Jensen Alpha

Jensen Alpha adalah ukuran yang menentukan apakah suatu instrumen investasi menghasilkan return yang lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan dengan return yang diharapkan oleh investor atas risiko pasar yang melekat pada instrumen tersebut, serta return yang ditawarkan oleh aset bebas risiko. Risiko pasar, dalam hal ini, didefinisikan sebagai besarnya beta atau risiko sistematis yang terkait dengan instrumen investasi, yang tidak dapat dieliminasi melalui diversifikasi portofolio.

Apabila Jensen Alpha lebih besar dari 0, hal ini menunjukkan bahwa instrumen investasi menghasilkan return yang lebih tinggi dibandingkan dengan return yang diharapkan oleh investor, serta return yang ditawarkan oleh aset bebas risiko. Dalam kata lain, instrumen investasi ini memberikan kelebihan return yang melebihi return yang dianggap wajar. Hal ini tentunya menjadi potensi keuntungan bagi investor.

Sementara itu, apabila Jensen Alpha sama dengan 0, maka instrumen investasi menawarkan imbal hasil yang setara dengan return yang diharapkan oleh investor, serta return yang ditawarkan oleh aset bebas risiko. Dalam kondisi ini, instrumen investasi tidak memberikan kelebihan return yang signifikan maupun kerugian bagi investor.

Namun, apabila Jensen Alpha lebih kecil dari 0, ini menandakan bahwa instrumen investasi menawarkan imbal hasil yang lebih rendah dibandingkan dengan return yang diharapkan oleh investor, serta return yang ditawarkan oleh aset bebas risiko. Dalam hal ini, instrumen investasi ini memiliki potensi kerugian yang lebih besar dibandingkan dengan potensi keuntungan yang diberikan kepada investor.

Sebagai contoh, misalkan terdapat dua instrumen investasi A dan B. Instrumen A memiliki Jensen Alpha sebesar 0,5, sementara instrumen B memiliki Jensen Alpha sebesar -0,2. Hal ini berarti instrumen A memberikan kelebihan return sebesar 0,5 dibandingkan dengan return yang diharapkan oleh investor dan return aset bebas risiko, sementara instrumen B memberikan return yang lebih rendah sebesar 0,2 dibandingkan dengan return yang diharapkan oleh investor dan return aset bebas risiko. Dalam hal ini, investasi pada instrumen A dianggap lebih menguntungkan bagi investor dibandingkan dengan instrumen B.

See also  Kurs (Nilai Tukar)

Penting untuk dipahami bahwa Jensen Alpha hanya merupakan salah satu metode untuk mengevaluasi kinerja instrumen investasi. Para investor perlu mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti risiko investasi, tujuan investasi, kondisi pasar, serta kecenderungan risiko yang diinginkan, sebelum membuat keputusan investasi.

Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Kamus Istilah

Leave a Reply