Review Novel Journal of Terror: Kembar Karya Sweta Kartika
Journal of Terror: Kisah Horor Misterius yang Mendebutkan Sweta Kartika
Journal of Terror adalah kisah horor yang ditulis oleh Sweta Kartika, seorang komikus ternama asal Indonesia. Dalam karya terbarunya ini, Sweta Kartika mencoba sesuatu yang baru dengan mengambil tema horor yang penuh misteri. Sebelumnya, Sweta Kartika dikenal dengan karya-karya komiknya yang didominasi oleh kisah romantis dan penuh aksi. Namun, dengan Journal of Terror, Sweta Kartika membuktikan bahwa ia juga mampu menulis dalam genre yang berbeda.
Awalnya, Journal of Terror diciptakan dalam bentuk komik. Sweta Kartika merupakan seorang komikus dan ilustrator yang sudah populer di Indonesia. Ia pernah membuat komik seperti Nusantaranger, Grey & Jingga, dan The Dreamcatchers. Journal of Terror awalnya dibuat dalam 24 episode komik yang diunggah di Ciayo Comics, sebuah platform untuk membaca komik digital. Episode-episode komik ini kemudian dibagi menjadi dua volume, yaitu Koloni: Journal of Terror Chapter 1 dan Koloni: Journal of Terror Chapter 2. Kedua volume komik ini kemudian diterbitkan oleh penerbit m&c!
Setelah sukses sebagai komik, Journal of Terror juga diadaptasi menjadi sebuah mini series web yang ditayangkan pada tanggal 31 Oktober 2019. Mini series web ini diproduksi oleh Kratoon Pictures dan Trinity Optima dengan judul “Journal of Terror: Afterlife”. Tokoh utama dalam kisah ini diperankan oleh Pradikta Wicaksono atau yang lebih dikenal sebagai Dikta, seorang penyanyi dan aktor terkenal di Indonesia.
Tidak hanya dalam bentuk komik dan web series, kisah Journal of Terror juga diangkat menjadi novel. Novel Journal of Terror: Kembar diterbitkan pada tanggal 15 Juli 2019 oleh penerbit m&c!. Novel ini memiliki total 336 halaman yang mengisahkan sejumlah pengalaman horor yang berlatar di Kota Bogor dan Kota Jakarta. Tokoh utama dalam kisah ini adalah Prana, seorang anak laki-laki yang memiliki kemampuan indra keenam untuk melihat penghuni dunia lain melalui mata saudara kembarnya yang sudah tiada.
Novel Journal of Terror membawa pembaca dalam petualangan Prana yang penuh misteri dan teror. Prana mampu melihat makhluk halus di sekitarnya dan mengalami berbagai kejadian mistis yang membuat bulu kuduk merinding. Kisah ini diangkat dalam bentuk jurnal yang berisi kumpulan kisah-kisah berhantu yang dirangkum oleh Prana. Jurnal ini penuh dengan misteri dan teror yang mampu menyuguhkan pengalaman membaca yang menegangkan.
Dalam novel ini, Sweta Kartika menunjukkan kepiawaiannya dalam menghadirkan suasana horor yang menegangkan. Ia mampu membangun alur cerita yang memikat pembaca sejak awal hingga akhir novel. Penggunaan gaya bercerita yang mengalir membuat pembaca terhipnotis dan sulit melepaskan diri dari jalinan kisah yang penuh misteri ini. Sweta Kartika juga mampu menggambarkan detail pengalaman horor yang membuat pembaca merinding. Ia memadukan narasi yang detail dengan ilustrasi yang memperjelas gambaran makhluk-makhluk tak kasat mata dalam pikiran pembaca.
Salah satu kelebihan novel Journal of Terror adalah penggunaan bahasa yang khas dan menarik. Sweta Kartika menggunakan diksi-diksi yang tidak umum untuk menulis narasi novel ini, sehingga pembaca dapat belajar kosakata baru yang menarik. Selain itu, novel ini juga mencerminkan ciri khas Indonesia melalui latar belakang budaya Jawa yang diangkat dalam cerita. Penggunaan bahasa Jawa dalam dialog antar karakter menambah keaslian dan kekhasan cerita ini.
Sampul novel Journal of Terror: Kembar juga berhasil menarik perhatian pembaca. Ilustrasi remaja laki-laki dengan latar belakang bus dan cahaya yang memancar menciptakan kesan misterius dan gelap. Warna hitam dan putih yang dominan pada sampul novel ini juga menambah suasana tegang dan mencekam. Sampul ini merupakan karya Sweta Kartika sendiri sebagai ilustrator, sehingga dapat menggambarkan secara visual isi novel.
Namun, tidak ada karya yang sempurna. Journal of Terror juga memiliki kekurangan yang mampu dirasakan oleh beberapa pembaca. Salah satu kekurangan novel ini terletak pada alur ceritanya yang dinilai cukup lambat pada awal cerita. Para pembaca merasa bahwa alur cerita yang lambat ini membuat mereka bosan. Namun, alur cerita mulai mempercepat pace-nya setelah pertengahan cerita, sehingga pembaca dapat menikmati kisah ini dengan lebih baik.
Dari novel Journal of Terror: Kembar ini, terdapat pesan moral yang bisa kita ambil. Kita hidup berdampingan dengan makhluk-makhluk halus yang mungkin tidak terlihat oleh mata biasa. Tetapi, mereka ini tidak selalu bersifat jahat. Mereka kadang hanya ingin meminta bantuan atau sekedar ingin hidup berdampingan dengan kita. Oleh karena itu, kita perlu menghargai keberadaan mereka dan bersikap sopan di semua tempat yang kita kunjungi.
Secara keseluruhan, novel Journal of Terror: Kembar merupakan karya yang menarik dan menegangkan. Sweta Kartika berhasil menghadirkan kisah horor yang mampu membuat pembaca terbawa suasana. Dari komik, web series, hingga novel, Journal of Terror telah berhasil meraih kesuksesan di Indonesia. Bagi pecinta horor dan misteri, novel ini merupakan pilihan yang tepat untuk mengisi waktu luang dan merasakan sensasi yang menegangkan. Anda dapat memperoleh novel Journal of Terror: Kembar ini di toko buku aikerja.com atau melalui website resmi aikerja.com.
Selain membaca blog karir Aikerja, follow juga akun instagram aikerja untuk informasi terbaru seputar lowongan kerja, dan dunia kerja.