Review Novel Tokyo dan Perayaan Kesedihan


Sinopsis Novel Tokyo dan Perayaan Kesedihan

Novel Tokyo dan Perayaan Kesedihan karya Ruth Priscilia Angelina mengisahkan perjalanan seorang wanita bernama Shira Hidajat Nagano yang memutuskan untuk pergi ke Tokyo. Shira ingin melarikan diri dari kehidupannya yang menipu dan mencari jawaban mengenai makna sebenarnya dari kehidupan. Sebelumnya, Shira hidup di bawah bayang-bayang ekspektasi orang-orang di sekitarnya dan tidak pernah menjadi dirinya sendiri.

Perjalanan Shira ke Tokyo menjadi titik awal bagi dirinya untuk menemukan apa yang sebenarnya dia cari. Di tengah keramaian dan hiruk pikuk kota Tokyo, Shira menjelajahi jalanan dengan perasaan yang mendalam. Inspirasi untuk menulis novel muncul dalam dirinya dan dia memutuskan untuk menuliskan perjalanan hidupnya dalam sebuah novel yang diberi judul “Tokyo dan Perayaan Kesedihan”.

Di Tokyo, Shira bertemu dengan Joshua Sakaguchi, seorang pemain biola profesional. Joshua berhasil menarik perhatian Shira dengan sikapnya yang tenang, sopan, dan berwibawa. Pertemuan antara Shira dan Joshua ini seolah merupakan takdir yang mempertemukan mereka untuk melihat sisi lain dari kehidupan yang sulit mereka hadapi. Melalui Joshua, Shira kembali mengenal dirinya yang sebenarnya dan menyadari bahwa hidup bukanlah sebuah perlombaan.

Namun, di balik sikap tenangnya, Joshua menyimpan penyesalan yang mendalam. Dia selalu menganggap dirinya sebagai seorang pecundang yang tidak bertanggung jawab karena terlalu fokus pada karirnya sebagai pemain biola dan mengabaikan keluarganya yang sedang dalam kesulitan. Melalui pertemuan dengan Shira, Joshua ingin menjadi seseorang yang lebih peduli dan tidak terjebak dengan penyesalan di masa lalu.

Apakah Joshua berhasil menolong Shira? Bagaimana kisah cinta dan kesedihan mereka berakhir? Semua pertanyaan ini akan terjawab dalam novel Tokyo dan Perayaan Kesedihan karya Ruth Priscilia Angelina.

See also  Pengertian Cerita Anak: Unsur, Jenis, Contoh dan Manfaatnya

Review Novel Tokyo dan Perayaan Kesedihan

Novel Tokyo dan Perayaan Kesedihan berhasil menghadirkan kisah yang sendu dan terasa gelap, sesuai dengan judulnya. Ruth Priscilia Angelina berhasil mengubah hiruk pikuk dan keramaian kota Tokyo menjadi suasana yang senyap dan sepi. Dalam novel ini, konflik yang ditampilkan tidak terlalu rumit dan cerita hanya berfokus pada dua tokoh utama, yaitu Shira dan Joshua.

Dengan tebal 208 halaman, novel ini dapat dibaca dalam satu kali duduk. Alur cerita berjalan cepat dan mengalir, sehingga pembaca tidak akan merasa bosan. Setiap bab ditandai dengan tanggal, sehingga pembaca dapat mengenal latar waktu dalam novel dengan jelas.

Salah satu kelebihan novel ini adalah pesan yang ingin disampaikan. Melalui kisah Shira dan Joshua, Ruth Priscilia Angelina ingin mengajarkan kepada pembaca bahwa hidup tidaklah selalu tentang menjadi yang terbaik atau mencapai ekspektasi orang lain. Terkadang, kita perlu melihat dan menghargai diri kita sendiri, melupakan suara-suara yang membebani dan memenuhi ekspektasi orang lain. Pesan ini disampaikan dengan indah dan mengharukan melalui akhir cerita yang mengharu biru.

Novel ini juga memiliki kekurangan, seperti latar belakang kehidupan Shira yang tidak terlalu kuat dan terasa sedikit samar. Alasan kesedihan dari Shira juga tidak sekuat Joshua, sehingga karakter Shira terasa kurang mendalam. Selain itu, terdapat juga beberapa typo di beberapa halaman dan penggunaan istilah Bahasa Jepang yang tidak dijelaskan dengan baik.

Secara keseluruhan, novel Tokyo dan Perayaan Kesedihan adalah bacaan yang bagus. Konflik yang ditampilkan dekat dengan kehidupan sehari-hari dan pesan yang ingin disampaikan dapat menginspirasi pembaca untuk hidup dengan lebih jujur. Novel ini cocok untuk pembaca dari berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga dewasa.

See also  Cara Bekerja di Jepang yang Tepat


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?