Kenali Jenis-Jenis Cerita Fiksi & Contohnya
Kenali Jenis-Jenis Cerita Fiksi & Contohnya – Membaca buku adalah suatu kegiatan yang dirasa paling tepat untuk ‘killing time’ terutama di masa pandemi seperti ini. Untuk para penggemar buku setidaknya pernah memiliki satu atau dua koleksi buku-buku fiksi di rak buku mereka. Tapi masih banyak juga yang belum tahu apakah buku yang dibaca termasuk fiksi atau tidak.
Cerita fiksi ada banyak ragamnya, sehingga terkadang kita tidak bisa membedakan jenisnya karena beberapa diantaranya memiliki karakteristik yang dapat dikatakan mirip. Cerita fiksi yang tampak sama ini sebenarnya memiliki karakteristik yang jelas berbeda. Baik dari segi ide ceritanya, tokoh yang ada didalam cerita dan juga latar cerita tersebut benar-benar berbeda. Simak artikel di bawah ini untuk memahami perbedaan buku-buku fiksi favoritmu.
Pengertian Cerita Fiksi
Fiksi memiliki arti yang sama dengan fantasi. Cerita fiksi adalah cerita yang tidak nyata atau bisa dikatakan hanya khayalan penulis yang bersangkutan. Kisah-kisah yang ditulis dalam cerita fiksi ini pun sangat variatif, karena khayalan tiap penulis yang berbeda-beda dan luas melahirkan cerita-cerita dengan nuansa yang baru lagi.
Cerita fiksi yang pada dasarnya adalah sebuah khayalan atau imajinasi sang penulis, biasanya juga terinspirasi dari kehidupan nyata atau rumor-rumor yang ada di masyarakat setempat. Sehingga melahirkan kisah baru yang sebelumnya tidak pernah ada. Namun, kehadirannya semata-mata hanya untuk menghibur saja.
Jenis Cerita Fiksi
Dilihat dari keberagaman cerita fiksi, beberapa diantaranya yang sangat familiar di masyarakat adalah cerita roman. Terkadang tidak harus membaca isinya kita sudah bisa menebak kisah-kisah roman ini dari judulnya. Salah satu kisah roman yang terkenal ialah cerita Romeo & Juliet karya Shakespeare yang sudah dicintai banyak orang dan menjadi inspirasi bagi banyak penulis saat ini.
Tapi tahukah kamu bahwa cerita fiksi tidak hanya berhenti di kisah-kisah roman yang melankolis saja? Cerita fiksi berkembang pesat seiring berjalannya waktu. Jenis-jenis lainnya seperti cerita legenda, fabel, mite, parabel dan sage pun kini banyak ditulis dan menjadi bacaan yang diminati komunitasnya.
Banyaknya jenis cerita fiksi ini juga memiliki tema, alur, tokoh, latar, konflik, sudut pandang bahkan percakapan yang berbeda-beda. Setiap jenis cerita fiksi memiliki penggemarnya sendiri-sendiri. Hal ini dikarenakan kehebatan tiap penulis yang mampu menggambarkan imajinasi mereka dan menuangkannya ke dalam tulisan seolah kisah-kisah ini benar adanya. Beberapa cerita yang cukup terkenal bahkan seolah memiliki dunianya sendiri dalam bercerita. Membuat para pembaca terjun dan seolah hidup didalam kisah-kisah ini.
Sebut saja beberapa kisah yang cukup terkenal adalah cerita fiksi seperti Harry Potter, Lord of the Rings, Maze Runner, Twilight Saga, Nebula dan the Da Vinci Code yang mampu menarik pembacanya ke dalam dunia fantasi yang sebelumnya tidak pernah ada. Keunikan cerita fiksi inilah yang membuat banyak orang menjadi suka membaca. Adapun beberapa jenis cerita fiksi lainnya seperti yang dipaparkan dibawah ini.
Fabel
Fabel adalah cerita fiksi yang menceritakan tentang hewan-hewan yang berperilaku seperti manusia. Dalam kisah-kisahnya, fabel cenderung mengimajinasikan hewan di sekitar kita dengan kehidupannya layaknya manusia. Setiap hewan yang ada dalam kisah fabel ini biasanya memiliki pemikiran dan perasaan seperti kita. Hewan-hewan ini juga berbicara dengan bahasa manusia.
Inilah mengapa cerita fiksi fabel kerap diceritakan kepada anak-anak kecil, untuk pembelajaran di sekolah atau sekedar untuk pengantar tidur. Karakter hewan dalam fabel cenderung menarik dan dirasa lebih mudah dipahami oleh anak kecil. Cerita ini juga sering menggambarkan sifat baik dan buruk manusia yang merefleksikan dalam tokoh-tokoh hewan. Sehingga cerita yang tergambar dalam fabel sangat kental dengan pesan moral yang jelas dan mudah dipahami anak kecil.
Karakteristik Fabel
Sesuai pengertiannya dalam kisah fabel sebagian besar tokohnya adalah hewan. Namun, tidak jarang terdapat tokoh manusia sebagai minoritas dalam cerita. Fabel juga cenderung memiliki alur yang sederhana dan ceritanya pun cepat. Semuanya serba sederhana dan to the point itulah mengapa cerita-cerita fabel kebanyakan adalah cerita pendek. Pesan moral yang terdapat di dalam fabel juga biasanya dituliskan dengan jelas. Sehingga pembaca fabel yang sebagian besar adalah anak kecil mampu memahaminya secara sederhana.
Kehadiran cerita fabel ini sudah ada sejak zaman dahulu. Beberapa fabel yang terkenal sering diceritakan secara turun temurun oleh nenek dan ibu kita. Seiring berjalannya waktu fabel juga terbagi menjadi fabel klasik dan fabel modern. Fabel klasik memiliki alur dan konflik yang sangat sederhana. Berbeda dengan fabel klasik, fabel modern memiliki alur dan konflik yang lebih rumit.
Jika kamu pernah mendengar kisah Si Kancil Mencuri Timun, pasti masih ingat bagaimana kancil yang cerdik akhirnya terkena jebakan Pak Petani karena terlalu sering mencuri. Bahkan sejak kecil hingga dewasa pun kita masih bisa mengingat jelas bagaimana pesan moral yang ada dalam kisah Si Kancil ini. Hal ini menandakan bahwa pesan moral dari salah satu fabel klasik ini sudah tersampaikan dengan baik. Beberapa kisah fabel lainnya dapat kamu baca di buku ini.
Legenda
Kisah fiksi legenda adalah cerita rakyat yang ceritanya sering dihubungkan dengan kisah tokoh sejarah, keistimewaan, kesaktian dan keajaiban tokoh utamanya. Cerita fiksi legenda ini dianggap pernah benar-benar terjadi. Pada umumnya kisah legenda ini menceritakan tentang seorang tokoh masyarakat atau suatu tempat, yang pada zaman dahulunya pernah terjadi.
Keberadaan cerita legenda ini juga sudah sering terdengar dan diceritakan turun temurun oleh masyarakat sekitar, namun tidak dianggap sakral. Sehingga cerita legenda ini tak ayal sering dianggap hanya dongeng belaka. Cerita fiksi ini juga hanya di peruntukan untuk menghibur atau sebagai dongeng untuk anak kecil. Beberapa cerita legenda juga dijadikan bahan pembelajaran karena memiliki pesan moral yang baik.
Cerita legenda juga memiliki ciri yaitu kisah ini dianggap memang pernah terjadi oleh pemilik cerita, kisah legenda juga dianggap pernah terjadi di dunia yang kita tinggali. Dalam ceritanya, kisah legenda juga berkembang menjadi beberapa jenis legenda yang memiliki nuansa yang berbeda.
Legenda perseorangan, sesuai namanya kisah legenda perseorangan ini pada umumnya fokus pada satu tokoh yang dianggap pernah ada dan terjadi. Beberapa contoh kisahnya seperti cerita tentang Lutung Kasarung, Nyai Dasima, Roro Mendut dan Jayaprana.
Legenda keagamaan, legenda ini biasanya cenderung menceritakan tentang seorang tokoh agama, atau keberadaannya dikaitkan dengan suatu tempat atau benda keagamaan. Beberapa contoh kisah legenda keagamaan adalah kisah tentang Sunan Kalijaga, kisah Syekh Siti Jenar dan kisah Ratu Calon Arang.
Legenda kegaiban, kisah legenda ini biasanya berhubungan dengan hal-hal gaib yang dianggap ada disekitar masyarakat. Adapun beberapa kisah legenda gaib ini seperti kisah tentang Bunian yang ada di rimba raya Sumatera dan kisah mengenai Ratu Laut Kidul yang dipercayai oleh suku Jawa.
Legenda lokal, legenda lokal pada umumnya menceritakan tentang asal mula suatu tempat atau terciptanya suatu benda di daerah yang kini memang ada. Beberapa contoh kisah legenda loka seperti asal mula Danau Toba, Tangkuban Perahu (Sangkuriang) dan Desa Trunyan.
Selain legenda asal Indonesia, negara lain juga memiliki kisah-kisah legenda yang bervariasi dan juga sering diceritakan kepada anak-cucu mereka. Berikut buku yang dapat dijadikan referensi jika kamu penasaran tentang cerita fiksi legenda lainnya.
Mite
Mite adalah kisah yang menceritakan mengenai kisah-kisah dewa atau manusia setengah dewa dalam dunia lain, cerita ini juga dianggap benar adanya dan pernah terjadi oleh empunya cerita. Mite atau sering disebut mitos hampir mirip dengan kisah legenda namun mite dianggap lebih sakral. Bahkan sebagian masyarakat pada zaman dahulu juga mempercayai keberadaannya.
Mite pada umumnya bercerita tentang kisah petualangan para Dewa, bentuk topografi, bentuk khas binatang, kisah percintaan dan lainnya. Beberapa kisah mitos ini juga memiliki budaya, yang dipercaya oleh sebagian orang jika melanggarnya dapat celaka.
Sebagai orang Indonesia kita hidup bersandingan dengan kisah-kisah mite seperti ini. Indonesia yang dikenal memiliki keberagaman suku, tidak dapat terlepas dari unsur-unsur mitos seperti ini. Sebagian masyarakatnya sekedar menjadikan kisah mite sebagai pemanis cerita mereka, namun beberapa orang juga masih mempercayai keberadaan mitos-mitos dan mempertahankannya sebagai budaya. Beberapa buku yang membahas tentang mite maupun hal-hal yang berhubungan dengannya bisa kamu baca disini.
Sage
Sage adalah salah satu cerita fiksi kuno yang mengisahkan tentang cerita-cerita kepahlawanan. Secara pengertiannya sage tampak mirip dengan cerita legenda perseorangan, karena sage memang cenderung berfokus pada satu tokoh utama yang mana tokoh tersebut adalah seorang pahlawan pada masanya. Fiksi sage ini juga sering berhubungan dengan sejarah yang ada di daerah tersebut.
Latar yang diambil dalam kisah sage juga pada masa lampau. Di Indonesia juga memiliki kisah kepahlawanan yang beragam seperti kisah Calon Arang, kisah Aji Saka, kisah pewayangan seperti Ken Dedes, Gatotkaca. Beberapa kisah sage sekarang juga berkembang seiring berjalannya waktu. Kisah kepahlawanan sage terkadang tidak selalu benar-benar menceritakan seorang pahlawan perang dan beberapa tokohnya hanyalah fiksi belaka.
Parabel
Kisah fiksi parabel adalah cerita yang bertujuan untuk menyampaikan suatu ajaran agama, moral dan kebenaran di dalam masyarakat. Satu hal yang unik dalam kisah parabel ini adalah penyampaian pesan moral dalam kisah ini menggunakan metafora. Membuat seolah-olah benda, hewan dan tumbuhannya hidup dan bercerita.
Parabel juga kerap disangka sebagai fabel karena sering menggunakan hewan untuk penokohannya. Namun, dalam cerita parabel memiliki tujuan untuk menyampaikan suatu ilmu ajaran dalam masyarakat. Tema yang diangkat dalam kisah ini pun jauh lebih rumit daripada kisah fiksi fabel.
Cerita parabel juga sering kali dijadikan contoh dalam pembelajaran sekolah dasar karena cukup singkat tetapi menarik. Disisi lain parabel juga kaya akan pesan moral yang dapat dijadikan contoh dalam bersikap. Beberapa pesan moral yang ada dalam sebagian besar kisah-kisah parabel diantaranya adalah kebajikan, keadilan, kesabaran dan kasih sayang. Seperti yang diajarkan didalam agama manapun hal-hal baik tersebut juga sering digambarkan di dalam parabel.
Manfaat Cerita Fiksi
Melihat dari berbagai macam jenis cerita fiksi, meskipun keberadaannya hanya sebagai hiburan dan pemanis obrolan saja tetapi semua cerita fiksi tetap penuh makna dan mengandung pesan moral yang tinggi. Amanat yang didapat pun mampu tersampaikan dengan baik kepada pembacanya. Fiksi yang awal mulanya hanya berasal dari imajinasi penulisnya mampu menenggelamkan pembaca hingga menjadi kisah yang melegenda dan turun temurun, menjadikan kisah fiksi ini lebih dari sekedar cerita penghiburan semata. Melainkan sebagai pendekatan yang manis untuk mengajarkan pesan moral.
Artikel Terkait Cerita Fiksi
Mengeksplorasi berbagai jenis cerita fiksi merupakan cara yang baik untuk menambah pengetahuan kita tentang dunia literatur dan mengembangkan pengertian kita tentang cerita-cerita yang menarik dan kreatif. Dengan mengetahui perbedaan antara jenis-jenis cerita fiksi, kita dapat lebih menghargai keunikan dan keindahan setiap cerita yang kita baca.
Dalam artikel ini, kita telah membahas empat jenis cerita fiksi yang paling umum, yaitu fabel, legenda, mite, dan sage. Setiap jenis cerita fiksi memiliki karakteristik dan pesan moral yang berbeda-beda. Fabel menceritakan tentang hewan-hewan yang berperilaku seperti manusia dan sering kali memiliki pesan moral yang jelas. Legenda merupakan cerita rakyat yang terkait dengan tokoh sejarah dan keistimewaan mereka. Mite adalah cerita tentang dewa atau manusia setengah dewa dalam dunia lain yang dianggap benar-benar terjadi. Sage berkisah tentang kepahlawanan dan sering berhubungan dengan sejarah.
Setiap jenis cerita fiksi memiliki manfaat dan pesan moral yang berbeda-beda. Fabel sangat bermanfaat untuk mengajarkan anak-anak tentang nilai-nilai moral dan kebaikan. Legenda dapat memperkaya pengetahuan kita tentang budaya dan sejarah suatu daerah. Mite mengajarkan kita tentang kepercayaan dan mitologi yang ada dalam suatu masyarakat. Sage menginspirasi kita tentang kepahlawanan dan perjuangan dalam hidup.
Dengan membaca dan memahami berbagai jenis cerita fiksi, kita dapat mengembangkan imajinasi, kreativitas, dan apresiasi kita terhadap karya sastra. Kita juga dapat belajar nilai-nilai moral dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, mari terus menggali dan menikmati cerita fiksi dalam berbagai bentuknya dan memperkaya pengalaman literatur kita.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.