Review Novel Shatter Me Karya Tahereh Mafi
Review Novel Shatter Me
Pros & Cons
Pros
Novel Shatter Me menawarkan premis cerita yang sangat menarik, yakni kisah fantasi, tetapi masih realistis. Tahereh Mafi dinilai menggabungkan kisah psikologis dengan kisah aksi dan petualangan, yang membuat pembaca mampu merasakan adrenalin ketika membacanya. Plot cerita ini dibangun dengan melodramatis. Tahereh Mafi menggunakan gaya bahasa yang sangat puitis dalam menuliskan novel ini. Gaya penulisan novel ini unik dan menarik, di mana banyak kalimat yang direvisi dengan cara dicoret, seperti sedang menulis buku harian.
Cons
Alur kisah dinilai lambat. Akhir kisah ini dinilai cukup datar. Keseluruhan kisah terlalu banyak menggunakan metafora. Novel ini lebih berfokus pada kisah romansa dibandingkan kisah fantasi dan dunia yang dibangunnya.
Juliette Ferrars adalah seorang gadis berusia 17 tahun yang memiliki sentuhan mematikan. Ia mampu melumpuhkan dan membunuh orang lain dengan sentuhannya. Karena kekuatannya yang tidak biasa, Juliette tinggal di rumah sakit jiwa. Tiga tahun sebelumnya, ia bahkan membunuh seorang anak laki-laki di sebuah toko dengan sentuhannya tersebut. Karena itulah, Juliette dianggap setengah gila dan hidup dalam isolasi serta takut pada dirinya sendiri.
Namun, hidup Juliette berubah ketika dia bertemu dengan Adam Kent, seorang prajurit dari organisasi pemerintahan dunia The Reestablishment. Adam adalah satu-satunya orang yang dapat menyentuh Juliette tanpa terluka atau terbunuh. Ketika The Reestablishment datang untuk mengambil Juliette, Adam memberikan Juliette tawaran yang mencakup kebebasannya dari rumah sakit jiwa asalkan Juliette bersedia menyiksa tahanan dengan sentuhannya sebagai senjata untuk The Reestablishment. Dalam upaya untuk melarikan diri dari Warner, pemimpin The Reestablishment yang jatuh cinta padanya, Juliette bersama Adam melarikan diri dan bergabung dengan kelompok pemberontak bernama Omega Point.
Novel Shatter Me memiliki kelebihan dalam premis cerita yang menarik. Fokus cerita pada konflik psikologis Juliette yang memiliki kekuatan mematikan membuat pembaca merasa tertarik dan penasaran. Tahereh Mafi berhasil menggabungkan aksi, petualangan, dan romansa dalam plot cerita yang dibangun dengan baik. Gaya bahasa puitis dan penulisan yang unik dengan kalimat-kalimat yang direvisi memberikan kesan tersendiri bagi pembaca.
Namun, novel ini juga memiliki kekurangan. Alur ceritanya dinilai lambat oleh beberapa pembaca, sehingga membuat pembaca merasa bosan. Selain itu, akhir cerita yang datar dan penggunaan metafora yang terlalu berlebihan juga menjadi kekurangan novel ini. Beberapa pembaca merasa bahwa fokus cerita lebih pada romansa daripada elemen fantasi dan dunia yang dibangun. Hal ini mungkin tidak sesuai dengan preferensi pembaca yang ingin melihat lebih banyak tentang keunikan Juliette dan pertempurannya dengan kekuatannya.
Dalam pesan moralnya, novel Shatter Me mengajarkan kita untuk menerima diri sendiri dengan segala kekurangan yang dimiliki. Setiap individu unik dan normal dengan segala kondisinya. Kita juga diajarkan untuk tidak mengucilkan atau membenci orang yang memiliki kekurangan. Menghargai hak setiap individu untuk mendapatkan perlakuan yang sama adalah penting dalam menjalin hubungan antarmanusia.
Dalam keseluruhan, novel Shatter Me karya Tahereh Mafi adalah bacaan yang direkomendasikan bagi mereka yang mencari cerita fantasi, petualangan, dan romansa yang segar. Meskipun memiliki beberapa kekurangan, novel ini tetap menarik dengan premis cerita yang menarik, karakter yang kompleks, dan pesan moral yang penting. Sebagai pembaca, kita akan merasa terbawa emosi dan terus penasaran dengan nasib Juliette dan kisahnya.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.