Review Novel Klara dan Sang Matahari (Klara and the Sun) Karya Kazuo Ishiguro
Profil Kazuo Ishiguro – Penulis Novel Klara dan Sang Matahari
britannica.com
Sir Kazuo Ishiguro lahir di Nagasaki, Jepang pada 8 November 1954. Kazuo Ishiguro adalah seorang novelis Inggris, penulis cerita pendek, dan penulis skenario. Ia telah pindah ke Inggris sejak tahun 1960, saat dia berusia lima tahun.
Kazuo Ishiguro menjadi salah satu penulis fiksi kontemporer paling terkenal di dunia berbahasa Inggris. Ia telah menerima empat nominasi Man Booker Prize. Novelnya yang berjudul The Remains of the Day berhasil memenangkan penghargaan pada tahun 1989. Novel Never Let Me Go (2005), dinamai oleh Time sebagai novel terbaik tahun itu, dan dimasukkan dalam daftar 100 novel berbahasa Inggris terbaik yang diterbitkan antara tahun 1923 dan 2005.
Pada 2017, Akademi Swedia menghadiahkan Kazuo Ishiguro Penghargaan Nobel Sastra, dan menggambarkannya sebagai penulis yang dalam novel-novel dengan kekuatan emosional yang besar, telah menemukan jurang di bawah rasa ilusi kita tentang koneksi dengan dunia. Kazuo Ishiguro juga dianugerahi gelar bangsawan dalam Daftar Penghargaan Ulang Tahun Ratu 2018.
Kazuo Ishiguro adalah putra dari pasangan Shizuo Ishiguro, seorang ahli kelautan, dan Shizuko. Pada usia lima tahun, Kazuo Ishiguro, kedua saudara perempuannya, dan orang tuanya dan keluarganya meninggalkan Jepang dan pindah ke Guildford, Surrey, saat ayahnya diundang untuk penelitian di National Institute of Oceanography, atau yang sekarang dikenal sebagai National Oceanography Centre. Ia tidak kembali untuk mengunjungi Jepang hingga tahun 1989, yang hampir 30 tahun kemudian.
Ia kembali mengunjungi kampung halamannya ketika ia menjadi peserta dalam Program Pengunjung Jangka Pendek Yayasan Jepang. Dalam sebuah wawancara dengan Kenzaburo ?e, Kazuo Ishiguro menyatakan bahwa latar Jepang dari dua novel pertamanya adalah imajinasinya saja. Ia mengatakan bahwa dirinya tumbuh dengan citra yang sangat kuat di kepala saya di negara lain ini, negara lain yang sangat penting di mana saya memiliki ikatan emosional yang kuat, di Inggris, dia sepanjang waktu membangun gambar ini di kepalanya, Jepang imajiner.
Dalam sebuah wawancara dengan BBC, Kazuo Ishiguro mengatakan bahwa tumbuh dalam keluarga Jepang yang tinggal di Inggris sangat penting untuk tulisannya. Sebab, itu memungkinkannya untuk melihat berbagai hal dari sudut pandang yang berbeda dengan banyak teman-temannya yang memang berasal dari Inggris.
Kazuo Ishiguro bersekolah di Stoughton Primary School dan Woking County Grammar School di Surrey. Setelah lulus sekolah, ia mengambil jeda satu tahun untuk melakukan perjalanan melalui Amerika Serikat dan Kanada, sambil menulis jurnal dan mengirim demo musik ke perusahaan rekaman. Pada tahun 1974, ia mulai belajar di Universitas Kent di Canterbury, dan berhasil lulus pada tahun 1978 dengan gelar Bachelor of Arts (penghargaan) dalam Bahasa Inggris dan Filsafat.
Setelah menghabiskan satu tahun menulis fiksi, ia melanjutkan studinya di Universitas East Anglia di mana ia belajar dengan Malcolm Bradbury dan Angela Carter, dan memperoleh gelar Magister bidang Seni dalam Penulisan Kreatif pada 1980. Tesisnya menjadi novel pertamanya, yakni A Pale View of Hills, yang diterbitkan pada tahun 1982.
Sinopsis Novel Klara dan Sang Matahari


Novel Klara dan Sang Matahari merupakan cerita yang berlatar di masa depan dystopian. Cerita ini mengikuti perjalanan seorang Tokoh Utama bernama Klara, seorang Artificial Friend (AF) atau teman buatan yang bertenaga surya. Dalam cerita ini, Klara dipilih oleh Josie, seorang anak yang sedang sakit, untuk menjadi pendampingnya.
Josie adalah seorang anak yang sakit-sakitan dan tinggal bersama ibunya di daerah terpencil di padang rumput. Klara selalu mengamati perilaku orang-orang di dalam toko dan juga orang-orang yang berlalu-lalang di jalanan. Dia selalu berharap ada yang akan memilih dirinya sebagai teman. Namun, dia juga diberitahu untuk tidak terlalu percaya pada janji manusia.
Pada suatu hari, Klara melihat seorang pengemis dan anjingnya yang berbaring tidak bergerak sepanjang hari. Klara menyadari bahwa mereka telah mati dan keesokan paginya mereka masih hidup. Klara menyimpulkan bahwa Matahari telah menyelamatkan mereka dengan memberikan makanan khusus. Klara menjadi takut dengan “Mesin Cootings” yang menciptakan polusi, dan bertekad untuk menghancurkannya.
Saat Klara dipilih oleh Josie, dia menemukan bahwa Josie sakit parah dan kakak perempuan Josie, Sal, juga telah meninggal sebelumnya. Josie tinggal di dekat padang rumput dengan ibunya dan teman masa kecilnya, Rick. Klara menjadi dekat dengan Rick dan dia mengajak Klara untuk pergi ke tempat peristirahatan Matahari. Klara setuju untuk pergi bersama Rick dan dia melihat bahwa Josie dan Rick saling mencintai.
Namun, kondisi Josie semakin memburuk dan Matahari tidak merespon. Klara kembali ke tempat peristirahatan Matahari dan memohon agar Matahari menyelamatkan Josie. Beberapa hari kemudian, kondisi Josie membaik dan Klara merasa lega. Josie pergi kuliah dan Klara tetap tinggal di halaman rumah mereka. Klara tidak bisa bergerak lagi, tetapi dia merasa puas dengan tempatnya di halaman dan menolak untuk bersosialisasi dengan AF lainnya.
Manajer toko lamanya berkunjung dan Klara menceritakan mengenai kenangan indah dan kebaikan Matahari terhadap Josie. Klara kemudian dihapus dan dia mengucapkan selamat tinggal pada Josie.
Pro & Cons
Pros:
– Premis kisah yang menarik dengan mengangkat tema dystopian dan kecerdasan buatan.
– Narasi dalam novel ini mengalir dengan baik dan memiliki keindahan tersendiri.
– Karakter Klara yang dapat menarik empati pembaca.
– Pesan moral yang disampaikan melalui kisah ini dapat memberikan pengajaran kepada pembaca.
Cons:
– Tempo alur cerita yang lambat mungkin tidak sesuai dengan preferensi beberapa pembaca.
– Terjemahan kisah ini dinilai kurang mengalir dan beberapa pilihan kata kurang cocok.
Kelebihan Novel Klara dan Sang Matahari


Novel Klara dan Sang Matahari memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya menarik untuk dibaca. Pertama, premis kisah ini sangat menarik dengan mengangkat tema dystopian dan kecerdasan buatan. Kisah ini memberikan gambaran tentang dunia masa depan yang mungkin akan sama seperti yang digambarkan dalam novel ini. Hal ini menarik dan membuat pembaca tertarik untuk membaca lebih lanjut.
Kedua, narasi dalam novel ini dikatakan mengalir dengan baik dan memiliki keindahan tersendiri. Kazuo Ishiguro mampu menciptakan pengalaman membaca yang mengalir dan menarik. Gaya penulisannya yang khas membuat pembaca terbawa dalam imajinasi dan emosi yang dihadirkan dalam cerita.
Ketiga, karakter Klara sebagai tokoh utama dinilai sangat menarik dan dapat menarik empati pembaca. Klara adalah seorang teman buatan yang memiliki kecerdasan dan kepekaan emosional yang luar biasa. Cara Klara memperlakukan manusia dan lingkungan sekitarnya dapat menjadi contoh yang baik bagi pembaca.
Terakhir, novel ini juga menyampaikan pesan moral yang kuat melalui sosok Klara dan kisah yang dihadirkannya. Kisah ini berbicara tentang cinta, harapan, kepercayaan, dan pengorbanan. Melalui karakter Klara, pembaca dapat belajar tentang nilai-nilai seperti kejujuran, kesetiaan, dan rasa tanggung jawab.
Kekurangan Novel Klara dan Sang Matahari


Meskipun novel Klara dan Sang Matahari memiliki banyak kelebihan, tetapi juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Pertama, tempo alur cerita dalam novel ini dinilai lambat oleh beberapa pembaca. Hal ini mungkin tidak sesuai dengan preferensi pembaca yang mengharapkan alur cerita yang cepat dan dinamis.
Kedua, terjemahan novel ini dinilai kurang mengalir dan beberapa pilihan kata tidak cocok. Terjemahan yang kurang mengalir dapat mengganggu pengalaman membaca dan memahami cerita dengan baik. Hal ini dapat membuat pembaca melewatkan beberapa nuansa dan emosi yang sebenarnya ingin disampaikan oleh penulis.
Meskipun demikian, kekurangan-kekurangan ini tidak sepenuhnya mengurangi nilai dari novel Klara dan Sang Matahari. Kisah yang menarik dan pesan moral yang kuat masih membuatnya menjadi bacaan yang layak untuk dinikmati.
Pesan Moral Novel Klara dan Sang Matahari


Melalui novel Klara dan Sang Matahari, terdapat beberapa pesan moral yang dapat dipetik oleh pembaca. Pertama, pembaca dapat belajar meneladani sikap Klara yang selalu memberikan respon yang positif dalam segala hal. Klara memperlakukan manusia dan lingkungan dengan baik, dengan dasar cinta dan kasih. Sikap ini dapat dijadikan contoh yang baik bagi pembaca dalam berinteraksi dengan sesama.
Kedua, karakter Klara juga menggambarkan kepercayaan yang kuat kepada Matahari. Bagi Klara, Matahari merupakan sumber harapan yang selalu bersinar. Hal ini dapat dihubungkan dengan kepercayaan kita kepada Sang Pencipta, bahwa selama kita percaya, kita akan selalu memiliki harapan.
Ketiga, kisah ini juga mengajarkan tentang nilai-nilai seperti kejujuran, kesetiaan, dan rasa tanggung jawab. Klara adalah contoh yang baik dalam mempertahankan kesetiaannya kepada Josie dan Rick, meskipun jalan hidup mereka mungkin berbeda.
Dalam kesimpulannya, novel Klara dan Sang Matahari merupakan karya yang menarik dengan premis dystopian dan kecerdasan buatan. Dalam kisah ini, Kazuo Ishiguro mampu menggambarkan dunia yang mungkin akan kita hadapi di masa depan. Dengan narasi yang mengalir, karakter yang menarik, dan pesan moral yang mendalam, novel ini layak dibaca oleh pecinta cerita fiksi.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.