Apa itu HAM? Sejarah, Pentingnya dan Peran HAM



Apa itu HAM?

HAM (Hak Asasi Manusia) merupakan sebuah kebijakan yang mengatur kebebasan serta perlindungan dasar manusia. Setiap manusia dilahirkan dengan hak-hak asasi yang melekat pada dirinya, tanpa memandang latar belakangnya seperti kewarganegaraan, suku, budaya, jenis kelamin, orientasi seksual, agama, ras, dan kepercayaannya. HAM berlaku universal dan memiliki peranan penting dalam menjaga keadilan dan martabat manusia.

Sejarah HAM

Pada masa lampau, keberadaan HAM tidaklah ada. Hal ini terjadi hingga masa pemerintahan Raja John di Inggris pada sekitar tahun 1215. Pada masa tersebut, Raja John kerap kali melakukan tindakan semena-mena terhadap rakyatnya seperti memeras melalui penarikan pajak yang tinggi, menaikkan harga bahan pokok, dan suka menghukum secara sewenang-wenang. Tindakan ini menyebabkan rakyat merasakan ketidakadilan dan sengsara.

Menyikapi penindasan ini, beberapa orang di masa itu merasa tergerak hatinya untuk melawan penindasan tersebut. Mereka menandatangani perjanjian Magna Charta yang berisi perlindungan hak-hak manusia. Meskipun perjanjian ini telah disepakati, penindasan masih terus terjadi dalam beberapa dekade berikutnya.

Pada tahun 1689, Bill of Rights dicetuskan untuk memperbaharui HAM secara modern. Bill of Rights merupakan perlindungan hak-hak manusia yang bertujuan melawan pemerintahan dan kekuasaan absolut yang merugikan individu. Hal ini juga bertujuan untuk melindungi rakyat dari tirani yang merugikan.

Perkembangan HAM tak lepas dari peristiwa-peristiwa penting, seperti Perang Dunia II. Perang tersebut menimbulkan banyak kerugian besar di segala aspek kehidupan manusia. Melihat dampak buruk perang tersebut, Eleanor Roosevelt, seorang aktivis dan ibu negara Amerika, mencetuskan Deklarasi Universal HAM (DUHAM) pada 10 Desember 1948. Beliau mengajukan agar HAM diakui secara universal dan dibuat komisi PBB untuk menegakkan dan menetapkan hukum HAM.

See also  5 Agama Terbesar di Dunia dengan Pengikut Terbesar, Agama Apa Saja?

Melalui perjalanan ini, DUHAM ditetapkan oleh komisi PBB sebagai instrumen pertama yang mengatur HAM secara universal di seluruh dunia. DUHAM bertujuan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik dan adil bagi semua orang.

Pentingnya HAM

Meskipun kehidupan saat ini sudah jauh lebih baik dan makmur dibandingkan masa lalu, HAM tetaplah penting. Penindasan masih terjadi di berbagai tempat dan bentuk, karena sifat manusia yang memiliki kecenderungan untuk mengejar kepentingan pribadi. HAM menjaga keadilan, melindungi kebebasan berpikir, berekspresi, beragama, dan memberikan perlindungan terhadap kekerasan.

HAM juga mengatur hak-hak dasar manusia, seperti pendidikan, pekerjaan, kesehatan, pangan, dan tempat tinggal. Jika HAM dihapuskan, tidak semua lapisan masyarakat dapat merasakan kehidupan yang layak serta mendapatkan hak-hak dasar tersebut secara adil.

Peranan HAM dalam Kehidupan Manusia

HAM memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Beberapa peranan HAM yang mempengaruhi kehidupan manusia secara garis besar antara lain:

1. Mengatur hak kehidupan dasar
HAM mengatur hak dasar manusia, seperti hak untuk hidup, beragama, berpikir, dan berpendapat. Hak-hak ini merupakan hak-hak dasar yang harus dipenuhi oleh setiap individu.

2. Memastikan kehidupan yang layak
HAM memastikan semua orang memiliki kesempatan untuk mendapatkan kehidupan yang layak, termasuk hak untuk memiliki pekerjaan, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan primer seperti pangan, sandang, dan papan.

3. Mewujudkan kesetaraan dan menghindari diskriminasi
HAM juga mewujudkan kesetaraan antara semua individu. Tidak ada diskriminasi berdasarkan ras, agama, jenis kelamin, atau latar belakang lainnya. HAM melindungi setiap individu dari tindakan diskriminasi.

Peran HAM di Indonesia

Di Indonesia, HAM diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengacu pada Pancasila sebagai cita-cita bangsa. Pancasila memiliki nilai-nilai yang mencerminkan kemanusiaan, keadilan, dan persatuan. Dalam sila kedua, “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, dijelaskan perlunya menghargai martabat manusia dan mewujudkan keadilan bagi semua orang.

See also  Tips Menabung dan Manfaat Menabung

HAM juga dijelaskan secara rinci dalam buku “Hak Asasi Manusia Dalam Konstitusi Indonesia” yang disusun oleh Majda El Muhtaj. Buku ini menjelaskan mengenai perundangan HAM yang ada di Indonesia dan bagaimana HAM menjadi instrumen yang berpengaruh dalam pemerintahan.

Prinsip HAM

Terdapat beberapa prinsip HAM yang mengatur hak-hak asasi manusia, antara lain:

1. Universal dan Tidak Dapat Dicabut
HAM berlaku universal untuk semua lapisan masyarakat di setiap negara. Hak asasi manusia bersifat tetap dan tidak dapat dicabut, kecuali dalam situasi tertentu yang melibatkan proses hukum.

2. Memiliki Keterkaitan Satu Sama Lain
HAM memiliki keterikatan antara hak satu dengan hak lainnya. Hak-hak asasi manusia saling bergantung satu sama lain. Pelanggaran terhadap satu hak dapat mempengaruhi pemenuhan hak-hak lainnya.

3. Setara dan Tidak Mendiskriminasi
Setiap hukum HAM harus dipenuhi dengan setara tanpa diskriminasi. Hak-hak asasi manusia tidak boleh mendiskriminasi pihak mana pun, termasuk kaum minoritas atau pelaku kejahatan.

Batasan dalam HAM

HAM juga memiliki batasan dalam beberapa situasi, dengan tujuan agar hak individu tidak melanggar hak orang lain. Hak dalam HAM dibagi menjadi hak absolut dan hak relatif. Hak absolut tidak dapat dicabut, sedangkan hak relatif dapat dibatasi sesuai dengan situasi.

Belajar HAM Lebih Menarik Lewat Buku Tentang HAM Ini!

Untuk memperdalam pemahaman tentang HAM, terdapat beberapa buku yang bisa menjadi referensi, antara lain:

1. “Interpretasi Hak-Hak Asasi Manusia Oleh Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia” oleh Titon Slamet Kurnia. Buku ini membahas pemahaman tentang HAM melalui interpretasi Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

2. “Menghijaukan HAM” oleh M.Ridha Saleh. Buku ini membahas tentang HAM dan lingkungan hidup, mengingat perlindungan lingkungan hidup juga merupakan bagian dari HAM.

See also  Sikap Proaktif: Ciri, Contoh, Langkah & Perbedaan dengan Reaktif

3. “Hukum HAM & Humaniter” oleh Andrey Sujatmoko. Buku ini memaparkan HAM melalui naskah-naskah pendek yang mencakup berbagai aspek yang terkait dengan HAM.

Belajar HAM melalui buku-buku tersebut akan membantu memahami lebih lanjut tentang hak asasi manusia, pembatasannya, dan pentingnya menghormati martabat sesama. Dalam mengapresiasi nilai-nilai kemanusiaan, kita harus menghindari segala bentuk diskriminasi dan memegang prinsip yang sesuai dengan HAM.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?