Konser Ed Sheeran Jakarta 2019: 5 Fakta Divide World Tour di GBK

Konser Ed Sheeran Divide World Tour 2019 Jakarta berlangsung pada Jumat, 3 Mei 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Band Jepang ONE OK ROCK membuka acara sebelum Ed Sheeran tampil dengan gitar dan lagu-lagu populer. Tulisan ini adalah kilas balik konser tahun 2019, bukan pengumuman jadwal atau penjualan tiket untuk 2026.

Lima hal yang paling menarik dari peristiwa ini ialah penantian sejak pembatalan konser 2017, kehadiran ONE OK ROCK, produksi panggung stadion, persiapan menghadapi hujan, dan momen musik yang terekam dalam arsip. Informasi pra-acara dan laporan setelah konser sengaja dibedakan agar pembaca tidak mengira ketentuan tiket lama masih berlaku.

Fakta singkat konser Ed Sheeran Jakarta 2019

  • Tanggal: Jumat, 3 Mei 2019.
  • Tempat: Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
  • Tur: Ed Sheeran Divide World Tour 2019.
  • Penampil pembuka: ONE OK ROCK.
  • Penyelenggara yang diumumkan: AEG Presents, PK Entertainment, dan Sound Rhythm.
  • Status: acara telah selesai pada 2019.

Arsip resmi pengelola GBK mengonfirmasi tanggal, tempat, penampil pembuka, dan sejumlah lagu. Bagi pembaca yang gemar membandingkan konser musisi internasional, tersedia juga artikel lagu Coldplay dan konteks konsernya di Indonesia; informasi tiket pada artikel arsip selalu perlu diperiksa kembali jika ada acara baru.

1. Konser 2019 hadir setelah rencana tahun 2017 dibatalkan

Ed Sheeran semula dijadwalkan tampil di ICE BSD pada 9 November 2017. Akan tetapi, kecelakaan bersepeda yang dialaminya membuat beberapa jadwal tur Asia berubah. ANTARA pada 26 Oktober 2017 menyebut konser Jakarta dibatalkan dan menginformasikan proses pengembalian dana tiket lama. Karena itu, kurang tepat jika menyebut konser 2019 sekadar penundaan dengan tiket yang otomatis berlaku kembali.

Pada 2019, pertunjukan akhirnya diselenggarakan di lokasi berbeda, yaitu SUGBK. Bagi penggemar, momen tersebut merupakan kesempatan menyaksikan langsung penampilan Ed Sheeran setelah rencana sebelumnya tidak terlaksana. Perbedaan antara pembatalan dan penjadwalan ulang penting diperhatikan karena berdampak pada hak pemegang tiket, mekanisme pengembalian dana, serta keabsahan tiket.

Mengapa kronologi konser perlu dicatat dengan tanggal yang tepat?

Berita yang ditulis menjelang sebuah konser kerap memakai kata “hari ini” atau “tahun lalu”. Jika dibaca bertahun-tahun kemudian, keterangan tersebut dapat menyesatkan. Dalam kasus Ed Sheeran, rencana 2017 dan konser 2019 merupakan dua peristiwa berbeda. Tidak ada alasan menggunakan situs penjualan atau informasi pengembalian dana 2017 sebagai panduan pembelian tiket saat ini.

See also  Kisah Don Quixote: Pahlawan Kesiangan dalam Fantasi Pikiran

Untuk menikmati musik Ed Sheeran dari sudut yang berbeda, pembaca dapat menelusuri pilihan lagu band Barat lintas generasi serta penjelasan berbagai genre musik.

2. ONE OK ROCK menjadi pembuka konser

Pada 14 Februari 2019, promotor mengumumkan ONE OK ROCK sebagai penampil pembuka. Band asal Jepang ini dikenal dengan pertunjukan rock yang energik, sehingga memberi warna berbeda sebelum bagian pop-akustik Ed Sheeran. Pengumuman tersebut diberitakan ANTARA, sementara laporan langsung dari lokasi pada 3 Mei mengonfirmasi bahwa ONE OK ROCK benar-benar tampil.

Menurut liputan detikHot, band yang digawangi vokalis Taka itu memulai penampilan sekitar pukul 18.50 WIB. Mereka membawakan sejumlah lagu dan menyapa penonton Jakarta sebelum panggung diserahkan kepada penampil utama. Waktu tersebut merupakan catatan historis acara 2019, bukan acuan jadwal konser berikutnya.

Apa fungsi penampil pembuka di konser besar?

Penampil pembuka membantu membangun atmosfer, memperkenalkan karya kepada penonton baru, dan membuat transisi antarsesi lebih hidup. Pada konser ini, kombinasi rock Jepang dan pop Inggris menghadirkan pengalaman musikal yang beragam. Namun, tidak ada bukti kuat bahwa Ed Sheeran sendiri yang secara pribadi memilih ONE OK ROCK; sumber berita menyebut pengumuman dari penyelenggara.

Jika tertarik mengenal musik rock dan perjalanan band, baca juga nostalgia band populer era 2000-an serta lagu Queen dan soundtrack film Bohemian Rhapsody.

3. Produksi panggung stadion dipersiapkan secara besar-besaran

Panggung stadion memerlukan perencanaan lebih kompleks daripada acara dalam ruangan. Pada April 2019, penyelenggara menjelaskan bahwa pemasangan panggung membutuhkan sekitar sepuluh hari kerja. Persiapannya mencakup layar LED, tata cahaya, perangkat audio, area kru, dan penataan tempat duduk. Sejumlah media melaporkan panggung berukuran sekitar 24 meter kali 17 meter; angka rinci antarlaporan tidak sepenuhnya seragam, sehingga lebih tepat dianggap sebagai keterangan pers saat persiapan, bukan hasil pengukuran independen.

ANTARA juga memberitakan sekitar 45.000 tiket disediakan dan setiap penonton mendapatkan kursi sesuai nomor pembelian. Jumlah tiket yang disiapkan tidak sama dengan jumlah penonton aktual, sehingga tidak tepat mengubah angka kapasitas menjadi klaim pasti tentang kehadiran. Kebijakan identitas dan nomor tempat duduk saat itu ditujukan untuk mengurangi risiko tiket palsu serta membantu pengaturan penonton.

See also  Rekomendasi Buku untuk Bantu Proses Move On dari Mantan Pacar

Bagaimana pertunjukan utamanya berlangsung?

Menurut arsip GBK, Ed Sheeran tampil membawa gitar akustik dan mengajak penonton menyanyikan lagu-lagunya. Laporan detikHot mencatat Castle on the Hill sebagai lagu pembuka, disusul Eraser. Arsip GBK juga menyebut Photograph, Perfect, Shape of You, dan lagu penutup You Need Me, I Don’t Need You. Daftar ini memuat contoh lagu yang terdokumentasi, bukan klaim bahwa seluruh setlist telah dituliskan.

Di balik konser besar ada banyak pekerjaan kreatif, mulai dari penata suara hingga fotografer. Pembaca dapat melihat kaitan musik dengan medium lain melalui artikel tentang pertemuan musik dan buku atau mengenal perjalanan musisi Indonesia Pamungkas.

4. Promotor menyiapkan antisipasi cuaca hujan

Konser terbuka di stadion perlu mempertimbangkan kemungkinan hujan. Pada konferensi pers 29 April 2019, CEO PK Entertainment Peter Harjani menjelaskan bahwa jas hujan gratis disiapkan untuk kategori 1 dan 3, yaitu kategori dengan tempat duduk yang tidak beratap. Penonton kategori lain diimbau membawa pelindung hujan sendiri. Pernyataan tersebut dilaporkan Suara.com pada 30 April 2019.

Ini adalah informasi tentang rencana penyelenggara pada 2019, bukan jaminan fasilitas untuk konser lain. Untuk acara masa kini, penonton sebaiknya memeriksa aturan terbaru tentang tas, kamera, identitas, pintu masuk, jadwal, perlindungan cuaca, dan pengembalian dana pada saluran resmi promotor.

Pelajaran praktis untuk menghadiri konser

Datanglah dengan tiket dari penjual resmi, simpan bukti transaksi, cocokkan identitas jika diwajibkan, dan periksa lokasi pintu masuk sesuai kategori. Hindari mengandalkan unggahan lama untuk memutuskan pembelian. Sebuah acara dengan artis yang sama belum tentu menggunakan venue, promotor, atau ketentuan tiket yang sama. Pembaca yang ingin menyusun daftar putar perjalanan menuju acara dapat melihat rekomendasi lagu romantis untuk perjalanan dan lagu bahasa Inggris untuk belajar kosakata.

5. Lagu, foto, dan buku menjadi bagian dari kenangan penggemar

Laporan seusai pertunjukan menyoroti lagu-lagu yang dinyanyikan bersama dan interaksi Ed Sheeran dengan penonton. Dokumentasi foto serta rekaman singkat membantu mengabadikan suasana. Akan tetapi, klaim lama bahwa Ed Sheeran mengajak seluruh penonton berswafoto lalu mengunggahnya ke Instagram tidak dapat diverifikasi secara khusus untuk konser Jakarta 2019. Karena itu, kisah tersebut tidak disajikan sebagai fakta.

Foto konser juga memiliki ketentuan hak cipta. Sebelum memakai ulang foto fotografer, media, atau penonton lain, pastikan ada izin atau lisensi yang sesuai dan pertahankan kredit yang disyaratkan. Jika ingin belajar konteks fotografi, tersedia artikel sejarah perkembangan kamera dan cara memasarkan karya fotografi secara daring.

See also  Review Novel Antara Fajar dan Senja

Buku fotografi Ed Sheeran: Memories We Made

Buku Ed Sheeran: Memories We Made: Unseen Photographs of My Time with Ed karya fotografer Christie Goodwin mendokumentasikan perjalanan Ed Sheeran melalui foto. Edisi hardcover diterbitkan pada 2018; keterangan foto juga melibatkan ayah Ed, John Sheeran. Buku ini bukan rekaman khusus konser Jakarta, melainkan koleksi fotografi dari kolaborasi bertahun-tahun.

Katalog penjual internasional pernah mencantumkan edisi cetak dan digital, tetapi stok, harga, format, dan distribusi wilayah dapat berubah. Artikel ini tidak mengklaim buku tersebut sedang tersedia atau diskon di Aikerja. Bagi pembaca yang menikmati hubungan antara musik dan cerita, ulasan soundtrack resmi Dilan 1991 memberi sudut pandang lain tentang karya musik.

Pertanyaan umum tentang konser Ed Sheeran Jakarta 2019

Kapan dan di mana konsernya berlangsung?

Pada Jumat, 3 Mei 2019, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Konser tersebut sudah selesai.

Siapa band pembuka konser Ed Sheeran?

ONE OK ROCK dari Jepang. Pengumuman Februari 2019 dan laporan langsung saat acara sama-sama mengonfirmasi penampilan mereka.

Apakah konser Jakarta 2017 hanya dipindah ke 2019?

Tidak. Rencana konser 2017 dibatalkan, dengan pengembalian dana tiket diumumkan saat itu. Pertunjukan 2019 adalah penyelenggaraan baru.

Apa lagu yang dibawakan di GBK?

Di antaranya Castle on the Hill, Eraser, Photograph, Perfect, dan Shape of You, berdasarkan arsip GBK dan liputan pada malam konser.

Referensi historis dan sumber pendukung

Rujukan di bawah ini memuat arsip bertanggal 2017–2019 serta katalog buku, bukan jadwal konser terbaru:

Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?

Leave a Reply