karikatur politik ini dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan atau kritik terhadap situasi politik yang ada.

Cara Membuat Karya Seni Karikatur

Membuat karya seni karikatur membutuhkan keahlian dan ketelitian dalam menangkap karakter objek yang akan digambarkan. Berikut ini adalah beberapa langkah dalam membuat karya seni karikatur.

Pertama, pemilihan tema sangat penting dalam membuat karikatur. Tema yang dipilih dapat berupa sosial budaya, politik, agama, ekonomi, atau masalah-masalah aktual lainnya. Objek yang digambar dalam karikatur juga harus dipilih dengan baik. Objek yang menjadi objek karikatur tidak boleh memicu konflik atau menyinggung SARA.

Kemudian, dalam proses kreatif, seniman harus memiliki wawasan dan teknik yang tinggi. Proses kreatif mencakup pemilihan foto wajah objek yang akan digambar, mengenal karakter objek tersebut, pesan yang akan disampaikan, dan memiliki selera humor. Proses kreatif dapat dilakukan dengan menggunakan media manual, seperti pensil, tinta, atau cat, atau menggunakan media komputer.

See also  Daftar Buku Teknik Elektro & Teknik Listrik Best Seller 2024 di Gramedia

Ekspresi merupakan hal yang penting dalam pembuatan karikatur. Ekspresi yang berlebihan dapat membuat karikatur terlihat unik dan menarik. Seniman dapat menampilkan ekspresi pada wajah atau anggota tubuh lainnya yang membuat karikatur terlihat harmonis.

Terakhir, penyesuaian dengan media atau sasaran gambar juga penting dalam pembuatan karikatur. Karikatur dapat disesuaikan dengan media yang akan digunakan, seperti koran, majalah, atau poster. Karikatur juga dapat disesuaikan dengan sasaran, seperti politisi atau tokoh masyarakat.

Dalam pembuatan karikatur, seniman harus memperhatikan ketelitian dan kemiripan objek yang digambarkan. Karikatur dapat berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan pesan atau kritik terhadap suatu masalah, serta sebagai media hiburan bagi penikmatnya. Karikatur juga memiliki ciri khas yang membedakannya dengan jenis gambar lainnya, serta terdapat berbagai jenis karikatur sesuai dengan selera dan kebutuhan konsumen. Dengan mengikuti langkah-langkah dalam membuat karya seni karikatur, seniman dapat menciptakan karya yang unik dan menarik.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?

Leave a Reply