Review Novel Kita Pergi Hari Ini: Menyusuri Tempat Indah dalam Mimpi


Profil Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie – Penulis Novel Kita Pergi Hari Ini

Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie atau yang dikenal dengan panggilan Zesy merupakan seorang penulis wanita asal Indonesia yang memiliki bakat menulis yang luar biasa. Lahir pada tanggal 10 Oktober 1993 di Bandar Lampung, Zesy memulai karirnya sebagai penulis sejak usia 17 tahun. Saat itu, ia menerbitkan bukunya yang berjudul “Indigo Girl”. Selama karirnya yang sudah berlangsung selama lebih dari sepuluh tahun, Zesy telah berhasil menerbitkan lebih dari 30 buku dengan berbagai genre.

Zesy dikenal sebagai seorang penulis fiksi fantasi dengan gaya tulisan yang absurd dan nyeleneh. Gaya tulisannya yang unik dapat membuat para pembacanya merasakan perasaan yang campur aduk dan terbawa dalam cerita yang tak terduga. Pada tahun 2014, Zesy berhasil meraih penghargaan juara 2 di Sayembara Novel yang diadakan oleh Dewan Kesenian Jakarta dengan bukunya yang berjudul “Tanah Lada”. Kemenangan ini juga membawanya masuk ke dalam daftar panjang Penghargaan Sastra Khatulistiwa. Pada tahun 2016, Zesy kembali memenangkan penghargaan sebagai juara pertama di Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta dengan naskah karyanya yang berjudul “Semua Ikan di Langit”. Selain itu, ia juga menerima Penghargaan Badan Bahasa Sastra dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

Tidak hanya itu, Zesy juga mampu meraih keberhasilan di luar genre fiksi dengan memenangkan Penghargaan Pilihan Editor dan Rolling Stones pada tahun 2016 untuk karya novel young-adult-nya yang berjudul “Jakarta Sebelum Pagi”. Hal ini membuktikan kemampuan Zesy dalam menguasai berbagai genre tulisan.

Pada tahun 2018, Zesy bergabung dengan Ruang Perempuan dan Tulisan, sebuah proyek yang bertujuan untuk menemukan kembali penulis perempuan Indonesia yang terlupakan. Ia juga mendapat dukungan dari National Organizing Committee Indonesia dan British Council pada tahun 2019 untuk menghadiri Metal selama bulan Maret 2019 dalam rangka program Essex Writers House.

Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie dan Kisah Nama Uniknya - Best Seller Gramedia

Sumber: metaculture.com

Karya-karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Sepanjang kariernya, Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie telah menerbitkan lebih dari 30 buku dengan berbagai genre. Dari sekian banyak karyanya, beberapa di antaranya berhasil memenangkan penghargaan di Indonesia dan mendapatkan pengakuan dari para pembaca.

Kita Pergi Hari Ini – Buku Terlaris

Salah satu karya terbaik Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie yang mampu menarik perhatian para pembaca adalah novel berjudul “Kita Pergi Hari Ini”. Buku ini berhasil terjual habis hanya dalam waktu kurang dari 24 jam saat masih dalam periode pre-order pada akhir tahun 2021.

See also  Act of Service: Memahami Bahasa Cinta yang Penuh Tindakan Manis

Novel “Kita Pergi Hari Ini” memiliki ciri khas gaya tulisan Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie yang absurd dan nyeleneh. Meski pada awalnya terlihat manis seperti kisah untuk anak-anak, tetapi di balik kemanisannya terdapat kisah yang gelap dan cenderung menakutkan. Hal ini menjadikan novel ini menarik perhatian banyak pembaca yang menyukai fiksi campuran antara dongeng dan fantasi yang penuh dengan kejutan tak terduga.

Dengan keberhasilan “Kita Pergi Hari Ini” dalam menarik minat pembaca, bukan hanya sekadar buku fiksi biasa. Novel ini juga menjadi representasi dari karya-karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie yang memiliki kualitas yang tak diragukan lagi. Penghargaan yang diraihnya dan kesuksesan penjualan novel ini menjadi bukti yang nyata akan kepiawaian Zesy dalam menulis.

Sinopsis Buku “Kita Pergi Hari Ini”

“Kita Pergi Hari Ini” mengisahkan tentang petualangan kelima anak kecil yang tinggal di kota kecil bernama Kota Suara. Ma, Mi, dan Mo, anak-anak dari Keluarga Mo, serta Fifi dan Fufu, anak kembar yang tinggal di sebelah rumah mereka, memiliki impian untuk menjelajahi Kota Terapung Kucing Luar Biasa.

Kota Terapung Kucing Luar Biasa merupakan tempat yang memikat anak-anak tersebut. Di kota ini, terdapat penduduk berupa kucing yang menyerupai manusia. Mereka dapat berjalan dengan dua kaki, menggunakan dua tangan, bekerja, dan melakukan aktivitas manusia lainnya. Bahkan, mereka dapat menjadi pengasuh bagi anak manusia.

Untuk dapat mencapai Kota Terapung Kucing Luar Biasa, kelima anak kecil tersebut memutuskan untuk pergi menjelajah dengan pengasuh kucing mereka, Nona Gigi. Petualangan ini membawa mereka ke tempat-tempat indah yang ada dalam mimpi-mimpi mereka.

Namun, tidak seperti yang mereka harapkan, petualangan mereka penuh dengan kejadian yang mengerikan dan ancaman yang mengintai nyawa mereka. Mereka harus menghadapi berbagai masalah dan mengungkap kebenaran yang tersembunyi di balik Kota Terapung Kucing Luar Biasa.

See also  Contoh Sikap Toleransi Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kelebihan Novel “Kita Pergi Hari Ini”

Salah satu kelebihan utama dari novel “Kita Pergi Hari Ini” adalah gaya tulisan yang unik dan menarik dari Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie. Gaya bahasa yang absurd dan nyeleneh mampu membuat pembaca merasakan perasaan campur aduk dan terbawa dalam cerita. Meskipun terdapat unsur menyeramkan, buku ini tidak menjadikan pembaca merasa takut begitu saja, melainkan tetap dapat menikmati cerita dengan ketertarikan yang tinggi.

Buku ini mengandung setting latar yang indah dan memukau. Meski cerita yang diangkat tergolong menyeramkan, para pembaca tetap dapat menikmati keindahan gambaran tempat-tempat yang ada dalam mimpi anak-anak tersebut. Penulis berhasil menggabungkan keindahan dan ketakutan dalam satu cerita dengan sangat baik, sehingga pembaca tidak merasa bosan atau terlalu terfokus pada aspek menyeramkan.

Novel ini juga memiliki makna yang dalam dan relevan dengan isu-isu sosial dalam kehidupan nyata. Di balik cerita fiksi yang menghibur, terdapat pesan moral yang mengajak pembaca untuk berpikir dan merenungkan tentang hubungan antara manusia, tradisi, dan tanggung jawab dalam keluarga.

Kekurangan Novel “Kita Pergi Hari Ini”

Gaya tulisan Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie yang nyeleneh dan absurd mungkin tidak dapat dinikmati oleh semua orang. Beberapa pembaca mungkin lebih menyukai gaya penulisan yang lebih jelas dan langsung tanpa adanya unsur absurditas. Oleh karena itu, buku ini mungkin tidak disukai oleh pembaca yang tidak terbiasa dengan gaya tulisan yang tidak konvensional.

Alur cerita dalam novel ini juga tergolong absurd dan mungkin tidak dapat diterima oleh semua pembaca. Beberapa pembaca mungkin akan merasa bingung atau terhenti dalam membaca cerita ketika mereka menghadapi kejadian-kejadian yang terlalu mengejutkan atau tidak masuk akal. Oleh karena itu, buku ini lebih cocok untuk pembaca yang terbuka dengan ide-ide dan cerita yang tidak biasa.

Pesan Moral dalam Novel “Kita Pergi Hari Ini”

Novel “Kita Pergi Hari Ini” mengandung beberapa pesan moral yang dapat diambil dari ceritanya. Salah satu pesan moral yang dapat dipetik adalah tentang pentingnya hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Manusia harus mampu berperilaku adil dan menghormati keberadaan makhluk hidup lain, baik itu manusia maupun hewan. Kehidupan yang harmonis dapat tercipta jika manusia saling menghargai dan memperlakukan sesama dengan baik.

See also  Segitiga: Rumus, Jenis, Teorema, dan Phytagoras

Novel ini juga mengingatkan pembaca akan pentingnya mengevaluasi tradisi dan kebiasaan yang sudah berlangsung lama. Beberapa tradisi mungkin hanya berlaku pada masa lalu dan tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, penting untuk selalu mempertanyakan keberlanjutan tradisi dan memutuskan apakah kebiasaan tersebut masih layak untuk dilakukan atau tidak.

Selain itu, novel ini juga menyampaikan pesan tentang pentingnya memahami tanggung jawab menjadi seorang orang tua. Memiliki anak bukanlah sebuah kewajiban, melainkan sebuah tanggung jawab besar. Seseorang perlu mempertimbangkan kemampuan dan komitmen yang diperlukan untuk menjadi seorang orang tua sebelum memutuskan untuk memiliki anak. Memaksa diri untuk memiliki anak tanpa kesiapan dapat berakibat buruk bagi kedua belah pihak.

Novel ini juga mengajak pembaca untuk menghargai dan mengembangkan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki. Pendidikan dan pembelajaran tidak hanya berhenti di bangku sekolah, melainkan harus dilanjutkan sepanjang hidup. Memori dan ilmu yang disimpan semenjak kecil dapat menjadi modal berharga di masa depan. Dengan terus belajar dan berkarya, seseorang dapat mengembangkan potensi diri dan berkontribusi lebih kepada masyarakat.

Kesimpulan

“Kita Pergi Hari Ini” adalah novel yang mengisahkan petualangan kelima anak kecil yang ingin menjelajahi Kota Terapung Kucing Luar Biasa. Buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang unik dan menarik oleh Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie. Meskipun terdapat unsur menyeramkan, gaya tulisan yang absurd dan nyeleneh membuat pembaca tetap tertarik dan terhibur dengan cerita. Novel ini juga mengandung pesan moral yang relevan dengan kehidupan nyata, seperti pentingnya hubungan antara manusia dengan lingkungan, mengevaluasi tradisi, memahami tanggung jawab menjadi seorang orang tua, dan menghargai serta mengembangkan ilmu dan pengetahuan. Meski mungkin tidak disukai oleh semua pembaca karena gaya tulisannya yang unik, “Kita Pergi Hari Ini” tetap merupakan novel yang layak dikenali dan dinikmati oleh penggemar fiksi campuran antara dongeng dan fantasi.


Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.

Tahukah Anda?