Review Novel The Love Hypothesis: Pentingnya Mensyukuri yang Kita Miliki


Profil Penulis Novel The Love Hypothesis

Ali Hazelwood adalah seorang wanita dengan karir cemerlang sebagai seorang neuroscientist dan juga sebagai penulis ternama. Debut pertamanya sebagai penulis dengan novel The Love Hypothesis ini menuai kesuksesan besar dan melambungkan namanya.

Hazelwood merupakan wanita yang lahir di Italia, namun kemudian pindah untuk tinggal di Jepang, Jerman hingga Amerika. Dia menyelesaikan gelar Ph.D neuroscientist nya di Amerika, dan kemudian bekerja sebagai profesor disana.

Wanita kelahiran Italia ini dikenal sebagai penulis yang suka menggambarkan karakter perempuan yang berkecimpung dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika. Sama seperti dirinya, yang juga memiliki latar belakang akademis yang serupa.

Oleh karena itu, tidak heran apabila dalam setiap karyanya, seolah penulis bisa sangat memahami setiap background keilmuan pada ceritanya. Karya lain dari Ali Hazelwood yakni Under One Roof (2022), Stuck with You (2022), Below Zero (2022), dan Love on the Brain (2022).

Tentang Novel The Love Hypothesis

The Love Hypothesis karya Ali Hazelwood ini masuk dalam genre romance comedy yang banyak disukai dan mudah diterima para pembaca. Kisah cinta dengan trope fake dating dan grumpy sunshine selalu menarik untuk kita ikuti.

Ali Hazelwood sendiri tidak hanya sekedar menuangkan kisah cinta receh, melainkan kisah cinta yang terbangun dalam lingkup akademisi yang jauh lebih dewasa dan logis. Meskipun dibangun dengan storyline yang sudah usang, tidak membuat The Love Hypothesis ini menjadi kisah mainstream yang basi.

The Love Hypothesis adalah perjalanan Olive menghadapi perasaannya sendiri, mengamati dan menyimpulkan apakah tindakan-tindakannya merupakan jawaban yang benar atau justru salah.

Sinopsis Novel The Love Hypothesis

The Love Hypothesis adalah sebuah novel yang menceritakan tentang Olive Smith seorang mahasiswa yang sedang berusaha meraih gelar Ph.D di Universitas Stanford. Olive bersahabat dengan Ahn sejak lama, sebagai scientist dirinya tidak percaya dengan hubungan romantis yang bertahan lama.

Namun tidak dengan Ahn, sahabatnya itu begitu mempercayai bahwa sebuah hubungan bisa romantis untuk waktu yang lama. Pada kenyataannya, menurut Olive hubungannya dengan laki-laki bernama Jeremy itu sudah tidak lagi romantis dan sudah berakhir.

See also  Kenali 11 Kata untuk Memberikan Semangat dalam Bahasa Korea!

Disisi lain, Jeremy justru kini sedang dekat dengan Ahn dan begitu pula Ahn ingin menerima Jeremy namun dia tidak enak hati. Bahwasanya Jeremy adalah mantan Olive. Padahal Olive sendiri sudah meyakinkan bahwa dia sudah move on dan mengencani laki-laki lain.

Pada suatu hari, Olive berkilah untuk pergi kencan dengan pacar barunya pada Ahn supaya sahabatnya itu percaya, meskipun sebenarnya tidak ada laki-laki lain saat itu. Yang ada justru Olive pergi ke lab untuk melanjutkan penelitiannya.

Di luar rencana, rupanya diwaktu yang sama Ahn sedang berjalan menuju koridor lab yang sama dengan Olive. Panik karena takut kebohongannya terbaca sang sahabat, Olive secara implusif tiba-tiba mencium pria random yang juga satu-satunya sedang di koridor tersebut.

Ketiganya cukup terkejut. Baik Ahn dan Olive. Terlebih lagi saat Olive menyadari orang yang dia cium mendadak itu adalah Adam Carlsen. Profesor biologi muda yang terkenal killer di seantero Stanford.

Sifatnya yang dingin, kejam dan terkenal pelit nilai itu membuat nama Carlsen terkenal dan banyak tidak disukai di Stanford. Sekarang Olive harus berurusan dengannya karena telah mencium seorang Profesor killer.

Tidak punya pilihan, Olive mau tidak mau meminta tolong pada Adam Carlsen untuk menjadi fake datingnya setelah menjelaskan situasi dirinya. Dengan harapan tinggi Adam Carlsen akan menolaknya mentah-mentah, Olive justru mendapatkan jawaban sebaliknya.

Adam Carlsen menyetujui hubungan palsu mereka dan memutuskan hal-hal apa saja yang bisa mereka lakukan dan apa yang bisa mereka dapatkan.

Bagi Olive, tujuannya hanya sederhana yakni untuk meyakinkan sahabatnya bahwa dia sudah move on dari Jeremy, sehingga Ahn bisa bersama Jeremy tanpa khawatir padanya. Berbeda dengan Adam, yang membutuhkan kepercayaan para komite Stanford agar mendanai penelitiannya.

Adam Carlsen sendiri sedang memutar otak untuk bisa melanjutkan penelitiannya. Ketika sebuah rumor tentang dirinya yang akan pindah ke Universitas lain membuatnya kesulitan mendapatkan kepercayaan para komite kampus.

See also  10 Jenis Pisang Dan Cara Mengolahannya

Dengan rumor hubungannya bersama Olive ini, akan membantu dirinya mendapatkan kepercayaan bahwa dia tidak mungkin pindah Universitas sedangkan pacarnya di Stanford.

Keduanya merasa mendapat keuntungan dari fake relationship ini, sehingga memutuskan untuk melanjutkannya. Tanpa perlu waktu yang lama, gosip akan hubungan mereka sudah tersebar luas di seluruh kampus.

Hal baiknya, Olive bukanlah mahasiswa Adam Carlsen, sehingga tidak akan ada kecurangan nilai yang mempengaruhi akademis Olive. Namun hal buruknya, Olive harus menghadapi banyak hal sulit selama kuliahnya yang membuat dirinya pusing.

Mulai dari melakukan penelitian, mencari lab dan tiba-tiba diminta presentasi pada seminar besar yang membuatnya tidak siap. Terlepas dari hubungannya yang palsu, namun rupanya Adam selalu membantu dan banyak mendukung Olive untuk penelitiannya.

Adam menjadi super baik ketika sudah menyangkut masalah penelitian, dan hal ini membuat hati Olive meleleh. Hal itu justru membuat masalah Olive terasa semakin runyam. Dia harus menghadapi semua konsekuensi yang akan mempengaruhi karirnya, karir Adam, dan perasaannya yang campur aduk.

Nilai Kehidupan dari Novel The Love Hypothesis

Terlepas dari genrenya yang romantis dan lucu, ada beberapa hal nyata yang bisa kita ambil dari kisah perjalanan cinta Olive Smith dan Adam Carlson ini. Banyak diantaranya yang membahas mengenai relationship dan kehidupan. Berikut beberapa nilai yang secara garis besar bisa kita ambil dari The Love Hypothesis.

1. Nilai Kejujuran

Fake dating menjadi premis penting yang menjadi benang merah di keseluruhan cerita. Bahwa Olive si tokoh utama disini justru melakukan kebohongan yang membuatnya terperangkap dalam sejumlah masalah baru.

Maka dari itu, kita sadar bahwa penting sekali sebuah nilai kejujuran. Sebab, setitik kebohongan bisa membuat kita terjerumus dan melakukan kebohongan-kebohongan kecil lainnya. Hal tersebut jika terus menerus kita lakukan, bisa menyebabkan setumpuk permasalahan yang tidak ada habisnya.

See also  15 Rekomendasi Film Thriller Terbaik, Dijamin Bisa Memacu Adrenalin

Belum lagi perasaan di dalam diri juga tidak pernah bisa tenang karena takut kebohongan tersebut terungkap. Manusia pada dasarnya tidak suka menghadapi hal-hal yang diluar kendali mereka. Begitu pula saat sebuah kebohongan terungkap. Dan untuk menutupinya, terpaksa harus melakukan kebohongan baru.

Dari Olive kita perlu belajar bahwa kita harus bisa membiasakan jujur. Baik pada diri sendiri ataupun pada orang lain. Olive yang tidak jujur pada sahabatnya menyeret dirinya terlibat masalah lain dengan Adam Carlson sang profesor.

Dia juga tidak jujur atas perasaannya pada Adam dan tidak ingin mengakuinya. Akhirnya hal tersebut hanya membuat dirinya dirundung keresahan serta perasaan tidak tenang.

Setidaknya memulai kejujuran pada diri sendiri akan sangat membantu kita menerima kenyataan yang terjadi, mengontrol emosi, dan membuat kita bisa berpikir jernih.

2. Pantang Menyerah

Terlepas dari sikapnya yang salah karena berbohong, Olive juga menunjukkan sikap pantang menyerah serta tekad yang kuat untuk meraih mimpinya. Di tengah-tengah tumpukan masalah pribadinya, Olive masih terus berusaha menyelesaikan penelitiannya secara profesional.

Dalam novel ini, penulis menceritakan kisah kehidupan akademis Olive yang runyam karena ada banyak pihak yang tidak menginginkan Olive berhasil. Selalu ada halangan rintang di depannya yang mempersulit Olive untuk menyelesaikan tugasnya.

Namun dengan tekad dan keinginan kuat, Olive sangat kuat dan tidak pernah menyerah atas apa yang menimpanya. Dia terus berusaha dan membuktikan bahwa dirinya layak untuk berhasil. Hal inilah yang bisa kita ikuti dari sikap Olive.

Menyerah tidak akan membawa kita ke tempat yang kita inginkan. Kita perlu mempertahankan semangat dan tekad kita untuk menghadapi setiap rintangan di depan kita. Seperti yang dilakukan oleh Olive dalam novel ini, pantang menyerah dan terus berjuang adalah kunci untuk meraih impian dan sukses.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?