Anggaran Fleksible
Apa itu Anggaran Fleksibel?
Anggaran fleksibel merupakan anggaran yang dapat menyesuaikan atau beradaptasi dengan perubahan volume atau aktivitas. Anggaran ini lebih canggih dan bermanfaat dibandingkan dengan anggaran statis. Anggaran statis memiliki jumlah yang tetap dan tidak berubah dari jumlah yang ditetapkan saat pembuatan dan persetujuan anggaran statis.
Untuk biaya yang berfluktuasi sesuai dengan volume atau aktivitas, anggaran fleksibel memberikan fleksibilitas karena anggaran tersebut mencakup tingkat variabel per unit kegiatan daripada jumlah total yang tetap. Dengan kata lain, anggaran fleksibel merupakan alat yang lebih berguna dalam mengukur efisiensi manajer.
Tujuan dari Anggaran Fleksibel
Anggaran fleksibel juga dapat digunakan setelah periode akuntansi untuk mengevaluasi area yang berhasil dan area yang tidak berhasil dalam kinerja periode sebelumnya. Manajemen membandingkan angka yang dianggarkan dengan statistik kinerja aktual untuk menentukan di mana perusahaan mengalami peningkatan dan di mana perusahaan membutuhkan perbaikan lebih lanjut.
Anggaran fleksibel juga menghitung berbagai tingkat pengeluaran untuk biaya yang berfluktuasi. Tingkat ini akan bervariasi tergantung pada perubahan pendapatan. Oleh karena itu, anggaran ini akan berubah sesuai dengan tingkat aktivitas yang dihadapi oleh perusahaan.
Fungsi Anggaran Fleksibel
Anggaran fleksibel biasanya dirancang untuk memprediksi dampak perubahan volume dan bagaimana hal tersebut akan mempengaruhi pendapatan dan pengeluaran perusahaan. Untuk dapat memprediksi perubahan biaya dengan akurat, manajemen harus dapat mengidentifikasi biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap akan tetap konstan dalam kisaran operasi yang relevan, sementara biaya variabel akan terus meningkat seiring dengan peningkatan produksi. Biaya variabel biasanya ditampilkan dalam anggaran sebagai persentase dari total pendapatan atau sebagai tingkat yang tetap per unit yang diproduksi.
Jenis – Jenis Anggaran Fleksibel
Berikut adalah beberapa bentuk atau variasi dari anggaran fleksibel:
Bentuk Formula: Terdiri dari gambaran unsur variabel dan unsur tetap dari setiap pos biaya.
Bentuk Tabel: Anggaran jenis ini tidak menonjolkan gambaran unsur variabel dan unsur tetap. Namun, tabel tersebut akan memudahkan untuk melihat besaran biaya dari masing-masing pos terhadap tingkat kegiatan atau output.
Bentuk Grafik: Berfungsi sebagai bentuk anggaran yang melengkapi kedua bentuk anggaran lainnya.
Kelebihan dan Kekurangan Anggaran Fleksibel
Anggaran fleksibel memiliki kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaan aktivitasnya, berikut adalah beberapa di antaranya:
Keuntungan Anggaran Fleksibel:
– Berguna untuk mengontrol anggaran secara lebih baik.
– Memberikan rincian aktivitas utama dengan jelas.
– Sumber daya dimanfaatkan secara efektif dan efisien.
– Mengurangi atau menghindari pemborosan uang.
– Mengurangi beban kerja dan memungkinkan pencapaian tujuan yang diinginkan.
– Menciptakan sinergi dalam perusahaan.
Kekurangan Anggaran Fleksibel:
– Cenderung lebih cocok digunakan oleh perusahaan besar.
– Asumsi yang digunakan belum tentu akurat.
– Memerlukan sumber daya manusia lebih banyak dalam pelaksanaannya.
– Memerlukan biaya dan waktu yang lebih banyak dibandingkan dengan anggaran tradisional.
– Termasuk ke dalam anggaran yang kompleks dan membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam.
Rumus Anggaran Fleksibel
Cara menghitung anggaran fleksibel dapat dilakukan dengan rumus berikut:
Besarnya Anggaran Fleksibel = (Biaya Variabel x Kuantitas) + Biaya Tetap
Berikut adalah contoh perhitungan anggaran fleksibel:
Sebuah produksi memiliki rencana dengan jumlah 10.000 unit, biaya variabel sebesar Rp7.000,- dan biaya tetap sebesar Rp17.000.000,-.
Maka perhitungan besaran anggaran fleksibelnya adalah (Rp7.000 x 10.000) + Rp17.000.000. Sehingga hasilnya adalah Rp87.000.000,-.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.