At Par (Nilai Pari)
At Par (nilai Pari) dalam dunia obligasi mengacu pada situasi di mana harga obligasi sama dengan nilai nominalnya. Dalam hal ini, obligasi diperdagangkan pada harga yang setara dengan Nilai Akhir yang tertera pada sertifikat obligasi tersebut. Ketika harga obligasi sejajar dengan nilai nominalnya, itu berarti investor membeli obligasi dengan harga yang pas dengan nilai jatuh tempo dan bunga yang tercantum pada sertifikat.
Dalam investasi di pasar obligasi, harga obligasi dapat bervariasi. Ada tiga kemungkinan perbedaan harga obligasi dibandingkan dengan nilai nominalnya. Pertama, obligasi dapat diperdagangkan di atas nilai nominal, yang dikenal dengan sebutan “di atas pari”. Kedua, obligasi dapat diperdagangkan di bawah nilai nominal, yang dikenal dengan sebutan “di bawah nilai pari”. Dan ketiga, obligasi dapat diperdagangkan pada harga yang sama dengan nilai nominalnya, yang dikenal dengan sebutan “nilai pari” atau “at par”.
Dalam kasus obligasi dengan nilai pari, investor dapat membeli obligasi pada harga yang wajar sesuai dengan nilai nominal. Artinya, harga yang harus dibayar oleh investor untuk memperoleh obligasi dengan nilai jatuh tempo dan bunga yang tercantum pada sertifikat obligasi tersebut, adalah sesuai dengan nilai obligasi itu sendiri. Ini bisa menjadi situasi yang menguntungkan bagi investor yang ingin mendapatkan imbal hasil sesuai dengan yang diharapkan oleh obligasi tanpa membayar premi atau diskon.
Namun, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi apakah sebuah obligasi akan diperdagangkan pada harga yang sejajar dengan nilai nominalnya. Salah satunya adalah kondisi pasar obligasi saat itu. Jika pasar obligasi sedang tidak stabil atau sedang mengalami gejolak, harga obligasi dapat menjadi tidak sejajar dengan nilai nominalnya. Ini bisa terjadi ketika permintaan atau penawaran obligasi tidak seimbang.
Selain itu, peringkat kredit dapat berpengaruh terhadap harga obligasi. Jika peringkat kredit suatu obligasi turun, harga obligasi tersebut kemungkinan besar akan turun juga. Hal ini karena risiko gagal bayar atau ketidakmampuan penerbit obligasi untuk membayar kembali pokok dan bunga obligasi menjadi lebih tinggi.
Namun, dalam beberapa kasus tertentu, obligasi dengan nilai pari dapat terjadi karena faktor-faktor lain yang tidak terkait dengan kondisi pasar atau peringkat kredit. Misalnya, jika obligasi tersebut baru diterbitkan dan ada ketertarikan yang tinggi dari investor, maka harga obligasi dapat tetap sejajar dengan nilai nominalnya. Hal ini dapat terjadi karena ada banyak permintaan terhadap obligasi tersebut, sehingga penerbit obligasi tidak perlu menurunkan harganya untuk menarik minat investor.
Dalam kesimpulannya, At Par (nilai Pari) adalah istilah yang digunakan dalam pasar obligasi untuk menggambarkan situasi di mana harga obligasi sama dengan nilai nominalnya.Terjadinya nilai pari dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk kondisi pasar obligasi, peringkat kredit, atau ketertarikan investor terhadap obligasi tersebut. Investor yang membeli obligasi pada harga pari dapat memperoleh manfaat dengan mendapatkan imbal hasil sesuai dengan yang diharapkan oleh obligasi tanpa membayar premi atau diskon.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.